CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
171. happy reading


__ADS_3

Kendra meeting bersama Nyonya Yan dan Kai Zhou, mereka membahas beberapa proyek kerja sama di Jepang. Kendra setuju untuk berinvestasi di proyek yang dipimpin oleh Kai Zhou. Sebenarnya Kai Zhou pemuda yang pintar dan tapi sayangnya ia selalu dikendali oleh ibunya. Kai Zhou layaknya boneka yang dimainkan oleh ibunya sendiri, ia harus mengikuti semua yang dikatakan oleh ibunya.


Diam-diam Kendra mengagumi pola pikir Kai Zhou, ia pun setuju dengan kerja sama mereka asalkan Kai Zhou yang menanganinya. Dan Nyonya Yan pun setuju, Kendra segera menandatangani proposal kerja sama mereka.


Setelah berjabat tangan, mereka pun undur diri, Nyonya Yan kembali ke hotel untuk beristirahat. Sedangkan Kai Zhou kembali mendatangi kediaman Kayla, ia masih ingin bertemu Kayla. Sebenarnya masih ada nama Kayla didalam hati Kai Zhou, tapi ia terlalu pengecut untuk mengakuinya. Ia tidak berani menentang keinginan ibunya, baginya ibunya adalah segalanya.


Kai Zhou tiba dikediaman Kayla, tapi ia enggan turun dari mobilnya dan hanya mengawasi dari dalam mobil.


Tidak lama kemudian sebuah mobil masuk kedalam perkarangan rumah Kayla.


Tampak yang turun seorang wanita muda yang sedang menggendong bayi laki-laki.


Kai Zhou mengingat kembali ucapan pembantu Kayla, bayi itu Leon anak dari Reno.


Kai Zhou pun menyimpulkan itu pastu Jihan, istri Reno.


Tidak lama kemudian, seseorang turun dari pintu sebelah sana.


"Kayla." guma Kai Zhou pelan.


Gadis itu masih seperti dulu, masih cantik dan ceria seperti biasanya. Tampak juga Reno dan papa Kayla yang juga turun dari mobil.


Kai Zhou mengurungkan niatnya untuk turun dan menemui Kayla, ia masih ingat betul Reno sangat tidak menyukai dirinya. Dan Reno juga lah yang menetang habis-habisan hubungannya bersama Kayla, dan sempat melarang Kayla kembali ke Jepang.


Kai Zhou pun menyalakan mesinnya membatalkan rencananya bertemu Kayla dan kembali ke hotel.


.....


Kirana sudah kembali kerumahnya, ia disambut oleh semua orang.


"Mana oleh-oleh untuk gue dan anak gue." seru Kiano.


"Gak ada!" jawab Kirana singkat. "Tapi untuk, kamu ada."


Kirana merebut Zaki dari tangan Zavira dan menggendong dan menciumnya.


"Ayo minum dulu nak Fachri." ucap Hummairah menyuguhkan teh kepada Fachri.


"Gimana keluarga disana, apa mereka bisa menerima Kirana?" lanjut Hummairah.


"Tentu saja Mi, mereka langsung menyukai Kirana saat mereka melihatnya pertama kali." puji Fachri.


"Daddy kemana Ummi?" tanya Kirana.


"Daddy ke Jepang, ngurus proyek baru. Kerja sama sama calon tunangan lu gak jadi." celetuk Kiano.


"Ki...." Ummi Hummairah melotot pada putranya.


"Maaf Ummi." Kiano menangkup tangannya.


"Tunangan gak jadi ? siapa?" tanya Fachri penasaran.


"Jangan dibahas Kak... dia itu emang suka gitu." tunjuk Kirana pada Kakaknya sembari melotot.


"Tapi, aku penasaran lho sayang. Siapa lagi saingan aku sebelum Salim." ucap Fachri yang sudah tidak canggung lagi menunjukan rasa sayang nya pada Kirana.


Akhirnya Hummairah menengahi perdebatan mereka, dan menjelaskannya


"Daddy lagi ada proyek kerja sama dengan keluarga Yan, dan Kai Zhou jadi pimpinan proyek itu."


Kirana hanya menganggukan kepalanya mengerti, tapi tidak hal nya dengan Fcahri yang masih penasaran.


"Memang kemaren kamu sempat dijodohin sama Kai Zhou ya?"


"Kalo masih mau bahas itu, mendinagan Kak Fachri pulang istirahat." ucap Kirana tegas.


Fachri pun terdiam dan mengunci mulutnya.


Kiani tertawa terbahak, sedangkan yang lain masih menahan tawa nya.


"Sekarang lu tau kan Kirana tuh orangnya kayak apa?" celetuk Kiani tertawa.

__ADS_1


"Sudah Na, kan nak Fachri cuma ingin tahu." jawab Hummairah menengahi.


Merasa mendapat dukungan dari calon mertuanya, Fachri pun menganggukan kepalanya.


Tidak lama kemudian Fachri pun pamit pulang, dan Kirana pun mengantarnya kedepan.


"Eh tapi, Na aku masih penasaran deh." ucap Fachri.


"Penasarang apa? Penasaran sama kabar perjodohan aku sama Kai Zhou?" jawab Kirana.


Fachri menganggukan kepalanya.


"Iya, itu kapan kejadiannya?"


Kirana menghembuskan napasnya.


"Kemaren... keluarganya ingin kerja sama sama perusahaannya Daddy, Mama nya Kai Zhou nyaranin untuk jodoh-jodohan gitu."


"Trus kamu gimana, apa kamu menerima nya?"


Kirana memutar bola matanya kesal.


"Kalau aku terima, aku gak akan menerima lamaran dari keluarga kamu kemarin."


"Iya juga sih, tapi..." Fachri tidak melanjutkan pertanyaannya, pasalnya mata Kirana kembali melotot pada nya.


"Udah deh Kak, inti nya hubungan itu gak jadi. Lagian Ummi gak setuju juga."


"Ummi gak setuju kenapa?" lanjut Fachri.


"Terlalu banyak perbedaan diantara kami, terutama keyakinan. Ummi gak akan biarin anak nya apa lagi perempuan kayak aku dan Kanayah, mendapat pendamping yang gak seiman." jelas Kirana panjang lebar.


"Kenapa?"


"Udah deh jangan di bahas lagi, kalau masih bahas masalah ini aku masuk nih." ancam Kirana.


"Iya.. iya maaf, aku pulang dulu ya. Kamu istirahat aja." pamit Fachri.


Fachri pun menyalakan mobilnya, dan tancao gas meninggalkan halaman luas kediaman keluarga calon istrinya.


Dan Kirana pun kembali masuk kedalam rumah.


.......


"Kamu yakin informasi yang kamu dapat itu tidak salah?" tanya Nyonya Yan pada orang suruhannya.


"Yakin Nyonya, Tuan muda pergi mendatangi keluarga gadis itu dan mencari tau tentang keberadaan anaknya."


"Jadi apa dia menemukannya?"


"Tidak Nyonya."


"Tidak bagaimana, sedangkan wanita itu sendiri yang mengaku jika dia sendang hamil saat aku menyuruhnya pergi."


"Nenurut pengakuan dari pembantunya, nona Kayla mengalami keguguran saat usia kandungannya enam bulan. Karena prematur bayi itu tidak bisa bertahan, walau sudah mendapatkan penangan serius."


"Tapi kamu bilang, ada bayi laki-laki dirumah itu. Itu anak siapa?"


"Itu adalah putra dari Kakak laki-laki nona Kayla Nyonya."


"Baiklah, kau boleh pergi. Aku akan mentransfer upah mu nanti." ucap Nyonya Yan menutup percakapan mereka.


Orang itu pun undur diri setelah membungkukan badan nya.


"Kalau begitu, Kia Zhou memang tidak ada masalah. Pasti yang bermasalah dari istrinya, aku harus pastikan laporna kesehatan Kai Zhou dan istrinya dan aku juga harus mendapatkan bukti dari Kayla bahwa ia pernah mengandung benih dari Kai Zhou. Atau aku manfaatkan saja dia untuk mengandung bayi Kai Zhou, dan melahirkan calon pewaris keluarga Yan. Aku akan berikan dia banyak uang untuk membayarnya."


Kai Zhou telah berada di kamarnya, ia masih mengingat wajah Leon. Wajahnya begitu familiar, kenapa ia langsung jatuh hati pada bayi itu.


"Aku akan menemui Kayla lagi nanti, dan menanyakan tentang anak mereka dan Leon." gumam Ki Zhou.


.....

__ADS_1


"Kamu baru pulang Fachri?" tanya Papa nya.


"Iya Pa.. Papa kok belum tidur?"


"Masih ada sedikit kerjaan."


"Apa ada masalah sama cafe kita Pa?"


"Semua nya lancar Fachri, cuma ada sedikit masalah."


"Gimana sih, Fachri gak ngerti."


"Semua nya lancar, tapi masalahnya cafe kita itu gak ada yang mengelolah."


"Memang selama ini bagaimana?"


"Selama ini Papa sendiri turun tangan, tapi kamu tau sendiri Papa ini sudah tua banyak penyakitnya. Kalau vertigo Papa kumat ya Papa gak bisa gerak kemana-mana, saat cafe sedang ramai-ramainya karyawan kita kadang kewalahan menghadapi pengunjung yang membludak."


Fachri tampak berpikir sejenak.


"Fachri ajak Kirana bantu disana ya?"


"Ide yang bagus tuh, lagian kalau kalian menikah itu juga akan Papa berikan untuk dia."


"Ya udah, nanti Fachri coba tanya Kirana dia berminat gak. Tuh anak kadang susah Pa, kalau diajak ditempat ramai. Sampai sekarang aja Fachri gak pernah jalan berduaan, atau nonton sama dia."


Papa Fachri menaikan alisnya dengan ekspresi heran.


"Serius Pa, kita lebih banyak ngabisin waktu dirumah bersama keluarganya. Mau diajak kesini, Papa dan Mama jarang ada dirumah jadi takut kalau diajak kesini."


"Takut.... takut kenapa?" tanya Papa Fachri heran.


"Takut Fachri khilaf Pa." jawab Fachri nyengir.


"Kamu tuh pikirannya."


"Ya habis mau bagaimana lagi, kan Fachri normal Pa. Ini juga Fachri tahan terus, setiap deketan sama dia pasti bawaannya deg deg an."


"Kenapa?"


"Habis nya Kirana itu suka bikin gemas Pa, kadang galak, kadang lagi polos, kadang kalau kumat manja nya bikin gemes Pa."


"Kirana manja? Masa sih?"


"Serius Pa... makanya Fachri gak mau tinggal berdua sama dia, takut Fachri gak bisa nahan."


Pria paruh baya itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah, Fachri ke kamar dulu ya Pa, mau istirahat. Papa juga istirahat udah malam. Malam Pa."


Fachri pun menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.


Tidak lama kemudian Papa nya pun masuk kedalam kamar, dan beristirahat.


*Bersambung...


hai...hai...hai...


aku Icha Mawik mau nanya...


rencananya aku mau nulis kisah Kanayah, adiknya Kiano dan Kirana, anak bungsu nya Kendra dan Hummairah.


Jadi bagusnya, aku lanjut jadi satu disini atau aku jadikan novel terbaru.....


jangan lupa tinggalin jejak like dan komen di setiap up nya.


vote yang banyak, Boom lima bintang juga jangan lupa yaaaa....


terima kasih


salam sayang author selalu

__ADS_1


**I LOVE U ALL***


__ADS_2