CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
133.


__ADS_3

M*ylove


"pesawat ku akan berangkat pukul 8 besok pagi."


Mylove


"Ki, plis jangan kayak gini. Aku janji jika ada waktu libur, aku yang akan mengunjungi mu."


Mylove


"Ki, kamu masih marah? Aku lepas landas 30 menit lagi*."


Dan masih banyak lagi pesan yang dikirim oleh Kayla untuk Kiano, selain pesan Kayla juga menelpon Kiano berulang kali, tapi Kiano tidak pernah menjawab panggilannya.


Kayla benar-benar berhasil membuat Kiano murka, tidak hanya membalas pesan menjawab telpon pun Kiano tidak mau.


Kiano sudah tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi sifat Kayla yang seperti selalu membuatnya kesal.


Sudah beberapa kali Kayla selalu mengatakan akan mengunjunginya jika ada waktu senggang, tapi jika sudah pada waktunya ia selalu saja membatalkan nya dengan alasan tiba-tiba ada kuliah tambahan atau lain sebagainya.


Kiano benar-benar kecewa dengan perubahan sikap Kayla sekarang, terlebih saat kehadiran Kai Zhou. Entah mengapa sedari pertama kali Kayla memperkenalkan Kai Zhou pada Kiano, ia sudah merasa bahwa Kai Zhou tidak sebaik yang Kayla ceritakan. Tapi Kiano selalu memberikan kesempatan pada Kayla, dan selalu memaafkan setiap kesilapan yang Kayla perbuat.


Tapi kali ini Kiano benar-benar sudah jenuh dengan semua keadaan antara ia dan Kayla, tapi jika Kiano mengingat kembali bagaimana perjuangannya untuk dapat menaklukkan hati Kayla, Kiano segera mengurungkan niatnya.


Kiano begitu sangat menyayangi gadis yang telah mengisi hati dan pikirannya selama beberapa tahun ini, apalagi seluruh anggota keluarga juga sudah merestui hubungan mereka.


Kiano mengehela napas panjang dan kesal, ia menatap layar ponselnya. Ada puluhan panggilan tidak terjawab dan ratusan pesan dari Kayla.


Fachri masuk kedalam kamar Kiano untuk berpamitan padanya, Fachri akan pulang ke rumahnya hari ini.


"Ki, aku pamit ya." ucap Fachri.


"Kamu jadi pulangnya?" tanya Kiano.


"Iya, kamu mau ikut?" tanya Fachri.


Kiano tampak berpikir sesaat. "Baiklah, aku ikut. Aku juga ingin tau daerah mu." Kiano beranjak dari duduknya dan segera menyiapkan keperluan dan keperluannya selama disana.


Setelah berpamitan kepada Ummi nya Kiano dan Fachri pun segera berangkat kerumah Fachri. Mereka pergi menggunakan mobil Kiano, dan Fachri yang mengendarai mobilnya.


......


Sudah beberapa hari Kayla tiba di Jepang, ia baru saja pulang dari kampusnya dan ia segera menuju kos-an nya dan beristirahat. Kayla masih dipusingkan dengan ngambek nya Kiano, dan sampai saat ini Kiano belum juga membalas telpon dan pesan darinya.


"Terimakasih Kai Zhou, sampai ketemu di kampus lusa nanti." ucap Kayla yang segera turun dari taxi yang mereka tumpangi dari bandara.


"Kamu tidak mau mentraktir ku kopi Kay?" tanya Kai Zhou yang turun dari taxi.


"Ini sudah malam Kai, nanti saja saat di kampus. Aku janji akan traktir kamu kopi." ujar Kayla.


"Ayolah Kay, aku ingin sekali mampir di tempat mu." Kai Zhou membayar taxi nya. Supir taxi itu pun segera berlalu meninggalkan mereka.


Kayla sebenarnya ingin menolak, ia benar-benar lelah beberpa hari ini. Lelah setelah pertengkarannya dan Kiano, serta lelah dengan semua kegiatan kampus, dan kantornya. Kayla saat ini magang di perusahaan milik keluarga Kai Zhou, berkat rekomendasi dari Kai Zhou lah ia bisa diterima magang di perusahaan besar milik keluarga Kai Zhou.


"Kayla kamu melamun?" Kai Zhou membuyarkan lamunan Kayla.


"Ada apa Ki?" Kayla salah menyebut nama Kai Zhou.


Wajah Kai Zhou mengeras saat Kayla salah menyebut namanya. Tapi dengan segera mengubah ekspresi wajahnya di depan Kayla.

__ADS_1


"Kai Zhou Kay, bukan Kiano. Kenapa kamu masih saja memikirkan pria yang sama sekali tidak menghargai keberadaan kamu. Kenapa Kay, kamu tidak pernah menghargai seseorang yang selalu ada untuk kamu, tapi kamu masih saja memikirkan orang yang sama sekali tidak peduli dengan mu." Kai Zhou murka.


"Maafkan aku Kai, aku belum tidak bisa." jawab Kayla.


"Kamu bisa Kay, hanya kamu tidak pernah mau mencoba. Kamu selalu memikirkannya siang dan malam, tapi sebaliknya apa kamu pernah sedikit saja membuka pikiran kamu. Apa dia disana juga memikirkan kamu, itu Amerika Kay, gadis cantik disana banyak tidak mungkin Kiano tidak tergoda salah satu diantara mereka . Dan Kiano berwajah tampan, jadi tidak mustahil kalau tidak ada yang tertarik padanya." Kai Zhou mendekati Kayla. "Cobalah mengerti Kay, lupakan dia dan cobalah menata kembali hidupmu. Dan tatap masa depanmu, raih cita-cita mu. Buat orang tua mu bangga pada usaha mu." lanjut Kai Zhou.


"Aku capek Kai, aku amu istirahat. Selamat malam." dengan langkah gontai Kayla melangkahkan kakinya menuju kosan nya dan masuk tanpa menoleh kebelakang lagi.


Sampai didalam kamar kosan nya, Kayla menghempaskan tubuhnya dia atas kasurnya.


Kayla meraih ponselnya, dan memeriksa benda pipih pemberian kekasihnya saat mereka merayakan ulang tahunnya.


Kayla menatap wallpaper ponselnya. Air mata Kayla tanpa rasa mengalir di pipinya, ia mengingat apa yang Kai Zhou katakan padanya tentang Kiano.


Kayla percaya Kiano bukan pemuda seperti yang Kai Zhou, ia juga yakin Kiano masih menjaga hati dan cintanya hanya untuk dirinya.


Kayla pun akhirnya tertidur setelah puas menumpahkan semua rasa di hatinya dengan menangis.


......


Sudah dua hari Kiano berada di rumah milik orang tua Fachri, tapi selama disana belum pernah sekali pun Kiano bertemu Mama dari Fachri.


Papa Fachri sudah pensiun, dan menikmati masa pensiunnya dengan safari keliling dunia.


"Sepi ya Ki?" tanya Fachri tertawa.


"Gak juga, tapi disini tenang. Sepertinya gue bakalan betah berlama-lama disini." ujar Kiano.


"Masih memikirkan masalah kemarin?" tanya Fachri memberanikan diri.


Kiano menghela napas sendu. "Sampai sekarang gue belum menghubunginya." Kiano kembali menghela napas kasar kembali.


"Aku bingung, aku sudah beberapa kali memberikannya kesempatan dan ini terus terulang kembali." jelas Kiano.


"Cobalah kembali menghubunginya, siapa tau dia lagi menunggu kabar dari kamu." ucap Fachri sambil berlalu meninggalkan Kiano sendiri yang masih berdiri di balkon rumahnya.


Kiano terdiam sejenak, dan mencoba mencerna perkataan Fachri.


Kiano pun mengambil ponselnya, dan mengirim pesan pada Kayla.


*Me


"Sorry .... I LOVE U "


send*


Kiano kini hanya tinggal menunggu balasan dari Kayla.


.......


Kirana sedang bersiap untuk pulang setelah selesai seleksi perlombaan Wu Shu, Kirana berhasil menjadi perwakilan dari sekolahnya untuk berlomba melawan sekolah seluruh Indonesia.


Saat Kirana melangkahkan kakinya keluar dari gedung sekolah menuju parkiran motor, suara ponsel Kirana menerima notifikasi pesan. Pesan dari Fachri, Kirana tersenyum tipis.


Mr. Cool


"*Hai.... gimana, lulus gak?"


Me

__ADS_1


"Yup... lulus dong, hehehe.."


Mr. Cool


"Alhamdulillah.... kapan perlombaannya?"


Me


"Dua minggu lagi."


Mr.Cool


"Oke.... lagi dimana?"


Me


"Di parkiran, mau pulang."


Mr.Cool


"Oh, oke, hati-hati. Kasi tau kalau udah sampai ya!"


Me


"Oke.... bye*"


Kirana menyimpan ponselnya kedalam tas, menyalakan motornya dan segera melaju meninggalkan halaman sekolah dan kembali kerumah.


......


Kayla baru tiba di kost an, ia segera mandi dan membersihkan diri.


Selesai mandi, seperi biasa Kayla selalu memeriksa kembali pekerjaannya di rumah.


Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel Kayla. Kayla pun segera membuka dan melihat isi pesan.


Lovely


"Sorry.... I LOVE U"


Kayla tersenyum mendapat pesan dari Kiano, Kayla segera membalas pesan Kiano.


*Me


"Love U Too"


Me


"I am Sorry*...."


Me


"Aku janji saat ada waktu aku akan mengunjungimu.


I love u...."


Kayla pun menyimpan kembali ponselnya di atas nakas samping tempat tidurnya.


Kayla kini lega, hubungannya dan Kiano kembali membaik.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2