CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
42


__ADS_3

Kendra mengalihkan perhatian Intan dengan cara menelponnya, ada rasa jengah di hati Kendra. Sesungguhnya Ia tak sudi berbicara dengan wanita itu, tapi demi kebaikan Kiano dan janjinya pada wanita yang dicintainya, Kendra terpaksa melakukannya.


" Jadi bagaimana, apa kau menerima syarat dari ku Kendra ? "


" Bisakah kita bertemu langsung dan bicar empat mata, hanya antara kau dan aku ? "


" Aku mau saja, tapi aku tak percaya kepadamu. Bisa saja kau menipu ku "


" Tidak, itu tidak akan terjadi aku menjamin keselamatan mu. "


" Tidak... Aku tak mau, lebih baik kau penuhi permintaan ku. kalau tidak aku tidak menjamin puta mu kembali ke pelukan mu. "


Kendra menahan kekesalannya,


" Baiklah, aku akan mengajukan beberapa pilihan lain yang lebih menguntungkan untukmu. "


" Apa itu ? "


" Aku akan memberikan separuh dari saham hotel ku yang baru serta beberapa properti dan juga tabungan untuk mu. Aku juga akan membebaskan mu dari segala tuduhan, dan aku dan keluargaku tidak akan menuntutmu, kau bisa bebas pergi kemanapun kau mau "


" Apa kau pikir aku bodoh ? Aku tidak mau itu semua, toh kalau aku jadi istri mu, aku akan memliki itu semua tanpa perlu ku minta. "


Kendra terdiam Ia tidak menyangka Intan begitu pintar bersiasat.


" Sudahlah aku sudah lelah, aku akan beristirahat aku harus menyiapkan hari baru esok, hari dimana kau dan aku akan menikah. "


Intan memutuskan panggilannya, Kendra geram Ia merasa kalah dari Intan.


Kendra kembali mengintai kediaman Intan.


Di mansion milik keluarga Malik tampak semua orang sedang beristirahat, hanya Hummairah yang masih terjaga. Ia tak bisa tidur, Ia masih memikirkan nasib putranya. Serta suaminya yang sampai kini belum menghubunginya.


Akhirnya Ia memberanikan diri menelpon Kendra.


Kendra terlelap karena kelelahan, waktu telah menunjukkan pukul satu dini hari. Ponsel Kendra berdering menyadarkannya dari tidur lelapnya. Kendra melihat nama yang tertera di layar ponsel nya " Istri ku " Kendra segera menjawab telponnya.


" Hallo, sayang " Ucap Kendra dengan suara parau nya khas bangun tidur.


" Assalamualaikum, Mas. Bagaimana, apa Intan mau mengembalikan Kiano pada kita ? "


" Belum sayang, aku udah coba bujuk dia tapi sepertinya dia masih tetap pada pendiriannya. "


Hummairah terdiam, tapi Kendra tau istrinya menangis.


" Sayang, kamu jangan khawatir Kiano baik baik saja. Barusan aku menelpon Intan, dan aku meminta padanya menunjukkan keadaan Kiano. Intan menjaganya dengan baik, Kiano sedang tidur tadi. " Kendra menghela nafasnya.


" Bawa dia pulang untuk ku Mas, aku ingin segera memeluk putra ku. " Hummairah tak mampu lagi membendung air matanya.


" Aku janji sayang, aku akan membawa Kiano pulang. " Kendra menutup telponnya, Ia tak mampu mendengar istrinya menangis.


Keesokan harinya, anak buah Kendra membangunkan Kendra dari tidurnya.

__ADS_1


" Tuan.... Tuan... "


Kendra mengerjapkan matanya, berusaha mengumpulkan semua kesadarannya.


" Ada apa ? "


" Nona Intan keluar dari rumahnya Tuan "


Mata Kendra membulat, kemudian mengintip dari kaca mobil yang gelap.


Tampak Intan keluar sendirian. Kendra mengutus beberapa anak buahnya mengikuti Intan. Dan sisa nya masuk kerumah Intan.


Kendra berhasil menerobos masuk kerumah Intan, tapi mereka tidak menemukan Kiano.


Ditengah rasa kebingungan menyelimuti Kendra, tiba tiba ponselnya berdering.


" Hallo "


" Hallo Kendra... Apa kau mencari sesuatu ? "


Kendra menahan amarahnya.


" Apa kau menemukannya ? "


" Dimana putra ku Intan ? " Kendra masih menahan marahnya.


" Aku menyembunyikannya di suatu tempat "


" Katakan padaku dimana dia Intan ? " Kendra berteriak....


Kendra.mengepalkan tangannya.


" Baiklah apa yang kau inginkan Intan ? "


" Aku masih belum mengubahnya, aku hanya ingin kau menceraikan Hummairah, dan menikah dengan ku. Syarat ku tidak sulitkan ? Dan aku akan mengembalikan putra mu padamu, kau dan keluarga mu bisa berkumpul lagi. Dan tentu saja bersama aku sebagai istri mu "


" Kau gila Intan "


" Aku memang sudah gila Kendra, gila sejak pertama kali aku melihat kau menikah dengan Hummairah. Aku gila karena menyesali keputusan ku menolak perjodohan itu, aku gila karena setiap malam membayangkan kau dan Hummairah bercumbu di malam pengantin mu. Aku gila melihat mu setiap hari mengantar dan menjemput Hummairah ke kampus dan selalu memeluk dan menciumnya di depan ku, aku menjadi gila karena itu semua apa kau tau "


Kendra terdiam mendengar setiap kata yang terlontar dari bibir Intan. Ia tak percaya bahwa selama ini Intan memendam rasa dendam di hatinya.


" Apa kau tau Kendra, rasa gila ku semakin membuncah pada saat aku tau bahwa Hummairah telah memberi mu seorang anak, dan Hummairah menjadi kesayangan semua orang yang ada di keluarga mu. Itu lah yang membuay aku nekat melakukan semua ini, seharusnya kau dan Hummairah yang pantas di salahkan. Karena kalian lah aku jadi begini "


Intan memutuskan panggilannya. Kendra terduduk lemas, Ia tak tau harus berbuat apa lagi. Kini Ia telah kehingan jejak putranya dan Intan. Kendra segera memerintahkan anak buahnya untuk meninggalkan tempat itu.


Kendra pulang kerumah, semua orang menyambutnya untuk menanyakan keadaan kiano.


Kendra melangkah dengan lunglai, Ia tak sanggup menatap satu persatu wajah anggota keluarganya.


" Bagaimana Nak ? " Tanyan Mama

__ADS_1


" Belum Ma, Intan membawa kabur Kiano Ma.


" Kabur ? Kemana, bukannya kalian sudah menemukan tempat persembunyian nya ? " Tanya Nanny


" Intan lebih pintar dari yang kita perkirakan Nanny "


Hummairah mendengar suara Kendra segera keluar dari kamarnya.


"Mas, bagaimana Intan mau kan mengembalikan Kiano ? Mana Kiano Mas ? "


" Intan membawanya kabur sayang " Kendra mencoba menjelaskan pada istrinya.


Hummairah kembali menangis dalam pelukan suaminya.


Kakek yang tidak tega melihat Hummairah terus terusan menangis, akhirnya ikut berbicara.


" Kendra apa syarat yang diajukan Intan untuk menukar Kiano ? "


" Intan memintaku untuk bercerai dari Hummairah dn menikah dengannya " Kendra tertunduk lesu.


" Baiklah, kita turuti kemauannya " Kakek segera beranjak dari duduknya.


Semua terkejut mendengar keputusan Kakek.


" Kendra suruh Intan menemuimu di hotel kita, bilang padanya kalau kita menyetujui persyaratannya. Sisa nya serahkan pada Kakek "


Kakek masuk ke ruang kerjanya.


Semua bingung, Kendra dan Hummairah hanya bisa saling menatap.


" Kendra bawa istri mu ke kamarnya, Nanny akan berbicara pada Kakek "


Kendra segera membawa Hummairah naik ke kamarnya.


Sesampainya mereka dikamar. Hummairah menyusun pakaian Kendra.


" Mas, setelah ini aku tidak tau apa aku akan tetap berada disini atau tidak. " Hummairah menarik nafasnya berusaha menahan tangisnya. " Semua keperluan mu aku simpan di tempat biasa. " Kembali Hummairah menarik nafas. " Dasi di laci atas sebelah kanan, kaos kaki di laci bawah sebelah kiri, sapu tangan di laci bawah sebelah kanan. Pakaian untuk ke kantor di lemari sebelah kanan dan kiri, pakaian untuk kepesta baik formal atau resmi ada di sebelah kanan pojok. Pakai tidur dan untuk di rumah ada di lemari tengah, koleksi jam tangan mu aku meletakkannya di lemari kaca, bersebelahan dengan koleksi sepatu mu. " Air mata Hummairah menggenang. Kendra memeluk erat tubuh istrinya.


" Tak ada yang bisa menggantikanmu baik dirumah atau di hatiku. Kau tetap bagian dari keluarga ini, kau tetap istri ku. Istri Sholehah ku, tak akan ada yang bisa menggantikan mu. Apa pun yang terjadi aku tak kan meninggalkan mu, kau akan selalu bersamaku.


Kendra memeluk erat tubuh Hummairah, mereka hanyut dalam tangis. Kendra tak.bisa membayangkan hidupnya tanpa istri yanga paling Ia cintai.


Hummairah pun merasa berat melepas Kendra dan keluarga yang selama ini selalu ada dan selalu ada untuk mendukungnya .


*bersambung


komen disetiap eps


jangan lupa vote


kasi lima bintang

__ADS_1


uuuh....author banyak maunya hehehe...


**LOVE U ALL***


__ADS_2