
Pernikahan Medinah dan Ilham tinggal beberapa hari lagi, semua orang sedang sibuk. Penjagaan rumah diperketat, takut kejadian yang tidak diinginkan kembali terjadi.
" Ilham telpon Kendra, tanyakan padanya apa untuk urusan gedung sudah siap ? " Ucap Nanny
" Gedung sudah siap Nanny, tenang saja. " Jawab Ilham
" Ra, baju keluarga kita sudah siap ? " Tanya Nanny
" Sudah siap Nanny, tenang saja " Hummairah menenangkan Nanny yang gugup.
" Maya, catering nya bagaimana ? "
" Nanny tenang saja, semua sudah siap. Jangan khawatir. "
Kakek dan Papa menggelengkan kepala melihat kepanikan Nanny.
******
Samuel telah tiba di Indonesia, Ia datang bersama Zian dan keluarganya. Zian membawa anak serta istrinya, mereka sudah di bandara dan sedang menuju hotel.
Zian telah memberitahu Ilham kedatangan mereka, dan Ilham sengaja tidak memberitahukan kapada Medinah. Ilham ingin memberi Medinah kejutan.
" Akhirnya sampai juga, " Ucap Zian " Ini kamar Paman, dan di depan itu kamar ku. " Zian memberitahu.
" Baiklah, selamat beristirahat Paman. Hari besar menanti kita. " Zian menunduk hormat pada Sam, kemudian masuk ke kamar masing masing.
*******
Jessica diusir dari apartmentnya, karena telah menunggak pembayaran.
" Persedian tabungan ku, tinggal sedikit. Aku harus menelpon Mama, aku akan meminta Mama mengirimi ku uang. " Jessica menyeret kopernya meninggalkan apartment mewahnya.
" Sialan pengelolah apartment itu, tunggu saja saat aku jadi Nyonya Ilham dan masuk kedalam keluarga Malik, aku akan membeli apartment ini kemudian menutupnya. "
Jessica menyetop taxi dan mencari rumah kontrakan yang sesuai dengan sisa uangnya. Ia harus berusaha sehemat mungkin, untuk saat ini sebelum dapat kiriman dari sang Ibu.
Jessica sudah berulang kali mencoba menelpon Ibunya, tetapi selalu tidak ada jawaban.
Jessica tidak mengetahui bahwa Ibunya telah masuk penjara, membayar perbuatan nya terdahulu.
Akhirnya Jessica memberanikan diri menelpon Sam, untuk mengirimkannya uang.
" Hallo Papa, apa kabar ? "
" Aku baik, ada apa ? "
" Papa, dimana Mama ? Kenapa aku tidak bisa menghubungi nya ? "
" Mama mu sekarang berada di suatu tempat, dia sedang menjalani hukuman untuk menebus kesalahan nya. "
" Apa maksud Papa ? " Jessica bingung.
" Lebih baik kau pulang sekarang Jessi, dan hidup seperti biasa ditempat asal mu. " Pinta Sam lembut.
Sebenarnya Sam sangat menyayangi Jessica seperti menyayangi Medinah, tapi Jessica telah dipengaruhi oleh Ibunya. Hingga Jessica menjadi egois dan keras kepala.
********
Hari yang ditunggu tunggu telah tiba, semua persiapan telah beres. Saat ini Medinah sudah berada di hotel, dan sedang berdandan.
Sedangkan Ilham masih berada dirumah bersama yang lain.
" Kau gugup Nak ? " Tanya Kakek yang tiba tiba muncul di kamar Ilham.
" Kakek.... Masuklah " Ajak Ilham
Kakek masuk dan duduk disamping Ilham.
" Bersikaplah tenang, dan fokus kan pikiran. Ingat saat ijab qobul nanti, jangan sampai salah ucap. Kau sudah berlatihkan ? "
" Sudah Kek, tapi deg degan Kek " Ilham bergumam sambil menggaruk kepala.
Tak lama Kendra pun masuk dan ikut bergabung.
" Ada masalah ? " Tanya Kendra
" Tidak !! " Jawab Ilham
" Ilham hanya gugup " Kakek menepuk pundak Ilham dan berjalan keluar, meninggalkan dua pria tampan itu dikamar.
__ADS_1
" Kau gugup ? " Tanya Kendra menggoda
" Sedikit "
" Rilex lah, jangan dijadikan beban. "/
" Apa kau juga seperti ini waktu menikah dulu ? "
" Tidak juga, mungkin karena waktu itu aku belum bisa menerima hubungan itu, jadi aku setengah hati menjalaninya. "
" Kalau sekarang ? "
" Jangan ditanya, aku merasa pria paling beruntung memiliki istri seperti dia. " Jawab Kendra bangga.
" Aku harap semua berjalan lancar hari ini "
" Aku juga begitu, aku sudah memperketat penjagaan sekitar hotel. Wajah Jessica sudah ku rekamkan di otak para pengawal itu, jadi tidak mungkin dia bisa masuk dengan bebas. " Jelas Kendra
" Aku harap begitu "
Saat mereka asyik berbincang, pintu kamar terbuka dan Nanny muncul dibalik pintu.
" Sudah siap sayang ? " Nanny masuk dan merapikan kembali jas yang digunakan Ilham.
" Iya Ma, Ilham udah siap. "
" Ayo, semua orang sedang menunggu di bawah dan siap berangkat. Kasian Medinah lama menunggu. " Terang Nanny.
Ilham menganggukan kepala, dan berjalan keluar bersama Kendra.
Iring iringan mobil pengantin berjalan meninggalkan mansion dan menuju hotel tempat resepsi diselenggarakan.
Kurang lebih empat puluh lima menit, mereka pun tiba.
Semua keluarga dari pihak laki laki turun dari mobil.
Mereka menggunakan pakaian seragam buatan Hummairah.
Semua mata tertuju pada Kendra, meski telah memiliki dua orang anak pesona Kendra tidak berkurang sedikit pun.
Kendra tampak memimpin tangan Kiano, sementara Hummairah menggendong Kirana.
Kendra yang paham akan hal itu segera mengambil alih Kirana dari tangan Hummairah, dan menggendong nya.
Proses ijab qobul segera dimulai, tapi Kendra tampak menunggu seseorang.
" Bisa kita mulai sekarang Pak Ilham ? " Tanya Penghulu.
" Sebentar Pak, saya lagi nunggu seseorang. " Jawab Ilham.
Sekitar tiga puluh menit, yang ditunggu pun tiba.
Seorang pria paruh baya yang tampak masih tampan dan gagah masuk.
Ya, Samuel datang bersama Zian dan sang istri.
Ilham tersenyum menyambut mereka, Sam memeluk Ilham hangat
" Maaf, kami terlambat " Bisik Sam
" Tidak apa apa Paman " Jawab Ilham.
" Ham, ayo nak. Kasian yag lain sudah lama menunggu. " Ucap Mama
" Iya, Tante " Ilham pun mempersilahkan Sam duduk di tempat yang telah disediakan.
Proses ijab qobul berjalan khidmat dan lancar tanpa kendala.
Tiba saatnya Medinah dibawa turun.
Medinah tampak cantik dalam balutan kebaya modern hasil karya Hummairah.
Mata Ilham tak teralihkan saat memandang wanita yang saat ini telah sah menjadi istrinya.
Medinah berjalan menuruni tangga, mata Medinah terfukos pada seseorang yang berdiri disamping Ilham.
Wajah itu tersenyum hangat melihat Medinah, Medinah ingin segera berlari mendekati Ayahnya.
Prosesi sungkeman pun digelar, para tetua duduk.
__ADS_1
Suasana haru saat Medinah mendekati Ayahnya.
" Pap... Papa... " Suara Medinah tercekal.
Ia tak mampu melanjutkan ucapan nya saat sang Ayah memeluk nya.
Tangis Medinah pun tumpah ruah, betapa selama ini Ia merindukan pelukan itu. Dengan tersegukan, Medinah masih dalam pelukan Ayahnya,
" Maafkan Papa sayang, Papa tidak becus merawat kamu " Bisik Sam ditelinga Medinah
Medinah kembali menangis, Ilham hanya bisa memandang penuh haru.
" Jaga dia untuk kami " Ucap Sam
" Tenti saja Paman " Jawab Ilham tersenyum.
" Mulai sekarang, kami harus memanggil saya Papa " Tegas Sam
" Baiklah, Papa "
Pesta berjalan lancar, semua tamu undangan tampak kagun dengan pasangan tersebut.
Kendra duduk bersama keluarga kecilnya disebuah meja.
Hummairah tampak sibuk menyuapi Kiano, sementara Kirana bersama Oma dan Opa nya.
" Melihat Ilham begini, aku jadi iri "
Hummairah menoleh dan menatap tajam wajah Kendra.
" Kamu mau menikah lagi mas ? "
Kendra menoleh kepada istrinya yang sudah memasang wajah dingin.
" Bukan sayang, aku hanya ingat saat kita menikah dulu aku tidak sebahagia Ilham saat ini. Kamu kan tau sendiri saat itu aku masih buta.
" Sekarang ? " Masih dengan wajah dingin nya.
" Sekarang aku lebih bahagia lagi, punya kamu dan dua malaikat kecil kita. "
Hampir saja, kalau sampai singa ini mengamuk tamatlah riwayatku di hajar oleh para singa tua.
Ditengah meriah nya pesta tiba tiba kehbohan terjadi.
Jessica datang dengan menodongkan pistol kepada salah seorang pelayan wanita.
Kepanikan pun terjadi, semua tamu undangan ketakutan.
Ilham dan Kendra mencoba mendekat, dan berbicara dengan Jessica.
" Jessi, apa apaan kamu ? " Tanya Ilham.
" Kamu tidak boleh menikah dengan wanita sialan itu " Teriak Jessica
" Kenapa tidak boleh, mereka saling mencintai " Tanya Kendra.
" Tidak, Ilham hanya boleh menikah dengan ku. "
" Jessi ayo pulang bersama Papa, jangan bikin keributa disini " Ujar Sam
" Pulang ? Pulang kemana, tempat ku disini bersama suami ku dan keluarganya. "
Ilham menggelengkan kepala.
" Kamu gila Jessi, kamu gila " Ucap Ilham
" Ya, aku memang gila. Semua karena kamu Ham, aku gila karena menginginkan kamu. "
Kendra memrintahkan anak buahnya untuk membawa para tamu keluar dari sana.
*Bersambung
cerita ini tinggal beberapa bab lagi akan end ya...
jadi jangan lupa VOTE like dan boom lima bintang untuk dukung author nya.
terimakasih
**I LOVE U ALL***
__ADS_1