CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
95


__ADS_3

Kendra dan Ilham berhasil menemukan Jane, mantan sekretaris Samuel yang juga ikut membantu rencana Rebeca.


Ilham segera menelpon Zian.


" Hallo Zian "


" Ya, Ham "


" Aku dan Kendra telah berhasil menemukan Jane, aku akan mengirim data nya padamu. " Ucap Ilham.


"Baiklah, aku tunggu " Zian segera menutup telpon.


Tak lama kemudian sebuah nototifikasi terdengar berbunyi, Zian segera membukanya.


Senyum terlambang diwajah Zian.


" Aku menemukan mu Jane " Ucap Zian bergumam.


Zian segera menuju ke mansion Samuel.


*****


" Sepi juga rumah kalau gak ada para orng tua " Ucap Kendra pada Hummairah, Medinah, dan Ilham.


Kakek, Nanny, Papa, dan Mama sedang kembali mengahadiri pesta pernikahan dari rekan bisnis mereka di luar negeri.


" Kamu benar mas, aku jadi kangen sama mereka semua. " Jawab Hummairah


" Nanti malam kita telpon mereka yaa " Ajak Ilham.


" Boleh " Jawab Hummairah semangat


Saat sedang asyik sarapan pagi, mereka di kejutkan oleh suara ribut dari arah luar.


" Medinah, keluar kamu. Aku tau kamu ada di dalam "


Mendengar itu mereka pun segera berlari keluar.


" Bi, jagain Kirana " Perintah Hummairah


" Baik, Nyonya "


Hummairah pun menyusul mereka yang telah dahulu jalan.


Kendra dan Ilham keluar membuka pintu.


" Kalian lihat itu ? Lihat, mereka datang menyambut ku " Ucap Jessica sombong.


Tapi, kemudian dibelakang mereka Hummairah dan Medinah muncul.


Senyum diwajah Jessica pudar seketika.


" Medinah, dasar permpuab tidak tahu malu. Apa yang kau lakukan disini ? "


" Aku.... " Ucapannya dipotong oleh Ilham.


" Tentu saja dia berada disini, dia adalah calon istri ku " Jawab Ilham.


" Tidak !!!! Calon istri kamu itu aku Ham, aku. Bukan perempuan itu. " Sembari menunjuk Medinah.


" Apa kau sedang menghayal lagi ? " Tanya Kendra.


" Kau... Kau juga, aku tahu istri mu juga orang kampung kan ? " Teriak Jessica.


" Tutup mulut mu !! Ucap Kendra


Hummairah menahan tubuh Kendra untuk menenangkan nya.


" Sudahlah Jessi, lebih baik kau pulang. " Ujar Medinah.


" Diam kau gadis sialan, aku tak perlu mendengarkan omongan mu. " Jessica terlihat marah.


" Sayang kamu bawa Medinah masuk " Perintah Kendra.

__ADS_1


" Tapi kamu jangan tersulut emosi ya ! " Pinta Hummairah.


Hummairah tahu, jika suaminya sudah marah maka Ia akan sulit mengontrol emosi nya.


" Kamu tenang saja, aku bisa mengatasi semua. Kan ada Ilham disini " Kendra mengusap pipi istrinya lembut


Hummairah mengangguk dan mengajak Medinah masuk.


Suara Jessica masih terdengar lantang saat Medinah melangkah pergi.


Medinah terlihat murung dan sedih saat berada didalam.


" Kenapa Me ? " Tanya Hummairah


" Aku jadi gak enak sama keluarga ini Ra "


" Gak enak bagaimana ? "


" Sejak aku masuk masuk dalam keluarga ini, keluarga ini selalu dalam masalah. "


" Sudahlah Me, kitanini satu keluarga sudah seharusnya saling membantu. "


Medinah hanya menunduk.


Sementara diluar.


Ilham dan Kendra berjalan menuju pagar depan.


Jessica begitu terpana, kala dua orang pria menghampirinya.


Kendra dan Ilham tiba dihadapan Jessica.


" Hai Jessi, apa kabar mu ? " Tanya Ilham sembari tersenyum.


Jessica masih terkesima melihat tampang kedua pria dihadapan nya.


" Jessi, kau tidak apa apa ? " Ilham mengibaskan tangannya di depan wajah Jessica.


" Aku baik baik saja, jawab Jessica cepat.


" Tidak, aku hanya tidak menyangka ada dua pria tampan yang akan menghampiri ku " Ucap Jessica tanpa rasa malu.


Kendra masih diam, dan malas meladeni Jessica.


" Apa yang kau lakukan disini Jessi ? " Tanya Ilham masih dengan senyum.


" Aku datang, ingin menemui mu. "


" Baiklah, kau sudah bertemu dengan ku. Apa ada hal lain lagi ? "


" Aku cuma ingin bilang, batalkan rencana pernikahan mu dengan Medinah "


Ilham mengernyitkan dahi nya.


" Apa maksud mu ? "


" Medinah tidak pantas untuk menjadi istri mu. "


" Jadi, siapa yang pantas Jessi ? "


" Aku, tentu saja aku. Aku lebih pantas dan cocok untuk menjadi istri, dan menjadi bagian dari keluarga ini "


Ilham tersenyum tipis.


" Tapi sayang nya, aku telah memilih Medinah untuk ku. "


" Kau bisa membuangnya, aku akan membantu mu menyingkirkan nya. " Jessica bersemangat.


"CUKUP !!!! Aku sudah muak Ham, cepat selesaikan masalah ini dan suruh wanita gila ini pergi dari sini. " Kendra berjalan masuk kembali kedalam rumah. Langkahnya terhenti saat sebuah tangan menyentuhnya.


Kendra menoleh dan menatap tajam pemilik tangan itu.


" Jangan pergi " Pinta Jessica berharap

__ADS_1


" Siapa kau berani mencegah ku ? " Tanya Kendra ketus


" Aku .... "


" Lepaskan " Kendra membanting tangan Jessica dan kembali berjalan menuju rumah.


" Ham, kau selesaikan masalah ini sendiri, aku muak melihat tampang wanita gila ini. "


Dengan wajah malas Ilham menganggukan kepalanya.


Setelah kepergian Kendra, Ilham berdiri di depan Jessica sambil melipat tangan di dada.


" Apa kau tidak dengar Jessi, sebaiknya kau pulang, tak ada gunanya kau berada disini. "


Ilham akan pergi meninggalkan Jessi, tpi langkahnya terhenti ditahan oleh Jessica.


" Sebentar Ham, aku ingin bicara pada mh. Aku mohon dengarkan aku. "


" Baiklah, katakan apa yang ingin kau katakan. Aku hanya akan mendengarkan. "


" Batalkan penikahan mu dengan Medinah Ham, aku mohon. "


" Apa kau gila ? Bagaimana pun juga aku tak akan membatalkan rencana itu "


" Medinah bukan gadis yang baik, ham. Dia itu gadis yang liar, dia tidak seperti kelihatan nya. "


" Benarkah ? Jadi siapa yang pantas jadi pendamping ku ? "


" Aku sudah bilang padamu, hanya aku Ham. Hanya aku yang pantas mendampingimu. "


Ilham tertawa lepas " Apa kai sudah selesai, kalau kau sudah selesai silahkan tinggalkan tempat ini. Dan terimakasih telah memberitahu dan mengingatkan ku, aku tahu mana yang baik untuk ku.


Dan aku sudah memilih Medinah sebagai calon istri dan calon Ibu dari anak anak ku. "


Ilham berjalan masuk meninggalkan Jessica sendiri didepan pintu gerbang..


Masih terdengar suara teriakan Jessica hingga dipintu masuk. Ilham hanya menoleh sekilas, kemudian berjalan kembali.


*******


Setelah makan malam, Kendra dan Hummairah masuk kedalam kamar. Hummairah baru saja menunaikan kewajibannya, sedangkan Kendra masih berada di sofa kamar mengerjakan tugas kantor.


" Mas, aku mau pulang ke kampung. Mau jenguk Ayah. "


Kendra mengehentikan pekerjaan nya sejenak, Ia menoleh ke arah Hummairah.


" Kenapa ? "


" Gak apa apa, cuma kangen aja sama Ayah. "


" Jangan besok dalam minggu ini ya, kerjaan lagi numpuk. Besok aku akan keluar kota, untuk meninjau proyek. "


" Iya, aku cuma mau ngasi tau aja. " Jawab sambil tersenyum, kemudian berlalu dari hadapan Kendra.


" Kamu mau kemana ? " Tanya Kendra


Hummairah menoleh dan tersenyum " Tidur, udah ngantuk "


" Tunggu aku " Kendra segera membereskan pekerjaan nya, kemudian menyusul istrinya.


Setelah Kendra selesai mencuci muka, dan kakI nya, Ia segera naik keatas ranjang dan berbaring disisi sang istri.


Kendra memeluk Hummairah dari belakang dan mulai memejamkan mata.


*****


Praank....


Jessica kembali mengamuk, seluruh isi apartment nya hancur berantakan.


" Aku tidak terima, aku tidak terima "


Praank... Suara benda kembali pecah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2