
Setelah selesai makan malam, Vans kembali menuju villa yang Ia sewa untuk menyekap Hummairah.
Mobil Vans tiba dipintu gerbang, para penjaga memberi hormat, kemudian membukakan pagar. Mobil masuk halaman villa.
Didepan Vans juga menugaskan 2 orang untuk berjaga. Vans masuk kedalam, dan langsung menuju ke kamar Hummairah.
Suasana kamar gelap, tangan Vans menyusuri dinding untuk mencari saklar lampu. Kemudian menekannya, Vans mengedarkan pandangannya disekeliling kamar. Tapi Ia tak menemukan dimana Hummairah.
Ia menatap kamar mandi, dan segera mengutk pintu kamar mandi.
Berulang kali Vans mengetuk pintu kamar mandi, tapi tak ada jawaban dari dalam. Vans mulai panik, Ia memeriksa jendela yang masih terkunci rapat.
Jadi Vans berpikir mustahil Hummairah melarikan diri.
Vans kembali mengetuk pintu.
" Hummairah, kau ada di dalam ? Jawab aku " Vans kembali menggedor pintu. " Hummairah, jawab aku. " Vans kembali menggedor pintu
Akhirnya Vans memanggil anak buahnya untuk mendobrak pintu kamar mandi.
Pintu berhasil dibuka paksa.
Vans begitu terkejut melihat Hummairah telah tergeletak di lantai. Wajahnya pucat, Vans panik dan segera membopong tubuh Hummairah keluar dari kamar mandi, dan memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan mobil.
Didalam perjalanan Vans tak henti hentinya, berdoa
" Aku mohon bertahanlah Ra, aku mohon. Jangan bikin aku ketakutan seperti ini Ra. "
Tiba dirumah sakit, Vans langsung menggendong tubuh Hummairah turun dari mobil dan membawanya masuk.
"Suster.... " Teriak Vans " Suster tolong cepat selamatkan Dia " Pinta Vans
" Tenang Tuan, kami akan segera memeriksanya. Sekarang anda bisa menunggu di luar. "Ucap seorang perawat
Vans terdiam, tapi tak bergerak dari posisinya
" Saya mohon Tuan, ada baiknya anda menunggu di luar. " Pinta perawat itu lagi
Akhirnya Vans keluar dari ruangan.
" Suster tolong panggil Dokter Medinah " Perintah perawat senior
Perawat itu pun berlari menuju ruangan Dr. Medinah.
Tok... Tok... Tok...
" Maaf Dokter, ada pasien gawat " Mendengar laporan dari perawat itu Dr. Medinah oun langsung beranjak dari duduknya dan berlari menuju IGD
Dr. Medinah mulai memeriksa pasiennya, saat Medinah melihat wajahnya. Ia begitu terkejut.
Deg...
*Inikan Hummairah, istrinya Kendra. Saudara nya Ilham*. Medinah berkata dalam hati.
" Suster, pasien ini datang bersama siapa ? "
" Bersama seorang pria, mungkin suami nya. "
Medinah mengintip keluar, sekali lagi Ia terkejut.
" Suster, kamu yakin pasien ini datang bersama pria itu ? " Tunjuk Medinah
Suster mengangguk, Medinah kembali memeriksa Hummairah.
" Dokter, pasien ini sedang hamil. Dilihat dari kondisinya yang lemah, seperti nya Ia kekurangan cairan dan dehidrasi hebat. " Ucap Suster menjelaskan.
" Apa ! Suster cepat pasang infus " Perintah Medinah.
__ADS_1
Dengan cekatan Medinah menangani Hummairah.
Setelah Ia yakin kondisi Hummairah kembali normal, Ia pun bernafas lega.
" Dokter, apa boleh saya memberitahu suami nya tentang kondisi pasien ini "
" Jangan, tunggu sebentar " Medinah duduk dan menukis sesuatu. " Kamu keluar, berikan resep ini kepada pria itu. Kalau Ia bertanya bilang kondisi pasien belum stabil, dan harus minum obat ini. " Suster itu nampak bingung
" Sudah berikan saja pada nya, bilang di apotik rumah sakit sudah kehabisan stok. "
" Baik Dokter " Suster itu pun berjalan keluar .
Medinah mengintip dari jendela, tampak Vans memang kebingungan dengan penjelasan Suster itu. Tapi Vans akhirnya beranjak pergu meninggalkan rumah sakit.
Setelah memastikan Vans telah pergi, Medinah menghubungi Ilham melalui ponselnya.
" Hallo, Ham, kamu dimana ? "
" ..... "
" Cepat kemari, aku sudah menemukan Hummairah "
" ... "
" Sudah jangan banyak bertanya, cepat kemari. "
Medinah pun menutup panggilan nya.
Tidak beberapa lama Hummairah nampak melakukan pergerakan.
Ia mengerjapkan matanya,
" Anda sudah sadar ? " Tanya seorang suster
" Saya dimana ? "
" Anda sedang berada dirumah sakit. "
" Suami anda Nyonya "
Hummairah terdiam, lalu Ia berpikir sejenak.
" Sebentar ya Nyonya saya akan memanggil Dokter yang menangani anda. "
Suster itu pun berjalan keluar memanggil Medinah yang berada diluar menunggu kedatangan Ilham.
" Maaf Dokter, pasien sudah sadar " Ucap Suster
" Baiklah, ayo "
Medinah masuk menemui Hummairah.
" Selamat malam, apa yang amda rasakan sekarang ? " Tanya Medinah ramah " Apa masih pusing "
Hummairah mengangguk dan tersenyum. Hummairah kembali memejamkan matanya.
Setelah memastikan Hummairah tertidur, Medinah segera memanggil suster.
" Suster, ikut saya " Medinah membawa suster itu keluar ruangan.
" Suster, tolong kamu panggil beberapa perawat pria kemari. " Perintah Medinah
" Baik Dokter. "
Suster itu pun berlari memanggil temannya.
Perawat itu pun menghampiri Medinah
" Ada apa Dok, "
" Bisa bantu saya "
__ADS_1
" Bantuan apa dok "
" Memindahkan pasien, dari IGD keruangan perawatan "
" Baik Dok, "
Mereka pun masuk kedalam ruangan dimana Hummairah dirawat, kemudian secara perlahan memindahkannya ke ruangan lain.
Sementara itu, Ilham telah tiba di kediaman Malik
" Kendra, ayo ikut aku. " Sambil menyeret Kendra keluar dari kamarnya.
" Kemana Ham, ini sudah malam "
" Ikut aku, kita kerumah sakit. Hummairah... Hummairah masuk rumah sakit "
" Apa ? Kamu bilang apa Ham ? Hummairah masuk rumah sakit "
" Iya, makanya cepat. Medinah menunggu kita disana.
Kendra pun bangun dari duduknya, dan berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
Mereka pun bergegas menuju rumah sakit.
Tidak lama kemudian mereka pun tiba dirumah sakit, disana telah menunggu Medinah yang berdiri didepan pintu masuk.
" Kalian sudah tiba, ayo ikut aku. " Medinah membawa kedua pria itu menuju ruangan dimana Hummairah telah dipindahkan.
"Dia sedang tidur, aku memberinya obat tidur agar Dia beristirahat. "
Kendra berjalan perlahan masuk, kakinya melangkah tapi matanya tak lepas dari wanita yang terbaring dihadapannya.
Kendra mendekat, Ia masih menatap wajah itu. Wajah yang selama ini Ia rindukan, wajah yang selalu menghiasi hari harinya dengan senyum.
Kini wajah itu masih terlelap dalam tidurnya, Kendra meraih jemari istrinya kemudian menggenggamnya.
" Sayang, ini aku " Kendra mengusap jemari itu ke wajahnya.
" Jadi benar Dia Hummairah ? " Tanya Medinah
" Benar, akhirnya kita menemukannya. " Ucap Ilham " Terimakasih banyak " Ucap Ilham kepada Medinah.
" Sudah kewajibanku sebagai Dokter "
Ilham masuk bersama Medinah kedalam ruangan menghampiri Kendra.
" Bagaimana kondisinya " Tanya Ilham kepada Medinah
" Kondisinya sudah stabil, Dia hanya dehidrasi hebat. Mungkin sudah beberpa hari tidak makan. "
" Apa kita harus memindahkannya kerumah sakit lain ? " Tanya Kendra
" Tidak perlu, kondisinya sudah stabil. Kita hanya perlu menunggu Ia bangun dari tidurnya. " Jelas Medinah
" Apa kami boleh membawanya kembali kerumah, dan merawatnya ?" Tanya Kendra lagi
" Tentu saja, aku sendiri yang akan merawatnya. " Jawab Medinah
" Baiklah, ayo kita bawa Hummairah pulang " Ucap Ilham
" Baiklah, ayi salah satu dari kalian ikut aku "
" Untuk apa ? " Tanya Ilham
" Mengurus adrimistrasi "
" Baiklah, aku kan ikut dengan mu. " Ilham dan Medinah meninggalkan Kendra dan Hummairah di ruangan itu.
Setelah selesai mengurus semuanya, Hummairah pun dibawa pulang menggunakan ambulance.
Sementara itu Vans yang baru tiba di sebiuah apotik diluar kota.
__ADS_1