
"Kai, kita akan ke Indonesia besok." ucap Nyonya Yan.
"Untuk apa Ma?" tanya Kai Zhou.
"Kita ada kerja sama dengan Tuan Kendra kembali."
"Lho bukannya kemaren dia menolah?"
"Dia memberi kita kesempatan lagi, dengan syarat tidak membahas masalah kemarin." Nyonya Yan menghela napas panjang.
Sebenarnya dalam hatinya ia masih menginginkan hubungan bisnis ini menjadi bisnis keluarga, tapi apa boleh buat Kirana telah bertunangan dengan pemuda yang juga tidak kalah dari putranya dan keluarga pemuda itu adalah pengusaha yang lebih sukses dari pada mereka.
Tapi demi terjalinnya kerja sama ini, Nyonya Yan rela menyingkirkan egonya. Sebenarnya tidak hanya untuk urusan bisnis yang akan Nyonya Yan urus, tapi ia akan mencari tahu keberadaan Kayla. Ia ingin mencari kebenaran tentang kehamilan Kayla kemarin, jika memang benar, maka ia akan mengambil anak itu dan akan menjadikannya penerus keluarganya. Nyonya Yan tetap tidak akan bisa menerima Kayla sebagai bagian dari keluarganya, ia juga berencana akan menceraikan Kai Zhou dan istrinya jika terbukti bahwa anak Kayla adalah cucu nya.
Ia yakin saat ini Kayla pasti telah melahirkan bayi iti, ia juga yakin Kayla tidak mungkin sampai menggugurkan kandunganya seperti yang ia usulkan kemarin.
.....
Rumah Kendra kambali seperti biasa, semuanya sudah kembali ke rumah mereka masing-masing, tapi Mama dan Papa nya memutuskan untuk kembali ke Indonesia.
Kirana dibawa oleh keluarga Fachri ke Prancis, untuk diperkenalkan kepada keluarga besar mereka. Mama Fachri berasal dari Prancis, sedangkan Papa nya asli Indonesia.
Sedangkan Kanayah telah kembali ke Inggris, melanjutkan latihan militernya.
"Sepi ya Ra." ucap ibu mertuanya saat mereka duduk ditaman belakang.
"Ya... beginilah Ma, sekarang aja ada Kiano, Zavira dan Zaki. Sebelumnya kalau siang hari hanya tinggal Arah sendiri bersama pelayan." jelas Hummairah.
"Kendra bagaimana, ap dia tidak sempat menemani kamu?"
"Mas Kendra kan mesti ke kantor Ma, kalau gak terlalu sibuk dia akan kembali lebih cepat, jika tidak tengah malam nanti baru kembali."
"Kamu yang sabar ya Ra.."
"Sekarang gak lagi Ma... apa lagi setelah ada Zaki, Mas Kendra makin cepat pulangnya."
"Ini tehnya Ummi, Oma." ucap Zavira.
"Terima kasih sayang." ucap Hummairah.
Zavira tersenyum dan melangkah pergi.
"Zaki tidur Za?" tanya Oma.
"Iya Oma, tadi setelah Zavira susuin Zaki nya langsung tidur." jawab Zavira.
"Kamu mau kemana lagi? Duduklah disini bersama kami." ucap Oma lagi.
Zavira menatap mertuanya meminta ijin, Hummairah pun menganggukan kepalanya.
Zavira pun duduk disamping Oma nya.
__ADS_1
"Apa Kiano masih suka iseng Za?" tanya Oma
"Terkadang Oma." jawab Zavira gugup.
"Kiano masih seperti biasa Ma, pernah Zavira sampai nangis gara-gara dijahilin sama dia." ucap Hummairah.
Oma menggelengkan kepalanya dan tersenyum. "Anak itu tidak pernah beubah, selalu saja suka ngisengin orang."
"Setelah menikah dan punya anak pun, masih seperti itu Ma." ujar Hummairah
"Kamu harus banyak bersabar menghadapi suami kamu Za, dia tidak seperti Daddy nya. Kalau Daddy nya dulu bandel saat kecil saya, beranjak dewasa dia beruba menjadi pendiam , dingin dan angkuh." kenang Mama.
"Setelah menikah dengan Ummi pun, Daddy masih sangat dingin sama Ummi." Hummairah terkekeh.
Zavira pun tersenyum mendengar cerita mertua dan Oma dari suaminya.
"Kirana kapan kembalinya Ra?" tanya Mama
"Belum tau Ma, mereka minta ijin sih satu minggu. Tapi gak tau juga, soalnya mereka sekalian mau menjenguk Kakek Fachri, dari pihak Mama nya." jelas Hummairah.
Mama pun menganggukan kepalanya mengerti. " Sejak kapan Kirana dan Fachri itu dekat Ra, dari kemaren Mama ingin bertanya."
"Fachri itu temannya Kiano kuliah waktu di Amerika, Kiano pernah ajak dia kesini saat liburan. Dari situlah mereka kenal, tapi gak kenal secara langsung, cuma di kenalin Kiano gitu aja. Dari situ ternyata Fachri udah langsung suka sama Kirana, dan secara diam-diam mereka berjanji pada diri mereka sendiri untuk saling menjaga dikala jauh."
Hummairah pon bercerita awal mula perkenal Kiano dan Zavira, hingga mereka memutuskan untuk menikah.
.....
Nyonyan Yan dan Kai Zhou tiba dibandara, mereka langsung menuju hotel milik Kendra hotel langganan mereka. Semula keluarga Yan tidak mengetahui kalau hotel tempat biasa mereka menginap adalah milik keluarga Kendra.
Nyonya Yan hanya menganggukan kepalanya, tapi sebenarnya ia tahu kalau putranya akan pergi menemui Kayla. Ia pun segera menelpon orang suruhannya untuk mengikuti Kai Zhou.
Kai Zhou tiba di rumah di pinggir kota, yang sempat Kayla tempati dulu. Tapi rumah itu telah di tempati oleh orang lain, Kai Zhou pun mencoba bertanya pada orang sekeliling tapi mereka enggan memberitahu.
Kai Zhou tidak mau menyerah, ia pun akhirnya pergi kerumah orang tua Kayla.
Ting... Tung...
Tidak lama kemudian, seorang wanita paruh baya membuka pinti untuk Kai Zhou. Wanita bertubuh gemuk itu pun langsung mengenal Kai Zhou.
"Tuan Kai Zhou?" ucap nya
"Bibi masih mengenali saya?" tanya Kai Zhou.
Wanita iti tersenyum dan mempersilahkannya masuk kedalam.
"Bi, saya kesini mau ketemu Kayla. Dimana dia?" tanya Kai Zhou.
"Mbak Kayla kerja Tuan." jawab nya polos.
"Kerja!! dia bekerja dimana?"
__ADS_1
"Mbak Kayla kan buka toko kue, jadi dia selalu kesana setiap pagi. Maklum baru buka, jadi belum berani menggaji karyawan, itu juga Mbak Kayla nya di bantuin sama Mbak Jihan dan Mbak wulan."
"Siapa mereka?"
"Itu lho, kalau Mbak Jihan istrinya Den Reno, kalau Mak Wulan masih calonnya Den Soni."
Kai Zhou mengerti, ia pun mengitari setia sisi rumah itu hingga matanya tertuju pada photo anak laki-laki yang terpajang di dinding. Kai Zhou pun berdiri dan berjalan ke arah photo tersebut kemudian menatapnya dalam.
"Bi, ini anak siapa?" tanya Kai Zhou.
"Oh itu anaknya Den Reno, nama nya Leon."
Kai Zhou mengernyitkan dahinya. "Bibi yakin ini anak Mas Reno?" tanya Kai Zhou tidak percaya.
"Iya, lahir beberpa bulan yang lalu."
"Anak nya Kayla dimana Bi?" tanya Kai Zhou lagi.
Wanita itu menunduk. "Anaknya Mbak Kayla meninggal, saat ia akan dilahirkan. Mbak Kayla jatuh dari kamar mandi, karena belum cuku umur untuk lahir, jadi ia tidak bisa bertahan."
Flashback.
"Mbak jika suatu saat nanti ada yang datang nanyain keberadaan Leon atau nanya apa pun tentang Leon, Mbak bilang aja kalau Leon anak nya Mas Reno dan Mbak Jihan. Kalau misal nya Kai Zhou datang dan bertanya tentang anak saya, bilang saja saya keguguran." pesan Kayla pada pembantunya.
Wanita itu mengangguk dan mengerti.
Kayla tahu suatu saat Kai Zhou pasti akan mencari keberadaan nya dan putranya, apa lagi Kayla juga membaca berita jika rumah tangga Kai Zhou dan istrinya tidak harmonis. Itu dikarenakan sampai saat ini mereka belum diberikan keturunan.
flashback off
Kai Zhou terduduk lemas, ia benar-benar menyesal telah membiarkan Kayla dan meninggalkannya sendiri.
Setelah mendengar penjelasan itu Kai Zhou pun kembali ke hotel, selama dalam perjalanan ia terus memikirkan ucapan pembantu Kayla tadi.....
...
Kayla kembali ke rumah Reno Kakak nya untuk menjemput Leon putranya.
"Anak Ibu nakal gak?" Kayla menimang putranya. "Leon gak rewel kan Mbak?"
"Gak Kay, dia anteng seharian." jawab Jihan.
"Makasih lho Mbak, udah mau jagain Leon seharian."
"Gak apa-apa Kay, Mbak senang kok. Mbak jadi ada temannya."
"Ya udah, Kayla ajak Leon pulang dulu ya Mbak." upa Kayla pamit
"Hati-hati ya Kay.. dah.. dah.. Leon."
"Daah.. bunda, besok Leon kesini lagi ya!"
__ADS_1
Kayla pun membawa putranya kembali kerumahnya
bersambung