
Keluarga Kendra sangat senang mendengar berita kehamilan Zavira, bahkan Kendra hampir tidak percaya bahwa sebentar lagi mereka akan menjadi Opa dan Oma. Tapi Hummairah juga merasa tidak tega pada menantunya yang harus terbering lemas, Kiano bercerita jika saat ini Zavira tidak bisa mencium bau nya. Kendra pun memutuskan untuk membawa menantunya pulang, hingga masa trimester pertama selesai.
Kiano pun membawa istrinya kembali ke Indonesia, dan di pesawat ia tidak bisa duduk bersama istrinya, sebab jika Zavira melihat wajah dan mencium bau parfum Kiano maka perut istrinya akan langsung bergejolak dan akhirnya mengeluarkan isinya.
Mendengar cerita Kiano akhirnya Kendra pun mengirim dua buah mobil, satu untuk Zavira dan satu untuk Kiano.
Mereka tiba dirumah besarnya dan Ummi nya sudah menunggu di pintu utama untuk menyambut mereka.
Zavira terlebih dahulu turun dari mobil,fan segera disambut mertuanya dengan peluk dan cium.
"Hati-hati sayang, ayo Ummi bantu." ujar Hummairah memimpin menantunya.
Zavira memncium tangan mertuanya kemudian ikut masuk kedalam,tiba di dalam Zavira menghampiri Kendra dan mencium tangannya.
"Ummi, dimana Kirana." tanya Zavira.
"Kirana udah pulang, kan minggu depan dia sidang." jawab Hummairah.
"Kakinya udah sembuh." lanju Zavira.
"Sebenarnya belum pulih sepenuhnya, tapi kamu tau Kirana kan dia sedikit keras kepala." jelas Hummairah.
Zavira menganggukan kepalanya mengerti, dan tersenyum melihat wajah Ibu mertuanya. Tapi senyum Zavira pudar seketika saat Kiano masuk dan ikut duduk bersama mereka.
Wajah Zavira seketika pucat, tidak perlu menunggu lama ia pun berlari ke kamar mandi di ikuti oleh Ibu mertuanya.
Kendra tersenyum melihat ekspresi wajah Kiano yang sedih.
"Kenapa Ki?" tanya Daddy tersenyum.
"Apa wanita hamil ngidam seperti ini Dad?"
"Tergantung?" jawab Kendra sembari menyeruput teh nya.
"Apa Ummi dulu seperti ini Dad?" tanya Kiano lagi.
"Gak tuh... waktu hamil Kirana dan Kanayah, Ummi kamu manja banget sama Daddy. Gak akan bisa tidur jika Daddy belum pulang, jadi kalau Daddy lagi keluar kota atau keluar negeri, Daddy akan selalu berusaha untuk menyelesaikannya secepat mungkin dan pulang." kenang Kendra.
"Kalau waktu Kiano gimana Dad?" tanya Kiano lagi.
Kendra terdiam, jujur ia tidak pernah mengetahui bagaimana keadaan Hummairah saat ia sedang hamil Kiano. Sebab Kendra tidak pernah ada disisi istrinya saat itu hingga ia melahirkan, saat Kiano lahir pun Kendra tidak dapat menemaninya dan Kiano hampir tidak mengetahui berita kelahiran putranya jika bukan dapat laporan dari Ifab asisten nya.
"Daddy... Daddy kenapa?" tanya Kiano.
Kendra tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Bagaimana waktu Ummi hamil Kiano, apa ngidamnya juga kayak gitu?" tanya Kiano lagi.
"Waktu Ummi hamilin kamu, sama kayak keadaannya Zavira saat ini. Saking gak bisa nya ngeliat Daddy kamu, karena Opa Uyut kasian sama Ummi, akhirnya Daddy di kembali keluar negeri untuk menyelesaikan sekolahnya." jawab Hummairah yang telah berdiri dibelakang mereka saat itu
Hummairah yang baru saja kembali mengantarkan menantunya ke kamar, mendengar pembicaran antara Kiano dan Daddy nya. Hummairah pun duduk disamping suaminya dan menggenggam tangannya, Kendra tersenyum lirih melihat wajah teduh istrinya.
.....
Kiano perlahan masuk kedalam kamarnya, saat ini Zavira sedang tertidur pulas. Kiano membuka baju dan bersiap untuk mandi, saat Kiano akan masuk ke dalam kamar mandi Zavira terbangun dan menatap Kiano.
"Kak...." panggil Zavira.
"Aku cuma mau mandi Za, badan ku lengket semua. Setelah ini aku janji setelah ini aku akan tidur di kamar lain." jelas Kiano.
Zavira tersenyum, kemudian mengulurkan tangannya.
Kiano tersenyum tapi tidak berani mendekati istrinya. "Ada apa, apa kamu perlu sesuatu Za?" tanya Kiano.
Zavira masih mengulurkan tangannya, Kiano pun perlahan mendekati istrinya.
__ADS_1
Saat Kiano mendekat Zavira langsung memeluk suaminya, dan mencium aroma tubuh suaminya.
Kiano melihat perubahan istrinya, biasanya ia akan segera mual jika berdekatan dengan Kiano.
"Tidur yuk!" ajak Zavira yang masih memeluk suaminya.
Kiano mengangguk dan segera naik ketempat tidur dan tidur sembari memeluk istrinya.
....
Kirana kembali tinggal di asrama, selama Zavira kembali ke Indonesia Kirana akan kembali tinggal di asrama.
Kirana baru saja pulang dari kampusnya, di perjalanan pulang ia bertemu Salim yang kebetulan juga alumni di kampusnya.
"Kirana..." panggil Salim menyapa.
Kirana mencoba mengingat sosok Salim.
"Aku Salim, kamu ingat? Aku yang menyerempet mu kemarin." ucap Salim mengingatkan Kirana.
"Oh ya, aku ingat." jawab Kirana tersenyum.
"Kamu akan kemana?" tanya Salim
"Aku mau pulang." jawab Kirana. "Kamu sendiri sedang apa disini?" lanjut Kirana.
"Aku salah satu alumni disini, dan tadi aku baru saja menemui Dekan. Dan mulai besok aku akan mengajar disini."
"Benarkah?" tanya Kirana.
Salim menganggukan kepalanya dan tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu aku permisi pulang. Hari sudah sore." ucap Kirana.
"Mau aku antar?l tanya Salim menawarkan diri mengantar Kirana.
Salim tersenyum mendengar penolakan Kirana.
"Aku semakin pemasaran sama kamu Kirana, dan sepertinya aku ingin memiliki kamu secepatnya. Dan aku berharap aku belum terlambat untuk itu." ucap Salim.
Kirana tiba di asrama, ia duduk untuk mendinginkan tubuhnya sembari memainkan ponselnya. Terdapat banyak panggilan dan pesan, terutama dari Fachri. Kirana tersenyum, ia baru ingat sudah dua minggu ia kembali ke Kairo, tapi ia belum memberi kabar pada Fachri.
Hingga akhirnya Kirana pun membalas satu pesan Fachri.
Me
Maaf....
send
Mr. Cool
Sibuk ???
Me
Lumayan, kan minggu lusa sidang.
Tidak lama kemudian ponsel Kirana berdering, panggilan dari Fachri.
Kirana tersenyum dan segera menjawabnya.
"Assalamualaikum Kak.." sapa Kirana.
"Baru pulang kuliah?" tanya Fachri.
__ADS_1
"Iya, ni lagi istirahat sebentar, Kakak sendiri bagaimana."
"Biasa, duduk di depan layar menatap angka ditemani kopi dan cemilan buatan Mama." jawab Fachri terkekeh.
"Kak, tadi aku ketemu Salim."
"Apa?" Fachri terkejut . "Ngapain dia disana?" Fachri panik.
"Mulai besok dia akan jadi salah satu dosen kampus."
"Kok bisa?" Fachri heran.
"Mana aku tau Kak, itu urusan mereka. Kakak kok panik sih." terdengar Kirana terkekeh.
"Wajarlah aku panik, kamu dan dia disana berdekatan dan setiap hari bertemu, baik di kampus maupun sepulangnya. Sedangkan aku disini sendiri." seru Fachri mulai kesal mendengar ucapan Kirana.
"Masih gak percaya?" tanya Kirana memukul telak ucapan Fachri.
Fachri terdiam, ia lupa bahwa mereka telah berkomitmen untuk saling percaya dan menjaga hati mereka untuk satu sama lain hingga hari itu tiba, dimana mereka akan satukan dalam ikatan suci.
"Kenapa Kak, kok diam?" Kirana kembali terkekeh. "Gak bisa ngomong lagi, aku tutup ya!"
Fachri terdiam, ia mengepalkan tangan serta memejamkan matanya.
"Maaf." hanya itu yang bisa Fachri ucapkan.
Terdengar suara kekehan Kirana. "Aku tutup ya!"
"Kamu udah capek ya?"
"Lumayan, belum mandi juga." Kirana kembali terkekeh.
"Maaf ya..." Fachri menyesali ulah nya.
"Gak apa-apa Kak." kekeh Kirana.
"Aku gak bisa mengendalikan pikiranku jika aku tau ada seseorang ada disekitar mu. Aku takut kita seperti Kiano dna Kayla, aku tidak bisa membayangkan jika itu sampai terjadi pada kita." Fachri menghela napas. "Aku takut jika aku sampai kehilanagan kamu Na."
"Udah Kak? aku mau mandi nih, gerah."
"Naa, kau lagi melow begini.." seru Fachri.
"Hahahaaaa.... kenapa Kak, kok kesal gitu?"
"Tau ah..." kesal Fachri.
"Kak, kamu tidak perlu mengingatkan aku lagi soal itu, aku masih selalu ingat dengan komitmen yang telah kita buat. Dan Insyaallah aku tidak akan mengecewakan mu, aku janji." tutur Kirana.
Perasaan Fachri terasa sejuk mendengar penuturan Kirana.
"Tapi aku gak tau kalau kamu nanti, seandainya Luna kembali apa kamu akan melanjutkan atau malah berputar arah kembali ke semula."
"Aku tidak akan pernah berbalik arah pada orang yang telah melukai hati dan perasaanku, dan juga telah mengecewakan kedua orangtua ku Na."
"Aku percaya Kak. Ya udah, kapan aku mandinya."
"Baiklah, belajar yang rajin ya. Aku masih nungguin kamu." ucap Fachri.
"Iya, udah ya." jawab Kirana.
"Na.... I miss you." ucap Fachri.
"Idiiih..... udah bisa yaa, belajar dari mana? Pasti dari Kak Koano, ya udah ya. Assalamualaikum." Kirana pun menutup telponnya.
Kirana tersenyum dan segera berlalu menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Bersambung...