CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
172. budayakan Like dan Komen happy reading.


__ADS_3

"Leon sini sayang, kita siap-siap kerumah Bunda." ucap Kayla pada putranya.


Putra Kayla kini telah berumur satu tahun, mereka akan mengadakan syukuran ulang tahun Leon Jihan dan Reno berencana merayakannya secara sederhana di sebuah restoran siap saji.


Kini Leon sudah bisa bejakan meskipun tertatih, Kayla selalu memperhatikan tumbuh kembang putranya. Dan selama satu tahun ini Kayla berhasil menyembunyikan identitas putranya, ia tidak mau jika sampai siapa pun merebut Leon darinya terutama keluarga Yan.


Kayla pun membawa putranya menuju ke kediaman Reno, semua telah menunggu mereka. Tiba disana Reno, Jihan, Soni, Wulan, dan Papa Kayla telah menunggu kedatangan Kayla dan putranya. Mereka pun berangkat menuju sebuah pusat perbelanjaan besar di kota itu.


Kayla terharu melihat kebahagian putranya, wajahnya tersenyum ceria. Ia berjanji akan memberikan yang terbaik untuk putranya.


.....


Rumah Kendra kedatangan tamu, sikembar Alif dan Alfian yang memutuskan untuk menghabiskan masa liburannya di rumah Daddy dan Ummi nya.


Dan Kiano di tugaskan untuk menjemput mereka di bandara.


Kiano juga mampir ke Mall milik Ummi nya, untuk mengambil laporan keuangan.


Tiba-tiba tidak sengaja Kiano melihat keluarga Kayla yang tampak sedang merayakan ulang tahun putranya.


Kaki Kiano pun ringan melangkah menghampiri mereka.


"Waah.... sepertinya ada yang ulang tahun ya?" ujar Kiano.


Semua sontak menoleh ke arahnya.


"Hai Ki... mari bergabung, ini Leon lagi ultah. Kebetulan ada rejeki ya kita ajak kesini." ucap Jihan.


Kiano tersenyum. "Terima kasih Mbak, aku lagi buru-buru soalnya lagi ditungguin Daddy di rumah. Lagi pula ada si kembar menunggu di bawah."


"Alif dan Alfia ada disini Ki?" tanya Kayla.


"Iya Kay, selama liburan mereka akan disini." Kiano terdiam sejebak. " Baiklah, aku permisi dahulu Kasian si kembar jika harus menunggu lebih lama lagi."


Kiano berjalan mendekati Leon. "Hai... selamat ulang tahun ya!"


Leon hanya tersenyum ke arah Kiano.


"Putra mu lucu Kay.." puji Kiano.


"Putra mu juga tidak kalah tampan, aku yakin dia akan seperti Papa nya nanti." ucao Kayla.


Kiano hanya tersenyu. "Baiklah, aku permisi." Saat Kiano akan melangkah pergi, tapi Kayla menghentikannya.


"Baiklah, salam untuk keluarga mu." ucap Kayla.


Kiano pun melangkahkan kakinya meninggalkan Kayla dan keluarganya, kemudian kembali menghampiri si kembar yang telah lama menunggu.


....


"Aku mau menemui wanita itu, berani-beraninya dia menipu dan membohongi keluarga Yan. Dia pikir dia aku akan melepaskannya setelah dia menyembunyikan semua rahasianya, tunggu saja aku pastikan aku akan merebut kembali apa yang menjadi milik ku, milik keluarga ku. Siapkan tiket pesawat untuk ku, aku akan langsung menemuinya." ucap Nyonya Yan, setelah menerima kabar dari orang suruhannya, yang selama ini ia suruh untuk mengawasi Kayla dan keluarganya.

__ADS_1


Nyonya Yan berang setelah tahu Kayla dan keluarganya membohonginya, Kayla selalu mengatakan kepada setiap orang jika Leon adalah anak dari Kakak nya.


Nyonya Yan berencana akan merebut Leon dari tangan Kayla, sebab Leon adalah penerus garis keturunan dari keluarganya. Ia juga selalu mengamati gerak gerik Kayla dan keluarganya. Ia akan menemui Kayla seorang diri, dan tidak akan memberitahukan masalah ini pada Kai Zhou. Ia akan memberitahukan jika Leon sudah berada ditangannya.


.....


Kiano telah tiba dirumah bersama si kembar, mereka menghambur kedalam rumah saat melihat Kirana dan Fachri sedang berbincang.


"Naaaaa..." teriak Alfian dengan suara cemprengnya memanggil Kirana.


Kirana dan Fachri segera menoleh ke arah suara, mata Kirana membulat saat melihat Alfian menghampirinya.


"Jangan peluk gue oke.... kita bukan anak kecil lagi." tolak Kirana saat Alfian ingin memeluknya.


"Lho... kenapa Na, bukan nya kita sepupu ya?"


"Fi, kita memang sepupu. Tapi apa kamu ingat Mama dan Papa, kita tidak boleh bersentuhan yang bukan mahram kita. Termasuk Ummi, Kirana, Kanayah, dan Kak Zavira." jelas Alif.


Kirana menganggukan kepalanya pada Alif, yang terlihat lebih dewasa dari Alfian.


"Baiklah, terserah... Tapi Na, apa dia calon suami kamu." tanya Alfian mulai dengan kejahilannya.


"Kalau iya kenapa?" ucap Kirana ketus, Kirana tahu Alfian mulai akan menjahilinya.


Alfian mendekati Fachri yang masih diam dan tersenyum memperhatikan ulah mereka.


"Lumayanlah... Tapi masih cakepan aku kemana-mana." Alfian pun tergelak, sembari berlalu pergi meninggalkan mereka.


"Jangan didengerin Kak, dia memang aneh." ucap Kirana.


"Iya, aku tau." jawab Fachri


"Maaf ya, saudara ku memang suka begitu. Kita belum berkenalan, nama ku Alif dan yang tadi adalah saudara kembarku Alfian nama nya." Alif mengulurkan tangannya ke arah Fachri.


Fachri tersenyum dan menyambut uluran tangan Alif. "Aku Fachri."


Mereka pun terlibat pembincangan hangat, ternyata Alif dan Fachri mempunyai hobi yang sama yaitu otomototif. Kirana pun meninggalkan Fachri dan Alif, dan masuk kedalam bergabung bersama Ummi nya dan Zavira yang sedang bermain bersama Zaki.


"Fachri udah pulang Na?" tanya Ummi nya.


"Belum... tuh lagi ngobrol sama Alif." jawab Kirana.


Hummairah pun ber oh ria dan kembali melanjutkan aktivitasnya bermain bersama cucu nya.


Tidak lama kemudian Fachri dan Alif masuk menghampiri mereka.


"Mi, Fachri pulang dulu ya." ucap Fachri pamit.


"Lho, emang udah ngobrolnya?" tanya Hummairah.


"Ini mau lanjutin lagi sambil jalan." jawab Fachri.

__ADS_1


"Maksudnya?" tanya Hummairah.


"Mau ngajakin Alif ke gudang." jawab Fachri.


"Gudang?" Hummairah makin tambah bingung.


"Udahlah Mi biarin aja, awas aja sampai dia nyasarin Alif." ucap Kirana.


"Apa sih.. gak lah." jawab Fachri.


"Ummi Alif ikut Kak Fachri ya." ucap Alif berpamitan.


"Iya sayang, hati-hati ya Nak. Fachri ingat jagain adek nya." ucao Hummairah memberi Fachri peringatan.


Fachri menganggukan kepalanya, kemudian memberikan kode pada Kirana.


"Mi, Nana keluar ya." Kirana pun berjalan mendahului mereka.


"Aku ke bengkel dulu ya." pamit Fachri.


"Awas ya kebut-kebutan lagi." ujar Kirana dengan mata melotot.


Fachri tersenyum sembari menggaruk kepalanya. "Iya sayang." jawab Fachri menggigit bibirnya sendiri sembari menatap Kirana.


"Kenapa gigi bibir gitu?" tanya Kirana heran.


"Memang kenapa, gak boleh? Mau gigit bibir kamu juga belum boleh kan?" goda Fachri.


"Ish... apa sih?" ucap Kirana


Fachri terkekeh. "Ya udah, aku pulang ya. Assalammu'alaikum." Fachri masuk kedalam mobilnya setelah Alif datang menghampirinya.


Mereka pun bergegas meninggalkan kediaman keluarga Kendra.


....


Beberapa hari kemudian, Kayla kedatangan tamu yang tidak pernah ia duga.


Kayla hari ini tidak pergi bekerja, dan memutuskan untuk tinggal dirumah dan bermain bersama putra semata wayangnya.


Ting... Tung...


"Lee.. jangan kemana-mana ya, Ibu buka pintu dulu." ucap Kayla pada putranya.


Kayla pun beranjak dari duduknya dan segera membuka pintu.


Ceklek...


Seketika mata Kayla membulat sempurna, mulut Kayla menganga.


"Anda?" tanya Kayla spontan.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2