CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
72


__ADS_3

Hummairah telah tiba di kediaman Malik, semua orang telah menunggu kedatangannya.


Kendra menggendong tubuh istrinya , membawanya naik keatas menuju kamarnya.


Kendra meletakkan dengan hati hati tubuh istrinya.


Setelah semuanya siap, Medinah dan Ilham keluar dari kamar dan bergabung diruang tengah.


Kakek mengajak semua orang masuk kekamar nya untuk berbicara.


" Bagaimana bisa Hummairah berada dirumah sakit Ham ? " Tanya Nanny


" Itu yang tahu hanya Medinah Ma, lebih baik langsung bertanya padanya " Ilham


Semua menatap Medinah,


Medinah pun menceritakan kronologi kejadiannya, sedetil detilnya..


" Jadi, dimana Vans saat ini ? " Tanya Mama


" Pasti baru pulang dari beli obat. " Medinah sedang menahan senyum


" Maksud mu ? " Tanya semua serentak


" Aku mengerjainya " Medinah masih menahan senyum


" Cepat jelaskan, kamu mengerjainya ? " Tanya Ilham.


" Ayolah, aku hanya memberinya sedikit pelajaran. " Ucap Medinah sudah tidak tahan dengan ulahnya. Ia pun kembali bercerita tentang Ia mengerjai Vans.


Semua tersenyum mendengar cerita Medinah.


Karena sudah pagi Mama pun mengajak semua untuk sarapan.


" Ayo kita sarapan dulu, setelah itu kita temui Kendra diatas. " Ucap Mama yang sudah selesai menyiapkan sarapan pagi.


Diantara mereka yang berbahagia, terdapat juga mereka yang tidak senang dengan kembalinya Hummairah.


Christine dan Olivia kembali kekamarnya.


" Bagaimana ini tante, apa yang harus kita lakukan ?"


" Dimana kamu Vans ? " Christine sedari tadi mencoba menghubungi Vans tapi tidak tersambung.


Hummairah mengerjapkan matanya, karena cahaya matahari yang menembus dari sela sela kamarnya. Ia menatap sekelilingnya, saat ingin menggerakkan tangannya, Ia melihat seseorang tertidur disampingnya.


Hummairah menatap wajah itu, wajah yang terlelap disampingnya sambil menggenggam tangannya.


Hummairah mengusap wajah itu, wajah yang selama ini dirindukannya siang dan malam. Wajah yang selalu tergambar di matanya setiap saat.


Kendra tersadar dari tidurnya, karena merasa usapan di pipinya. Ia pun membuka matanya perlahan, dan memandang istrinya yang telah membuka mata.


" Kamu udah bangun sayang ? " Tanya Kendra tersenyum.


Hummairah tersenyum sebentuk kristal bening sudah mengalir di ujung matanya.


Kendra berdiri dari duduknya, dan duduk kembali disamping Hummairah kemudian membawa tubuh istrinya kedalam pelukannya.


Tangis Hummairah pun pecah, Ia menumpahkan semua rasa yang ada di hatinya dalam tangisnya.


" Sudah ya, sudah cukup nangisnya. " Kendra mengendurkan pelukannya, dan mengusap air mata Hummairah. Kemudian kembali memeluknya.


Lama mereka berpelukan, menuntaskan kerinduan yang tersimpan di hati mereka.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.

__ADS_1


Tok... Tok.... Tok...


Kendra melepaskan pelukannya, dan bergegas berjalan menuju lemari untuk mengambil jilbab untuk istrinya.


Setelah Ia memastikan istrinya menggunakan jilbab nya dengan benar, barulah Ia membuka pintu.


Ceklek....... Pintu terbuka


" Apa Dia sudah bagun ? " Tanya Nanny


Kendra mengangguk dan membuka pintu lebih lebar.


Semua masuk, Medinah langsung memeriksa kondisi Hummairah.


" Selamat pagi, bagaimana. Ada keluhan ? " Tanya Medinah


Hummairah hanya menggeleng dan tersenyum.


" Kamu sudah baik baik saja Nak, " Tanya Kakek


" Ara baik Kek, " Jawab Kendra


Hummairah masih menatap wajah wajah sekelilingnya satu persatu.


" Bagaimana keadaan kamu sayang " Tanya Mama langsung duduk disamping Hummairah.


Mama menggenggam tangan Hummairah, kemudian memeluk menantunya. Tangis Hummairah kembali pecah, semua yang berada dikamar itu terharu.


Satu persatu memeluk Hummairah, Medinah pun dapat menyimpulkan betapa semua orang dirumah ini begitu menyayangi Hummairah.


Tiba tiba


" Ummi.... " Seseorang memanggil Hummairah, Ia pun menoleh kearah sumber suara.


Isak tangis Hummairah kembali saat Ia melihat Kiano putranya.


" Maaf Tuan, dibawah ada orang orang dari kepolisian " Ucap Sakinah


Semuanya terkejut, Kendra menatap Ilham memberi kode. Dan Ilham pun paham.


" Kamu tunggu disini ya " Uacp Kendra pada istrinya, Ia mengelus kepala Hummairah dan mengecupnya.


" Sakinah temani Nyonya disini, Ham ayo.... " Kendra berjalan keluar dari kamar menuju kebawah.


Sakinah menemani Hummairah dan Kiano, sementara yang lain ikut turun bersama Kendra.


" Selamat pagi Tuan Kendra " Ucap salah seorang perwira tertinghi itu.


" Pagi, silahkan duduk " Jawab Kendra, dan semua pun duduk bersama.


" Kami kemari ingin meminta keterangan dari Dokter Medinah "


" Silahkan " Jawab Kendra


Medinah pun menceritakan kembali kronologi kejadiannya kepada polisi, disana juga hadir Cristien dan Olivia. Mereka terdiam mendengar penuturan dari Medinah, ada rasa geram dihati Cristien setelah mendengar keterangan yang Medinah tuturkan.


" Terimakasih kasih Dokter Medinah atas keterangan anda, dan kami juga akan meminta keterangan dari saudara Viktor. " Ungkap Polisi itu.


" Jadi Viktor sudah siuman ? " Tanya Mama


" Iya, Nyonya. Kami hanya menunggu waktu sampai keadaan saudara Viktor stabil "


" Syukurlah, cepat segera proses Pak, kami semuanya menyerahkan kepada pihak yang berwajib. " Nanny geram


" Kalau begitu kami permisi dulu, selamat siang "

__ADS_1


" Mari saya antar kedepan " Ucap Ilham


" Semoga masalah ini cepat selesai, kasihan menantu Mama, kelihatanya masih syok " Ucap Mama lirih


" Mari kita sama sama bantu Hummairah melewati ini semua, Dia bukan hanya memantu kita, Dia adalah putri kita. " Ucap Kakek


Kendra tersenyum mendengar penuturan Kakek,


" Kendra bisa Tante bicara sama kamu sebentar ? Ucap Cristien tiba tiba


Semua saling berpandangan heran, tapi akhirnya Kendra pun mengiyakan.


" Kekamar Tante saja Kendra, " Cristien berjalan menuju kamarnya.


" Mama dan Nanny akan menemani Hummairah diatas, ayo Nanny. " Mama mengajak Nanny.


" Kalau begitu, aku permisi deh Tante. Mau pulanh istirahat, soalnya hari ini masih dinas malam " Medinah undur diri


" Kenapa tidak istirahat disini saja sayang, tu diatas dikamar Ilham " Ucap Nanny


" Tidak Nanny, terimakasih saya akan pulang ke kost saja. " Tolak Medinah


" Tidak apa apa sayang, kamu bisa pakai kamar Ilham diatas " Mama menambahkan


" Terimakasih sekali, tapi saya benar benar mau pulang. Soalnya mau nyuci baju heheheee "


Nanny dan Mama tersenyum mendengar pengakuan Medinah.


" Baiklah, hati hati dijalan sayang " Nanny memeluk dan mencium Medinah. Dan Mama juga melakukan hal yang sama.


Medinah merasa senang berada ditengah tengah keluarga ini.


Medinah pun keluar meninggalkan kediaman keluarga menuju kost nya.


Dikamar Cristien tampak sedang berdiskusi dengan Kendra dan Olivia.


" Kendra apa kamu yakin, ini semua perbuatan Vans ? Kamu tidak curiga gitu, dengan seseorang yang baru kamu kenal " Ucap Cristien


" Maksud Tante siapa "


" Si Medinah, ya kamu pikir aja dari mana Dia tau kalau yang membawa Hummairah itu adalah Vans, sedangkan Dia kan gak pernah kenal sama Vans. Ketemu sama Vans pun Dia gak pernah " Cristien membuat alibi


" Lagian Kendra, Dia itu siapa siapa si ? Bukan siapa siapa kan ? " Olivia menambahkan


" Dia itu sama Ilham sama, sama pengeretan harta keluarga terutama harta Kakek kamu " Cristien berapi api


Kendra hanya tersenyum mendengarnya.


" Kalian manggil aku kesini cuma mau bilang itu ? " Tanya Kendra " Gak penting " Kendra berjalan keluar.


" Sebentar Kendra, ada yang Tante mau omongin sama kamu. " Cristien menahan lengan Kendra " Kamu duduk dulu "


" Tante mau ngomong apa ? " Tanya Kendra


" Ini masalah Vans, kamu gak akan masukin Vans kepenjara kan ? " Tanya Cristien


" Maksud Tante ? "


" Masalah ini jangan diperpanjang ya Kendra, kamu kan tau, mungkin Vans hanya bercanda... "


" Apa ? Bercanda Tante bilang, perbuatan Vans itu kriminal Tante. Dia menculik, menyekap, dan memukul orang hingga koma " Jelas Kendra


" Tapi kan kamu bisa menangguhkan nya kan ? Tante mohon sana kamu Kendra, Dia putra Tante... "


" Viktor juga anak Tante, apa Tante peduli padanya ? Menjenguknya kerumah sakit pun Tante gak pernah sekali pun. " Ungkap Kendra kesal " Aku akan tetap memproses masalah ini hingga tuntas, aku tidak mau ada korban lagi. " Kendra pun keluar meninggalkan Cristien dan Olivia yang terdiam.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2