CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
162.


__ADS_3

Kai Zhou berhasil menemukan Kayla, ia menunggu saat Kayla pulang dari tokohnya, dan mengikutinya.


Sesaat Kayla tiba dirumahnya, terdengar suara bel rumahnya.


Kayla pun segera membuka pintu, dan mata Kayla membulat saat melihat siapa yang datang.


"Kau... mau apa kau kemari?" tanya Kayla yang mencoba menutup pintunya kembali.


Tapi tenaga nya kalah kuat dari Kai Zhou, pria itu pun berhasil menerobos masuk kedalam rumah.


"Dengarkan dulu penjelasan ku Kay." pinta Kai Zhou


"Penjelasan apa lagi, tidak ada yang perlu dijelaskan sebab diantara kita sudah tidak ada apa-apa lagi. dan sebaiknya kamu pergi dari sini."


"Kay, aku mohon tenangkan dirimu. Pikirkan kandungan mu jika kamu bersikapa seperti ini." pujuk Kai Zhou.


Kayla pun mengatur napasnya dan mencoba tenang.


"Kay, aku hanya ingin bertanya padamu. Apa benar janin yang kau kandung adalah anak ku, buah cinta kita saat di Jepang dulu." tanya Kai Zhou lembut.


Kayla masih enggan membuka mulutnya.


"Kay, aku tidak akan merebutnya, bayi ini milikmu. Aku hanya ingin jawaban yang pasti darimu, apa benar ini anak ku." tanya Kai Zhou lagi sembari mengelus lembut pipi Kayla.


Dengan air mata yang telah mengalie, Kayla pun perlahan menganggukan kepalanya.


Kai Zhou tersenyum.


"Kay, aku akan menanggung hidupmu dan bayimu, anak kita. Kau tidak perlu bersusah payah bekerja lagi, aku akan mencukupi semua keperluan kalian."


"Bagaimana dengan istri dan anak mu, serta Ibu mu jika mereka tau kalau kau punya anak lain diluar?" tanya Kayla.


"Aku tidak akan memberitahu mereka masalah ini, aku akan merahasiakan masalah ini dari mereka." Kai Zhou memeluk tubuh wanita yang hingga sampai saat ini masih mengisi relung hatinya.


Sebenarnya Kai Zhou sangat mencintai Kayla, tapi karena pengabdiannya kepada sang Ibu, ia pun harus mengorbankan cintanya dan mengikuti kemauan wanita yang telah melahirkannya itu.


Kai Zhou pun pamit undur diri, ia berjanji akan kembali datang untuk mengunjungi Kayla.


......


Salim mengantar Kirana pulang ke asramanya, setelah mereka makan malam dirumah nya. Kirana disambut hangat oleh keluarga Salim, terutama Ummi nya.


Dikeluarga mereka Salim merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang merupakan anak laki-laki semua.


Mereka pun tiba memasuki halaman asrama, setelah mengisi laporan Kirana pun diperbolehkan masuk kembali.


"Terimakasih ya Ki, kamu udah mau menerima undangan makan malam bersama keluarga ku." ucap Salim saat Kirana akan masuk kedalam asrama.


"Sama-sama." jawab singkat Kirana.


"Kirana, boleh aku ngomong sesuatu?"


Kirana pun menghentikan langkahnya.


"Setelah makan malam tadi, aku sudah memutuskannya dan akan mengatakan nya sekarang." Salim menarik napasnya. "Aku menyukai mu Kirana, aku akan segera membawa kedua orang tua ku untuk menemui orang tua mu, untuk melamar mu."


Kirana terdiam, ia tiba-tiba tidak bisa berkata apa-apa, ia masih terkejut dengan pernyataan Salim barusan.


"Kirana kamu mau kan, jadi pendamping hidupku menjalani kehidupan bersama ku, menjadi makmum ku, dan Ibu dari anak-anak ku."


"Salim, maaf untuk saat ini aku belum...." Kirana tidak bisa melanjutkan kata-kata nya.


Salim tersenyum. "Aku tau, kamu pasti terkejut dan mengapa harus secepat ini aku mengatakan ini. Tapi aku jujur Kirana, aku menyukai kamu pada saat pertama kali aku mengenalmu, dan sejak saat itu aku sangat takut untuk kehilangan mu."


Kirana masih membisu, ia masih tidak bisa menjawab pertanyaan Salim.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang, aku akan memberikanmu waktu untuk memikirkannya. Dan dalam waktu dekat aku akan membawa orang tua ku menemui orang tua mu, untuk berkenalan. Baiklah, aku akan pamit pulang, sampai jumpa besok."


Salim pun meninggalkannya dan Kirana pun berjalan masuk kedalam asrama, sampai didalam kamarnya pun Kirana masih memikirkan ucapan Salim.


Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana ini." gumam Kirana.


Sesaat kemudian ponsel Kirana berdering dan tertera nama di ponselnya, Mr. Cool.


"Assalamualaikum Kak." ucap Kirana menyapa.


"Waalaikumsalam, lagi apa Na?"


"Baru pulang makan malam sama...." Kirana tidak melanjutkan ucapan nya.


"Makan malam sama siapa Na?"


"Sama... Salim Kak." jawab Kirana jujur.


Fachri terdiam, Kirana tahu pemuda itu berusaha menahan amarahnya.


"Maaf Kak, aku...." Kirana terdiam setelah mendengar penuturan Fachri.


"Gak apa-apa Na, yang penting kamu mah jujur sama aku." Fachri menghela napasnya. "Oh ya Na, minggu depan aku pulang ke Indonesia. Dan rencananya kedua orang tua ku ingin menemui Ummi dan Daddy mu."


Kirana terdiam, ia pun teringat akan perkataan Salim yang juga berencana menemui Ummi dan Daddy nya.


"Na, kamu masih disana kan?" tanya Fachri.


"Eh.. iya Kak, maaf aku melamun." jawab Kirana.


"Ngelamunin apa Na? Aku ya?" goda Fachri.


Kirana terkekeh. "Lagi apa Kak?" tanya Kirana.


"Tumben nanya, udah mulai ada perhatian sama aku nih?" goda Fachri.


"Iya.... iya maaf, aku lagi di kantor, dan bentar lagi mau istirahat siang."


"Oh.. ya udah deh, kamu istirahat dulu. Aku juga mau istirahat udah malam soalnya."


"*Oh ya udah deh, kamu istirahat ya. Tidur, dan jangan lupa.. mimpiin aku ya!" ujar Fachri.


"Kak*...."


Terdengar kekehan Fachri dari seberang sana.


"Udah dulu ya Kak."


"Bentar Na....." tahan Fachri.


"Ada apa Kak?" tanya Kirana heran.


"I love u.." ucap Fachri tertawa.


"Hemmm... kirain, udah ya assalamualaikum." tutup Kirana." yang tersenyum.


.....


Kiano telah kembali ke Swiss, sementara Zavira tetap bersama Ummi dan Daddy nya.


Hummairah baru pulang dari mengantarkan menantunya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan rutin.


"Mi, kita mampir kesananya, Vira laper." ucap Zavira menarik tangan mertuanya dan mengajaknya masuk kesebuah food court.


Hummairah hanya mengikuti menantunya.

__ADS_1


"Ummi nunggu disini ya." ucap Hummairah lembut.


Zavira pun melangkahkan kakinya, dan mulai memilih yang ia inginkan.


Hummairah duduk menunggu, hingga ia dikejutkan seseorang yang menyapa nya.


"Ummi.." sapa Kayla.


Hummairah terkejut melihat kehadiran Kayla dihadapannya.


"Kay, kamu ada disini?" tanya Hummairah.


"Iya Mi, Kayla memutuskan untuk pulang ke Indonesia." jawab Kayla.


Hummairah tersenyum, dan sekali lagi ia tersenyum saat memperhatikan fisik Kayla.


"Kay, kamu...."


"Iya Mi...." jawab Kayla menunduk.


"Selamat ya Kay, Ummi senang liatnya." ucap Hummairah tulus.


Saat mereka asyik berbincang, Zavira mengejutkan nya.


"Ayo Mi, pulang." ajak Zavira dengan tangan yang penuh tentengan.


"Sayang, ini banyak sekali. Kamu mau buka toko." ucap Hummairah heran.


Zavira tersenyum manis. Hummairah hanya menggelengkan kepalanya. Kayla memperhatikan sosok Zavira yang sangat dekat dengan Hummairah, Kayla menebak inilah istri Kiano. Kayla memang pernah melihat istri Kiano, tapi hanya di televisi dan belum pernah melihat secara langsung.


"Oh ya, sayang kenalin ini Kayla teman sekolah nya Kiano dulu. Kayla kenalin ini menantu Ummi, istrinya Kiano." ucap Hummairah memperkenalkan mereka.


"Hai..." sapa Zavira ramah sembari mengulurkan tangan.


Kayla hanya tersenyum datar melihat perhatian Hummairah pada Zavira, ia pun menyambut uluran tangan Zavira.


"Zavira juga sedang hamil muda Kay, makanya lagi ngidam-ngidam nya." ucap Hummairah.


"Berapa bulan Ummi." tanya Kayla menatap perut Zavira yang masih rata.


"Jalan dua bulan Kak. Boleh kan aku memaanggil mu Kakak?" tanya Zavira polos.


Kayla mengangguk dan tersenyum.


"Kiano ada dimana Ummi?" tanya Kayla.


"Kiano masih di Swiss, sebenarnya istri nya juga ikut kesana. Berhubung Zavira lagi ngidam dan gak mau lihat Kiano, ya mereka terpakasa mereka terpisah dulu." tutur Hummairah.


"Sayang." sapa seseorang dari arah belakang Hummairah.


"Daddy..." ucap Zavira.


"Mas kok ada disini?" tanya Hummairah dan mencium tangannya, diikuti oleh Zavira.


"Lagi meeting disini. Eh, ada Kayla juga, apa kabar Kay?" tanya Kendra ramah.


"Baik Om." jawab Kayla singkat.


"Kamu belanja apa sayang?" tanya Kendra kepada istrinya saat melihat belanjaan yang mereka tenteng.


"Bukan aku yang belanja, tapi menantu kesayangan kamu nih!" seru Hummairah.


Kendra menggelengkan kepalanya.


"Dirumahkan rame Dad, kita bisa makan sama-sama nanti." jawab Zavira.

__ADS_1


Kayla memperhatikan interaksi antara mertua dan menantu didepan nya ini. Betapa beruntungnya Zavira mendapatkan mertua seperti Hummairah dan Kendra, Zavira juga mendapat curahan kasih dan sayang dari keluarga suaminya. Seharusnya semua itu miliknya, tapi karena kebodohan nya, ia harus menerima nasib seperti ini.


Bersambung


__ADS_2