CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
118


__ADS_3

Kiano tiba di mansion keluarga tepat saat makan malam.


Semua keluarga sedang berkumpul, bercerita tentang kegiatan mereka masing-masing seharian ini.


Si kembar Alfian yang selalu menjadi yang paling heboh sendiri.


"Assalamualaikum." Kiano memberi salam.


"Waalaikumsalam." jawab semuanya serentak.


Hummairah tersenyum melihat kedatangan putranya.


"Kok baru sampai sayang, kenapa terlambat." tanya Hummairah menghampiri putranya.


"Nganterin temen Mi, motornya mogok jadi tadi suruh supir nganterin motornya ke bengkel." jelas Kiano sembari memcium tangan Ummi nya dan anggota keluarga lainnya.


"Langsung makan sayang." ajak Medinah.


"Nanti aja Ma, Kiano mau mandi dulu gerah."


"Ya sudah." jawab Medinah.


"Kamu sudah sholat magrib sayang?" tanya Hummairah pada putranya.


"Sudah Mi, tadi dijalan mampir di masjid." jawab Kiano.


"Ya sudah lebih baik kamu mandi dulu ya." ucap Hummairah pada putranya.


Kiano pun naik ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Tak lama kemudian, Kiano turun dan ikut makan bersama keluarga yang lain.


"Ayo sayang." Hummairah mengambilkan putranya makanan.


"Papa Ilham kemana Ma?" tanya Kiano pada Medinah.


"Papa Ilham lagi keluar negeri sayang, ada urusan." jawab Medinah.


Selesai makan malam, anak-anak semua masuk kedalam kamarnya masing-masing.


Para orang tua sedang berkumpul diruang keluarga.


"Apa masalahnya besar sampai Ilham sendiri harus turun tangan terbang kesana Nanny?" tanya Kendra.


"Keponakan dari mendiang suami Nanny, yang telah Nanny percayakan mengelola perusahaan, telah banyak melakukan penyelewengan dana perusahaan. Termasuk gaji karyawan yang tidak dibayar selama 6 bulan." ucap Nanny.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Kendra lagi.


"Itu lah nak, jika orang tua tidak pernah mengajarkan putra putri nya." Kakek menambahkan.


"Maksud Kakek?" tanya Kendra tidak mengerti.


"Maksudnya, dulu selama mendidik anak, orang tuanya tidak memberikan pengertian bagaimana menghargai sesuatu, baik itu uang maupun barang. Mereka tidak diberitahu, bagaimana cara bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu. Yang mereka tahu hanya memberikan apa pun yang anak mereka inginkan dengan uang." jelas Ayah.


Kendra tampak mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.


"Sama seperti kamu dahulu Kendra, kami selalu menuruti semua kemauan mu. Hingga kamu menjadi anak yang pembangkang, manja, keras kepala, dan egois. Tapi setelah Nanny membawa Ilham datang kerumah ini, sedikit demi sedikit perangai kamu berubah." kenang Kakek.


"Maka dari itu saat kami melihat Hummairah yang pekerja keras, pantang menyerah dengan keadaan sebelum akhirnya ia harus menerima kenyataan ia kalah dengan nasibnya. Dan harus menikah dengan kamu, nasib Hummairah sungguh...." ucapan Kakek dipotong oleh Kendra.


"Beruntung kan Kek," sambung Kendra sambil tersenyum.


Hummairah hanya menggelengkan kepalanya.


"Beruntung apa nya, justru kamu yang beruntung mempunyai istri seperti dia." sambung Kakek.


"Kok gitu?" Kendra bingung.


"Iya, sebab Hummairah kamu berubah menjadi seperti sekarang ini. Coba bayangkan seandainya kamu dulu menikah dengan gadis pilihan kamu, mungkin hidup kamu tidak akan seperti sekarang." ujar Kakek


Kendra tertunduk diam, ia mengingat bagaimana dulu ia menelantarkan Hummairah. Ia lebih memilih Sherly, dan dengan tega mengusir Hummairah dari rumah.


Tapi tak lama kemudian mata hatinya terbuka, hingga ia bisa melihat siapa wanita yang sesungguhnya yang selalu berada di sisinya.


"Sudah malam, ayo Yah kita istirahat." ucap Hummairah.


Ayah tersenyum dan beranjak dari duduknya.


"Kendra duluan ya Kek, Nanny. Sudah malam mau istirahat dulu, selamat malam." ucap Kendra pamit.


"Kami juga nau istirahat, ayo mas aku antar ke kamar." ucap Nanny.


Didalam kamarnya, Kendra masih merenung dan mengingat setiap perkataan dari Kakeknya.


Sekarang ia menyadari betapa beruntungnya dia, bisa mendapatkan wanita sesempurna Hummairah.


Kendra memejamkan matanya mengingat perjalanan hidupnya bersama Hummairah, datangnya masalah yang beruntun diawal pernikahan,tapi semua itu bisa mereka lewati bersama.


Ditengah lamunan Kendra, tanpa ia sadari Hummairah sudah duduk disampingnya dan tersenyum.


Kendra membalas senyum istrinya dan menariknya kedalam pelukan, kemudian mencium setiap sudut dari wajah Hummairah.


"Ngelamunin apa sih?" tanya Hummairah yang kembali masuk dalam pelukan Kendra.


"Aku gak ngelamun, cuma lagi mengingat." jawab Kendra.


"Mengingat apa?"


"Mengingat cerita keluarga kita."


Hummairah mengernyitkan alisnya.


"Sudah tidak usah dibahas, yang pasti aku mau bilang terimakasih sama kamu. Terimakasih sebanyak-banyaknya." ucap Kendra sambip kembali mengecup puncak kepala istrinya.


"Tidak perlu mengucapkan terimakasih, karena sudah sepantasnya seorang istri mendampingi suaminya melewati masa suka dan duka. Selalu ada untuk saling mendukung, aku harap kita akan selalu bersama sampai akhir sisa usia ku. Dan aku juga berharap saat aku menutup mata, hanya kamu yang ada dihadapan ku." ucap Hummairah.


Mendengar penuturan istrinya membuat Kendra semakin erat memeluk tubuh istrinya.


"Aku berjanji sayang, kita akan selalu bersama-sama disisa umur kita. Membesarkan anak dan cucu kita kelak. Aku tak mau apapun lagi, sebab semua yang aku inginkan ada padamu dan telah kamu berikan."


"Udah ya kita tidur yuk, aku ngantuk." ajak Hummairah.


"Ayo." Kendra pun membenarkan posisinya kemudian membawa istrinya kembali dalam pelukannya.


"Sayang.... kita main bola yuk!" ajak Kendra.


"Capek aku nya mas, besok ya...."


"Yah.... kapan jadinya adik untuk Kanaya."


"Haaah.... mas berencana mau kasih Kanaya adik lagi?"


Kendra menganggukan kepalanya sembari tersenyum.


"Jangan deh, sudah cukup. Kita sudah punya Kiano, Kirana, dan Kanaya, kalau nambah satu lagi aku bakalan gak ada waktu untuk kamu mas." jawab Hummairah sembarangan.


Kendra tampak menimbang.


"Baiklah, Kita tidak usah kasih Kanaya adik lagi, cukup kamu manjain bayi kamu yang ini." ujar Kendra menarik selimut hingga membungkus mereka.


Mereka pun melalui malam penuh kemesraan, layaknya pasangan muda yang sednag dilanda asrama. Kini mereka memadu kasih dalam ikatan yang kuat.


Pagi hari ini semua sedang sarapan pagi, Kiano turun dari kamarnya.


"Dudk sayang, Mama sudah buatin kamu roti bakar." ujar Medinah.


"Terimakasih Mama." ucap Kiano.


Hummairah dan Kendra hanya tersenyum melihat kasih sayang antara Medinah dan Kiano.


"Mi, hari ini Kiano kesekolah pakai motornya."


Semua terdiam dan saling melempar pandangan, kemudian kembali menatap Kiano heran.


"Memangnya kenapa sayang." tanya Hummairah lembut.


"Kemaren motor teman Kiano rusak, jadi dibawa sama supir kebengkel. Jadi pagi ini, rencananya Kiao mau jemput dia pakai motor dia aja."


"Kirana ikut ya, kan asyik kesekolah pakai motor." sambung Kirana cepat.


"Gak boleh." jawab Kakak, Ummi dan Daddy nya serentak.


Wajah Kirana cemberut.

__ADS_1


Kiano pun tersenyum senang, dan mengejek.


"Kirana tau siapa pemilik motor itu." ucap Kirana tiba-tiba.


Mata Kiano membulat, dna mencoba menatap tajam ke arah smag adik.


"Punya siapa sayang?" tanya Nanny.


"Punya nya Kakak Kayla, cewek incaran Kak Kiano." jawaban Kirana sukses membuat tabg ada di meja makan tercengang.


"Kirana, awas ya kamu." Kiano melotot pada adiknya.


"Waah,,,, sepertinya si sulung kita sudah besar sekarang." ucap Kakek sembari tersenyum.


"Gak Opa, kita temenan juga. Kemarin kebetulan ketemu dijalan dan motornya mogok, karena hari sudah sore makanya Kiano tawarin tumpangan, kasian kan anak cewek dijalanan sendirian mana sepi lagi." jelas Kiano.


"Bagus nak, itu baru anak Daddy." ucap Kendra tiba-tiba.


"Ya udah, Kiano berangkat dulu ya, nanti kesiangan." Kiano pun berpamitan dengan anggota keluarganya.


"Kita juga berangkat yuk!" ajak Kanaya pada saudara-saudaranya.


Mereka pun mengangguk dan segera beranjak dari tempatnya masing-masing dan berpamitan.


Kiano melajukan motor matic milik Kayla, hingga berhenti tepat didepan rumah gadis itu.


Kiano menarik nafas dan mengembuskannya perlahan.


Ting... Tung....


Seorang wanita paruh baya membuka pintu.


"Cari siapa den." tanya wanita itu.


"Kayla nya ada?" ucap Kiano.


"Ada, mari silahkan masuk." ucap nya sopan.


Kiano pun berjalan masuk kedalam rumah sederhana itu.


"Silahkan duduk den, sebentar bibi panggilkan non Kayla."


"Iya bi, terimakasih."


Wanita itu pun berjalan masuk.


"Maaf non, ada temannya nungguin diruang tamu." ucap bibi.


Kayla dan keluarganya berpandangan.


"Siapa bi?" tanya Kayla heran, ia merasa tidak ada temannya yang tahu alamat rumahnya.


Kayla pun segera menuntaskan makannya, dan segera beranjak dari duduknya kemudian berlari keluar.


Mata Kayla membulat saat tahu siapa yang datang ke rumahnya pagi ini.


"Kamu?" tanya Kayla heran.


Kiano tersenyum manis memperlihatkan deretan giginya yang rapi.


"Ngapain disini?" tanya Kayla lagi.


"Nih." jawab Kiano menunjukan kunci motor milik Kayla.


"Motor gue." Kayla ingin mengambil kunci motor dari tangan Kiano.


Tiba-tiba dari arah dalam muncul Mama Kayla.


"Siapa Kay?" tanya Mama Kayla.


"Emmm..... ini...." Kayla bingung untuk menjelaskan.


"Saya Kiano, saya temannya Kayla." ucap Kiano memperkenalkan diri sambil mencium tangan Mama Kayla.


Kayla dan Mama nya dibuat terheran dengan ulah Kiano.


"Duduklah nak." ucap Mama Kayla.


"Kalian satu sekolah?" tanya Mama Kayla.


"Iya Tante, cuma beda jurusan aja." jawab Kiano lengkap.


Mama Kayla tersenyum.


"Kesini tadi pakai apa?" tanya Mama Kayla lagi.


"Pakai motor Kayla Tante."


"Oh, jadi kamu yang bawa motor Kayla ke bengkel?"


" Iya Tante."


Mama Kayla mengangguk-anggukan kepalanya.


"Kalian tidak berangkat kesekolah?" tanya Mama Kayla lagi.


Kayla dan Kiano pun bergegas beranjak dari duduknya.


"Maa, Kay berangkat dulu yaa, bye" ucap Kayla pamit.


"Tante saya juga yaa, Assalammu'alaikum." ucap Kiano yang langsung menyalakan motor Kayla dan menjalankannya.


Tidak ada percakapan antara Kiano dan Kayla sepanjang perjalanan ke sekolah hingga mereka sampai kesekolah.


Tiba di sekolah, semua mata tertuju pada mereka berdua.


Beberpa siswa tampak berbisik-bisik, membicarakan mereka.


Kiano membantu Kayla membuka helm nya, kemudian mereka pun masuk dan berjalan menuju kelas masing-masing.


Braak....


Kendra memukul meja kerjanya karena kesal.


"Saya sudah mencoba menelponnya berulang kali Tuan, tapi nomor mereka sudah tidak aktif." ucap Ifan.


Kendra menarik rambutnya kebelakang, kemudian memejamkan matanya untuk mencoba menenangkan diri.


Kendra tidak percaya ia akan tertipu kali ini.


Mengapa?


Mengapa kali ini ia begitu lengah, hingga bisa masuk kedalam jebakan mereka.


"Cari mereka sampai ketemu Fan, aku mau dia segera ditemukan."


Ifan menganggukan kepalanya, kemudian mengundurkan diri dan keluar dari ruangan bos nya.


Kendra saat ini begitu marah, Kendra mendudukan dirinya dikursi kebesarannya.


Apa yang harus aku lalukan, aku telah mempertaruhkan seluruh dana perusahaan.


Mengapa aku begitu bodoh hingga mudah terpengaruh dan percaya pada ucapannya.


Bagaimana aku akan membayar gaji karyawan sekarang.


Apa lagi jika Kakek tahu apa yang aku lakukan pada perusahaan nya, ia pasti akan marah besar.


Tidak, Kakek dan Nanny tidak perlu tahu masalah ini. Sudah cukup masalah di perusahaan milik Nanny yang menjadi pikiran mereka. Aku tak mau lagi menambah beban mereka.


Kendra berbicara dalam hati.


Di kanton sekolah, Kayla sedang duduk sendiri menikmati pesanannya.


Tiba-tiba Sarah dan teman-temannya datang menghampiri Kayla.


Braaak...


Suara meja di gebrak oleh Sarah.


Kayla yang bingung dengan ini semua mencoba tenang.


"Hei,,,, cewek belagu ngapain lu pergi sekolah bareng Kiano?" tanya Sarah

__ADS_1


Kayla tidak menghiraukan ucapan Sarah, tapi malah masih asyik menikmati hidangan di hadapannya.


"Eh, gue ngomong sama lu brengsek." ucap Sarah lagi sambil menyiramkan minuman ke baju Kayla.


Braaak...


Kini Kayla yang menggebrak meja, ia berdiri lantas mendorong tubuh Sarah hingga jatuh tersungkur ke lantai.


Teman-teman Sarah terkejut, melihat Kayla dengan berani mendorong Sarah hingga tersungkur.


"Lu pikir lu siapa, main perintah orang seenak jidat lu. Lu pikir dengan lu membawa dayang-dayang lu, gue bakalan takut gitu." ucap Kayla lantang.


Semua yang ada di kantin terkejut melihat keberanian Kayla melawan Sarah teman-temannya.


"Kalian bawa bos kalian pergi dari sini, dan satu hal lagi gue ingetin sama lu semua. Jangan pernah cari masalah sama gue, gue gak akan tinggal diam jika lu semua cari gara-gara sama gue."


Teman-temannya pun membawa Sarah pergi dari kantin.


Selepas Sarah dan dayang-dayang nya pergi, Kayla pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan baju nya.


Pulang sekolah Kiano segera berlari ke parkiran motor, untuk menunggu Kayla.


Kayla berjalan menuju parkiran, tempat dimana ia dan Kiano memarkirkan motornya.


Disana sudah menunggu Kiano, dengan senyum nya.


Kayla berjalan mendekat dengan wajah kesal.


"Mau apa lagi?" tanya Kayla ketus.


"Mau pulang, tapi nungguin kamu."


"Ngapain nungguin gue?"


"Mau pulang bareng kamu."


"Lho biasanya kan lu dijemput supir."


"Supir aku udah aku suruh pulang."


"Trus, lu mau nebeng sama gue gitu?"


Kiano menganggukan kepalanya.


"Gak boleh."


"Kenapa?"


"Ban gue kempes."


"Lho bukannya tadi pagi baik-baik aja." Kiano lalu memeriksa ban motor milik Kayla depan dan belakang.


"Ini baik-baik aja, gak kempes kok."


Kayla terdiam dan memutar otak nya.


"Pokoknya lu gak boleh pulang bareng gue titik." ucap Kayla langsung tancap gas meninggalkan Kiano.


Kiano hanya bisa menggaruk kepalanya dna menatap kepergian Kayla.


"Galak." ucap Kiano tersenyum.


"Pak, jemput saya sekarang." perintah Kiano pada supir nya.


Kiano tiba dirumah menjelang magrib.


"Baru pulang sayang." tanya Hummairah.


"Iya Mi. Ummi lagi nungguin Daddy?" tanya Kiano


"Iya sayang, dari tadi Ummi telponin ponselnya tapi gak di angkat." ujar Hummairah cemas.


"Mungkin Daddy lagi meeting di luar kota mendadak Mi, maka nya gak sempat ngasi tahu Ummi." hibur Kiano.


"Mungkin sayang"


"Ya udah kita masuk yuk, udah mau magrib." ajak Kiano.


Kiano pun membawa Ibunya masuk kedalam rumah.


Tengah malam Kendra baru saja tiba dirumahnya.


Saat ini Hummairah dan anak-anaknya telah pulang kerumah mereka.


Dengan perlahan Kendra masuk kedalam kamarnya, ia tak mau jika istrinya sampai terbangun.


"Baru pulang mas?" tanya Hummairah yang tiba-tiba saja sudah membuka matanya.


Kendra berjalan mendekati istrinya, dan duduk disampingnya. Hummairah pun mendekati suaminya.


"Capek mas?"


Kendra meraih jemari istrinya dan mengecupnya, sembari tersenyum.


"Aku siapin air hangat untuk mandi ya." ucap Hummairah yang beranjak dari tempat tidur.


"Temani aku ya." Kendra menahan tangan Hummairah.


Hummairah berbalik dan menangkup wajah suaminya, dan mengecup hidung suaminya.


"Bagaimana ya....." ucap Hummairah menggoda Kendra.


Kendra tersenyum melihat ulah istrinya, dan mencubit hidung mungil milik Hummairah.


Hummairah tertawa, kemudian menarik tangan Kendra untuk ikut bersama nya ke kamar mandi.


Kendra pun mengikuti langkah istrinya dari belakang.


Kendra duduk sementara Hummairah mengisi bath up dengan air panas dan mencampurnya dengan wewangian, kemudian menyalakan lilin aroma terapi untuk menenangkan kan pikiran.


Kendra tersenyum melihat apa yang dilakukan istrinya.


Setelah selesai Hummairah pun berjalan mendekati Kendra.


Hummairah berdiri dihadapan Kendra, dengan perlahan Hummairah membuka satu persatu-satu kancing kemeja Kendra hingga terlepas dari tubuhnya.


Kendra masih membiarkan istrinya bekerja.


Kini Hummairah melepaskan sabuk di celana panjang kendra, dan kemudian melepaskan celana nya.


Sekarang Kendra hanya menggunakan celana boxer nya.


Hummairah menarik Kendra agar masuk kedalam bath up.


Kendra hanya mengikuti instruksi dari sang istri.


Kini Hummairah melepas baju tidurnya, hingga tertinggal pakaian dalam nya.


Hummairah pun berjalan masuk kedalam bath up bersama Kendra.


*Bersambung


hai... hai... aku icha mawik.


mau bilang akan ada perubahan alur dalam cerita ini.


karena banyak yang gak mau Kendra bangkrut, jadi kau gak akan bikin Kendra bangkrut.


Tapi aku ganti sedikit masalah untuk kendra yang bikin dia makin yakin bahwa Hummairah adalah wanita pilihan terbaik dalam hidupnya


Aku akan bikin Kendra makin cinta sama Hummairah, makin mesra, makin romantis.


Tapiiiii...


Kalau cerita tentang Kakek, Nanny dan Ayah Hummairah tetap aku lanjutin. Soalnya pemain nya jadi banyak, aku jadi bingung mau nyebutin satu persatu.


Tapi tetap cerita tentang anak-anak mereka gak akan hilang


jadi aku minta vote, boom like, dan rate bintang lima.


terimakasih


**I LOVE U ALL***

__ADS_1


__ADS_2