
Kepanikan masih terjadi, sementara semua para tamu undangan telah diamankan.
Kendra segera membawa anak istri serta keluarganya menuju lift khusus untuk diamankan.
" Jessica, kita bicarakan baik baik. Jangan seperti ini. " Pujuk Ilham. " Lepaskan pelayan itu, dia tidak bersalah. "
" Aku tidak peduli, aku mau menikah dengan mu Ilham. Aku mohon menikahlah dengan ku. "
Kendra memberi kode kepada salah satu anak buahnya, Ilham yang paham dengan kode yang di isyaratkan Kendra pun mulai mengalihkan perhatian Jessica.
" Jessi, letakan pistol itu. Kita bicara baik baik, kita duduk disana oke... " Ilham kembali mencoba membujuk nya.
Ilham mengulurkan tangannya kepada Jessica.
Jessica tampak tertarik dengan tangan Ilham yang terulur. Jessica perlahan melepaskan pelayan itu, dan tiba tiba.
Dua orang bodyguard Kendra menyergap tubuh Jessica.
Jessica kembali histeris, salah satu bodyguard itu merampas pistol yang digenggam Jessica.
" Lepaskan aku, Ilham tolong aku " Jessica berteriak histeris.
Zian segera menelpon pihak rumah sakit jiwa.
Suara Jessica masih terdengar memekakan telinga.
Berbagai sumpah serapah hinaan yang ditujukan untuk Medinah keluar dari mulut nya.
Medinah terdiam dan menangis, Ilham mendekat dan memeluk nya,
Melihat Medinah dalam pelukan Ilham membuat Jessica kembali histeris.
Hingga petugas rumah sakit jiwa tiba, dan segera memberi suntikan kepada Jessica. barulah Ia tenang.
Tubuh Jessica yang pingsan dibawa masuk kedalam mobil ambulance, Medinah terkejut melihat saudara nya akan dibawa kerumah sakit jiwa.
" Tunggu.... Jessica mau dibawa kemana ? " Tanya Medinah.
" Dia akan dibawa kemana semestinya, dia berada. " Jawab Zian
" Maksud Kak Zian ? "
" Jessica adalah salah satu mantan pasien rumah sakit jiwa. "
" Apa ? "
" Kau memang tak pernah tau Dinah, karena saat Ia masuk rumah sakit, kau sedang sekolah diasrama. " Jawab Papa
" Jadi apa penyebab nya Pa ? "
" Itu adalah bawaan dari lahir, Ia lahir premature. Dan saat dalam kandungan, Ia mengalami benturan hebat dikepalanya. " Jelas Sam
" Bagaimana bisa Pa ? "
" Bisa saja Nak, saat Ibunya mengandung Ia mendapat perlakuan kasar dari suaminya. Yang mengakibatkan janin di dalam kandungan juga ikut mendapat imbasnya. " Sam menjelaskan kepada putrinya.
Sam berjalan mendekati Medinah.
" Dinah, Papa tau selama ini kamu kecewa sama Papa. Atau mungkin kamu marah dan membenci Papa, tapi ketahuilah Nak Papa melakukan itu semua karena ada alasannya.
__ADS_1
Papa sengaja menjauhi mu agar kau tetap aman, Papa mengirim mu sekolah keluar dn masuk asrama agar kau bisa terhindar dari perbuatan jahat Jessica dan Ibunya. "
Sam menarik napasnya, mencoba menahan agar air matanya tidak mengalir.
" Tapi, dibalik itu semua Papa selalu memperhatikan dan menjaga kamu. Walaupun hanya dari kejauhan, Papa senang bisa melihat mu tersenyum. Saat kau memperlihatkan prestasi saat kau mendapat gelar Dokter pada pengasuh mu, ingin rasanya Papa memeluk mu dan memamerkan kepada semua, bahwa putri ku sudah berhasil menggapai cita citanya. "
Medinah tak sanggup lagi menahan air matanya, dan berlari kedalam pelukan sang Ayah.
Medinah menangis tersedu di dalam pelukan Ayahnya.
" Maafkan Dinah Papa, Dinah tidak pernah peka dengan perasaan Papa. Maafkan Dinah Pa, maafkan Dinah. "
" Tidak sayang, kamu tidak bersalah. Papa yang bersalah disini. " Sam melihat kearah Ilham.
" Kemarilah nak " Sam memanggil Ilham.
Ilham berjalan mendekat
" Terimakasih telah menemani Medinah selama ini, dan terimakasih kau selalu ada untuk menghiburnya. Papa senang sekai bisa melihat kalian bahagia, jaga dia Ham. Jaga dia untuk saya, berjanjilah "
" Saya berjanji, akan menjaga Medinah seumur hidup saya. " Ucap Ilham.
" Tuan Samuel, mari kita semua nya istirahat dulu. Karena hari sudah malam, dan pengantin baru kita ini sepertinya sangat ingin berist. " Goda Kakek
Yang membuat wajah Medinah memerah.
Kakek dan yang lain pulang le mansion, sedanglan Kendra dan Hummairah tetap dihotel. Karena Kirana dan Kiano telah tertidur lelap.
Kendra segera masuk ke kamarnya, Ia melihat Hummairah sudah lelap. Dengan hati hati Kendra masuk dan menutup pintu kembali, Ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak lama Ia pun keluar memakai piyama nya, naik ke ranjang dan mulai memejamkan kan matanya sambil memeluk tubuh sang istri dari belakang.
Dikamar berbeda, Ilham dan Medinah sedang bergantian untuk mandi.
Medinah yang sedari tadi berada di dalam kamar mandi, panik setelah tahu Ia lupa membawa baju ganti.
Ia pun mondar mandir di dalam kamar mandi, dan bergumam sendiri.
Ilham masuk dan menutup pintu balkon,
" Me, kamu sudah selesai ? " Ilham menggedor pintu.
" Iya, sebentar " Medinah panik " Bagaimana ini, Ilham pasti mau mandi juga. "
Tak lama kemudian Ilham kembali mengetuk pintu.
Tok.... Tok... Tok.....
" Me, kamu gak apa apa kan ? " Ilham cemas.
" Iya, aku gak apa apa tapi..... "
" Tapi apa Me ? "
" Aku tidak ad bawa baju ganti " Medinah bergumam
" Keluar dulu Me, pakai handuk nya " Ilham memberitahu.
Medinah pun segera menggunakan handuk tersebut.
__ADS_1
Tak lama kemudian.
Ceklek.....
Medinah keluar menggunakan handuk yang hanya membungkus tubuhnya.
Medinah menundukan kepalanya, wajah Medinah memerah menahan malu.
Muncul ide jahil dikepala Ilham untuk menggoda istrinya, Ia mendekati Medinah.
Medinah panik dengan wajah yang merah, mencoba menghindar dan bergegas lari dari hadapan Ilham.
Dengan sigap Ilham menahan dan mengurung tubuh Medinah di dinding.
Ilham terus mendekatkan wajahnya ke wajah Medinah.
Medinah memejamkan matanya, tapi seketika Ilham tertawa terbahak.
Membuat wajah Medinah kembali memerah.
" Apa yang kau pikirkan heemm " Ilham mengelus pipi Medinah.
Medinah hanya tergamam, Ilham berjalan masuk kekamar mandi sambil tertawa.
" Tunggu aku oke " Ilham mengejipkan sebelah matanya.
" Oh,, apa yang aku pikirkan. Ayo Me, jangan mesum. " Medinah bergumam sendiri.
Setelah Medinah selesai berpakaian, Ilham keluar dari kamar mandi. Medinah memperhatikan
Ilham hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya, sambil mengeringkan rambutnya.
Medinah masih memperhatikan langkah suaminya.
Ilham membuka kopernya, dan mengambil boxer nya. Medinah menelan saliva nya karena dengan santai nya Ilham hanya menggunakan boxer dan memakainya di depan Medinah
Ilham naik ke ranjang kemudian Ilham menoleh kearah Medinah.
" Kemarilah " Ujar Ilham memanggil Medinah agar mendekat.
Dengan langkah ragu ragu, Medinah berjalan perlahan dan melangkahkan kakinya mendekati Ilham.
Ilham menuntun Medinah untuk duduk di atas ranjang bersama dengan nya.
Ilham menatap wajah wanita yang baru saja berstatus istrinya, membelai wajah itu dengan lembut.
Ilham mendekatkan wajahnya, dan melabuhkan kecupan ringan di bibir Medinah.
Medinah hanya bisa menerima perlakuan dari suaminya.
Akhirnya mereka pun melewati malam itu dengan penuh kebahagian. Ini merupakan pengalaman pertama bagi keduanya. Mereka melakukannya hingga berulang kali, Medinah telah melakukan kewajibannya sebagai seorang istri. Sebagai seorang wanita Medinah telah berhasil menjaga harta nya yang paling berharga.
" Terimakasih Me, terimakasih kau telah menjaganya untuk ku " Ucap Ilham dengan napas tersengal, Ia berucap di akhir permaiannya. Ilham mengecup kening Medinah, lalu menarik selimut untuk menutup tubuh polos istrinya.
Ilham memeluk tubuh Medinah dengan erat, dan mulai memejamkan mata. Kemudian terlelap dan masuk kealam mimpi.
*Bersambung
jangan lupa **VOTE, like, dan boom bintang lima ya teman teman.
__ADS_1
Terima Kasih
I LOVE U ALL***