CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
123.


__ADS_3

Kayla mengantar Kiano dikediaman nya, Kayla turun terlebih dahulu kemudian disusul oleh Kiano.


"Makasih ya calon mantu nya Ummi." ucap Kendra.


Kayla berlalu tanpa menghiraukan ucapan Kiano yang menurutnya semakin ngelantur.


Sepeninggalan Kayla, Kiano berjalan masuk kedalam rumah sambil bersiul dan tersenyum senang.


"Waah, yang baru pulang dari jalan-jalan sama Kak Kayla. Kemana aja tadi?" tanya Kirana pada Kakaknya Kiano.


"Berisik." jawab Kiano berlalu meninggalkan Adiknya yang kesal.


Saat ia berjalan menaiki tangga, Sarah menyapanya dan membuat langkahnya terhenti.


"Kamu dari mana aja Kiano." tanya Sarah.


"Jalan-jalan." jawab Kiano singkat dan melanjutkan langkahnya. Sarah menggeram menahan kesal, pasalnya ia sendiri melihat Kiano pulang bersama Kayla dengan mengendarai motor.


"Kamu ngapain disini?" tanya Kiano kembali memutar badannya.


"Tadi aku ikut Mama kamu pulang kesini." jawab Sarah, dan Kiano hanya ngatakan " Oh " saja.


Kiano pun melanjutkan langkahnya masuk ke kamarnya.


Sarah duduk di ruang keluarga menunggu Hummairah yang masih melaksanakan kewajibannya.


Sarah memperhatikan setiap sudut rumah, hingga ia terfokus pada dinding diruangan itu.


Sarah menatap photo keluarga yang beranggotakan lengkap. Ada Kiano dan adik-adiknya, serta kedua orang tuanya.


Mata Sarah tertuju pada wajah tampan Kiano dan Daddy nya.


"Pantas saja kamu tampan Kiano, ternyata Papa nya saja masih segagah ini." gumam Sarah.


"Assalammu'alaikum." terdengar suara dari arah luar, Sarah pun berjalan mengikuti sumber suara.


Mata Sarah membulat sempurna saat melihat sosok sempurna di hadapannya.


"Gue mengira Kiano adalah pria tertampan yang pernah gue liat, tapi melihat yang ada dihadapan gue sekarang, gue yakin dia adalah sosok sempurna dan impian setiap gadis muda seperti gue. Anaknya udah tiga, yang satu udah dewasa, tapi dia masih tampan dan gagah sampai sekarang." Ucap Sarah dalam hati saat melihat sosok Kendra yang baru saja pulang dari kantornya.


Kendra yang melihat orang asing berada di rumahnya merasa aneh dan bertanya.


"Kamu siapa?" tanya Kendra heran.


"Saya Sarah Om, teman nya Kiano waktu masih SMP dulu Om." Sarah menjelaskan.


Kendra mencoba mengingat.


"Oh kamu Sarah anaknya Rey ya?" tanya Kendra.


"Iya Om, itu saya." jawab Sarah senang sebab Kendra masih mengingatnya.


"Apa kabar Papa dan Mama mu, dan dimana mereka?" tanya Kendra.


"Papa dan Mama saya baik Om, dan mereka titip salam untuk Om."


"Terimakasih." jawab Kendra singkat.


"Mas, udah pulang." tiba-tiba Hummairah datang dan menghampiri Kendra.


"Urusan sudah selesai tidak ada perkerjaan lagi, makanya aku pulang." jawab Kendra.


"Mau mandi dulu?" tanya Hummairah pada suaminya.


"Ya udah ayo." ajak Hummairah.


"Kalau gitu Sarah pulang dulu ya Om Tante."


"Oh baiklah, terimakasih ya Sarah udah nemenin Tante belanja." ucap Hummairah.


"Sama-sama Tante, permisi ya Om." Sarah pun pamit pulang.


"Yuk, kita ke atas." ajak Hummairah, Kendra pun merangkul pinggang istrinya dan berjalan menaiki tangga.


"Kenapa kamu bisa sama dia sayang?" tanya Kendra.


"Tadi saat belanja gak sengaja ketemu, ya aku ajak sekalian main kerumah." jawab Hummairah.


Mereka pun kembali melanjutkan langkah mereka menuju kamar.




Kayla telah sampai dengan selamat dirumahnya, Kayla masuk kedalam kamarnya dan melempar tas dan kunci motor diatas tempat tidurnya.


__ADS_1


"Gue dikerjain sama Kiano, awas lu." gerutu Kayla kesal.



Mama Kayla masuk kedalam kamar dna melihat keadaan putrinya dan menghampirinya.



"Kamu kenapa sayang?" tanya Mama nya melihat wajah Kayla yang masam.



"Kay lagi kesal Ma." jawab Kayla.



"Sama Kiano?"



"Kok, Mama tau?"



"Siapa lagi yang bisa bikin kamu sekesal ini." Mama Kayla.



Kayla menghela napas panjang karena kesal.


Sedangkan Mama hanya tersenyum melihat tingkah putrinya.


Mama mendekati Kayla dan mengusap kepalanya dengan sayang.



"Sayang, jangan seperti itu. Kalau Mama lihat Kiano itu anak yang baik." bela sang Mama.



"Baik apa nya Ma, sudah berapa kali Kay setiap ketemu dia dibikin kesal." gerutu Kayla.



"Sayang, mungkin dia lagi cari perhatian kamu?" ujar sang Mama.




"Ya, mungkin dia suka sama kamu!" Mama menambahkan.



"Gak... gak.... gak.... Kay gak mau." jawab Kayla cepat.



"Jangan begitu sayang gak baik."



"Beneran Ma, Kay gak bakalam suka sama dia."



"Nanti kamu juga akan berubah pikiran jika sudah saatnya nanti." nasihat Mama kemudian keluar dari kamar Kayla.



Kayla mencerna setiap ucapan Mama nya, ia pun membayangkan jika sampai ia dekat dengan Kiano.


Kayla pun menghempaskan dirinya ditempat tidur.



\*\*\*\*\*\*\*\*\*\\\\\\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*



Kendra dan Hummairah sedang berendam didalam bath up, mereka sering melakukannya jika salah satu diantara mereka butuh menenangkan pikiran.



"Mas, bagaimana urusan perusahaan, apa sudah beres?" tanya Hummairah.


__ADS_1


"Semuanya sudah beres sayang, mereka telah ditemukan dan di tangkap." jawab Hummairah.



"Serius mas?" Hummairah membalik badannya menghadap Kendra.



Kendra mengecup hidung mungil milik istrinya, dan tersenyum.



"Iya. Tadi Ifan melaporkan bahwa polisi telah menangkap mereka di bandara, saat mereka akan melarikan diri." jelas Kendra.



"Jadi bagaimana dengan semua uang yang mereka larikan, apa polisi berhasil menemukan dimana mereka menyembunyikannya?" tanya Hummairah.



"Tidak sayang." jawab Kendra murung. " Uang itu telah habis mereka hamburkan." wajah Kendra terlihat sedih dan menyesal.



Hummairah tersenyum dan menarik suaminya kedalam pelukannya.


"Sudah mas, ikhlaskan saja. Anggap saja kamu sedang membersihkan harta kita, mungkin selama ini kita kurang sedekah." Hummairah mengelus punggung Kendra.


"Mas, harta itu hanya titipan. Kapan saja jika Allah ingin mengambilnya, Dia bisa melakukannya. Yang jelas kita harus selalu bersyukur dengan apa pun yang kita miliki sekarang, dan juga kita tidak boleh berprasangka buruk kepada Allah. Karena apa pun rencan Allah itu pasti yang terbaik untuk kita." Hummairah kembali mengecup kening Kendra.



Kendra tersenyum dan menarik Hummairah kedalam pelukannya, dan mengecup keningnya.



~~~~~~~~~~\\\\\\\~~~~~~~



Kiano tersenyum sendiri mengingat wajah kesal Kayla saat dia berhasil mengerjainya.



"Kayla, kenapa lu begitu membenci gue, disaat seluruh gadis suka menghabiskan waktu mereka di Mall dan tempat tongkrongan. Kamu lebih memilih asyik dengan dunia mu sendiri. Kamu berhasil membuatku penasaran Kay, semakin kamu membenci ku aku jadi semakin ingin dekat dengan mu." ujar Kiano.



Kiano mengambil ponselnya, dan membuka kontak kemudian mencari nama seseorang.


KAYLA, nama yang Kiano cari. Kiano kemudian melakukan panggilan untuk nama itu.



Tut.... tut.... tut....



Tidak ada jawaban dari seberang sana, berulang kali Kiano melakukan panggilan, tapi belum juga mendapat jawaban.


Hingga panggilan berikutnya, barulah terdengar jawaba dari seberang sana.



"Hallo...." terdengar suara jawaban dari sana.



Kiano diam sengaja tidak berbicara, ia terus saja mendengarkan suara Kayla.



"Mau ngomong gak, kalo gak aku tutup lho." ucap Kayla.



Kiano tersenyum mendengar omelan Kayla, Kiano makin terkekeh mendengar suara Kayla yang mulai jengkel.


Hingga akhirnya Kayla memutuskan panggilannya.



Kiano tersenyum dan menyimpan ponselnya di meja nakas, kemudian memejamkan matanya.



Bersambung

__ADS_1


__ADS_2