
Keluarga Malik akan mengadakan pesta ulang tahun perusaan dan peresmian hotel baru milik mereka, semua orang sibuk mempersiapkan acara tersebut.
Dipesta itu juga Tuan Malik akan memperkenalkan kembali Hummairah sebagi menantu di keluarganya, serta memperkenalkan Kiano sebagai penerus garis keturunan mereka yang pertama.
Di ruang keluarga telah berkumpul semua anggota keluarga yang sedang berbicara
" Jadi bagaimana semuanya lancar ? " Tanya Kakek
" Sejauh ini berjalan lancar Kek, hanya beberapa yang belum di selesaikan. " Jawab Kendra yang di tunjuk sebagai penanggung jawab acara.
" Masalah busana kita bagaimana ? Tanya Nanny tiba tiba.
" Itu yang ingin Kendra tanya kan Nanny, kita pakai pakaian formal biasa, atau harus seragan ? "
" Bagaimana kalau seragam ? Kita bisa memesannya ke tukang jahit " Jawab Mama
" Terserah saja, Kendra menyerahkan semuanya pada para nyonya di rumah ini " Jawab Kendra
" Beli saja bahannya Mama, nanti Ara yang jahit " Sela Hummairah
" O iya.... Kita disini kan punya penjahit pribadi " Jawab Papa menepuk keningnya
" Kamu serius bisa sayang ? "
" Bisa dong, kan aku dulu di luar negeri kau ikut kursus dan sekolah mode disana. "
" Ya udah, ayo Ra ikut Mama kita akan menelpn teman Mama yang bisnis tekstil. "
Mama membawa Hummairah beranjak ke kamarnya.
Persiapan pesta hampir semuanya rampung, hanya tersisa bagian pelengkapnya saja. Semakin menuju hari semua semakin sibuk, begitu pula Hummairah yang juga sibuk menjahit pakaian untuk keluarganya.
Kendra pun sama sibuknya, terkadang Ia tertidur di ruang kerjanya.
Hari naas itu pun terjadi, ketika semua sibuk dengan urusannya, seseorang berhasil masuk kedalam rumah dan membawa Kiano diam diam. Tak ada yang menyadari orang itu membawa Kiano yang tertidur di strolernya, orang itu dengan santai berjalan menuju pintu dan berhasil keluar gerbang.
Hari telah siang, mereka berkumpul di ruang makan untuk makan siang. Saat itu Hummairah baru teringan akan putranya yang belum Ia berikan ASI semenjak pagi tadi. Hummairah pun beranjak menuju kamar putranya, Ia tidak melihat salah satu anggota keluarga atau pelayan bermain bersama putranya. Ia mengira sang buah hati berada di kamarnya. Saat membuka kamarnya Ia tak menemukan putranya, Ia bergegas turun
" Lusy.... Kamu melihat Kiano ? Tanya Hummairah pada salah seorang pelayan
" Tidak nyonya muda, sedari pagi saya di dapur "
" Baiklah " Hummairah melangkahkan kakinya menuju kerumunan orang.
" Mas, Kamu lihat Kiano ? " Tanya Hummairah lembut kepada suaminya
" Tidak sayang, aku kan baru pulang dari hotel ngecek keadaan disana"
" Aku tanya Mama atau Nanny "
Hummairah berlalu meninggalkan suaminya dengan wajah cemas.
Tiba di tempat Mama dan Nanny Hummairah juga tak menemukan Kiano.
" Mama atau Nanny Kiano bersama kalian ? "
" Tidak sayang, kami dari tadi disini. Dan belum bertemu dengan kesayangan kami itu "
__ADS_1
" Nanny, tidak bercanda kan ? " Ucap Hummairah mulai cemas, raut wajahnya telah berubah sedih.
Seisi rumah tiba tiba cemas, yang awalnya riuh dengan suara tawa kini sunyi senyap
Air mata Hummairah telah tumpah, Kendra memeluk istrinya
" Kamu tenang ya... " Hibur Kendra " Fan, pergi keruang monitor, lihat rekaman cctv " Perintah Kendra kepada asisten nya, si asisten segera berlari keruang monitor diikutu beberapa orang.
Tak lama kemudian Ifan kembali dan memberi laporan
" Tuan,, Tuan kecil telah di bawa seseorang... Dan kami telah mengetahui siapa orang itu "
" Siapa Fan ? "
" Nona Intan Tuan "
Semua terkejut tak percaya, Hummairah menangis sejadi jadinya.
" Fan, bawa orang mu pergi ke kampung dan cari Dia di rumah orang tuanya. Kalau mereka tak mau memberitahu dimana Intan, bawa dan sandera mereka. " Perintah Kendra, Ifan segera berangkat menjalankan perintah.
Kendra masih memeluk tubuh istrinya untuk memenangkannya.
" Aku akan bawa Kiano pulang, aku janji. Tapi kamu tunggu disini, bersama yang lain. " Kendra mengecup keming istrinya dan menghapus air matanya.
" Mama, Nanny Kendra titip Hummairah ya. Kendra akan cari Intan sampai dapat, kali ini Kendra tidak akan melepaskannya. " Aura dingin kembali menyelimuti wajah Kendra. Ia beranjak meninggalkan rumah.
Kendra menghubungi seseorang
" Aku mengirim sesuatu padamu, aku mau kau kerahkan semua anak buah mu untuk menemukannya secepatnya. " Kendra lalu memutuskan panggilan
" Aku tidak akan mengampuni mu kali ini Intan "
Tak lama Intan keluar dari kamar mandi, Ia melihat Kiano masih terlelap. Intan menatap wajah balita itu, wajah itu merupakan duplikat Kendra dalam wujud bayi.
Intan semakin terobsesi pada Kendra
" Dengan kamu ada bersama ku, aku yakin Daddy mu akan menuruti semua keinginan ku "
Dirumah semua orang masih mencoba menghibur Hummairah.
Hummairah tak henti hentinya menangis
" Sayang kamu makan dulu ya " Pujuk Mama
" Ara tidak lapar Ma... " Hummairah kembali terdiam menatap jendela kamar. " Kiano belum minum ASI Ara Ma, dia pasti nangis karena haus dan lapar Ma " Hummairah kembali menangis. Mama memeluk tubuh menantu kesayangannya.
" Sabar sayang, Kendra akan membawa Kiano kembali pada kita " Hibur Mama
Dikamarnya Kakek juga berdiam diri menatap poto cicit nya. Orang tua itu begitu terpukul dengan kejadian ini, Dia berusaha terlihat tenang.
Tak lama sang asisten masuk.
" Tuan, tadi Ifan menelpon Intan tidak berada di ruman orang tuanya. Sesuai perintah Tuan Muda Kendra, Ardi serta Ratna di bawa sebagai sandera. "
" Biarkan Kendra menjalankan rencananya, kita tunggu saja kabar baik dari nya. "
Kendra masih mencari keberadaan Intan, Ia memerintahkan seluruh anak buahnya untuk menyebar menyisir seluruh kota. Tak lama kemudian ponselnya berdering, tertera " nomor tak dikenal ". Kendra menjawab panggilan itu.
__ADS_1
" Hallo "
" Hallo Kak, "
" Intan, kembalikan putra ku "
" Tenang Kak, Dia baik baik aja selama sama aku, kan aku Mommy nya. " Intan terkekeh
" Jangan ngaco kamu, cepat katakan dimana kamu? Kembalikan putra ku. "
" Sabar Kak, aku akan mengembalikan putramu. Tapi, ada satu syarat yang harus kamu penuhi " Intan kembali terkekeh
" Apa yang kamu inginkan ? "
" Ceraikan Hummairah, dan menikah lah dengan ku "
" Tidak akan, "
" Terserah, kalau kamu tidak mau. Tapi jangan salahkan aku jika kamu tidak bisa bertemu dengan putra kesayanganmu lagi " Intan tertawa lepas
" Kalau kamu berani menyakitinya sedikit saja, aku tidak akan melepaskan mu Intan "
" Itu kalau kamu menemukan aku, kalau tidak ? "
Panggilan pun terputus.
Kendra segera melacak nomor Intan melalui GPS, tapi sayangnya Intan lebih pintar dari yang Kendra duga. Ia menggunakan kartu selular sim sekali pakai.
Kendra pulang kerumah, semua orang.menunggu berita baik darinya.
Nanny menghampirinya
" Bagaimana Nak ? Ada kabar dari Intan "
" Tadi Dia menelpon, Dia ingin menukar Kiano dengan Kendra Nanny "
Nanny terkejut
" Apa maksudmu ? "
" Intan ingin Kendra menikah dengannya dan menceraikan Hummairah, barulah Intan akan mengembalikan Kiano pada kita Nanny. "
" Sabar sayang, semua pasti ada jalan keluarnya. Lebih baik kamu menemui istrimu, Ia sedari tadi mengurung diri di kamar "
" Baik Nanny " Kendra melangkah menaiki tangga menuju kamarnya. Ia membuka pintu kamarnya, Ia melihat istrinya tertidur sambil memeluk baju putranya.
Dengan perlahan Ia mendekati istrinya, Ia mengelus dan mengecup kepala istrinya.
Hummairah terbangun
" Assalamualaikum Mas, kamu baru pulang ? " Dengan mata yang sembab Hummairah menatap wajah suaminya yang lelah.
" Maafkan aku sayang, aku belum berhasil menemukan pangeran kita " Air mata Kendra tumpah, Hummairah menahan tangis nya tapi tetepa saja air matanya kembali menggenang.
*bersambung
jangan lupa komen di setiap eps, like, dan kasi lima bintang.
__ADS_1
LOVE U*