
Mereka tiba di sebuah klinik persalinan yang paling dekat dengan tempat mereka tadi, Kayla pun segera dibawa masuk.
"Ki, coba kamu telpon keluarganya Kayla. Kasi tau mereka kalau Kayla akan melahirkan." perintah Hummairah.
Kiano pun mencoba menghubungi nomor Mas Reno Kakak dari Kayla. Tapi berulang kali Kiano mencoba menghubunginya tapi tidak tersambung.
"Gak nyambung Mi." ucap Kiano.
"Coba lagi Kak." tambah Zavira dengan wajah cemas.
Kiano mengangguk dan kembali mencoba menelpon Mas Reno, tapi tetap saja tidak tersambung. Dan telah berulang kali Kiano menelpon tapi tetap saja tidak tersambung.
"Gak bisa Mi." ucap Kiano.
"Kamu yakin itu nomor nya?" tanya Ummi nya.
"Iya Mi, ini nomernya Mas Reno. Kan Kayla sendiri yang ngasih ke Kiano dulu." kenang Kiano. Ia pun segera melirik ke arah istrinya, kemudian menghampiri Zavira.
"Kamu gak marahkan?" tanya Kiano menatap istrinya.
Zavira tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Ki, coba kamu datangin kesana ya!"
Kiano mengelus kepala istrinya, dan meminta izin darinya.
Zavira pun menganggukan kepalanya.
Kiano pun segera pergi menemui keluarga Kayla, dan memberitahu kondisi Kayla.
"Na, kamu tunggu disini bersama Zavira ya. Kalau Daddy telpon bilang Ummi lagi didalam nemenin Kayla." pesan Hummairah kepada putrinya, kemudian ia pun masuk kedalam ruang bersalin menemani Kayla.
Didalam Kayla tampak sangat kesakitan, Hummairah pun berjalan mendekati Kayla dan menggenggam tangannya.
"Ummi... Ummi disini aja ya, temani Kayla. Kayla gak punya siapa-siapa lagi." ucap Kayla ditengah menahan nyeri nya.
"Tenang Kay, Ummi ada disini. Kiano baru saja pergi menemui keluarga kamu, kamu jangan pikirin apa pun lagi." hibur Hummairah.
.....
Kiano tiba di kediaman keluarga Kayla, rumah itu masih seperti saat terkahir kali Kiano kemari. Kiano melangkahkan kakinya masuk kedalam.
Tok....Tok....Tok...
"Assalamualaikum..." ucap Kiano sembari mengetuk pintu.
Tidak berapa lama, seseorang membuka pintu.
"Eh.. Den Kiano, masuk Den." ucap Mbak yang bekerja dirumah Kayla.
"Mbak masih ingat sama saya?" tanya Kiano.
__ADS_1
"Masih lah Den.. oh ya, silahkan duduk Den. sebentar saya panggilkan Tuan dan Mas Reno.
Kiano pun duduk dan menatap sekeliling.
"Eh... kamu Ki." sapa Reno yang keluar bersama Ayahnya.
Kiano berdiri dan menyelami Reno dan Ayahnya, mereka pun kembali duduk.
"Begini Om, Mas Reno.... kedatangan saya kesini itu mau ngasi tau kalau Kayla masuk rumah sakit, dan sepertinya akan segera melahirkan." ungkap Kiano.
Wajah Reno tiba-tiba mengeras dan tangannya mengepal, tapi sang Ayah menahan nya.
"Maaf Ki, kami sudah tidak ada hubungan lagi dengan wanita itu." jawab Mas Reno ketus.
Kiano terkejut mendengar nya. "Lho kenapa Mas, bukan nya Kayla itu adik nya Mas."h
Reno menceritakan kejadian beberap bulan yang lalu, saat Kayla kembali dari Jepang. Kiano pun kini mengerti kenapa setiap ia dan keluarganya bertemu Kayla, gadis itu selalu sendiri. Ia pun membayangkan wanita hamil seperti Kayla harus sendirian saat hamil hingga melahirkan, tanpa adanya orang keluarga dekat yang menemani, terutama suami. Tapi Kayla dan ayah dari bayinya belum pernah menikah, Kiano benar-benar merasa prihatin dengan nasib dan keadaan Kayla saat ini.
"Jadi Om, dan Mas Reno gak mau menemui Kayla?" tanya Kiano lagi.
"Tidak akan.." jawab Reno tegas.
"Mas... sebaiknya kita temui Kayla, kasian dia. Saat ini dia sedang bertaruh nyawa untuk melahirkan bayinya." tutur mbak Jihan istri Mas Reno.
"Tidak Ji, aku tidak akan pernah menerima dia kembali kerumah ini." sanggah Reno.
"Tapi, Mas dia adik kamu." tambah Jihan lagi.
Jihab terdiam, ia tidak bisa lagi membantah ucapan suaminya.
"Maaf ya Ki, kamu jadi harus mendengar dan melihat semua ini." ujar Jihan.
"Gak apa-apa mbak, saya paham kok." Kiano melirik ke arah pria paruh baya yang masih terlihat bugar dihadapannya.
"Om, apa Om juga tidak mau menjenguk Kayla? Kasian Kayla Om, dia sendiri diluar sana. Dan saat ini dia ada dirumah sakit untuk melahirkan."
Pria tua itu menghela napasnya, nampak guratan lelah diwajahnya.
"Dia sudah bukan menjadi bagian dari keluarga ini lagi, pada saat ia memutuskan untuk memilih karirnya dan pergi meninggalkan keluarganya." pria tua itu menghela napasnya, setiap ucapannya terdengar lirih dan sarat akan kesedihan.
"Tapi, apa Om gak bisa memaafkan Kayla? Kasian dia Om, saat ini dia sedang bertaruh antara hidup dan mati." pujuk Kiano.
"Aku sudah memaafkan nya, bahkan telah lama aku memberikan maaf ku padanya. Tapi aku belum bisa melupakan semua kelakuannya, aku begitu kecewa padanya. Ia telah memberikan aib pada keluarga, ia juga menjadi penyebab kematian istriku."
Kiano terdiam mendengar penuturan papa Kayla, sebagai orang yang pernah dekat dengan Kayla, Kiano pun bisa memahami perasaan keluarganya.
Kiano pun sebenarnya belum bisa memafkan Kayla, tapi ia selalu mendengar nasihat dari ummi nya akhirnya ia pun memaafkan Kayla, dan melupakan semuanya.
"Baiklah kalau begitu Om, saya permisi pulang." Kiano pun pamit pada papa Kayla.
"Tunggu...." tahan Jihan, istri Reno. "Aku akan ikut sama kamu." ia pun mengikuti Kiano.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan Ji, kamu mau menemui orang yang sudah membuat malu keluarga ini?" sergah Reno menghentikan istrinya.
"Mas.... biar bagaimanapun dia adik kamu, bagian dari keluarga ini. Aku yakin papa pasti setuju jika kita pergi menemuinya dan menemaninya disana selama proses persalinan." ucap Jihan lembut.
Reno tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia hanya terdiam saat melihat istrinya pergi.
Setelah berpamitan Kiano pun pergi kerumah sakit.
......
"Kamu lagi dimana?" tanya Fachri pada Kirana melalui telepon.
"Nana lagi ada di klinik Kak."
"Kamu sakit Na, ya udah aku kesana sekarang." tanya Fachri cemas.
"Bukan Kak, Nana lagi ada di klinik bersalin."
"Zavira melahirkan Na, kan belum cukup hitungan bulannya." tutur Fachri terkejut.
"Bukan Kak, dengerin dulu kenapa sih!"
"Iya aku dengerin." ucap Fachri lembut.
"Kayla mau lahiran, Nana sama Ummi dan Zavira sekarang lagi ada di klinik." jelas Kirana.
Terdengar napas lega Fachri. "Kau kira.... Kiano mana?"
"Kak Kiano lagi kerumah keluarga nya Kayla, untuk memberi tahu mereka."
"Kamu di klinik mana?" tanya Fachri.
"Di klinik Anugerah, dekat Mall milik Ummi." jawab Kirana.
"Kamu tunggu disana, aku akan segera kesana." Fachri pun segera menutup telponnya dan bergegas menyusul Kirana.
Tidak lama kemudian Kiano tiba bersama Jihan, Zavira menyambut suaminya.
"Ummi mana?" tanya Kiano.
"Ummi ada di dalam nemanin Kayla." jawab Zavira.
"Ini mbak Jihan, istri nya Mas Reno Kakak nya Kayla." Kiano memperkenalkan mereka.
Mereka pun kembali duduk sambil menunggu proses persalinan Kayla.
Fachri pun tiba disana dan langsung menghampiri Kirana.
"Gimana, udah?" tanya Fachri.
"Belum, Ummi lagi nemenin Kayla didalam." jawab Kirana.
__ADS_1
bersambung