CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
73


__ADS_3

Vans sekarang berada disebuah tempat terpencil yang padat penduduk, Ia kini bersembunyi dari kejaran pihak berwajib dan imigrasi. Ia menyewa sebuah rumah yang sangat sederhana untuk dirinya sendiri.


Ia sedang memikirkan jalan keluar dari masalah nya. Ditengah kekalutan pikiran nya terdengar nada dering dari ponselnya. Ia segera mengangkatnya.


" Vans ini Mommy, kamu ada dimana sekarang, gawat Vans Kendra tidak mau menutup kasus ini. Dia mengutus seluruh jajaran pihak berwajib untuk mencari kamu. " Ucap Cristien panjang lebar


" Kau tenang saja Mom, aku baik baik saja disini. Kau terus pantau pergerakan Kendra dan yang lainnya, dan segera memberitahu aku apa saja yang mereka lakukan "


" Vans, ini semua gara gara Dokter itu ? "


" Dokter yang mana Mom ? Vans bingung


" Dokter yang melapor pada Ilham tentang keberadaan Hummairah dirumah sakit itu. "


Vans kembali mengingat


" Tidak Mom, todak ada Dokter saat aku membawa Hummairah kerumah sakit itu, disana hanya ada suster dan perawat "


" Ada Vans, Dia lah yang menulis resep untuk Hummairah dan menyuruhmu untuk membelinya di apotik luar kota, itu semua rancananya Vans. Dia sengaja membuatmu pergi jauh, agar Dia bisa membawa Hummairah kembali kerumah. " Teranv Cristien panjang lebar


" Mom, apa kau memiliki photo nya, kirimkan padaku. " Ucap Vans


" Baiklah, nanti Mommy akan mengirimkannya untukmu, jaga diri baik baik Vans. Mommy menyayangimu. " Sambungan pun terputus, bulir kristal menganak di pelupuk mata Cristien. Ia tak menyangka alan begini jadinya, rencana yang mereka rancang dengan matang harus hancu bagitu saja.


Kondisi Hummairah berangsur membaik, Ia sudah bisa melakukan aktifitas seperti biasanya. Tapi tetap dalam pantauan Dokter Medinah, dan Kendra yang selalu siaga berad disampingnya.


Kendra keluar dari kamar mandi, Ia tersenyum melihat istrinya sudah berada dikamar untuk menyiapkan baju kerja nya.


Kendra berjalan mendekat dan memeluk istrinya.


" Jangan terlalu sayang, kamu masih dalam tahap pemulihan. " Kendra mengecup pipi Hummairah


" Aku sudah gak apa apa mas, lagian terlalu lama ditempat tidur badan ku rasanya sakit semua. "


" Istirahatlah, pikirkan kesehatan Dia yang ada diperut mu saat ini. " Kendra membawa tubuh Hummairah untuk duduk, kemudian Dia pun mendekatkan telinganya ke perut istrinya.


" Apa yang sedang Dia lakukan didalam ? Apa Dia bisa merasakan kehadiran ku ? " Tanpa Kendra penasaran.


" Mungkin Dia bisa merasakan kehadiran mu, taoi nanti beberpa bulan kedepan Dia akan membalas setiap sentuhan yang Daddy nya berikan " Jawab Hummairah


" Benarkah ? Apa Kiano dulu juga seperti itu ? " Tanya Kendra antusias


Hummairah mengangguk, Kendra kembali murung.


" Ada apa ?" Tanya Hummairah


" Seharusnya aku disamping mu saat kamu mengandung Kiano dulu, " Ada rasa sesal disetiap kalimat yang terlontar dari bibir Kendra. " Tapi kali ini aku janji, aku tidak akan sedetik pun perkembangannya. Aku akan jadi suami siaga untukmu. " Ucap Kendra semangat.


" Baiklah, sekarang waktunya kamu ke kantor. Sekarang segera pakai baju mu, ayo aku bantu. " Hummairah bangkit dari duduknya, dan mulai membantu Kendra mengenakan dasi nya.


Tak lama kemudian mereka pun keluar dari kamarnya, turun kebawah dan bergabung denagn yang lainnya untuk sarapan.

__ADS_1


Selaim keluarga inti disana juga telah hadir Dokter Medinah, Viktor yang telah diperbolehkan untuk pulang, Sakinah, dan tentu saja Cristien dan Olivia.


Semua tampak senang menyambut kehadiran mereka terutama Hummairah.


" Selamat pagi semua, " Ucap Hummairah dan Kendra kompak


" Selamat pagi " Semua serentak menjawab


" Bagaimana kabar mu pagi ini sayang, duduklah Mama akan menyiapkan sarapan mu " Ucap Mama yang beranjak mengambilkan sarapan untuk Hummairah.


" Ara bisa sendiri Ma, " Tolak Hummairah


" Tidak sayang, kamu duduk saja kamu kan baru pulih " Tambah Nanny


Hummairah mengantat Kendra hingga ke pintu depan.


" Baik baik dirumah, aku akan pulang cepat setelah semua urusan selesai, heemm " Sambil mengelus pipi istrinya


" Iya, sudah jangan khawatir disini ramai yang akan menjaga ku. Lagi pula ada Medinah disini. "


" Baiklah, aku berangkatnya. " Pamit Kendra, Hummairah mencium tangannya, dan Kendra mencium kening. Kendra pun tak lupa mencium perut Hummairah yang mulai kelihatan membuncit.


Saat Kendra akan melangkahkan kakinya, suara cempreng berhasil membekukan langkahnya.


" Daddy.. " Ucap Kiano


Bocah itu kini mulai sekolah di taman kanak kanak, Sakinah selalu ikut bersama nya.


" Maaf Tuan, Tuan muda pengen ikut dengan mobil Tuan " Ucap Sakinah


" Boleh ya Daddy ? " Kiano memohon


" Baiklah, apa yang tidak untuk anak tampan. Ayo salim sama Ummi dan adeknya ya " Ucap Kendra pada Kiano


Kiano menuruti perkataan Daddynya, dan mereka pun berangkat bersama.


" Baiklah, saya juga pamit mau kerumah sakit. " Ucap Medinah


" Hati hati sayang " Ucap Nanny dan mama tak lupa memeluk dan mencium.


" Sepertinya aku akan betah disini. " Medinah berujar


" Kau boleh kemari kapan pun kau mau sayang, jadi biar menantu kai ada teman yang sebaya dengan nya. Jadi Dia tidak tiap hari hanya berteman dengan kami para nenek nenek dan kakek kakek Dia pasti bosan " Ungkap Nanny


Semua tergelak mendengar penuturan Nanny, Medinah pun keluar dari rumah dan masuk ke mobilnya meninggalkan kediaman keluarga.


" Dia sudah keluar dari rumah, kalian bisa memulai tugas kalian. "


Medinah memacu kendaraannya dengan kecepatan normal, tiba dipersimpangan ada sebuah mobil mengikutinya dari belakang. Medinah terus memperhatikan mobil yang mengikutinya dengan mempercepat laju kendaraannya, tapi dari arah depan sebuah truck dengan kecepatan tinggi menghantam mobil yang dikendarai Medinah.


BRUUUKK....

__ADS_1


Medinah yang terkejut membanting stir nya ke kanan dan menabrak sebuah tiang lampu jalan. Medinah pingsan dengan posisi kaki terjepit. Waraga yang kebetulan lewat segera menolong, ada beberapa juga yang mengejar mobil yang menabrak mobil Medinah.


Ilham berada dikantor bersama Kendra.


Terdengar suara ponsel Ilham.


" Hallo, kenapa Me " Tanya Ilham


" ...... "


" Apa !!!! " Ilham langsung meraih jas nya dan keluar.


" Ham, ada apa ? " Tanya Kendra


" Medinah kecelakaan "


" Apa !! Ayo Ham, aku ikut. Fan Handle semua jadwal hari ini. " Perintah Kendra pada asisten nya.


Mereka pun langsung menuju kerumah sakit tempat Hummairah dibawa.


Tiba dirumah sakit, Ilham langsung berlari masuk kedalam.


" Suster korban kecelakaan yang barusan dirawat dimana " Tanya Ilham di meja receptionis.


" Ada di IGD Pak, di ujung sana " Tunjuk perawat.


Ilham kembali berlari menuju ruangan yang dimaksud perawat tadi.


Disana ramai orang yang membawa Medinah.


" Saya Ilham, siapa yang menelpon saya tadi ? " Tanya Ilham pada mereka


Salah satu dari mereka tampak mengangkat tangan.


" Saya Pak, saya tang menelpon Bapak " Ucap orang itu.


" Bagaimana kejadiannya Pak ? " Tanya Ilham


Mereka pun menceritakan kejadian yang terjadi di depan mereka.


Kendra lalu menelpon polisi, sementara Ilham masih mendengar cerita dari orang orang yang membantu Medinah.


" Apa kita perlu memberitahu orang dirumah Ham ? Tanya Kendra


" Jangan, tunggu sampai Dokter yang menangani Medinah keluar dan memberi keterangan tentang Medinah. " Cegah Ilham


" Baiklah, "


*bersambung


jangan lupa like dan vote yaa

__ADS_1


**I LOVU U ALL***


__ADS_2