CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
192.


__ADS_3

"Sekarang katakan Luna, kalian mau ke mana?" tanya Kirana.


Kirana membawa Luna dan putranya untuk makan siang bersamanya, sebenarnya Fachri kurang setuju dengan ide Kirana, ia lebih memilih diam dan menikmati makan siangnya dari pada mengurusi Luna dan putranya.


"Aku tidak tau lagi harus kemana Kirana, semua orang tidak mau menerima ku. Lucas sendiri pun telah mencampakan aku."


Kirana menghela napas panjang. " Bagaimana kalau kalian ikut tinggal lagi dirumah "


"Apa dear? kamu bilang apa barusan?" tanya Fachri.


"Nana akan membawa Kirana ikut pulang dan tinggal sama kita."


"Kalau itu aku tidak setuju."


"Kak, kasian mereka."


"Dear, kamu masih ingat apa yang mereka lakukan pada kita?"


"Kak, Nana udah melupakannya."


"Kamu mungkin bisa melupakan dan memaafkannya, tapi aku tidak. Aku tidak akan menerima dia kembali kerumah, tidak akan."


"Aku hanya ingin kembali ke rumah orang tua ku." sela Luna.


"Dimana tempat tinggal orang tua mu?" tanya Kirana.


Luna pun menceritakan tempat dimana dia berasal, dan Kirana pun membujuk Fachri agar mau mengantarnya. Tapi Fachri tetap dengan keras hati menolak itu semua. Fachri sudah terlanjur benci pada Luna, Kirana telah mencoba berbicara pada Fachri. Akhirnya Fachri setuju Luna pulang menggunakan kendaraan umum, dan atas permintaan Kirana Fachri juga memberikan uang untuk ongkos dan bekalnya di perjalanan.


Kirana dan Fachri akhirnya mengantarkan Luna ke stasiuan.


"Terima kasih Kirana, aku tidak tau bagaimana harus membalas kebaikanmu."


"Jadilah baik, itu saja sudah cukup bagiku."


"Baiklah, aku berjanji padamu. Setelah ini aku akan berubah, aku akan memulai segalanya dari awal, dan aku akan membesarkan Andrew."


"Aku pegang janji mu, aku mau nanti saat kita bertemu lagi. Kamu sudah menjadi Luna yang baru."


"Aku janji."


Fachri menatap dua wanita itu tanpa ikut campur urusan mereka.


......


"Sayang... Kira-kira adeknya Zaki udah jadi belum ya?"


Zavira menatap suaminya aneh.


"Kamu kenapa lagi Mas? kamu sakit?"


"Aku sehat sayang."


"Lalu kenapa kamu bikin pertanyaan kayak gitu?"

__ADS_1


"Aku cuma mau tau, kira-kira adeknya Zaki udah jadi apa belum."


"Kalau udah kenapa?"


"Kalau udah... bearti aku tokcer, baru sekali main bisa langsung jadi. Contohnya Zaki, cuma sekali kan aku nyenggol kamu, eeh... si Zaki muncul. Hebat kan aku?"


Zavira memutar matanya kemudian menggelengkan kepalanya.


"Aku mau, yang ini juga gitu. Tapi kalau belum jadi..."


"Kalau belum jadi kenapa?"


"Kita proses lagi."


"Gak... nanti aja, gila apa masa iya harus setiap malam."


"Gak apa-apa, biar cepat jadinya."


"Gak... nanti aja, aku masih capek. " Zavira pun meninggalkan suaminya dikamar, ia lelah meladeni permintaan aneh Kiano.


"Kenapa lagi menantumu sayang?" ucap Kendra saat melihat Zavira turun dengan wajah ditekuk.


"Palingan dijahilin suaminya lagi."


"Kiano masih suka gitu?"


"Ya masih lah Mas, kamu yang udah tua gini aja masih suka jahilin aku. Apa lagi Kiano."


Hummairah tersenyum menutup mulutnya.


"Iya... aku tau kamu hebat."Hummairah enggan berdebat lagi.


Kiano turun dan menghampiri Ummi dan Daddynya di ruang tengah.


"Ada yang liat istri Kiano gak?" tanya Kiano kepada Ummi dan Daddynya.


"Istri kamu kabur, dia udah empet liat kelakuan kamu."


"Mas... ucapan itu doa lho."


"Tau Daddy nih, doain itu yang baik Dad."


"Habisnya kelakuan kamu masih jahil kayak anak kecil."


"Kan ikutan Daddy." jawab Kiano terkekeh.


"Eh... gomong-ngomong si bontot kemana ya, kok gak keliatan." tanya Kiano.


"Kamu tau sendiri adik kamu yang satu itu, kalau udah pulang kerumah ya pasti di kamar dan tidur." jawab Ummi Hummairah.


"Kiano penasaran, si Kanayah udah punya pacar apa belom sih?"


"Gak ada pacar-pacaran, gak boleh." sambung Ummi cepat.

__ADS_1


"Gak pacaran juga Mi, maksud Kiano yang suka sama Kanayah, atau sebaliknya."


"Iya juga ya Ki, gimana tipe cowok yang disukai Kanayah." Kendra terkekeh.


"Pasti gak ada." jawab Kiano cepat.


"Jahat kamu Ki, kita mana tau kalau misalnya ada yang langsung datang kerumah. Terus ngelamar Kanayah." jawab Ummi Hummairah.


"Betul Mi." sambung Zavira yang sudah ikut duduk disamping suaminya.


"Kalau ada Kiano bakal traktir Ummi sama Zavira liburan ke rumah Opa uyut." jawab Kiano.


"Serius ya?" ucap Hummairah dan menantunya.


"Iya, Kiano serius."


"Kok Daddy gak disertain?"


"Daddy gak boleh ikutan."


"Kenapa?"


"Daddy udah banyak duit, Daddy kan boss."


"Siapa bilang, Ummi kamu tuh yang boss nya. Daddy kan kerja sama dia."


"Serius Dad... kok Ummi gak bilang."


"Untuk apa, gak penting juga. Tugas Ummi itu cuma ngurus keluarga." elak Ummi Hummairah.


"Iya cuma ngurus keluarga dan nerima laporan keuangan kemudian memeriksanya." sambung Daddy Kendra.


"Gitu Mi." tanya Kiano penasaran.


"Ah... udah jangan di bahas." tutup Ummi Hummairah.


"Assalammu'alaikum." ucap Kirana dan Fachri yang baru tiba.


"Waalaikumsalam." jawab mereka bersamaan.


"Sayang.... Ummi kangen sekali sama kamu. Kamu baik-baik aja kan?" sambut Ummi Hummairah pada putri dan menantunya.


"Alhamdulillah Nana dan Kak Fachri baik Mi." Kirana berjalan mendekati Daddynya, mencium tangan kemudian masuk kedalam pelukan Daddy nya.


"Lagi bahas masalah apa? pada kumpul semua." tanya Fachri.


"Lagi bahas masalah janji Kiano yang mau traktir Ummi dan Zavira ke rumah Opa uyut." jelas Hummairah.


"Oh ya... dalam rangka apa?"


Hummairah pun menceritakan semuanya hingga Kirana dna Fachri tersenyum, mereka juga membayangkan seperti apa jika memang ada pemuda yang melamar Kanayah.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2