CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
89


__ADS_3

Ilham kembali berkutat didepan layar laptop nya, Ia kembali menyelidiki dengan pasti pemilik nomor itu.


Senyum tersungging di wajah tampan nya, saat tahu siapa pemilik nomor itu sebelumnya.


Tapi Ia juga sempat membulatkan matanya tak percaya, Ia kembali membaca kembali dari awal laporan yang di dapatnya.


Setelah menemukan jawaban pasti, Ia kemudian mengirimkan hasil penyelidikan nya kepada Zian.


" Aku tidak percaya dengan apa yang aku temukan, kali ini mereka tidak akan dapat berkutik lagi. " Ujar Ilham sembari mengirimkan hasil temuan nya kepada Zian.


*****


Zian menerima email dari Ilham pada saat masih di kantor, Ia pun segera bergegas menemui Samuel di ruangan nya.


Tok... Tok... Tok..


" Paman, boleh aku masuk ? "


" Masuklah, Zian "


Zian pun masuk dan menyerahkan hasil temuan Ilham


" Paman, lihatlah Ilham mengirimkan e-mail padaku hari ini. " Zian menyerahkan e-mail tersebut.


Samuel membaca dengan seksama, Ia


sempat melirik Zian kemudian kembali membaca. Setelaah selesai Samuel menutup map tersebut.


" Aku sudah menduganya Zian, mereka pasti terlibat dalam hal ini. " Ucap Samuel


" Tapi Paman, disitu tertulis bahwa Jessica pernah di rawat di rumah sakit jiwa. Itu apa maksudnya Paman ? " Tanya Zian penasaran.


" Jessica memang pernah dirawat disana "


" Kapan ? Dan mengapa ? "


" Tekanan Zian. Jessica selalu mendapatkan perlakuan buruk dari keluarganya, terutama Ayahnya. Ayah dan Ibunya dulu sering kali bertengkar, Ayahnya sering melakukan kekerasan pada Dia dan Ibunya. Di lingkungan baik itu keluarga dirumah dan disekolah, Jessica tidak pernah punya teman. Ia selalu di kucilkan oleh orang di sekitarnya. "


" Tapi Paman mengapa Tante tega memperalat anak kandungnya sendiri, untuk hal berbahaya seperti ini "


" Karena haus akan kekuasaan dan harta Zian. Dulu Rebeca mengejar ku bukan karena Ia mencintai ku, tapi karena apa yang aku miliki. Mengapa aku memilih Bibi mu, karena dia lah yang memberiku semangat untuk memulai semua ini. Dan ini semua karena Bibi mu yang selalu berada di dekat saat masa masa tersulit sekalipun. Aku tak tahu hidup ku tanpa Bibi mu dulu, mungkin aku sekarang hanya menjadi karyawan biasa. " Kenang Samuel.


" Ilham juga mengatakan, kalau Ia akan membantu penyelidikan ini. " Ucap Zian.


Samuel mengernyitkan dahi nya, kemudian tersenyum tipis.


" Usahakan masalah ini terkuak sebelum hari pernikahan mereka, kau paham maksud ku kan ? "


" Ya Paman, aku mengerti. Aku permisi " Zisn pun meninggalkan ruangan.


Samuel membuka laci meja kerjanya, kemudian mengambil bingkai photo dan memandang lekat photo mendiang istrinya.


" Aku berjanji padamu, setelah mengungkap semuanya. Aku akan pensiun dari semua rutinitas ku, dan aku akan fokus pada Medinah putri kita. Aku akan menyerahkan tampu kekuasaan perusahaan ini padanya dan suami nya. Aku akan menikmati masa tua ku bersama cucu ku. "


Samuel tersenyum tipis menatap photo itu.


*****

__ADS_1


Hari ini keluarga Malik akan pulang ke tanah air, mereka sedang bersiap siap dan pamit kepada keluarga besar besan nya.


" Terimakasih atas semua nya, kami benar benar senang selama disini. " Ucap Nanny kepada Kakak tertua dari Maya dan Cristien.


" Kami yang berterimakasih, kalian sudah mau datang kerumah kami. Kami harap sering sering lah datang, kita akan mengobrol panjang lebar lagi. "


" Bulan depan, Ilham dan Medinah akan menikah, maka giliran kalian yang datang mengunjungi kami. " Ujar Nanny.


" Baiklah, kalau tidak ada halangan kami pasti akan datang. "


Setelah semuanya, selesai berpamitan mereka pun berangkat menuju bandara .


*****


Hummairah berkemas untu pulang ke rumah besar.


Kendra juga tampak sibuk bermain bersama putrinya.


" Sudah semua sayang ? " Tanya Kendra


" Sudah mas, sini Kirana nya aku yang gendong. "


Kendra pun mengembalikab Kirana pada Hummairah, lalu membawa barang barang kedalam mobil.


" Kapan kita balik lagi kesini yah ? " Tanya Hummairah, sambil menggendong Kirana.


" Kapan pun kamu mau " Kendra memeluk Hummairah dari belakang.


" Tapi kan Mama pasti tidak mengijinkan. "


" Aku ada ide, bagaimana setelah Ilham dan Medinah menikah. Kita pindah kesini, kan Nanny sudah ada temannya. " Usul Kendra


" Kalau kita terus terusan disana kapan kita mandiri nya sayang " Keluh Kendra


" Iya, terserah.... Aku ikut aja, "


" Aku akan bicara sama Kakek saat mereka pulang nanti "


" Jangan, dulu. Nanti setelah beberapa hari mereka pulang kesini, barulah kamu coba ngomong. "


" Okey, ya udah yuk pulang " Ajak Kendra.


Mereka pun meninggalkan rumah mereka, dan kembali kerumah besar dimana semua anggota keluarga berkumpul.


*****


Praaank.... Praaank...


Suara pecahan


Jessica kembali mengamuk, memecahkan semua yang ada di dalam kamarnya.


" Medinah, kau akan menerima pembalasan ku. Sekarang kau menikmati saja sisa waktu mu, setelah itu aku akan merampasnya darimu.


Praank... Praaank...


Semu pelayan tidak ada yang berani masuk kedalam kamarnya, jangan kan masuk kedalam kamarnya, melintasi kamarnya saja merkea tidak ada yang berani. Mereka pernah menyaksikan salah satu dari teman mereka jadi korban keganasan Jessica, pelayan itu akhirnya dikatakan cacat seumur hidup.

__ADS_1


Jessica memang kerap kali mengamuk jika sesuatu kemauan nya tidak dapat di penuhi, Ia akan mengamuk seperti orang gila.


Ditengah ketegangan itu Rebeca baru saja pulang dari belanja. Ia terkejut meliaht para pelayab berkumpul ke ruang tengah.


Ia pun menghampiri para pelayan itu.


" Apa yang kalian lakukan disini ? Apa kaian tidak punya pekerjaan lain ? "


Para pelayan itu terkejut, dan terlihat ketakutan. Akhirnya salah satu dari mereka berani menjelaskan kepada Rebeca.


" Maaf Nyonya, kami sedang di dapur dengan tugas kami. Tiba tiba mendengar Nona Jessica mengamuk lagi. "


Rebeca terkejut, kemudian berjalan menuju kamar Jessica.


Ceklek... Pintu kamar terbuka.


" Sudah aku bilang, aku tak ingin di ganggu " Jessica melempar botol perfume nya, tepat mengenai pelipis Rebeca.


" Awww...... " Rebeca meringis. " Apa yang kau lakukan Jessi " Masih memegang pelipisnya yang berdarah.


Jessica terkejut, Ia tidak menyangka kalau yang masuk adalah Ibunya. Dan lemparan botol perfume tepat mengenai pelipis sang Ibu.


" Mama.... " Ucap nya dan berjalan mendekat " Maaf Ma, aku tidak sengaja. " Ujar nya.


" Sudah tidak apa apa. " Rebeca menatap sekeliling kamar yang telah berubah seperti kapal pecah.


" Ada apa lagi ini Jessi ? Apa anak buah mu yang bodoh itu memberi mu laporan lagi ? "


Apa lagi yang Ia laporkan pada mu " Tanya Rebecca


" Ilham membawa Medinah pulang kerumahnya, dan mereka sedang mempersiapkan pernikahan mereka Ma. "


" Sudahlah Jessi, untuk apa pemuda seperti itu kau perebutkan. Dulu kau juaga seperti ini ketika James berpacaran dengan Medinah, tapi apa James hanya memanfaatkan mu. Ia tidak benar benar mencintai mu. Dan sekarang pemuda itu, pemuda yang tak tau asal usul nya. Apa kau tidak kapok dengan kejadian lalu Jessi "


" Ilham iti berbeda dengan James Ma, Ilham terlalu sempurna untuk Medinah. Ilham lebih pantas kalau bersanding dengan ku Ma, aku yang lebih dari segala gala nya dari Medinah. "


Jessica menjambak rambutnya kasar, tubuhnya bergetar dan menggeram.


" Aku mau Ilham jadi milik ku Ma, aku akan melakukan apa pun untuk mendapatkan nya. Termasuk menyingkirjan Medinah. "


" Jessica jangan main main kamu, Mama akan mencarikan pemuda yang lebih baik dari Ilham, yanag pasti lebih kaya. "


" Tapi aku mau hanya Ilham Mama. " Praank.. Jessica kembali membanting perabot di dalam kamarnya.


" Sudah cukup Jessi, sebentar lagi Papa mu pulang. Mama tidak mau dia melihatnu lagi seperti ini, apa kau mau Ia mengirim mu kembali ketempat itu ? "


Jessica terkejut dan menoleh ke arah Ibunya.


" Tidak, Ma. Jessi tidsk mau kembali ketempat itu lagi, Jessi mohon Ma.Mama pujuk Papa agar mau membatalkan pernikahan Medinah dan Ilham. "


" Itu tidak mungkin Jessi, sekarang Papa mu sudah jarang dirumah. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Zian dirumahnya. "


Bersambung


segini dulu yaa..


jangan lupa vote dan boom bintang lima

__ADS_1


Terimakasih


I LOVE U ALL


__ADS_2