
Pagi ini seperti biasanya Hummairah menyiapkan semua keperluan putranya sendiri, karena hari ini Sakinah tidak ada dirumah.
Saat Hummairah menyuapi anaknya ditaman belankang rumah, tiba tiba Viktor menghampiri nya.
" Selamat pagi kakak ipar, " Sapa Viktor
" Selamat pagi "
" Hai jagoan ? " Viktor menyapa Kiano
Kiano hanya tersenyum dengan mulut penuh makanan.
Viktor ikut duduk di kursi sebelah Kiano.
" Kakak Ipar, dimana pengasuh Kiano ? " Tanya Viktor membuka pembicaraan.
" Maksudmu Sakinah ? "
" Oh.. Namanya Sakinah. Dimana Dia ? "
" Dia hari ini kuliah "
" Dia masih kuliah ? "
" Ya, Dia memang masih melanjutkan pendidikannya. Dis bekerja untuk membiayai kuliahnya. "
" Menarik sekali. " Viktor tersenyum dan pergi meninggalkan Hummairah di taman.
Selepas makan malam, semua penghuni mansion masuk ke kamarnya masing masing. Hummairah pun telah berada di kamarnya, Ia masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.
Ponsel Hummairah berdering, panggilan vidio tertera nama " Daddy " Hummairah menjawab panggilan itu.
" Assalamualaikum, " Ucap Kendra memulai pembicaraan
" Waalaikumsalam " Jawab Hummairah tersenyum.
" Apa kabar ? "
" Alhamdulillah, aku baik. Kamu sendiri bagaimana ? "
" Aku juga baik. " Kendra terdiam menatap wajah cantik istrinya yang saat ini tidak menggunakan penutup kepalanya.
" Kenapa ? " Tanya Hummairah memecah kebisuan Kendra.
Kendra menggelengkan kepala.
" Dimana Kiano ? "
" Sudah tidur dikamar nya. "
" Kamu baru pulang ? " Tanya Hummairah yang melihat wajah lelah suaminya.
Kendra menganggukkan kepalanya, dan tersenyum.
" Pergilah mandi, makan dan segera istirahat. Kamu sepertinya lelah sekali. " Ucap Hummairah
" Aku memang lelah dengan pekerjaan disini, tapi aku lebih lelah jika harus berjauhan dari keluarga. Terutama kamu dan Kiano. "
Hummairah tersenyum
" Kenapa tersenyum ? Apa aku lucu ? "
Hummairah kembali tersenyum, kemudian Ia mengikat rambutnya keatas. Kendra menatap dalam wajah istrinya, matanya yang teduh dapat menenangkan pikiran orang yang melihatnya. Hidung yang mancung berukuran kecil yang selalu Kendra gigit jika Ia sedang gemas kepada istrinya, pipi yang selalu merah merona pada saat Kendra memuji dan merayu nya. Bibir yang tipis yang saat ini Kendra rindukan untuk mengecupnya.
Pikiran Kendra terbang jauh, ingin rasanya saat ini Ia terbang pulang dan berada disisi istrinya.
" Hei.... Melamun ? " Ucapan Hummairah memecah khayalan Kendra.
Kendra tersenyum.
" Setelah urusan disini selesai aku akan pulang "
" Lalu ? "
" Aku akan menyelesaikan masalah kita. "
" Masalah kita ? "
" Ya, masalah kita. Kamu mau kan nunggu aku pulang ? "
" Setelah kamu pulang kamu mau apa ? "
__ADS_1
" Kamu lihat saja, aku ada kejutan untuk mu. "
" Aku tunggu. " Ucap Hummairah tersenyum
" Hei,, aku serius.. "
" Iya, aku tau... Sudah selesai ? "
" Kenapa ? Kamu udah ngantuk ? "
Hummairah mengangguk
" Baiklah, selamat istirahat "
" Kamu juga, ingat jaga pola makan dan cukup istirahat ya. Jangan sampai terlalu lelah. "
" Siap Nyonya Kendra "
Hummairah tersenyum
" Daddy kangen sama Ummi " Ucap Kendra tiba tiba
Senyum di wajah Hummairah memudar, Hummairah menundukkan kepalanya.
" Mi, Ummi kangen gak sama Daddy ? "
Lama Hummairah terdiam.
" Mi, kamu dengarkan ? "
" Besok lagi ya, aku capek banget seharian ini diajak Kiano main. "
" Tunggu Mi, please jawab sekali aja " Kendra memohon
Hummairah menarik nafasnya kemudian menghembuskan perlahan. Hummairah menatap wajah di layar ponselnya, dan menjawab pertanyaan suaminya dengan anggukkan kepala dan tersenyum.
" Baiklah, selamat malam. Mimpiin Daddy ya "
Hummairah kembali tersenyum dan mengangguk.
" Love U " Ucap Kendra mengakhiri percakapannya.
Hummairah kembali terdiam. Beribu pertanyaan berada dalam benak nya.
Memikirkan semua itu membuat mata Hummairah mengantuk, kemudian Ia pun tertidur.
Hari ini Papa pulang dari luar negeri, semuanya menyambut dengan suka. Tapi tidak dengan Papa, Ia pulang dengan perasaan kesal. Terlihat dari wajahnya.
Papa membawa seseorang.
" Vans, " Ucap Cristien melihat sosok yang berada di belakang Papa.
" Mom... " Ucap Vans
" Sebaiknya kau didik anak mu dengan benar Cristien, agar Dia tidak membuat malu keluarga. " Ucap Papa kesal
" Ada apa ini ? Tanya Kakek. " Ayo duduk, kita bicara pelan pelan. Kita semua ini keluarga. " Tambah Kakek.
Semuanya duduk di ruang tengah.
" Kalian semua tau, kenapa aku bisa pulang bersama si brengsek ini ? " Ucap Papa kesal " Dia sedang pesta di sebuah restoran mewah, tapi apa kalian tau, Ia tak membawa uang satu sen pun. Ketika aku tanya, Ia ternyata kalah taruhan. Ia berjudi. "
" Tidak, itu tidak mungkin " Bela Cristien pada anaknya
" Kamu boleh tak percaya pada ku, tapi kau boleh tanyakan pada anak kesayangan mu. Itu pun kalau Dia berani bicara jujur. " Jawab Papa yang sudah tak.bisa lagi menahan amarahnya.
" Apa itu benar Vans ? "
" Tidak Mom, Vans dijebak oleh orang. "
" Benarkah, hanya Ibu mu yang memperkaya ucapan mu. " Jawab Papa yang pergi meninggalkan ruang keluarga.
Mama mengikuti Papa dari belakang
" Sudahlah, semuanya kembali ke pekerjaan kalian masing masing. " Perintah Kakek Mereka pun membubarkan diri.
" Maaf Tuan Malik " Cristien menahan tangan Kakek yang akan pergi. " Apa Vans juga boleh tinggal disini ? Saya janji Dia tidak akan membuat ulah yang macam macam. " Pinta Cristien
" Baiklah, selama Dia tidak membuat onar silahkan. Tapi jika dia melanggar, kau tau apa yang harus kau lakukan terhadap anak mu. "
Kakek kemudian meninggalkan ruangan.
__ADS_1
Cristien membawa Vans masuk ke kamarnya.
" Apa yang kau lakukan Vans, kenapa bisa terjadi.
" Mom, ini semua salah mu. Pergi meninggalkan aku dan Daddy ditengah usaha Daddy mengalami kebangkrutan. " Ucap Vans menjelaskan.
" Tapi kan tak seharusnya kau berjudi. "
" Aku hanya mencoba peruntungan, kalau aku berhasil, aku akan menggunakan uangnya untuk membantu Daddy. "
" Sudah jangan bahas masalah itu lagi. Kita sudah disini, jadi kita nikmati saja semua yang ada disini. "
" Kau memang pandai Mom, aku akan betah disini. Sebab aku tak perlu capek bekerja banting tulang untuk makan, semuanya sudah tersedia. " Vans menyeringai licik.
Hari menjelang sore, Hummairah baru tiba di rumah. Ia melihat Kiano sedang bermain bersama Sakinah ditaman. Tapi Hummairah juga melihat seseorang bersama mereka, Viktor juga berada disana dan bermain bersama Kiano.
Melihat Ibunya Kiano berlari menghampiri Hummairah. Sakinah segera berdiri menghentikan kegiatannya. Viktor pun salah tingkah, setelah melihat Hummairah.
" Ummi... " Kiano melompat memeluk Hummairah.
" Udah mandi ? Tanya Hummairah pada si buah hati. Kiano mengangguk. " Pergilah bermain lagi, Ummi mau mandi gerah. " Ucap Hummairah yang melepas pelukan dan menurunkan Kiano dari gendongan nya.
" Pantesan asem " Ucap Kiano berlari
Hummairah terkejut dengan ucapan putranya, mulutnya menganga, kemudian menggelengkan kepala.
Hummairah naik ke kamarnya, tak sengaja Ia berpas pasan dengan Vans.
Vans takjub melihat wajah Hummairah, Ia sampai melongok. Hummairah merasa asing segera masuk kedalam kamar dan mengunci pintu.
" Siapa gadis cantik itu, tidak mungkin pelayan kan ? Aku harus cari tau "
Vans berjalan menuju kamar Ibunya. Ia mengetuk pintu, dan masuk setelah ada perintah dari dalam.
Di dalam kamar juga ada Olivia. Vans tersenyum genit melihat Olivia.
" Hallo sayang ku Olivia, "
Olivia hanya memutar matanya, Ia kesal dengan ulah Vans yang selalu menggodanya.
" Mau apa Vans ? Tanya Cristien
" Tidak Mom, aku hanya ingin bertanya. Siapa nama gadis yang memakai pakaian aneh dirumah ini ? "
" Gadis berpakaian aneh ? Siapa maksudmu Vans ? "
" Tadi saat aku mau kesiani, aku berpas pasan dengan gadis aneh itu. "
Olivia dan Cristien bingung.
" Aku yakin dia bukan pelayan,melihat dari penampilan dan wajahnya, aku yakin dia pasti salah satu penghuni mansion ini "
" Tante, jangan jangan si Hummairah gadis kampung itu ? " Ucap Olivia
" Maksud kamu, gadis yang memakao jilbab lebar dan memakai pakaian longgar ? " Tanya Cristien
" Tepat sekali. Siapa Dia ? "
" Dia istrinya Kendra, menantu kesayangan keluarga ini. " Jawab Cristien
" Apa ? Kalian serius itu wanita yang menikah dengan Kendra. "
" Itulah kenyataan nya. "
" Sayang, sepertinya kedatangan mu kerumah ini sia sia " Ucap Vans mengejek Olivia
" Cukup Vans, gadis kampung itu bukan saingan ku. Aku jauh lebih baik dari nya, dari segi mana pun " Ucap Olivia kesal.
" Baiklah, aku akan lihat bagaimana cara mu mengalahkannya. Sekarang saja kau sudah kalah, hahahaaaaa.... " Ucap Vans mengejek Olivia.
Vans keluar dari kamar meninggalkan Cristien dan Olivia yang kini semakin kesal dengan Hummairah.
*bersambung
maaf ya telat
aku masih kurang sehat
flu ini menyiksa ku....
jangan lupa terus dukung aku untuk naik ranking yaa...
__ADS_1
**I LOVE U ALL***