CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
110


__ADS_3

Kendra membawa keluarganya kembali kerumah nya, setelah urusan dikampung selesai. Ayah tampak terdiam selama perjalanan pulang, Kendra dan Hummairah saling berpandangan. Mereka tau Ayahnya sangat berat meninggalkan rumah itu, bagaimana pun juga rumah itu memiliki sejuta kenangan untuk Ayah.


Hingga tiba dirumah Ayah masih membisu, Kendra dan Hummairah memutuskan akan bicara pada Ayah besok, melihat kondisi Ayah yang tampak kelelahan selama perjalanan.


"Kamu liat Ayah tadi gak ? " tanya Kendra


"Iya, Ara jadi sedih mas, gak tega liat Ayah kayak gitu" jawab Hummairah sedih.


"Mau bagaimana lagi, kita gak mungkin biarin Ayah tinggal disana sendirian" jelas Kendra


"Iya si, tapi Ara tetap aja gak tega liat nya"


"Sudah, sekarang kita istirahat dulu besok kita coba bicara lagi sama Ayah, kita kasi Ayah pengertian lagi"


Hummairah mengangguk dan dan mulai memejamkan matanya.


Keesokan harinya Hummairah selesai menyiapkan sarapan.


Ayah keluar dari kamarnya, Hummairah tersenyum melihat Ayah berjalan menuju meja makan.


"Sarapan dulu Yah " ajak Hummairah


Ayah tersenyum


Hummairah pun segera mengambilkan sarapan untuk sang Ayah.


"Kendra mana nak, kenapa belum turun ? " tanya Ayah


"Ada Yah, sebentar lagi juga turun "


Tak lama kemudian Kendra Kendra keluar dari kamarnya, sambil menggendong Kirana.


"Eh,,,, udah bangun "Hummairah mengambil alih putrinya dari suaminya.


"Sarapan dulu mas"


Kendra tersenyum dan duduk di meja kemudian menyapa mertuanya.


"Selamat pagi Yah" sapa Kendra


"Pagi anak, ayo sarapan" ajak Ayah


Kendra segera berangkat ke kantor setelah selesai sarapan, Ia akan menghadiri rapat pagi ini, tetapi Ia akan mengantar Kiano kesekolah terlebih dahulu.


Setelah kurang lebih dua minggu Ia meninggalkan kantor dan menyerahkan semua tugas kantor kepada Ifan.


Tinggallah Hummairah bersama Ayah dan Kirana dirumah.


Setelah meletakan Kirana yang tertidur ke dalam boks nya, Hummairah perlahan berjalan mendekati sang Ayah.


"Yah, apa yang sedang Ayah pikirkan ? " tanya Hummairah


"Tidak ada nak" jawab Ayah tersenyum


"Ara tau ada sesuatu yang Ayah pikirkan"


Ayah meghembuskan nafasnya perlahan.


"Ayah sedang memikirkan rumah kita di kampung Ra"


Hummairah tersenyum, Ia sudah menduga kalau Ayahnya belum bisa menerima jika harus meninggalkan rumahnya.


"Ara tau Yah, tapi Ayah tidak perlu khawatir. Mas Kendra sudah menugaskan dua orang untuk merawat rumah kita"


"Siapa nak ? "


"Bude Ayu dan Bilal Yah, mas Kendra sendiri yang meminta mereka untuk tinggal dan merawat rumah kita. Dan Bilal, mas Kendra memintanya untuk mengurus ternak Ayah"


Ayah masih tampak bingung.

__ADS_1


"Ayah kan tau, bude Ayu dan Bilal hanya tinggal berdua, dan mereka hidup dengan mengontrak sebuah rumah yang kecil. Dengan penghasilan Bilal yang tidak tetap, mas Kendra memberikan pekerjaan untuk Bilal, agar mereka bisa hidup dengan baik " jelas Hummairah


Firman nampak mengerti jalan pikiran anak dan menantunya.


"Dan Ayah tidak perlu cemas dengan rumah kita, mas Kendra meminta bude Ayu untuk tingal disana agar ada yang merawat rumah kita. Jadi Ayah jangan khawatir lagi soal rumah kita, kapan pun Ayah ingin pulang dan Ara dan mas Kendra akan mengantar Ayah kesana " jelas Hummairah.


"Baiklah, Ayah tidak akan khawatir lagi. Ayah percayakan semuanya pada kalian berdua "


Hummairah tersenyum dan memeluk Ayahnya.


****


"Pa, Dinah mau ngomong sesuatu boleh " ucap Medinah dengan hati - hati.


"Kamu mau bicara apa "


"Pa.... Papa mau kan memaafkan Mama Rebeca "


Sam terdiam, senyum yang awalnya terpancar diwajahnya pudar.


"Pa, Dinah mohon lupakan semuanya. Kita mulai lembaran baru untuk keluarga kita Pa " Medinah


Sam masih membisu, tak berbicara sepatah kata pun.


"Pa, Dinah mohon kabulkan pemintaan Dinah. Selama ini Dinah tidk pernah meminta apa pun sama Papa, Dinah mohon kali ini Papa mendengarkan permintaan Dinah Pa. "air mata Medinah telah mengalir membasahi pipinya.


Ilham yang sedari tadi diam, mendekati istrinya.


"Saya memang tidak tahu apa yang terjadi dimasa lalu, tapi ada baiknya jika kita bisa untuk saling memaafkan, dan melupakan semuanya." ujar Ilham


Ilham membawa istrinya masuk kedalam kamar.


Diruang kerjanya, Sam tampak termenung memikirkan ucapan putrinya.


Ia masih belum bisa melupakan apa yang telah Rebeca lakukan pada keluarganya.


Sam masih belum yakin apa benar Rebeca sudah berubah, Ia akan menyelidikinya terlebih dahulu.


Sam segera menghubungi seseorang yang bekerja di penjara tempat Rebeca ditahan.


"Hallo, aku ingin kau membantu ku menyelidiki seseorang " ucap Samuel pada orang diseberang telpon.


"Katakan Tuan "


"Aku ingin kau mencaritahu sesuatu tentang Rebeca istri ku, yang aku dijebloskan ke penjara kemarin "


"Baiklah, akan saya cari tahu anda tidak perlu khawatir. "


"Baiklah, aku percayakan semuanya padamu. Laporkan apa pun tentang nya, sekecil apa pun itu. "


"Baik Tuan, saya mengerti "


"Baiklah sampai jumpa " Samuel menutup telponnya.


Ia kemudian keluar dari ruang kerjanya, Ia mendapati Ilham sedang mengambil segelas air.


"Belum tidur Ham " tanya Samuel


"Belum Pa. Medinah sering terbangun di tengah malam karena haus, jadi air putih harus selalu tersedia di kamar. "


"Ham, bisa kita bicara sebentar "


Ilham menganggukan kepalanya, Samuel kemudian membawa Ilham masuk kedalam ruang kerjanya.


"Duduklah Ham " Samuel mempersilahkan Ilham untuk duduk.


"Apa ada masalah Pa ? "


Samuel menarik napas kemudian menghembuskannya kasar.

__ADS_1


"Ada Ham, ini tentang permintaan Medinah."


"Permintaan yang mana Pa ? "


"Tentang Rebeca "


Ilham tamapkr mengerti arah pembicaraan ini.


"Jadi, apa Papa sudah memutuskan "


"Belum, aku masih mencari tahu tentang kebenaran, bahwa Rebeca sudah berubah"


"Pa, kalau Ilham boleh kasi saran, lebih baik Papa mendengarkan apa yang Medinah katakan. Pa, Mama Rebeca sudah berubah, seandainya saja Papa memberikannya kesempatan, dan mau menerima kehadirannya dalam hidup dan hati Papa. Ilham yakin Pa, Mama Rebeca tidak akan jadi seperti ini. Dan Ilham yakin, Medinah tidak akan diperlakukan seperti itu dahulu. Pa, coba Papa pergi menemui Mama Rebeca, Papa akan melihat dan mendengar sendiri pengakuan darinya "


Samuel tampak terdiam, menelaah setiap perkataan Ilham. Ada kebenaran dalam setiap perkataan menantunya itu, tapi Samuel sendiri masih belum yakin. Ia akan mencari tahu sendiri, Ia berencana untuk menemui Rebeca dipenjara.


Pagi ini Samuel akan pergi menemui Rebeca, Ia segera menelpon Zian.


"Zian, handle semua meeting pagi ini " ucap Samuel pada keponakannya sekaligus orang kepercayaannya.


"Baik Paman " jawab Zian tanpa membantah.


Samuel berjalan keluar dari kamarnya, di ruang makan Medinah dan Ilham telah menantinya untuk sarapan


"Sarapan dulu Pa " sapa Medinah


"Tidak sayang, Papa buru buru mau keluar kota untuk bertemu klien " Samuel berkata bohong pada putrinya.


Samuel memandang wajah Ilham, Ilham menganggukan kepala perlahan tanda mengerti, Samuel hanya tersenyum tipis.


Samuel kemudian berjalan keluar meninggalkan Medinah dan Ilham.


"Ayo bie sarapan " ajak Medinah


Ilham tersenyum dan memberikan piringnya pada Medinah.


******


"Mas, apa aku gak usah ikut aja ya " tanya Hummairah pada Kendra


"Kamu bintang nya, kalau kamu gak ikut jadi siapa yang akan jadi bintangnya " jawab Kendra


"Tapi mas, aku kasihan Ayah ditinggal bersama Kiano dan kirana "


"Kan ada pelayan yang akan melayani Kiano dan Ayah, dan juga ada suster yang akan jagain Kirana. Jadi apa yang kamu khawatirkan. "


"Tapi, kan pestanya pasti sampai malam kan. Kalau Kirana rewel bagaimana. "


Kendra menarik napas dan menghembuskan nya.


Kendra berjalan mendekati Hummairah, kemudian menangkup wajahnya.


"Sayang, kamu jangan khawatir aku yakin mereka gak akan nyusahin Kakeknya. " Hibur Kendra


"Tapi tetap aja aku khawatir mas. Atau kita bawa mereka ke mansion Kakek aja ya "


Kendra tersenyum lebar.


"Aku setuju sayang, ayo segera bersiap. Kita akan ke mansion Kakek sekarang.


*Bersambung


Hai.. Aku Icha Mawik


baca juga karya teman ku ya yang judulnya


**PERMAISURI MODEREN


bantu vote dan boom lima bintangnya ya***

__ADS_1


__ADS_2