CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
37


__ADS_3

Liburan telah usai Hummairah tengah mempersiapkan semua barangnya untuk dimasukkan kedalam mobil, Kendra memanaskan mesin mobil. Kiano sedang di pangku oleh Kakek nya di ruang tengah.


Hummairah keluar dari kamarnya menyeret kopernya, Kendra tersenyum dan datang menghampiri istrinya.


" Sini, aku bantuin.... Mana si suaminya kok gak mau bantuin " Kendra menggoda istrinya.


Hummairah hanya tersenyum.


" Sudah semua ini ? " Tanya Kendra


" Masih ada beberapa barang di dalam, sebentar ya !! "


" Nggak usah, kamu disini aja. Biar aku yang ambil "


" Ya udah, semua yang mau di bawa udah aku simpan di kamar. Tinggal di angkut keluar."


" Baiklah Nyonya muda "


Kendra masuk kedalam, tak lama kemudian lewat lah seorang wanita paruh baya. Dan Hummairah mengenal wanita itu dan segera menghampiri dan menyapa nya.


" Bude Ayu " Sapa Hummairah, dan si empunya nama menoleh.


" Hummairah "


" Assalamualaikum, Bude "


" Waalaikumsalam, ini benaran kamu Ra ? "


" Iya Bude, Bude apa kabar ?"


" Alhamdulillah baik nak, lama sekali Bude tidak melihat kamu disini. Kamu kemana aja ? "


" Saya pindah ke kota Bude, ikut keluarga suami "


" Kamu udah menikah Ra ? Sama siapa, mana suami kamu ? "


" Saya udah menikah Bude, saya menikah dengan warga asli sini juga. Cuma mereka sudah pindah ke kota. "


Tak lama kemudian Kendra keluar membawa beberapa barang lagi.


" Itu suami saya Bude "


" Tampan dan gagah sekali Ra, cocok sama kamu "


" Kamu ngobrol sama siapa sayang ? "


" Mas, sini aku kenalin. Ini Bude Ayu beliau ini dulu yang mengajar anak anak di kampung ini mengaji, termasuk aku. "


Kendra hendak mengulurkan tangan untuk bejabat tangan, tapi Bude Ayu menangkup kan tangan nya.


Kendra terdiam.


" Maaf nak, jangan tersinggung " Ucap Bude


" Tidak apa Bude maaf saya tidak tau. " jawab Kendra.


Ketika mereka asyik mengobrol seseorang datang menghampiri mereka


" Ibu, ada disini Bilal nyari kemana mana. Ra kamu ? "

__ADS_1


" Iya, Bil... Oh ya Bil, kenalin ini suami aku. Mas, ini Bilal teman aku dari kecil. Anak nya Bude Ayu. "


Bilal mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Kendra.


" Aku lupa cerita ke kamu Mas, kemaren aku pulang terlambat dari pasar gara gara kebetulan ketemu sama Bilal. "


Kendra hanya mengangguk dan berpikir dalam hati berarti ini yang dimaksud.Intan kemarin, apa pria ini masih menyukai Hummairah ? Dilihat dari sorot matanya memang Dia masih menyimpan rasa, tapi jika dilihat lagi Dia seperti sudah mengikhlaskan semuanya.


" Ra, anak kamu nangis Nak " ujar Ayah di tengah obrolan kami. Hummairah segera menjemput putranya dari tangan Ayahnya.


" Bude ini Kiano anak saya, "


" Lucu ya... Tampan lagi kayak bapak nya, aduh jadi gemes " Ucap Bude


" Saya memang tampan sejak lahir Bude " Celetuk Kendra yang membuat semua orang tertawa.


" Sudah siap sayang ? Kita berangkat sekarang, kalau lebih siang lagi takut sampainya kemalaman." Ujar Kendra


" Iya Mas.. Bude saya pamit ya " Hummairah mencium tangan dan memeluk wanita paruh baya itu. " Bil, aku pamit ya. Salam untuk semua keluarga kamu, terutama untuk Mbak Dewi "


" Iya Ra, insyaallah nanti aku sampaikan. Kamu hati hati di jalan ya " Jawab Bilal


Hummairah lalu berpamitan kepada Ayah nya


" Yah, Ara pamit ya... Ayah hati hati di rumah, ingat ya jaga kesehatan. Kalau ada apa apa cepat telpon Ara ya Yah "


" Iya Nak iya, kamu juga hati hati disana ya. Jangan lupa kasi kabar kalau sudah tiba disana. "


" Iya Yah... " Hummairah mencium tangan dan memeluk Ayahnya.


Kini Giliran Kendra berpamitan kepada Ayah mertuanya.


" Iya Nak Kendra, hatu hati dijalan. Ayah nitip Hummairah ya, kalau Dia bandel tidak menurut padamu bilang sama Ayah biar Ayah yang kembali mengajarinya. Dan sekiranya Hummairah membuat Nak Kendra tidak senang jangan pernah takut untuk membawanya kembali kemari. Mungkin Hummairah memang tidak cocok untuk bisa berada di samping Nak Kendra. " Ucap Ayah panjang lebar.


Ucapan Ayah dari Hummairah begitu membekas di hati Kendra, Ia benar benar tidak menyangka akan mendapatkan pernyataan seperti itu.


Ada rasa bersalah di hati Kendra, Ia berjanji tidak akan menyakiti hati istrinya lagi.


Sampai di rumah pun Kendra lebih banyak diam. Ia menghempaskan tubuhnya di sofa.


" Istirahat dulu Mas, nanti aku siapin air hangat untuk kamu mandi ya. "


Ketika Hummairah beranjak dari duduknya Kendra menahan tangannya.


" Kenapa ? "


" Ayah tadi bilang, kalau kamu bikin aku tidak senang, maka aku di suru Ayah membawa kamu kembali ke rumah nya. Aku rasa Ayah mengingatkan aku akan kesalahan ku kemarin. "


" Sudahlah, mungkin Ayah takut kejadian itu terulang. "


" Kamu janji ya Ra, apa pun yang terjadi kamu gak akan tinggalin aku. "


" Iya Mas, aku janji. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri sewaktu aku memutuskan untuk menikah. Aku berjanji aku tidak akan meninggalkan rumah ini kecuali aku dalam keadaan tak bernyawa, selama aku masih berbapas tak peduli apa pun masalah yang akan aku hadapi aku tak kan meninggalkan rumah ini. Tapi sekali aku melangkahkan kaki keluar dari rumah ini, aku tak kan kembali. Dan Kamu pun tak kan bisa menemukan aku. " Jelas Hummairah panjang lebar.


" Aku janji Ra, aku tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi. Dan aku janji tidak akan menyakiti kamu lagi "


" Baiklah, aku pegang janji kamu. Sekarang kamu mandi, sebentar lagi waktunya makan malam. Aku akan siap kan makan malam, kamu mandi ya "


Ketika Hummairah akan melangkah keluar, Kendra menarik nya ke dalam pelukan nya.

__ADS_1


Saat ini Kendra membawa istri dan anaknya pulang kerumah mereka.


Kendra sengaja ingin menghabiskan waktu bertiga dengan anak dan istrinya.


Hummairah turun dan segera memasak di dapur, tak lama kemudian Kendra turun. Kendra heran melihat istrinya yang tak menggunakan jilbabnya, setau Kendra Hummairah tak pernah melepas jilbabnya kecuali di kamarnya dan di hadapannya.


" Ayo Mas, makan dulu mumpung masih hangat. "


Kendra masih memperhatikan istrinya.


" Kenapa ? Ada yang aneh ya ?" Tanya Hummairah bingung


" Jilbab kamu mana, tumben gak pake ? "


" Kan disini gak ada orang lain kecuali kamu dan Kiano, jadi aku lepas hehehee... "


" Kalau di rumah Kakek kenapa kamu tidak pernah melepas nya ? "


" Dirumah Kakek kan rame Mas, ada pelayan, ada supir, ada tukang kebun, ada satpam, belum lagi asisten Kakek yang mondar mandir bilak balik turun naik di rumah " Jelas Hummairah panjang lebar.


" O.... Jadi kalau disini cuma ada kita kamu berani lepas ? "


Hummairah menganggukkan kepalanya.


Mereka menikmati makan malam berdua.


Di kampung, Intan mendatangi rumah Ayah Hummairah. Intan menggedor pintu kencang. Tak lama kemudiam


" Intan ? Ngapain kamu malam malam kesini ? "


" Mana Hummairah Pak De ? "


" Hummairah udah pulang tadi siang, mungkn sudah sampai "


" Hummairah pulang ? Kendra mana Pak de ? "


"Ya, ikut pulang Intan ngapain Dis kesini sedangkan anak dan istrinya disana. "


Intan tampak mengepalkan jarinya, dan berusaha menahan amarahnya.


" Aku minta alamat Hummairah di kota Pak De, aku ingin menyusul mereka. "


" Pak De tidak tau Intan "


Jawaban Firman membuat Intan murka, Ia membanting kursi teras rumah.


" Aku minta alamatnya Pak De, aku tidak percaya Pak De tidak tau alamat nya. "


" Pak De memang tidak tau Intan, Pak De kesana biasanya dijemput. Kamu kan tau Pak De tidak hapal jalan kota."


Intan kembali mengamuk dan membuat semua ornag sekitar terkejut dengan ulahnya yang membabi buta.


bersambung


tinggalkan jejak dan komen di setiap up nya ya...


jangan lupa 5 bintang nya yaaa


I LOVE U ALL

__ADS_1


__ADS_2