
Kirana sedang berada di butik langganan Mama Fachri.
"Setelah ini kalian berdua harus menemui photografer, untuk melakukan preewed."
"Iya Ma..."
"Setelah menikah kalian akan honeymoon kemana?" tanya Mia.
"Fachri sih terserah Kirana aja." jawab Fachri
"Kamu mau kemana sayang?"
"Masih belum kepikiran mau kemana Ma." jawab Kirana.
"Bagaimana kalau ke Coloradi, disana banyak keluarga Mama. Kamu pasti betah disana."
"Liat nanti deh Ma." putus Kirana.
"Sudah selesai?" tanya Fachri.
"Iya udah." jawab Kirana.
"Kita mau langsung pulang, atau mau mampir kesuatu tempat?" tanya Fachri lagi.
"Mama mau langsung pulang aja, kamu mau mampir kerumah dulu sayang?" tanya Mia.
"Tentu Ma, Kirana akan mampir kerumah. Soalnya Fachri mau ambil barang yang ketinggalan." ucap Fachri.
"Tapi pulang nya temini ke toko buku ya Kak?" pinta Kirana.
"Iya dear.." jawan Fachri lembut.
"Ayo kita pulang." ajak Mia.
....
Dikediamannya, Hummairah sedang bersiap untuk ikut bersama Kendra kejamuan makan malam di hotel miliknya.
"Sudah siap sayang?" tanya Kendra sembari memeluk istrinya.
"Sedikit lagi." jawab Hummairah yang sedang merapikan jilbabnya.
Kendra masih melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.
"Mas, gimana mau selesai kalau kamu begini." ucap Hummairah yang mencoba melepaskan diri.
Kendra tersenyum dan terus saja menggoda istrinya.
"Mas..."
"Aku pengen lagi." bisik Kendra.
"Jangan macam-macam Mas, ini udah jam berapa nanti kita terlambat." elak Hummairah.
"Aku akan main cepat."
"Gak ada!" tolak Hummairah tegas.
"Sayang... aku lagi pengen."
"Nanti aja."
"Aku maunya sekarang."
"Gak ada... ya udah aku udah siap, ayo kita barangkat." ajak Hummairah menarik tangan Kendra.
"Kamu tega sayang,,, si Unyil udah bangun lho, mau nemuin Li Mey."
"Nanti aja Unyi ketemu sama Li Mey." Hummairah menarik tangan suaminya dan keluar dari kamarnya.
"Ummi dan sama Daddy udah mau pergi?" tanya Kiano yang duduk di ruang keluarga bersama anak dan istrinya.
"Iya.... kamu hati-hati dirumah." ucap Hummairah.
"Daddy...." Kiano memberikan kode pada Daddynya.
Kendra hanya menggelengkan kepalanya. Hummairah yang melihat langsung menatap curiga.
"Ada apa? kenapa kalian saling melempar pandangan."
"Gak da apa-apa Mi." ucap Kiano
"Beneran?"
"Iya Mi." jawab Kiano.
Hummairah menyipitkan matanya curiga.
"Ayo sayang kita berangkat sekarang."
Kendra dan Hummairah pun berangkat menuju hotel untuk memenuhi undangan.
....
__ADS_1
Fachri dan Kirana tiba disebuah Mall, mereka berdua masuk ke sebuah toko buku. Setelah memilih dan mendapatkan apa yang ia cari, Kirana pun segera mengajak Fachri kembali kerumah.
Fcahri dan Kirana berjalan mengitari Mall, dan melewati TimeZone. Tiba-tiba sebuah suara menggemaskan terdengar memanggil Fachri.
"Daddy..." ucap suara itu.
Fachri dan Kirana menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah suara itu berasal.
Mata Fachr dan Kirana manangkap sosok kecil yang berada ditaman bermain.
"Andrew." ucap Fachri kemudian menatap Kirana yang sama terkejutnya.
"Dia kok ada disini Kak, apa Mama nya juga ada disini?" tanya Kirana heran.
"Apa yang harus kita lakukan dear?"
"Kita samperin dia Kak." ujar Kirana berjalan mendekati Andrew.
Fachri mengikuti Kirana dari belakang, hingga tiba di tempat Andrew, dan sebelum masuk Fachri dan Kirana di tahan oleh penjaganya.
"Maaf anda mau kemana?"
"Kami ingin menjemput keponakan kami Pak." jawab Kirana.
"Siapa?"
"Itu yang pakai kemeja biru, nama nya Andrew." jawab Kirana lagi.
Petugas itu tidak percaya begitu saja, ia pun segera memanggil Andrew untuk mendekat.
"Daddy..." seru Andrew pada Fachri.
Kirana memberi kode pada Fachri untuk mengikuti rencananya.
"Andrew... kamu kenal mereka?" tanya petugas itu pada Andrew.
"Iya... ini Daddy Andrew." jawab Andrew sembari memeluk Fachri.
"Kami tidak bohongkan Pak!" seru Kirana.
"Tapi Kalian bilang tadi ini keponakan kalian." ucap petugas itu lagi.
"Andrew ini tidak memiliki Ayah, jadi dia menyebut Pamannya Ini Daddy." jelas Kirana.
"Baiklah." jawab petugas.
Kirana dan Fachri pun membawa Andrew duduk di dalama area bermain anak tadi.
"Andrew... kamu ke sini sama siapa?" tanya Kirana lembut.
"Sekarang Mommy nya dimana?" tanya Kirana lagi.
Andrew menggeleng. "Tante aku lapar."
Fachri dan Kirana saling berpandangan.
"Tante akan bawa kamu makan, tapi kamu jawab dulu dimana Mommy kamu?"
"Aku gak tau..." jawabnya sembari menggelengkan kepalanya.
"Mommy selalu menitipkan aku disini seharian."
Fachri dan Kirana begitu terkejut saat mendengar penuturan anak kecil dihadapan mereka.
"Andrew lapar tante, Daddy. Dari pagu Andrew hanya minum air putih yang dikasi Kakak penjaga tadi."
"Aku akan meminta ijin pada petugas tadi untuk membawa Andrew pulang dear." ucap Fachri beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati penjaga tadi.
Setelah berdiakusi panjang, akhirnya Fachri diperbolehkan membawa Andrew kembali. Fachri juga memberikan kartu namanya pada petugas tadi.
"Gimana?" tanya Kirana pada Fachri yang berjalan mendekatinya.
"Iya... kita bisa membawa Andrew dear." ujar Fachri.
Kirana mengangguka dan segera berdiri.
"Ayo sayang." ajak Kirana.
"Kita mau kemana Tante?" tanya Andrew lagi.
"Kita akan pulang, tapi sebelumnya kita akan cari makan dulu untuk kamu?" jawab Kirana.
"Bener Tante." serunya penuh semangat.
Kirana mengangguk dan tersenyum.
Fachri dan Kirana pun membawa Andrew pergi dari pusat perbelanjaan tersebut dan kembali ke rumah.
"Kamu langsung antar Nana pulang kerumah aja Kak."
"Lho kamu gak mau kerumah dulu nganterin Andrew dear?"
"Gak usah... kan kamu ada."
__ADS_1
"Gak bisa, pokoknya kamu harus ikut nganterin dia setelahnya baru aku anterin kamu." protes Fachri.
"Terserahlah..." jawab Kirana.
Mobil mereka pun melaju menuju ke kediaman keluarga Fachri.
.....
Kiano kembali menggoda Zaki putranya.
"Daddy... jangan ganggu Mommy." teriak Zaki
"Ini Mommy nya Daddy." seru Kiano memeluk Zavira dan menciumnya.
"Huuaaaaaaa..." tangis Zaki pun pecah.
"Mas.. udah dong kasian Zakinya." ucap Zavira sembari memeluk putranya.
"Mommy... usir Daddy keluar dari kamar." rengek Zaki.
"Iya sayang... anak Mommy yang paling tampan, jangan nangis laginya." pujuk Zavira.
"Anak Mommy yang paling tampan,,,, tapi cengeng."
"Mommy..." Zaki kembali meraung.
"Maaas..." seru Zavira mulai kesal.
"Sorry sayang..." Kiano pun mencium kening dan pipi istrinya kemudian keluar dari kamarnya.
Tidak lama kemudian Zavira dan Zaki pun keluar dari kamarnya.
"Daddy.. kita pergi sekarang." ajak Zaki.
"Pergi kemana?" jawab Kiano cuek.
"Ke Mall Daddy." seru Zaki.
"Gak mau... kan tadi kamu gak mau berbagi Mommy nya sama Daddy." rajuk Kiano.
"Daddy... itu Mommy nya Zaki, Daddy cari sendiri Mommy Daddy sana."
"Daddu boleh cari Mommy lagi?" tanya Kiano dengan senyum lebar.
"Iya boleh..."
"Bener ya, kalau Mommy yang ini marah kamu yang tanggung jawab ya."
"Mommy gak akan marah, kan itu Mommy nya Zaki."
"Sayang..... " panggila Kiano pada istrinya.
Zavira berjalan mendekati anak dan suaminya.
"Ada apa Mas?" tanya Zavira lembut.
"Ini Zaki bilang dia nyuruh aku nyari Mommy baru, kira-kira kamu ngijinin gak?" tanya Kiano.
"Cari sana... cari yang bisa masak, yang yang bisa nyuci, yang rajin, yang bisa ngurusin segala keperluan kamu, jadi aku gak perlu panggil pembantu lagi." jawab Zavira.
"Itu kamu nyariin Mommy baru, atau nyari pelayan sayang?"
"Iya sekalian untuk pelayan dirumah."
"Tapi kalau bobok nya tetap sama kamu ya." pujuk Kiano mencolek bahu Zavira.
"Tidurnya juga sama dia, aku tidur sama Zaki aja."
"Boboknya tetap ama kamu."
"Gak boleh.... ayo sayang, kita pergi berdua aja." Zavira memimpin tangab Zaki dan berjalan menuju kelura.
"Sayang kamu mau kemana?" seru Kendra menatap istri dan anaknya berjalan menuju pintu.
"Mau cari Daddy baru, yang lebih tampan dan kaya. Yang penting gak suka bikin rusuh dirumah."
Mata Kiano membulat dan segera mengejar istrinya.
"Jangan sayang.... gak boleh, kamu sama aku aja." ujar Kiano.
"Lha... kan kamu bilang tadi mau nyari Mommy baru, jadi aku mau nyari Daddy baru juga. Kan kita impas."
"Gak sayang.. aku kapok, gak akan gitu lagi. Aku janji, aku gak akan ngomong gitu lagi.
Zavira menyembunyikan senyumnya, namun segera kembali mengubah ekspresi wajah nya.
"Minggir, aku mau pergi."
"Kamu mau kemana? kan aku udah minta maaf, dan gak akan nyari Mommy baru."
"Aku mau bawa Zaki main ke Mall, siapa tau ketemu Daddy baru di jalan."
"Gak boleh.... Aku akan ikut kamu, bentar aku ambip kunci mobil." Kiano pun berlari naik ke atas mengambil kunci kemudian turun kembali menghampiri anak dan istrinya. Mereka pun berangkat bersama-sama.
__ADS_1
bersambung