
Olivia dan Hummairah tiba di sebuah klinik terdekat. Olivia bantu memapah tubuh Hummairah.
" Kamu tahan ya Ra, kita udah sampai. " Olivia memberi semangat
Hummairah hanya bisa terseyum meringis.
" Suster tolong saudar saya mau melahirkan " teriak Olivia.
Denga cekatan Hummairah dibawa masuk keruangan bersalin, Oli mecoba menelpon Kendra tapi tak bisa di hubungi.
Akhirnya Olivia memutuskan untuk menelpon Ifan asisten Kendra.
" Hallo Fan, bilang sama Tuan mu istrinya mau melahirkan. " Seru Olivia memberitahu Ifan.
Olivia segera menghampiri Hummairah di ruangan bersalin. " Ra , tadi aku nelpon Kendra tapi ponselnya tak bisa dihubungi, jadi tapi aku udah memberitahu Ifan, biar nanti Ifan yang akan menyampaikannya.
Hummairah hanya bisa menganggukkan kepala, dan tersenyum meringis menahan nyeri.
*****
Kendra keluar dari ruang meeting nya.
" Maaf Tuan, " Seru Ifan
" Ada apa Fan ? "
" Tadi Nona Olivia menelpon, katanya Nyonya sedang berada diklinik. "
Kendra menghentikan langkahnya, " Kenapa Dia tidak menelpon ku langsung ? " Tanya Kendra heran.
" Tadi ponsel anda sedang di charger, dan dalam mode silent " Terang Ifan.
" Batalkan semua meeting setelah ini, dan handle kantor selama aku tidak ada. Aku akan langsung ke klinik. " Kendra berjalan meninggal kantor dan bergegas menuju klinik.
*****
Kakek dan Nanny tiba dirumah.
" Dimana bumil kita ? " Tanya Nanny yang kepada seorang pelayan.
" Nyonya muda dibawa ke klinik Nyonya sepuh, soalnya tadi perut Nyonya mulas. "
" Apa ! " Kakek langsung berdiri dari duduknya. " Di klinik mana Ia di bawa ? "
" Di klinik Kasih Ibu Tuan, tak jauh dari sini " Jelas pelayan.
" Ayo Nanny kita berangkat sekarang. " Aja Kakek.
*****
Kendra menelpon Mama nya
" Hallo Pa, Mama dimana ? "
" ....... "
" Hallo Ma, saat ini Kendra ada diklinik Kasih Ibu. Kemungkinan Hummairah akan lahiran hari ini "
"..... "
" Baik Ma "
Kendra menutup telponnya. " Oliv kamu tunggu disini, aku akan masuk menemani Hummairah. "
" Baiklah. "
Kendra masuk kedalam ruangan dimana Hummairah sedang menahan nyeri nya.
Kendra mendekat dan mengusap sayang perut istrinya.
" Sayang, sakit banget ya ? " Tanya Kendra yang masih mengelus perut Hummairah
Hummairah hanya bisa menganggukkan kepala.
" Gimana caranya agar bisa sakitnya hilang ? " Tanya Kendra lagi.
Hummairah hanya tersenyum, keringat sudah membanjiri tubuhnya.
*****
Tiba tiba ponsel Olivia berdering
" Iya, mas aku lagi berada di klinik "
"..... "
" Bukan, istrinya Kendra mau melahirkan "
"..... "
" Baiklah, " Olivia menutup telponnya dan saat itu juga Kakek dan Nanny tiba.
Melihat mereka datang Olivia pun mendekat.
" Bagaimana Liv, apa sudah melahirkan ? " Tanya Nanny
" Belum Nanny "
" Dimana Kendra ? " Tanya Kakek
" Didalam Kek, bersama Hummairah "
Kendra tiba tiba keluar dengan wajah sedih.
" Kenapa Ken ? " Tanya Nanny
" Aku gak tega liat Hummairah kesakitan begitu. "
" Itulah yang dialami semua wanita yang akan melahirkan Kendra " Jawab Kakek.
" Benarkah ? Apa waktu melahirkan Kiano Hummairah juga kesakitan begitu ? "
" Tentu saja, kamu mencoba membujuknya untuk operasi, karena kami tidak tega melihatnya kesakitan. Tapi, Hummairah tetap tidak mau, Ia ingin normal " Kenang Nanny
" Setelah ini Kendra tidak mengijinkan Hummairah untuk hamil lagi, "
" Kenapa ? " Tanya Nanny
" Kendra gak mau dia kesakitan, kasian Nanny wajahnya sampai banjir keringat. " Jelas Kendra
Kakek dan Nanny menggelengkan kepala dan tersenyum.
" Liv, kamu bisa bantu aku ? " Tanya Kendra pada Olivia
" Bantu apa Ken ? "
" Jemput Kiano disekolahnya. "
" Di bawa pulang kesini, atau kerumah ? "
" Dirumah tidak ada orang Oliv, lebih baik dibawa kesini " Jawab Nanny.
" Baiklah, aku berangkat ya " Olivia pun meninggalkan tempat itu dan pergi menjemput Kiano.
*****
" Papa... " Nayla berlari menghampiri Ayahnya.
" Sayang, mau langsung pulang ? "
" Boleh. "
Mereka pun berjalan berpimpin tangan, di saat sampai di tempat parkir, mata Norman menangkap sosok cantik yang turun dari taxi.
" Olivia " Norman melambaikan tangannya
Olivia tersenyum dan menghampiri Norman dan putrinya.
" Hai " Sapa Olivia
Norman tersenyum.
" Sedang apa disini ?"
" Aku disuruh jemput Kiano ? "
" Tumben, kemana yang lain. "
" Mereka berada di klinik, Hummairah akan melahirkan." Olivia menjelaskan.
" Oh iya, aku lupa. Tadi aku menelpon mu kamu sedang berada diklinik. "
" Jadi Kiano mau punya adik Tante ? " Tanya Olivia
" Iya sayang " Jawab Olivia
" Papa Nay juga mau adik Pa " Ucap Nayla polos
Mata Norman membulat, Ia terkejut dan terdiam. Tak tahu harus bagaimana menjelaskan pada putrinya.
" Papa, kok Papa bengong "
" Apa sayang ?" Ucap Norman terbata
" Nay mau adik Papa "
" Tapi, boleh ya Tante kalau Nay punya adik " Tanya Nayla pada Olivia
" Boleh sayang " Jawab Olivia cepat.
Ditengah kebingungan Norman.
" Tante Oliv, Nay " Teriak Kiano.
Bocah itu berlari menghampiri mereka.
__ADS_1
" Kiano, udah selesai sayang ? "
" Udah, kok Tante ada disini ? "
" Tante mau mau jemput kamu " Jawab Olivia
" Ummi mana ? "
" Ummi sama Daddy lagi ada urusan sayang, ayo kita pulang " Ajak Olivia pada Kiano.
" Kamu kesini tadi pakai taxi kan Liv ? " Tanya Norman.
Olivia menghentikan langkahnya " Iya, " Kembali melanjutkan langkahnya.
" Ikut sama kami aja " Ajak Norman.
" Tapi , kita kan gak se arah mas, "
" Gak apa apa. Ayo aku antar " Jawab Norman dan berjalan lebih dulu.
" Ayo tante " Nayla menarik tangan Olivia.
Kini Olivia memimpin tangan kedua anak itu. "
Norman membuka kan pintu mobil.
" Nay dan Kiano di belakang " Norman membuka kan pintu untuk kedua bocah.
" Oke " Jawab mereka serentak
" Liv, duduk lah bersama ku " Pinta Norman
Olivia hanya menganggukkan kepala. Mereka pun meninggalkan area sekolah menuju klinik tempat Hummairah.
*****
Mama telah tiba di klinik juga.
" Mama " Ucap Kendra menghampiri Ibunya.
" Bagaimana sayang, apa sudah lahir ? " Tanya Mama
Kendra hanya menggeleng
" Nanny seperti sama seperti waktu Kiano "
" Kamu benar May, dan lagi lagi Hummairah tidak mau di operasi " Jelas Nanny
" Jadi kita hanya bisa menunggu " Jawab Mama sambil mengelus pundak Kendra.
" Suami Nyonya Hummairah " Panggil seorang Suster
Kendra segera berdiri " Saya Sus, ada apa ? "
" Istri anda ingin anda yang menemaninya, mari ikut saya "
Kendra menoleh kearah keluarganya, semuanya mengangguk kan kepala.
Kendra pun membuka jas nya, meninggalkan kemeja panjang yang Ia lipat tangan nya sampai siku, kemudian membuka dua kancing atas nya, Ia pun berjalan masuk mengikuti Suster.
Sampai didalam Kendra melihat kondisi Hummairah yang semakin kesakitan.
" Sayang, kamu yakin masih kuat ? " Tanya Kendra sambil mengelap keringat dikepala sang istri.
Hummairah hanya menganggukkan kepalanya dan kembali tersenyum.
" Kamu jangan hanya bisa jawab anggukan kepala dan senyum dong, kalau sakit bilang " Kata Kendra frustasi.
" Iya, aku masih kuat " Jawab Hummairah di tengah rasa nyeri nya.
Setengah jam kemudian Hummairah mengalami serangan kontraksi hebat, itu semakin membuat Kendra panik.
Membuat Dokter dan para Suster kebingungan menenangkannya.
Kendra mengelus dan mencium puncak kepala istrinya.
Tak lama kemudian lahir lah putri mereka, Kendra mencium seluruh wajah istrinya yang masih dengan napas terengah engah.
Setelah Dokter memperlihatkan bayi mereka, Kendra kembali menghujani wajah istrinya dengan ciuman.
" Anak kita lahir sayang " Ucap Kendra pada Hummairah, tanpa tersadar ada bulir kristal yang jatuh disudut matanya.
" Terimakasih sayang " Kendra kembali mencium kening istrinya.
" Anda bisa keluar sekarang Tuan, kami akan membersihkan Nyonya. "
" Tapi saya inin menemaninya Suster " Ucap Kendra tak terima diusir keluar.
" Iya Tuan, setelah Nyonya kami pindahkan keruang perawatan, anda bisa menemaninya kembali. " Jelas Suster
" Baiklah, " Kendra menghampiri Hummairah " Sayang aku keluar dulu ya " Kendra mencium kening Hummairah.
Hummairah hanya menganggukkan kepala.
*****
" Oma, Oma uyut, Opa uyut Kiano datang " Teriak Kiano yang langsung berlari ke arah Oma nya.
" Cucu Oma udah pulang, pintar gak tadi disekolah ? "
" Tentu dong "
" Apa kabar Tante ? " Sapa Norman
" Baik, kamu Norman kan ? " Tanya Mama
" Iya Tante. Tante masih ingat sama saya ? "
" Bagaimana tidak, dulu kamu setiap hari main kerumah. " Kenang Mama
" Norman yang mana May ? " Tanya Nanny
" Tante mungkin gak kenal, soalnya Norman, Kendra, dan Ilham berteman saat masih sekolah, dan saat itu mereka masih berada disini bersama kami " Mama menjelaskan
" Oh, pantas saja aku tidak mengenalnya "
" Kalian kok bisa bareng ? " Tanya Kakek
" Kebetulan, Kiano dan anaknya mas Norman satu sekolah Kek " Jelas Olivia
" Oh begitu " Nanny dan Kakek mengerti
Tak lama kemudian Kendra keluar dari ruangan.
Semuanya berjalan mendekati Kendra.
" Bagaimana ? " Tanya Mama
" Sudah lahir Ma, " Jawab Kendra senang
" Alhamdulillah.. " Ucap semuanya
" Laki laki atau perempuan Ken ? " Tanya Norman
" Perempuan Man, Gua senang banget " Wajah Kendra berseri.
" Apa kami bisa melihat nya ? " Tanya Kakek
" Nanti Kek, setealh Hummairah dipindahkan kekamar perawatan "
Mereka pun kembali duduk menunggu Hummairah keluar dan dipindahkan.
*****
Ilham dan Medinah sudah tiba ditanah air Medinah.
Medinah tampak gugup, Ilham dapat merasakannya.
Ilham menggenggam jemarinya, meyakinkan semua akan baik baik saja.
Mobil yang mereka tumpangi masuk kehalaman rumah, Ilham tampak takjub melihat rumah milik keluarga Medinah.
Ilham membuka pintu mobil, tapi tangan Medinah menahannya.
" Ham, "
" Ada apa ? "
" Kita pulang ke apartment ku saja " Ucap Medinah gugup.
" Kenapa ? "
" Besok saja kita datang "
" Kita sudah disini, hari ini atau besok sama saja. Kita juga harus bertemu mereka "
" Tapi Ham.... "
" Sssst... Kita akan menghadapinya bersama. Kamu percaya padaku kan ? "
Medinah menganggukkan kepalanya.
Ilham tersenyum dan mengulurkan tangannya " Ayo, kita turun. Apa pun yang terjadi aku akan selalu ada didekat kamu " Hibur Ilham.
Mereka pun turun dan berjalan masuk.
" Nona Medinah ? Sapa salah seorang pelayan tua "
" Bibi Lusia " Medinah berlari memeluknya.
Wanita itu tampak senang melihat Medinah datang.
" Nona dari mana saja selama ini ? "
" Aku ikut teman ku ke indonesia, dan bekerja disana " Jelas Medinah " Bibi Lusia perkenalkan ini teman baik ku nama nya Ilham. Medinah memperkenalkan Ilham pada Lusia.
__ADS_1
Ilham menjabat tangan wanita tua itu. " Apa kabar Bibi Lusia ? Senanga bertemu dengan mu " Sapa Ilham rama.
" Kabar baik Nak, aku juga senang bertemu dengan mu. " Lusia tersenyum melihat kedekatan Medinah dan Ilham.
Tiba tiba sebuah gelas melayang kearah mereka dan nyaris mengenai kepala Medinah.
Praaank....
Gelas itu hancur begitu menyentuh lantai.
Turunlah dari tangga dua orang wanita yang berbeda umur.
" Nyonya " Ucap Lusia terbata
" Mau apa kau datang lagi anak sialan " Ucap wanita yang tua. " Apa kau tidak punya malu, kau sudah tidak di inginkan lagi dirumah ini. "
Mereka turun dan menghampiri Medinah dan Ilham.
" Kau... Lusia kembali ke dapur, pekerjaan masih menunggu mu. " Ucap wanita yang muda. Ia menatap wajah Medinah dengan rona tidak suka, terpancar kebencian matanya terhadap Medinah.
" Mama, Medinah mau bicara... " Medinah terbata mengucapkan kata kata itu.
" Medinah, apa kau lupa. Aku bukan Ibu mu, jadi jangn panggil aku dengan sebutan itu. Kau tau kan harus memanggil ku apa ? "
Medinah terdiam, air matanya mulai menganak sungai. Perlahan jatuh membasahi pipinya.
Mata wanita itu berpindah menatap Ilham, " Siapa kau ? "
" Nama ku Ilham, aku teman Medinah "
" Anak sialan ini punya teman ? " Terdengar gelak tawa mereka memenuhi ruangan itu.
" Kau serius berteman dengan gembel ini ? " Tanya wanita yang muda.
Ilham tersenyum manis.
" Setelah dilihat kau manis juga, aku belum memperkenalkan diri. Nama ku Jessica putri satu satu nya di keluarga ini. " Jessica mengulurkan tangan nya.
Ilham menyambut uluran tangan itu dengan senyum. " Senang berkenalan dengan mu " Ilham basa basi.
" Dan Ini Mama ku Nyonya rumah in, Nyonya Rebeca " Jessica memperkenalkan Ibunya.
Ilham menunduk kan wajahnya dan tersenyum.
" Medinah " Ucap seseorang dari atas dan segera berlari turun kebawa dan menghampiri mereka.
" Kak Zian "
" Kamu kemana saja " Laki laki itu mengelus pipi Medinah, dan Medinah pun tampak begitu senang dengan kehadiran laki laki itu.
" Aku ikut teman ku ke negara nya, dan aku bekerja disana. "Medinah menjelaskan " Kak, kenalkan ini teman ku " Medinah menarik tangan Ilham.
Ilham berjalan mendekati mereka " Hai, aku Ilham " Ilham mengulurkan tangan.
" Aku Zian, Kakak Medinah " Ucap Zian
" Sudah cukup basa basi nya, sekarang katakan apa yang kau inginkan. Hingga kau berani datang kerumah ini. " Tanya Rebeca
" Ada apa ini, kenapa ramai sekali ? " Suara bariton yang paling ditakuti Medinah.
Medinah tercegat, wajahnya memucat. Ilham heran dengan raut wajah Medinah yang seperti orang ketakutan.
" Papa " Ucap Medinah
" Kamu lagi, mau apa lagi datang kemari. "
Ilham terkejut mendengar pernyataan dari sosok Ayah dihadapannya ini.
" Sayang, kau baru pulang. Pergilah ke kamar untuk istirahat, biar ini aku dan Jessica yang menyelesaikannya. " Ujar Rebeca.
Orang tua itu pun berjalan menaiki tangga menuju ke atas.
" Papa, aku ingin bicara " Medinah ingin mengejar nya, tapi ditahan oleh Jessica.
" Kau mau kemana huh ? "
" Sekarang katakan kau mau apa ? "
Medinah ingin bicara tapi Ilham menahan nya.
Ilham mengusap wajah Medinah " Biar aku yang bicara, heemmm "
" Sudah jangan tampakkan kemesraan kalian didepan kami, aku muak melihatnya " Ujar Rebeca
" Maaf kalau kedatangan kami kesini membuat kalian terkejut, dan kami juga mendadak merencanakan nya. "
" Langsung lah ke inti nya " Jessi berujar
" Aku ingin melamar Medinah dan menikah dengan nya. " Ilham berkata mantap.
Ayah Medinah yang sedang berada diatas berhenti melangkah. Dan menoleh ke arah Ilham.
Terdengar gelak tawa Rebeca dan Jessica memenuhi ruangan.
" Apa kau mau menikah dengan nya ? " Tanya Rebeca " Jessi kau dengar sayang, apa yang pemuda ini bilang " Rebeca kembali tertawa.
" Hei, Tuan apa kau tau kalau Medinah itu pembawa sial. Dia itu tidak di inginkan dirumah ini, bahkan Papa nya sendiri tidak menyukainya, dan kau mau menikahinya, lucu sekali "
Air mata Medinah mengalir membasahi pipinya.
Ilham mendekati dan memeluknya untuk menenangkannya.
" Cukup Jessica, jangan menghina Medinah lagi " Zian yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara.
" Ilham apa kau serius dengan ucapan mu ? " Tanya Zian
" Aku serius, dengan ucapan ku. Karena itulah aku berada disini. " Jawab Ilham.
" Baiklah, ikut aku sekarang " Zian membawa Medinah dan Ilham keluar dari rumah itu, masuk ke mobil dan mereka meninggalkan rumah itu.
*****
Hummairah sudah dipindahkan keruangan perawatan. Semua anggota keluarga berkumpul mengelilingi Hummairah.
Kendra berada disamping Hummairah memeluk tubuh istrinya dengan posesif.
Tak lama kemudian bayi mereka pun dibawa keruangan mereka.
" Waah, ini yang ditunggu tunggu sedari tadi " Ucap Nanny yang lansung membawa bayi itu dalam gendongannya.
" Cantik sekali, seperti kamu Ra " Nanny kembali menghujani bayi itu dengan ciuman.
" Bawa kemari Nanny, " Kendra melepas pelukannya dan berjalan menghampiri Nanny
" Papa, Nay juga mau adik seperti adik Kiano " Ucapan polos Nayal membuat seisi ruangan membisu.
Norman menghampiri putrinya. " Nay, " Perkataan Norman terpotong oleh Nanny
" Sayang kemarilah, " Nanny manggil Nayla
Nayla memandang wajah Ayahnya. Norman mengangguk, Nayla pun berjalan mendekati Nanny
" Siapa nama mau sayang " Nanny mengusap kepala Nayla
" Nayla Oma " Jawab Nayla
" Nayla, mau adik seperti Kiano ? " Tanya Nanny. Nayla mengangguk cepat.
" Nay, sayang sama Tante Olivia ? "
" Sayang, Nay sayang sama Tante Olivia "
" Kalau begitu, pinta Papa Nay untuk menikah dengan Tante Olivia. "
Olivia ternganga mendengar penuturan Nanny, wajahnya bersemu merah.
Nayla menghampiri Norman. " Papa, Papa mau kan menikah dengan Tante Olivia ? "
Norman memandang wajah Olivia yang tertunduk malu.
Nayla kemudian menghampiri Olivia.
" Tante Oliv, Tante mau kan jadi Mama ku. Dan memberi ku adik seperti Kiano ? " Pertanyaan polos Nayla berhasil membuat Olivia membisu.
" Bagaimana Norman ? Apa kamu setuju dengan ide Nanny ? " Tanya Mama
" Norman putri mu juga perlu figur seorang ibu, mungkin kamu bisa memenuhi semua kebutuhannya, dan selalu menemaninya. Tapi ada beberpa hal yang tidak bisa dilakukan seorang Ayah terhadap anaknya. " Ucap Kakek
" Kake benar Norman, ada baiknya kau memiliki seorang teman untuk berbagi. " Tambah Kendra.
Norman tersenyum, kemudian menatap Olivia yang sedari tadi terdiam dan menundukkan kepalanya.
" Bagaimana Olivia ? " Tanya Kakek
Olivia terkejut dan mengangkat wajahnya. Ia terdiam tak tau harus bicara apa. Hingga terdengar seseorang bicara.
" Ucapan Nanny dan Kakek benara Olivia, sudah saatnya kamu juga punya teman untuk bersandar, seperi yang lain. Agar bisa menjagamu seumur hidup mu, dan bisa menuntun untuk menjadi lebih baik. " Hummairah menambahkan.
Norman mendekati Olivia, Ia mengulurkan tangannya.
"Aku memang bukan seorang pria yang romantis yang melamar wanitanya dengan bunga, boneka, cincin atau benda lainnya. Tapi disini dihadapan semua orang yang ada disini ingin menyatakan, maukah kau menemaniku disisa umurku, selalu berada didekat ku saat aku senag dan sakit. Menerima segala kekurangan dan kelebihanku, dan menerima putriku dan menganggapnya seperti putri mu ? " Norman berkata panjang lebar.
Olivia terdiam dan tak lama kemudian.
Olivia pun mengangguk setuju.
Semua pun bertepuk tangan untuk mereka berdua.
" Ternyata selain Ilham dan Medinah kita punya pasangan yang lain yaitu Norman dan Olivia " Ucap Mama
" Kita hanya menunggu berita dari bahagia dari Ilham dan Medinah.
Kirana Kiendra Utama Malika
Ini visual bayi Hummairah dan Kendra
__ADS_1