CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
92


__ADS_3

" Medinah kemari sebentar " Panggil Nanny.


Medina berjalan mendekati Nanny.


" Ada apa Nanny ? "


" Coba lihat ini. " Nanny menunjukan sesuatu di majalah.


" Apa ini ? " Medina bertanya bingung.


" Ini adalah contoh tema untuk wedding, kamu bisa pilih salah satu. " Nanny menjelaskan.


Medinah membolak balik halaman majalah itu.


" Nanny mendapat rekomendasi dari teman Nanny, dan dia bilang ini adalah Wedding Organizers terbaik di kota ini. Jadi kamu pikih salah satu nya untuk kamu dan Ilham nanti. " Nanny menjelaskan.


" Ini juga yang kami pakai untuk pesta pernikahan Kendra dan Hummairah kemarin. "


" Aku terserah Ilham saja Nanny, biar dia yang memutuskan "


" Tidak bisa begitu, kau juga harus ambil bagian. "


" Kalau begitu kita tunggu Ilham pulang saja Nanny. "


" Baiklah,,,, " Nanny cemberut.


Medinah kembali bermain bersama Kirana dan Kiano, sedangkan Hummairah membantu Mama di dapur.


Sore hari Ilham dan Kendra pulang.


Hummairah menyambut kedatangan suaminya, Kendra pulang langsung menuju kamar.


Hummairah mengikuti dari belakang, dan segera menyiapkan pakaian suaminya.


" Apa cerita hari ini ? " Tanya Kendra pada Hummairah.


" Seperti biasa, sibuk bersama dua buah hati ku. Saat mereka tidur aku membantu Mama di dapur dan menunggu kamu pulang " Jelas Hummairah.


Kendra mendekat dan memijat pundak Hummairah.


" Kamu pasti capek " Ucap Kendra sambil memijat pundak dang istri.


Hummairah tersenyum. " Kamu, apa cerita dikantor hari ini ? "


" Seperti biasa, setiap hari menghadap berkas dan laptop. " Cerita Kendra


Hummairah menarik tangan suaminya dan membawanya duduk.


" Sayang kamu tau gak, tadi Ilham cerita kalau keluarga Medinah itu rumit sekali "


" Rumit bagaimana ? " Tanya Hummairah


Kendra pun bercerita pada istrinya tentang obrolan nya dengan Ilham.


" Kasihan ya Medinah, bearti kita harus melindungi Medinah kalau begitu "


" Kamu benar,Ilham takut kalau saudara tiri nya itu berbuat nekat seperti Intan dulu. Kamu ingat ? "


Hummairah bergumam dan menganggukan kepala.


Setelah selesai bercerita panjang lebar, Hummairah dan Kendra pun turun kebawah.


Kendra segera bergabung dengan para lelaki, sedangkan Hummairah membantu menyiapkan makan malam.


*****


Rebeca kalang kabut mencari Jessica, Ia berusaha menghubungi Jey. Tapi tak pernah mendapat jawaban dari Jessica, bahkan nomor nya sudah tak aktif lagi.

__ADS_1


" Bagaimana ini, aku harus segera mencari dan menemukan Jessica. Kemana anak itu. "


Dikantor Samuel.


Zian masuk dan menemui paman nya.


" Gawat Paman " Zian yang tiba tiba masuk keruangan Paman nya.


" Ada apa Zian ? "


" Jessica kabur dari rumah "


" Apa ! " Samuel spontan berdiri dari duduknya.


" Ya Paman, tadi aku dapat laporan dari salah satu anak buah ku, bahwa mereka melhat Jessica dibandara. Jessica mungkin menyusul Ilham dan Medinah Paman. "


" Apa kau sudah memberitahu Ilham ? "


" Aku sudah mencoba menelpon Ilham, tapi Ia tidak menjawab, mungkin dia sedang sibuk "


" Kalau begitu kenapa kau tak menelpon Medinah ? "


" Baiklah " Zian pun mencoba menelpon Medinah


Namun tak ada jawaban " Paman, mungkin Medinah sudah tidur Paman. "


" Baiklah, nanati malam saja kamu menelpon nya. " Tampak gurat kecemasan di wajah Samuel. Ia begitu mengkhawatirkan putrinya.


Sementara itu, Jessica pergi menemui mantan suaminya dirumah nya.


" Mau apa kau datang lagi kemari ? " Tanya nya ketus.


" Aku kemari ingin meminta bantuan. "


" Setelah belasan tahun, kau baru ingat padaku, dan datang meminta bantuan "


" Jessica, kabur dari rumah " Ucap Rebecca memberitahu.


" Dia mungkin menyusul Medinah dan Ilham calon suaminya. "


" Apa maksudmu ? "


" Medinah akan menikah di akhri bulan ini, dan Jessica menyukai calon suami Medinah. "


" Jadi apa maksudmu datang kemari ? "


" Aku ingin meminta bantuan mu, untuk bersama sama membujuk Jessica pulang. "


" Bantuan ku ? " Alex tertawa lepas " Dimana suami yang dulu selalu kau banggakan ? " Tanya Alex mengejek.


" Dia sibuk, kau tau kan dia seorang pebisnis yang sukses. Jadi dia hanya menyuruh anak buahnya untuk mencari, dan aku juga mau kau turut membantu "


Alex tertawa lepas mendengar penjelasan dari mulut Rebecca.


" Kau kira aku akan percaya.... Aku tau dari dulu Samuel, tidak pernah mencintai mu dan tidak pernah menerima kau dan putri mu yang gila itu sebagai bagian dari diri nya. "


Kata kata Alex seakan menampar telak Rebecca. Apa yang dikatakan Alex memang benar ada nya, Sam memang tak pernah sedikit pun peduli pada Ia dan putrinya.


Sam hanya memperhatikan Medinah, walau secara tidak terlihat, tapi Sam selalu berusaha membuat Medinah tidak kekurangan satu apa pun. Walau Medinah di asuh dan di besarkan oleh pengasuh, tapi Sam selalu secara sembunyi sembunyi memberikan yang terbaik untuk putrinya.


Sam bahkan mengirim Medinah untuk masuk sekolah asrama saat Ia lulus sekolah di tingkat pertama, itu Sam lakukan agar Medinah terhindar dari Jessica dan dirinya yang selalu membuat Medinah memderita.


" Kenapa kau terdiam, apa yang aku katakan benar ? " Alex tersenyum sinis.


" Aku mohon Lex, aku tak tau lagi harus meminta tolong pada siapa "


" Tidak..... Aku tidak akan membantu mu "

__ADS_1


" Tidak...... Aku tidak akan membantu mu, aku masih mengingat setiap hinaan yang kau berikan saat kau menjadi istrinya Sam. Sekarang setelah sekian lama kau baru datang dan meminta bantuan ku ? "


" Tapi dia juga putri mu Lex "


" Aku tahu dia putri ku, tapi seandainya kau mengajari nya untuk dengan baik, mungkin dia tidak akan jadi seperti itu. "


" Lex, aku mohon "


" Sudah.... Sekarang segera tinggalkan rumah ku, aku sudah tidak mau lagi terlibat dengan urusan keluarga mu. Aku sudah memutuskan hubungan dengan mu saat kau menghina ku dulu. " Alex pergi meninggalkan Rebeca sendiri yang masih mematung.


Rebeca pun berjalan keluar meninggalkan rumah Alex, rumah yang dulu ia tempati.


******


Disebuah apartment.


Jessica tampak menatap photo Ilham berbagai ekspresi, yang Ia dapat dari anak buahnya yang Ia bayar untuk memata matai Ilham.


" Sebentar lagi, kamu dan aku akan bersatu Ham. Kamu hanya akan menikah dengan ku, bukan dengan gadis sialan itu " Jessica tertawa sambil merobek photo Medinah dengan menggunakan pisau.


" Aku heran, mengapa semua orang menyukainya. Padahal aku lebih baik segala galanya dari pada dia. Aku cantik, aku pintar, aku kaya, dan aku punya semua yang pria inginkan. Aku punya tubuh yang bagus, dan lebih menggairahkan dari pada dia, yang pasti setiap laki laki tidak akan pernah bisa menolak pesona ku. Tapi mengapa kamu harus menyukai dia Ham, mengapa ? "


Jessica kembali menatap photo Ilham yang tersenyum, Ia meraba photo tersebut membayangkan kalau Ia sedang membelai wajah Ilham.


******


Medinah mendapat telpon dari Zian.


" Hallo Kak... "


" ..... "


" Sebentar Kak, aku panggil Ilham dulu "


" ....... "


Medinah pun menghampiri Ilham.


" Kak Zian telpon, katanya ada hal yang mau di bicarakan. " Medinah memberikan ponselnya pada Ilham.


" Hallo Zian.... "


" ...... "


Ilham pun berjalan menjauh dari Medinah.


" Katakan ada apa ? "


" ....... "


" Benarkah, dia sudah berada disini. "


"..... "


" Kau tidak perlu khawatir Zian, aku akan menjaganya. Dan masalah Jessica, aku akan segera menyelesaikan nya. "


Ilham menutup telpon dan kembali menghampiri Medinah.


" Apa ada masalah ? "


" Tidak, Zian hanya bertanya kabar mu "


Ilham mengusap sayang kepala Medinah.


" Benarkah, kamu tidak sedang berbohong kan ? "


Ilham tersenyum dan mencubit hidung bangir Medinah.

__ADS_1


" Selama kau bersama ku, semua akan baik baik saja. "


Bersambung


__ADS_2