CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
182.


__ADS_3

Diam-diam Lucas mengawasi Kirana disekitar rumahnya, ia juga sudah berani datang ke kediaman Kendra. Kirana sebenarnya malas meladeninya, tapi tetap saja ia harus menemuinya. Lucas juga mulai mendekati keluarga Kirana, terutama Ummi nya. Lucas memang pandai mengambil simpati dari Hummairah, hingga Hummairah pun mulai menyukai Lucas. Tapi tidak dengan Kendra dan Kiano, Lucas belum bisa mendekati Ayah dan anak itu. Kendra selalu menjaga jarak dengan Lucas, Kiano juga enggan bertutur sapa dengan Lucas.


"Ada tamu Mom?" tanya Kiano pada Zavira istrinya.


"Katanya sih temennya Kirana saat SMA dulu."


"Masa sih.... Kirana temenan sama Lucas, koj aku gak pernah tau ya?." ucap Kiano.


Zavira hanya menganggkat bahunya, yang bearti tidak tahu.


Diruang tamu Kiran menemani Lucas, Kirana sebenarnya lelah dan ingin istirahat siang.


"Kamu ada kegiatan siang ini?" tanya Lucas


"Tidak ada... kenapa?"


"Aku ingin mengajak mu keluar, jalan-jalan."


"Maaf, aku gak bisa."


"Kenapa, bukannya kamu bilang tadi tidak ada kegiatan. Jadi apa salahnya kita keluar dan jalan-jalan."


"Aku ingin dirumah dan istirahat." jawab Kirana mulai kesal.


"Baiklah... kalau begitu aku pulang, dan kamu segera istirahat ya."


Kirana hanya menganggukan kepalanya malas.


Lucas pun berjalan keluar dari rumah, dan menuju pintu. Tanpa sengaja ia berpapasan dengan Fachri. Fachri menatapnya tajam dan bertanya-tanya. Fachri mempercepat langkahnya menemui Kirana.


"Dear..." panggil Fachri.


Kirana pun menoleh dan turun kembali.


"Kak Fachri... ngapai kesini?" tanya Kiran heran.


"Aku ada janji sama Daddy, dan Kiano."


Kirana hanya menganggukan kepalanya.


"Dimana mereka?" tanya Fachri.


"Kalau Kak Kiano lagi di taman belakang, sama Ummi, Zavira, dan Zaki. Kalau Daddy belum pulang kantor."


"Ya udah, kita kebelakang yuk nyamperin mereka." ajak Fachri.


Kirana menganggukan kepalanya dan berjalan dibelakang Fachri.


Sementara diluar, Lucas benar-benar menahan kesal karena Kirana menolak ajakannya.


"Aku pastikan, kamu akan jadi milik ku Kirana. Kamu tidak boleh jadi milik Fachri, atau siapa pun. Aku akan menyingkirkan siapa pun yang menghalangi jalan ku." ucap Lucas kesal.


.....


"Orang suruhan ku ada yang melihat Luna sering masuk ke hotel, aku curiag dia pasti menemui seseorang disana." ucap Kendra.


"Apa Luna sering keluar? tanya Kiano.


"Aku tidak tau... nanti aku akan coba bertanya pada Mama, sebab Mama yang dirumah." jawbab Fachri.


"Anak buahku akan terus mengawasi Luna, dan kamu Fachri segera tanya kan pada Mama mu, apa saja kegiatan Luna dirumah." ucap Kendra.Kirana menganggukan kepalanya dan berjalan dibelakang Fachri.


Sementara diluar, Lucas benar-benar menahan kesal karena Kirana menolak ajakannya.


"Aku pastikan, kamu akan jadi milik ku Kirana. Kamu tidak boleh jadi milik Fachri, atau siapa pun. Aku akan menyingkirkan siapa pun yang menghalangi jalan ku." ucap Lucas kesal.


.....


"Oh ya Fachri, aku ingin bertanya." ucap Kendra.


"Iya Om, mau tanya apa ?" ujar Fachri.


"Dimana kamu mengenal Luna.?"


"Dia teman kuliah, waktu di luar negeri."


"Berapa lama kalian dekat."

__ADS_1


"Cukup lama juga Om."


"Kenapa kalian sampai bubaran?"


Fachri menghela napas panjang. "Dia menjalin hubungan lain lagi dengan salah satu mahasiswa disana, dan saya memergoki mereka sedang...." Fachri tidak bisa melanjutkan lagi ucapannya.


Kiano dan Kendra pun mengerti.


"Terus, lu pun jadi ******** saat itu juga ya kan?" ucap Kiano.


Fachri menganggukan kepalanya. "Tapi saat mengenal Kirana, aku memutuskan untuk berhenti dari semuanya. Kirana memberikan aku secercah harapan untuk masa depan, dia memang tidak mengatakannya langsung, tapi melihat kelembutan hatinya memberikan aku pelajaran yang berharaga."


"Apa Kirana tau semuanya tentang masa lalu kamu?" tanya Kendra lagi.


Fachri menganggukan kepala. "Aku tidak menyembunyikan apa pun padanya Om, dia juga tau tentang Luna, dan masa lalu aku Om."


"Pantas saja Kirana sangat santai menghadapi semua ini, ternyata dia sudah tau semuanya." ucap Kiano.


Dan mereka pun melanjutkan percakapan mereka hingga waktu makan malam, Hummairah pun mengajak Fachri untuk makan malan bersama mereka.


.....


Selesai makan malam, Kiano masuk kedalam kamarnya. Ia melihat Zavira istrinya sedang menidurkan Zaki. Zavira memberikan kode pada Kiano dengan meletakan jari di mulutnya.


Kiano menganggukan kepalanya, kemudian berjalan menuju kamar mandi, keluar dari kamar mandi, ia melihat istrinya sendang meletakan Zaki di dalam box nya.


Zavira masuk ke kamar mandi, Kiano berjalan menuju tempat tidur dan berbaring disana. Zavira keluar dari kamar mandi dan sejenak duduk di depan kaca, untuk membersihkan wajahnya. Kemudian ia pun beranjak ke tempat tidur, Kiano mengulurkan tangannya saat melihat istrinya berjalan mendekatinya.


"Aku capek banget." ucap Zavira sambil memijit pundaknya.


Kiano tersenyum kemudian memijit pundak istrinya "Zaki nakal banget ya? Maaf... aku janji jika ada waktu luang, aku akan bantuin kamu jagain Zaki."


Zavira tersenyum dan memagang tangan suaminya. "Terima kasih, tapi aku tidak merasa terbebani. Aku senang melakukannya, lagi pula itu sudah kewajiban ku sebagai seorang istri dan sebagai seorang Ibu."


Kiano memeluk pinggang Zavira dan meletakan dagunha di bahu Zavira, kemudian mengecup leher belakang Zavira dengan lembut.


"Sayang... kami capek gak?" tanya Zavira.


"Kenapa?"


Zavira mengangguk memberi ijin, Kiano langsung memutar tubuh istrinya kemudian mencium bibir Zavira.


Zavira membalas ciuma Kiano, Kiano pun mulai memainkan lidahnya didalam mulut Zavira. Zavira membalas dengan menggigit lembut lidah Kiano.


Kiano mulai melepas satu persatu pakaian yang Zavira pakai, kemudian memulai aksinya. Mereka pun kembali mereguk manisnya cinta, hingga Kiano ambruk disamping Zavira dengan napas yang tidak beraturan. Kiano menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka


"Terima kasih sayang." Kiano mengecup kening istrinya.


Zavira menganggukan kepalanya dan tersenyum.


"Ayo kita tidur." Kiano menarik Zavira kedalam pelukannya dan memeluknya erat kemudian tidur.


.....


"Mama ngajakin makan malam diluar... kamu ikut ya!" ucap Fachri ditelepon.


"Kapan?" tanya Kirana.


"Malam ini."


"Hemmm..." Kirana tampak berpikir sejenak.


"Aku akan meminta ijin sama Ummi dan Om Kendra."


"Bukan masalah itu Kak."


"Lalu?"


"Aku malas bertemu Luna, kamu tau sendir dia selalu berusaha membuat aku kesal."


"Tenang saya dear, dia gak ikut." pujuk Fachri.


"Ayolah... Mama kangen lho sama kamu."


"Oh ya..."


"Apa lagi aku, rasanya pengen secepatnya halalin kamu. Jadi aku gak perlu jauh lagi dari kamu."

__ADS_1


"Hemmm... mulai lagi."


Fachri terkekeh. "Aku serius Na, hari perjanjian dengan Daddy kamu semakin dekat, tapi aku belum juga berhasil menemukan kebenaran."


Kirana terdiam.


"Na.. kamu masih disana kan?"


"Iya.."


"Ya udah, setengah tujuh aku jemput ya!"


"Iya."


"Na.."


"Ya..."


"I love u."


"Hemm... kirain."


"Heheheheee... mana balasan nya?"


"Balasan apa?"


"Balasan I love u too nya."


"Nah itu udh."


"Na... dari kamu nya."


"Apa sih... udah ah, aku mau bantuin Ummi masak."


"Ya udah deh... kamu hutang kata balasan ya sama aku."


"Udah ah... Assalammu'alaikum." Kirana pun menutup telponya.


"Cieee... yang abis telponan ama yayang, berseri banget wajah nya." goda Kiano.


"Apa sih... gak jelas." ucap Kirana meninggalkan Kiano.


"Kasian adek gue." gumam Kiano sambil menggelengkan kepalanya kemudian berjalan naik ke tangga dan naio ke kamarnya.


Tiba di kamarnya, Kiano mendapati Zaki sedang menyusu dengan Mommynya. Kiano tersenyum dan berjalan mendekati mereka.


Zavira mencium tangan suaminya, dan Kiano mencium kening Zavira.


"Kamu mau langsung mandi, aku siapin air mandinya ya." Zavira pun melepas Zaki, Kiano kembali mengecup bibir Zavira.


Melihat itu Zaki langsungn beraksi. Ia bangun dan segera mendorong Kiano kebelakang. Kiano tahu putra marah karena kejadian tadi, ia pun langsung menggelitik perut Zaki hingga anak itu tertawa terpingkal. Zavira keluar dari kamar mandi dan menghampiri suami dan anaknya. Kiano melihat Zavira medatangi mereka pun langsung memeluk Zavira.


"Daddy... itu Mommy nya Zaki." seru Zaki menarik tangan Kiano.


"No... ini Mommy Daddy." Kiano kembali memeluk Zavira semakin erat, tangan Kiano tidak sengaja menyentuh dada Zavira.


Zaki pun marah dan menggigit paha Kiano.


"Aaaaahhkk...." teriak Kiano.


"Itu mimik Zaki punya, Daddy gak boleh pegang." ucap Zaki polos.


Kiano dan Zavira menatap Zaki bingung, Zavira pun segera melihat tangan Kiano yang memeluknya.


Sebelah tanganya pas berada di dada Zavira, ia pun segera menepuk tangan Kiano.


"Apa sih sayang.... tadi anak gigit, sekarang Mommy nya mukul, aku salah apa sih."


"Tangan kamu... "


"kenapa tangan aku?"


"Tangan kamu sebelahnya di dada aku, mimiknya Zaki." jelas Zavira.


Barulah Kiano paham mengapa Zaki menggigitnya, ia pun kembali menggoda putranya dengan kembali memegang dada istrinya. Suara teriakan Zaki tidak ia pedulikan, ia semakin senang melihat ekspresi Zaki yang marah.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2