CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
103 jangan lupa VOTE dan Boom Bintang Lima


__ADS_3

Akhirnya Ilham dan Medinah pergi berbulan madu, mereka memutuskan pergi mengunjungi orang tua Medinah.


" Jangan lupa pulang nanti bawakan kami kabar gembira untuk kami. " Ujar Nanny


Ilham menoleh kearah wajah Medinah, Medinah membalas dengan senyuman.


" Doain kami ya Ma " Pinta Medinah


" Mama selalu berdoa yang terbaik untuk kalian " Ucap Nanny


" Kami berangkat dulu ya Ma " Pamit Ilham


" Hati hati ya sayang, selamat pergi dan selamat kembali " Doa Nanny.


Ilham dan Medinah pun segera masuk.


Setelah melalui penerbangan yang cukup panjang, merak akhirnya tiba di negara kelahiran Medinah.


" Kita langsung ke rumah Papa saja " Ujar Medinah


" Baiklah, ayo "


Mereka pun memerintahkan supir taxi untuk segera menuju ke alamat yang mereka berikan.


Taxi itu pun melajukan kendaraannya menuju alamat yang tertera.


" Kamu lelah sayang ? " Tanya Ilham pada istrinya.


Medinah hanya tersenyum


l" Sabar ya, sebentar lagi sampai " Ilham mengelus pipi Medinah.


Jarak tempuh dari bandara ke kediaman Ayah Medinah kurang lebih setengah jam.


Tiba di mansion, Medinah telah terlelap dalam tidurnya. Karena tak tega untuk membangunkan istrinya, Kendra menggendong tubuh Medinah masuk kedalam mansion.


Para pelayan tampak terkejut melihat @edatangan mereka.


" Tuan muda Ilham " Ucap salah satu pelayan.


Ilham hanya tersenyum kepada pelayan.


Salah satu pelayan segera berlari menuju kamar majikannya, untuk memberitahu bahwa Nona muda dan suaminya datang.


Mendengar laporan dari salah satu pelayan nya, Samuel berlari keluar kamarnya dsn bergegas turun kebawah.


Samuel melihat Ilham sedang menggendong Medinah, Ia segera menghampiri Ilham.


" Apa yang terjadi ? " Tanya Samuel bingung


Ilham tersenyum " Tidak apa apa Pa, Medinah hanya kelelahan, maka nya ketiduran. " Jawab Ilham.


" Ya, sudah cepat bawa ke kamarnya " Ucap Samuel.


Samuel segera menuntun Ilham menuju kamar tanu, Ia akan menyuruh pelayan nya untuk membereskan kamar untuk Medinah.


Setelah sampai didalam kamar, dengan perlahan dan hati hati Ilham meletakan tubuh istrinya diatas tempat tidur.

__ADS_1


Ilham mencium tangan Samuel, Ia terlihat ke bingungan.


" Apa kabar kalian ? " Tanya Samuel kepada Ilham yang bersama sama berjalan menuju keluar kamar.


" Kami baik baik saja Pa. Hanya.... " Ilham menggantung ucapannya.


" Hanya apa Ham ? " Sam tampak khawatir.


" Mama menyuruh kami untuk pergi berbulan madu, dan kami sepakat akan memulai perjalanan kami dari sini. " Ilham menjelaskan.


Samuel menarik nafas lega.


" Baiklah, hari sudah malam istirahatlah. Kamu pasti lelah karena perjalanan jauh. " Ucap Sam sambil berlalu meninggalkan kamar Ilham dan Medinah.


Ilham segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, kemudian segera berjalan mendekati peraduan dam beristirahat.


******


Para tukang sudah mulai berdatangan dan mulai bekerja, bahan bangunan sudah berdatangan.


Kendra membawa keluarganya menyewa sebuah rumah kosong yang tak jauh dari rumah nya.


Kendra bisa saja membawa keluarganya menyewa salah satu penginapan milik keluarga Malik, tapi Kendra mengurungkan niatnya. Ia ingin Ayah juga terlibat dalam pembangunan rumah itu.


" Jangan sampai ada yang berubah ya Nak " Ucap Ayah


Kendra tersenyum " Ayah tenang saja " Jawab Kendra


Kendra lalu memberi instruksi kepada para pekerja. Mereka pun memulai pekerjaan nya.


Di lain tempat Ratna dan Ardi seperti biasa akan pergi mengunjungi Intan di rumah sakit, mereka mempersiapkan segala kebutuhan Intan.


Ditengah perjalanan Ardi sempat menghentikan mobilnya, dan menoleh.


" Kenapa berhenti Pak ? " Tanya Ratna


" Itu rumah mas Firman, kok di hancurkan ya. Apa mas Firman telah menjualnya ? Kalau mas Firman menjualnya ? "


" Waah Pak, kalau mas Firman sampai menjualnya, kamu juga seharusnya dapat bagian. Karena iti rumah saudara kamu, kamu harus mendapatkan bagian setengahnya. " Hasut Ratna


" Kamu benar Bu, aku harus mengambil jatah ku. Kita menemui Intan dulu Bu, setelah itu aku akan pergi menemui mas Firman. " Ucap Ardi


" Bener Pak, ayo "


Ardi kembali melajukan kendaraannya menuju rumah sakit yang merawat Intan.


Selang satu setengah jam, mereka pun tiba dirumah sakit.


Mereka turun dari mobil dan berjalan masuk.


Mereka tiba dikamar dimana Intan dirawat, tampak Intan masih tertidur dengan pulas. Seorang perawat baru saja selesai memeriksa Intan, perawat itu tersenyum ramah kepala Ardi dan Ratna.


" Selamat Pagi Pak Bu " Sapa Perawat itu ramah


" Selamat pagi, bagaimana keadaan anak kami sus ? " Tanya Ardi sedangkan Ratna telah berjalan mendekati ranjang dimana Intan terbaring.


" Seperti biasa Pak, mbak Intan kembali mengamuk hari ini. Dan tadi kami terpaksa memberikanya suntikan penenang, agar Ia tertidur. Dan kami juga mengikat kaki dan tangan nya, karena Ia kembali mencoba melarikan diri dan melukai beberapa pasien disini. " Jelas perawat itu kepada Ardi.

__ADS_1


Ardi tertegun melihat kondisi putrinya yang semakin parah.


Intan memang diketahui menderita gangguan mental bawaan sejak lahir, tapi penyakit itu tidak akan kambuh jika semua kemauan nya terpenuhi. Tapi jika Ia tidak bisa mendapat apa yang ia inginkan, maka Intan akan mengamuk dan penyakitnya akan kambuh. Jika sudah seperti itu, Intan bisa berbuat apa pun bahkan Intan bisa berbuat nekat.


Seperti kejadian penculikan Kiano, Intan nekat karena Ia tak bisa mendapatkan apa yang Ia inginkan, yaitu Kendra.


Oleh karena itu Ardi dan Ratna selalu mengabulkan semua permintaan Intan, mereka tidak mau panyakit intan sampai kambuh lagi.


Intan juga selalu meminum obat dari Dokter yang merawatnya selama ini.


" Intan, kenapa kamu jadi begini nak " Isak Ratna


Ardi berjalan mendekati istrinya.


" Tenang Bu, biarkan Intan istirahat. Kita pulang ya " Pujuk Ardi menenangkan istrinya.


" Kenapa Intan jadi begini Pak ? "


" Bapak juga tidak tahu Bu, Bapak juga bingung. "


" Selama ini kita selalu bisa memenuhi segala permintaan Intan, tak ada satu pun yang tidak bisa kita berikan. Kecuali..... " Ratna menggantung kalimatnya.


" Kecuali apa Bu ? "


" Kendra Pak, suami Hummairah "


Ardi terdiam tak bisa berkata kata lagi.


" Hanya Kendra yang tidak bisa Ia miliki Pak, seandainya waktu itu Intan mau kita jodohkan, pasti Ia bersama kita sekarang, dan hidup bahagia bersama keluar suaminya. " Sesal Ratna


" Sudah Bu, jangan di ungkit lagi. Sekarang lebih baik kita pulang, biarkan Intan istirahat. " Ajak Ardi kepada istrinya.


Mereka pun berjalan keluar dari ruangan Intan.


" Pak, bagaimana kalau kita pergi menemui Hummairah. "


" Untuk apa Bu ? " Ardi bingung


" Kita minta Hummairah agar menyuruh suaminya menjenguk Intan, supaya Intan segera sembuh Pak "


" Itu tidak.mungkin terjadi Bu, Kendra tidak mungkin mau melakukannya. "


" Tapi Kendra kan sangat mencintai Hummairah, dan selalu menuruti kemauan Hummairah. "


" Bu, semua orang tau Kendra itu angkuh, galak, sombong, tegas dan dingin. Dia tidak akan mau mendengar kita Bu "


" Bukan kita yang akan bicara Pak, tapi Hummairah. Hummairah yang akan bicara pada nya Pak, Hummairah yang akan meminta agar Kendra mau menemui Intan. Karena Kendra sangat mencintai Hummairah istrinya. "


Ardi hanya terdiam mendengarkan ucapan istrinya.


*Bersambung


maaf baru bisa up lagi, sempat hilang semangat mau lanjut.


gak punya ide lagi, aku akan selesaikan cerita ini di beberapa bab lagi.


jangan lupa VOTE dan BOOM LIMA BINTANG yaa...

__ADS_1


biar aku semangat nulis nya.


Dan tunggu karya ku selanjutnya*.


__ADS_2