CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
127.


__ADS_3

"Ma Kakek Firman kemaren bilang, kalo kami harus berbakti sama Mama dan Papa." ucap Alif tiba-tiba.


"Iya Ma, Kakek Firman juga bilang kalau kita jangan pernah ninggalin sholat, puasa, dan berbagi pada sesama." lanjut Alfian.


Medinah dan Ilham saling berpandangan, mereka pun tersenyum.


"Sudah malam sayang, lebih baik kita tidur ya." ajak Hummairah pada kedua putra kembarnya.


Medinah pun mengantar kedua putranya masuk ke kamar mereka.


"Jangan lupa berdoa ya sayang. Selamat malam." Medinah pun mematikan lampu dan menutup pintu.


Medinah kembali ke kamarnya, disana ia melihat Ilham duduk di sofa kamarnya.


Medinah mendekat dan ikut duduk disampingnya.


"Ada apa?" tanya Medinah.


"Entahlah, perasaan ku tidak enak sejak mendengar ucapan si kembar." jawab Ilham.


"Ada apa dengan ucapan si kembar?"


"Aku tidak tau, aku merasa akhir-akhir ini Ayah Firman kalau aku perhatikan memang sedikit berbeda dan aneh menurut ku."


"Aneh bagaimana?"


"Ayah yang biasanya diam dan hanya tersenyum jika ada sesuatu, kini lebih banyak berbicara. Tapi yang ia ucapkan itu seperti sebuah pesan dan permintaan."


"Masa sih, aku biasa aja. Kemarin aku juga ngomong sama Ayah." ujar Medinah.


"Tapi tidak seperti biasanya. Aku jadi kepikiran keadaan nya."


"Sudahlah, lebih baik kita tidur istirahat. Besok banyak tugas yang menanti."


Medinah pun menuntun Ilham menuju tempat tidur dan berbaring disisnya.


******


Suasana tegang dirasakan Kiano dan Kayla, pasalnya Papa dan Kakak kayla yang seharusnya pulang beberapa hari, di percepat menjadi hari ini.


Setelah di persilahkan masuk, Kiano langsung menghampiri Mama Kayla dan mencium tangannya. Mama Kayla pun memperkenalkan Kiano pada Reno dan Papa Kayla.


Kiano dan Kayla duduk diruang tamu dan di depannya, duduk Papa dan Reno Kakak Kayla.


"Dari mana saja kamu Kay?" tanya Reno.


"Dari rumah teman Kak, tadi Kakek nya pergi Haji. Kay diajak untuk ikut nganterin juga." ujar Kayla.


Kiano terdiam, ada ketegangan terpancar diwajahnya. Tapi ia coba untuk bersikap biasa saja.


Kayla diberondong pertanyaan oleh Kakak nya, sedangkan Mama dan Papa nya hanya melihat dan mendengarkan.


"Kamu siapa?" tanya Reno pada Kiano.


"Nama saya Kiano mas, saya teman dekatnya Kayla di sekolah.


"Benar Kay?" tanya Reno.


"Iya mas." jawab Kayla.


"Kiano ini sering sekali membantu Kayla, dan mengantar Kayla kemana-mana." ucap Mama.


"Membantu bagaimana maksud Mama?"


Mama Kayla pun menceritakan semua hal tentang Kiano dengan bersemangat, Mama juga tidak segan-segan memuji Kiano.


Wajah Reno yang semula merah padam berangsur berubah.


"Dimana rumah kamu?" tanya Papa Kayla tiba-tiba.

__ADS_1


"Di komplek Bogenville Om." jawab Kiano sopan.


Papa Kayla menganggukan kepalanya. "Kamu masih sekolah?" lanjut Papa Kayla.


"Iya Om, satu angkatan sama Kayla."


"Om, tante, mas Reno saya pamit undur diri dulu." ucap Kiano.


"Baiklah, terimakasih sudah mengantarkan Kayla pulang ya nak Kinao." ucap Mama.


Setelah bersalaman dengan semuanya, Kiano pun berjalan keluar pintu diantar oleh Kayla.


"Ki, maaf ya. Aku gak tau kalo...." Kayla tidak melanjutkan ucapannya.


"Sudah, aku gak apa-apa."


" Tapi kamu...."


"Aku gak apa-apa okey, sudah malam aku pulang dulu. Besok aku jemput ya."


Kiano pun masuk kedalam mobil, setelah pamit pada Kayla Kiano pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah Kayla dan pulang kerumah.


******


Kendra meraba sisi samping tempat tidurnya, mencari sesuatu. Mata Kendra menatap sekeliling kamarnya, ia mencari keberadaan istrinya. Kendra memeriksa kamar mandi. Akhirnya Kendra turun kebawah dan menemukan istrinya sedang berkutat di dapur bersama para pelayan.


"Sayang." panggil Kendra.


"Mas, sudah bangun?" sapa Hummairah


Kendra mendekati Hummairah. "Kamu gak apa-apa?" tanya Kendra.


"Memangnya aku kenapa mas?" tanya Hummairah bingung.


Kendra mengelus kepala istrinya dan mengecupnya sayang.


Kendra menggelengkan kepalanya. "Aku mau mandi." ucap Kendra.


Hummairah pun segera menyerahkan pekerjaannya kepada pelayan untuk menggantikan nya.


Hummairah pun mengikuti Kendra naik ke atas untuk membantu Kendra mandi.


Setelah selesai mandi Kendra dan Hummairah turun ke bawah, disana anak-anak mereka sudah menunggu di meja makan.


"Selamat pagi Ummi, Daddy." sapa mereka.


"Pagi sayang." jawab Kendra dan Hummairah serentak.


"Ummi,,, Ummi udah sembuh ya?" tanya polos Kanaya.


Hummairah menatap Kendra. Kendra menggelengkan kepalanya.


"Ummi tidak apa-apa sayang." jawab Medinah.


"Tadi malam pulang jam berapa Ki?" tanya Kendra.


"Jam 11 Mi." jawab Kiano.


"Jangan sering pulang malam Ki, gak baik. Apa lagi kamu bawa Kayla kan, gak enak sama orang tuanya." nasehat Hummairah untuk putra kesayangannya.


"Iya Mi, Kiano paham." jawab Kiano.


"Kanaya sudah selesai." ujar Kanaya tiba-tiba membuat yang berada disana tertawa dan menggelengkan kepalanya.


Kiano memilih membawa mobil sendiri, sebenarnya Kiano ingin menjemput Kayla. Tapi gadis itu melarangnya, ia meminta agar mereka hanya bertemu disekolah saja.


Kejadian kemarin membuat Kayla trauma, ia takut Kiano tidak mau lagi berteman dengannya.


Tapi sebaliknya, Kiano makin merasa tertantang untuk menghadapi keluarga Kayla.

__ADS_1


Sampai disekolah, Kiano memakirkan mobilnya. Semua mata tertuju padanya, Kiano yang biasanya selama ini diantar dan di jemput oleh supir, kini mengendarai mobil sendiri.


Kiano berjalan masuk menuju kelas Kayla.


Kayla sedang duduk didekat jendela, Kiano tersenyum melihat gadis itu dan segera menghampirinya.


"Hai...." sapa Kiano


Kayla yang tersadar dari lamunannya, segera mengalihkan pandangan pada pemuda dihadapannya.


"Kamu ngapain disini?" tanya Kayla.


"Nemuin kamu lah, apa lagi."


"sepuluh menit lagi masuk lho."


"Kita kan udah bebas juga." jawab Kiano yang duduk disamping Kayla.


Kayla hanya diam dan menggelengkan kepalanya.


"Kita ke kantin yuk!" ajak Kiano.


"Aku udah sarapan." tolak Kayla.


"Aku juga udah, tapi kita ngemil aja bagaimana?"


"Males ah, ntar gendut." jawab Kayla asal.


Kiano pun tergelak hingga membuat teman-teman Kayla yang ada diruang kelas menoleh ke arah mereka.


Kayla pun segera menarik tangan Kiano dan membawa nya ke kantin.


Sampai di kantin Kayla dan Kiano duduk di meja paling pojok. Tapi saat itu disana juga ada salah satu temannya Sarah yang menatap tajam ke arah mereka.


Kayla merasa risih saat perhatikan oleh teman Sarah. Kiano menyadari hal itu segera mengajal Kayla pergi dari sana setelah membeli cemilan untuk mereka.


Kiano pun mengajak Kayla duduk di taman.


"Kok kesini? tanya Kayla.


"Memang mau kemana?" tanya Kiano.


"Gak."


"Mau keluar?" tanya Kiano.


"Mau nya sih, tapi gak usah deh."


"Lho kenapa?"


"Males aja, kamu terlalu banyak fans nya."


Kiano tertawa terbahak mendengar penuturan Kayla.


"Fans apa?" tanya Kiano.


"Tuh salah satu nya." tunjuk Kayla pada salah satu gadis yang sedang menatap mereka.


Kiano pun melirik kearah gadis yang sedang melihat ke arah mereka dengan cemberut.


Tapi Kiano malah tergelak melihat gadis itu.


"Udah, kita keluar yuk!" Kiano menarik tangan Kayla dan membawanya keluar dari taman sekolah dan menuju parkiran, merka pun meminta ijin keluar.


Setelah mendapat ijin mereka pun segera meninggalkan sekolah.


*Bersambung.


**I LOVE U ALL***

__ADS_1


__ADS_2