CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
131.


__ADS_3

Pagi ini semua orang akan berkunjung ke mansion Kakek, kecuali Kiano yang akan tetap berada dirumah.


"Kamu serius Ki gak mau ikut?" tanya Ummi nya saat akan berangkat.


"Iya Ummi." jawab Kiano singkat.


Kirana dan Fachri berpandangan, mereka tahu Kiano masih kesal dengan masalah kemarin.


"Ya sudah, kami semua berangkat dulu ya." ucap Hummairah pada putranya.


"Serius ni Kak, gak mau ikut?" tanya Kirana memastikan.


"Serius gue, udah mendingan lu aja yang bawa Fachri keliling." jawab Kiano malas.


Fachri berjalan mendekati Kiano. "Jangan lupa, kalo ada apa-apa telpon kita ya." tutur Fachri dan di iya kan oleh Kirana.


Mereka semua pun berangkat, dan tinggallah Kiano sendiri. Ia pun berjalan menuju kamarnya melanjutkan tidurnya.


Kayla berpamitan pada kedua orang tuanya, ia ingin menemui Kiano dan meminta maaf. Kayla sengaja tidak memberitahu Kiano bahwa ia akan menemuinya. Kayla juga tidak mengikut sertakan Kai Zhou, ia tidak mau menambah masalah jika harus mengajak Kai Zhou.


Kayla tiba dikediaman Kiano, Kayla heran kondisi rumah yang sepi. Kayla segera menekan bel pintu, tampak seorang pelayan membukakan pintu.


"Eh, mbak Kayla. Masuk mbak." sapa pelayan itu mempersilahkan Kayla masuk.


Kayla pun melangkah masuk kedalam rumah.


"Kenapa sepi sekali Bi, kemana yang lain?" tanya Kayla saat sudah berada didalam.


"Semuanya sedang pergi mengunjungi Tuan besar, katanya Tuan besar tidak enak badan." jawab pelayan rumah.


"Apa Kiano juga pergi Bi?" tanya Kayla.


"Tidak mbak, Den Kiano ada di kamarnya." jawab pelayan.


"Baiklah, saya mau nemuin Kiano dulu ya Bi." Kayla berjalan naik ke atas. Pelayan itu pun kembali ke perkerjaan nya.


Kayla tiba didepan pintu kamar Kiano, gadis itu mengetuk pintu kamar. Sudah berulang kali Kayla mengetuk pintu, tapi Kiano belum juga. Akhirnya Kayla memberanikan diri membuka pintu kamar dan masuk kedalam, mata Kayla menatap sekeliling.


"Ki...." panggil Kayla.


Terdengar suara gemercik air dari kamar mandi, Kayla tersenyum lega.


Kejahilan Kayla muncul saat melihat pakaian ganti milik Kiano tergeletak di atas kasur, mata Kayla melirik boxer milik Kiano. Kayla pun meraih dan memakainya di kepala, Kayla bercermin dan bergaya disana dengan boxer Kiano dikepalanya.


Tanpa Kayla sadari sepasang mata memperhatikan tingkahnya dengan senyum dan menggelengkan kepala.


Kayla masih tidak menyadari Kiano yang telah keluar dari kamar mandi, saat Kayla memutar badannya matanya langsung bertabrakan dengan mata Kiano yang sedari tadi menatapnya. Kayla menghentikan aksinya dan memberikan Kiano senyum manisnya, sekali lagi mata Kayla terbelalak saat melihat Kiano yang hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Kayla menelan saliva nya, tapi kemudian membuang jauh pikirannya bodohnya.


Kiano berjalan mendekati Kayla hingga gadis itu terpojok dan tubuhnya membentur dinding kamar, Kayla bergidik ngeri saat tangan Kiano mengurungnya dalam kungkungan.


Hingga tangan Kiano meraih boxer yang masih bertengger diatas kepala Kayla, Kiano pun berjalan menjauh dari Kayla dan masuk kedalam kamar ganti.

__ADS_1


Kayla bernafas lega, tapi ia merutuki dirinya sendiri saat mengingat boxer Kiano.


Tidak berapa lama Kiano keluar dari kamar ganti dan sudah memakai pakainnya lengkap, Kiano berdiri didepan kaca tanpa memperdulikan kehadiran Kayla yang sedari tadi berdiri di belakangnya.


Setelah selesai Kiano pun duduk di sofa kamarnya.


Kayla memberanikan diri berjalan mendekat dan duduk di sampingnya.


Kayla menarik napas panjang dan melepaskannya perlahan, Kayla pun membuka suara.


"Ki, kamu masih marah?" tanya Kayla hati hati.


"Menurut kamu?" Kiano masih tidak memperdulikannya.


"Ki, aku minta maaf. Kai Zhou udah aku suruh tinggal di hotel, dan besok dia akan pulang ke Jepang." ucap Kayla.


"Terus, kamu juga ikut pulang?" tanya Kiano yang masih enggan menatap Kayla.


"Gak, aku lusa pulangnya." jawab Kayla.


Kiano perlahan menoleh ke arah Kayla dan perlahan mendekati gadis itu. Belum sempat Kayla ingin melarikan diri, tangan kokoh Kiano terlebih dahulu menangkapnya dan memeluknya erat.


Kayla terbelalak kembali dengan ulah Kiano, Kayla pun perlahan membalas pelukan pemuda yang selama beberapa tahun ini mendiami relung hati Kayla.


"Aku kangen kamu Kay." bisik Kiano parau.


Kayla tersenyum dan mengusap punggungnya.


Kayla merenggangkan pelukannya, dan tersenyum. "Aku gak akan kemana-mana Ki, aku akan selalu ada bersama kamu." Kayla menangkup wajah Kiano menggesekan hidungnya dan tersenyum.


Kiano menarik wajah Kayla agar lebih dekat lagi, kemudian Kiano mengecup lembut bibir Kayla. Kiano makin memperdalam ciuman nya saat Kayla pun membalasnya.


Kini lidah Kiano telah menerobos masuk kedalam mulut Kayla, bermain didalam rongga mulut dan menyesapi setiap inci dari bibir gadis itu.


Kiano mendorong tubuh Kayla hingga rebah di sofa. Kayla mengalungkan tangannya dileher Kiano, dan mulai mengimbangi permainan bibir Kiano.


Ciuman Kiano mulai turun ke leher kayla, Kiano menggigit sedikit leher Kayla dan meninggalkan beberapa tanda merah disana.


Sesaat kemudian Kiano menghentikan kegiatannya, dan menatap wajah Kayla.


"Sudah cukup." Kiano mengecup kembali sekilas bibir Kayla. "Kalau Ummi tau, aku bisa dibunuh." ujar Kiano tersenyum dan beranjak masuk kedalam kamar mandi.


Kayla segera merapikan penampilannya yang berantakan akibat ulah Kiano.


Tidak beberapa lama Kiano keluar dari kamar mandi, dan tersenyum ke arah Kayla.


"Kita, ke mansion Opa yuk! nyusulin mereka." ajak Kiano pada Kayla, yang dijawab dengan anggukan kepala oleh gadis itu.


Mereka pun keluar dari kamar, dan memutuskan untuk pergi ke mansion keluarga.


.......

__ADS_1


Di mansion keluarga semua sedang menikamati makan siang lesehan di taman belakang mension, yang dulu sengaja di bangun oleh Kakek untuk taman bermain Kiano. Disana masih terdapat ayunan dan beberapa permainan out bond milik Kiano, yang masih terawat.


Kiano sempat mengirim pesan pada Fachri dan Kirana, bahwa ia akan menyusul mereka. Fachri dan Kirana tersenyum bersama saat menerima pesan dari Kianon


Setengah jam kemudian Kiano dan Kayla tiba di mansion Kakek. Kiano dan Kayla keluar dari mobil, saat Kayla akan melangkah masuk, Kiano segera menahan langkahnya.


"Tunggu." ucap Kiano.


Kayla bingung menatap Kiano.


Kiano segera merapikan tatanan rambut Kayla. "Nanti kalau di dalam, jangan di ikat rambutnya ya!" tutur Kiano memperingatkan Kayla.


"Memangnya kenapa?" tanya Kayla bingung.


Kiano merogoh saku nya dan mengeluarka ponselnya, ia membuka aplikasi kameranya. Kemudian ia mengarahkan kamera tersebut .kepada Kayla.


Mata Kayla terbelalak dan mulutnya menganga karena terkejut.


"Ini....." Kayla tidak tahu harus bicara apa.


"Makanya jangan lupa ya, kalau Daddy dan yang lainnya liat gak pa-pa. Tapi kalau Ummi yang liat, aku bisa dikubur hidup-hidup." jelas Kiano.


Kayla pun menganggukan kepalanya, setelah merasa Kayla sudah siap mereka pun masuk kedalam rumah.


"Waah,,,, akhirnya datang juga." sambut Nanny sambil memeluk dan mencium Kiano dan Kayla secara bergantian.


"Opa uyut kemana?" tanya Kiano.


"Ada lagi ditaman belakang, sama Daddy, dan Papa Ilham." jawab Mama Medinah.


"Fachri temannya Kiano kemana Ma?" tanya Kiano lagi.


"Lagi kami suruh pergi menemanin Kirana ke supermarket." jawab Nanny.


"Kay, bisa bantu apa ni Tante?" tanya Kayla mendekati Hummairah dan Medinah.


"Kamu panggangin ini aja." ucap Hummairah.


"Kiano ke belakang deh, gabung sama yang lain." Kiano berjalan menuju pintu yang mengarah ke taman belakang.


"Opa...." sapa Kiano pada Kakek.


"Hai... jagoan Opa kenapa baru kelihatan?" Kakek memeluk dan mencium cicit kesayangannya.


"Kamu kesini sama siapa Ki?" tanya Ilham.


"Sama Kayla Pa, tuh ada sama Mama dan yang lainnya." jawab Kiano.


*Bersambung


Jangan lupa vote lima bintang rate, komen di setiap up nya, dan boom like...

__ADS_1


**I LOVE U ALL***


__ADS_2