
" Sebenarnya Medinah adalah adik sepupu ku, Ayahnya adalah Kakak dari Ayah ku " Zian mulai bercerita kehidupan Medinah kepada Ilham.
" Apa penyebab sampai Medinah dibenci oleh keluarganya, termasuk Ayahnya ? Tanya Ilham.
" Paman Samuel sangat mencintai Bibi Laura " Zian menghela nafasnya. " Bibi Laura meninggal sesaat setelah Medinah lahir, tapi sebelumnya, Bibi mengalami kecelakaan mobil. "
" Dan Nyonya Rebeca, siapa Dia ? "
" Nyonya Rebeca adalah sepupu dari Bibi Laura, semua orang mengetahui kalau Tante Rebeca mencintai Paman Sam. Mereka adalah sesama teman kuliah, Tante Rebeca lebih dulu mengenal Paman Sam. Paman Sam adalah seorang pengusaha muda yang terbilang sukses untuk teman sebaya nya. Ia mampu mengelolah perusahaan Kakek yang hampir bangkrut bangkit kembali. Wanita mana yang tidak menyukai Paman Sam, termasuk Tante Rebeca. Tapi, Paman Sam menjatuhkan pilihannya kepada Bibi Laura. Gayung bersambut, ternyata Bibi juga menyukai Paman, tapi perasaannya tertahan karena Tante Rebeca selalu bercerita bahwa Ia juga menyukai Paman. "
" Apa yang terjadi saat itu, apa mereka bertengkar ? "
" Tentu saja, Tante Rebeca tidak terima dengan kenyataan dan menuduh Bibi merebut Paman dari sisi nya. Semua keluarga besar membenci Bibi, karena hasutan Tante. Kakek dan Nenek Medinah di kucilkan oleh keluarga. Tapi, dengan tekad yang kuat dan dukungan dari keluarga dari pihak Paman, akhirnya mereka menikah. Setahun usia pernikahan mereka Medinah hadir melengkapi kebahagian pasangan itu. Tapi takdir berkata lain " Zian kembali menghela nafas berat.
" Kenapa ? Apa yang terjadi ?" Tanya Ilham penasaran.
" Suatu peristiwa tragis dialami Bibi, Ia mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya, setelah Medinah lahir. "
" Jadi apa alasan sampai Paman Sam membenci Medinah, padahal itu putrinya. Anak dari wanita yang Ia cintai. " Tanya Ilham lagi.
" Seminggu setelah kepergian Bibi, Paman menjadi pemurung. Tak ada lagi terdengar suaranya berbicara, Ia bangun pagi sarapan dan langsung pergi ke kantor. Pulang tengah malam, dan langsung mengunci diri di kamarnya. Di saat itu lah Tante datang bersama Jessica kecil, Ia merawat Medinah seperti putrinya sendiri. Ia menyayangi Medinah seperti Ia menyayangi Jessica.
Dari sana lah semua rasa simpati jatuh padanya, semua anggota keluarga setuju dan menyuruh Paman untuk menikah kedua kalinya. "
" Dan pada akhirnya mereka menikah ? "
" Ya, mereka menikah. Tapi setelah seminggu setelah nya, tabiat buruk Tante sedikit demi sedikit terbuka. Ia lebih memperhatikan Jessica, ketimbang Medinah. Ia mencurahkan semua perhatiannya kepada Jessica, danMedinah hanya besar dengan seorang pelayan. "
" Apa Paman tidak pernah bertanya atau bagaimana ? "
" Pikiran Paman telah diisi dengan kebencian terhadap Medinah, Tante mengatakan kalau gara gara Medinah Bibi Laura meninggal. Dan seketika Paman pun menjadi membenci putri kandungnya sendiri. "
" Kau telah mengetahui latar belakang keluarga Medinah, apa kau masih ingin bersama nya ? " Tanya Zian
" Mendengar cerita mu, aku semakin yakin dengan keputusan ku. Keluarga ku juga sudah setuju perihal hubungan ku dan Medinah. "
" Apa kau juga kan bercerita pada keluarga mu, tentang masalah Medinah. "
" Tentu saja "
" Apa kau tidak takut kalau keluarga mu akan menolak Medinah setelah tau kejadian ini ? "
" Keluarga ku tidak senaif itu, mereka tidak pernah menilai seseorang dari latar belakang keluarganya. " Terang Ilham meyakinkan Zian.
" Baiklah, aku hanya berpesan. Jagalah Medinah, bahagia kan Dia. Dia sudah lama hidup menderita, Dia juga pantas untuk bahagia.. " Pesan Zian
" Kau bisa pegang kata kata ku. Tapi bagaimana dengan Paman, apa aku bisa bertemu dengannya, untuk membahas masalah aku dan Medinah ? " Tanya Ilham
" Masalah itu nanti biar aku bantu bicara dengan Paman, dan aku akan mengatur pertemuan mu dengan Paman , dan kalian bisa bicara empat mata. "
" Baiklah, kalau begitu. Sekarang sudah malam, pergilah istirahat. Kau pasti lelah karena perjalanan jauh, dan Medinah pasti sudah tertidur lelap karena menunggu mu " Zian terkekeh.
Ilham pun berjalan menuju kamarnya, yang bersebelahan dengan kamar Medinah.
Ia masuk dan melihat Medinah sudah pulas bertarung dengan mimpi nya.
Ilham mendekat dan duduk disamping Medinah, " Aku janji padamu, aku akan membuat mu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia. Aku yang akan membayar kebahagian masa kecil mu. " Ilham pun mengecup kening Medinah, dan beranjak keluar dari kamar Medinah dan menuju kamarnya untuk beristirahat.
*****
Di suatu negara yang jauh.
" Bagaimana dengan yang ini, apa kamu suka Sakinah ? " Tanya Cristien pada calon menantunya, Ia memperlihatkan beberapa contoh gaun pengantin.
" Saya ikut selera Nyonya saja " Ucap Sakinah
" Sakinah aku sudah bilang padamu beberapa kali jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi, panggil aku Mommy oke Sakinah ? "
Sakinah hanya menganggukkan kepala.
" Kamu pilih sendiri sesuai selera mu " Cristien menyerah.
Sakinah teru dan membolak balik halaman majalah contoh gaun pengantin.
Akhirnya mata Sakinah tertuju pada satu model, yaitu kebaya oIo.
" Mom, aku mau yang ini " Tunjuk Sakinah
__ADS_1
Cristien meraih majalah tersebut dan memperhatikannya dengan baik.
" Kamu yakin ? "
" Yakin " Jawab Sakinah mantap.
" Baiklah, menantu ku menyukai yang ini. Jadi kami pilih yang ini. Dan jas untuk pria tetap pada pilihan pertama. " Putus Cristien.
Pemilik toko pun mengangguk tanda mengerti .
" Kita akan mampir ke kantor dulu, untuk mengajak Viktor dan Daddy nya makan siang."
Sakinah menganggukkan kepalanya.
Tiba di kantor, semua menundukkan kepalanya kepada Cristien.
" Siapa gadis itu ? " Tanya salah seorang staf
" Kalian tidak tau, itu kan calon istrinya Tuan Viktor "
" Benarkah, apa Dia tidak tau Nyonya Cristien seperti apa ? "
" Tidak, Nyonya sudah banyak berubah. Sajak kematian Tuan Vans.
" Sudah sudah jangan bergosip lagi, ato kembali bekerja " Mereka pun membubarkan diri.
*****
" Mungkin Ilham sedikit lebih lama berada disana " Ucap Nanny
" Kenapa, apa ada masalah ? " Tanya Kakek
" Entahlah, Ilham tak bercerita lebih detail lagi, Ia hanya bilang akan lebih lama disana. "
" Sudahlah biarkan saja, mungkin orang tua Medinah ingin lebih mengenal calon menantu nya "
Kendra turun dari kamarnya bersama istri dan anak anaknya.
Kendra menggendong Kirana, sedangkan Hummairah memimpin Kiano.
" Waah... Lihat siapa ini, tampan sekali pengeran kita " Goda Nanny pada Kiano
" Tentu saja, Cucu Oma paling tampan dari siapapun " Sambung sang Oma
" Ayo sini cepat kita sarapan, " Nanny memimpin tangan Kiano dan membawanya ke meja makan.
Hummairah mengambil Kirana dari gendongan Kendra, agar suaminya itu bisa sarapan dengan tenang.
" Ada masalah di kantor Ken ? " Tanya Kakek
" Tidak Kek, semua masih aman terkendali. " Jawab Kendra.
" Kapan Kak Ilham akan pulang ? " Tanya hu.
Kendra menghentikan makanya, laku menoleh ke araj sang istri yang masih melanjutkan makanya.
" Kamu merindukan nya sayang " Tanya Kendra dingin
" Bukan, aku hanya ingin bertanya. Lagi pula kalau Kak Ilham pulang, Medinah pasti ikut. Jadi aku tidak perlu kerumah sakit, atau posyandu untuk suntik Imunisasi " Jelas Hummairah
" Oh, aku kira kamu merindukannya " Nada Kendra tidak senang
" Kendra jangan bilang kamu masih cemburu kepada Ilham " Celetuk Nanny
Kendra terdiam menahan kesal,
" Benar Kendra ? " Tanya Kakek
" Aku tidak suka jika istri ku membicarakan pria lain selain Kakek, Ayah da Papa.
" Kendra, Ilham itu saudara kamu. Ya walaupun bukan saudara dalam arti kata yabg sesungguhnya, tapi Nanny yakin Ilham tidak seperti yang kamu bayangkan. " Terang Nanny
" Mungkin di yang lalu Ilham pernah dekat bahkan menyimpan perasaan untuk seseorang yang kini telah jadi milik orang lain, tapi itu masa lalu. Semua orang memiliki masa lalu Kendra, termasuk Ilham. " Tambah Kakek.
" Bahkan kamu juga punya masa lalu yang buruk kan Kendra, " Kenang Mama
Kendra terdiam dan menundukkan kepalanya,
__ADS_1
" Apa kamu masih ingat dengan semuanya ? Tapi istri mu tidak pernah mengungkitnya, " Timpal Mama lagi
" Sudah jangan dibahas lagi, cukup sampai disini. " Putus Kakek
" Ummi Kiano sudah kenyang "
" Iya sayang, " Hummairah memasukkan bekal untuk putranya.
" Ayo Daddy kita berangkat " Ajal Kiano.
Kendra menoleh ke arah putranya, lalu tersenyum.
" Ayo pamit dengn semuanya " Perintah Kendra
Kiano pun segera berpamitan dengan Oma dan Opa, serta uyut nya.
Kendra mencium pipi chubby Kirana,
" Ayo mas, aki antar sampai depan " Ucap Hummairah yang telah meletakkan Baby Kirana dalam box nya.
Kendra masih terdiam, Ia mencerna setiap perkataan yang di lontarkan Kakek dan Nanny.
Perkataan itu begitu menggores dalam dan membekas di hatinya.
Hummairah memasangkan jas, dan merapikan dasi Kendra.
" Apa aku begitu buruk dimasa lalu ? " Tanya Kendra tiba tiba
" Maksud kamu ? " Hummairah heran
" Kamu tidak mendengar apa yang dikatan Nanny dan Kakek, termasuk Mama "
" Nggak " Jawab Hummairah singkat
" Masa si ? "
" Aku gak akan mau mendengar hal yang jelek tentang suami ku, dimata ku kmau begitu sempurna untuk seorang istri seperti aku. "
Kendra menatap lekat wajah Hummairah
" Kamu tidak mengingat kejadian lalu ? "
Hummairah menggelengkan kepalanya
" Untuk apa aku mengingat masa lalu, toh sekarang di depan masih ada jalan yang panjang yang harus aku lalui bersama suami ku " Hummairah mengecup pipi lembut.
" Yang penting sekarang kamu sudah sadar dan mengakui kesalahan mu, dan berjanji tidak akan mengilanginya. " Kendra meraih tubuh istrinya dan masuk kedalam pelukannya.
" Terimakasih, terimakasih sudah mau menjadi bagian dari hidup ku " Ucap Kendra kemudian mencium kening istrinya
" Iya, terimakasih juga sudah mau menerima aku gadis kampung yang bodoh ini menjadi istri dan ibu dari anak anak mu. " Tambah Hummairah
" Kamu adalah istri sempurna yang pernah aku miliki " Ucap Kendra kembali memeluk istrinya.
" Sudah cepat berangkat, kasian Kiano sudah lama nunggu "
" Siap Nyonya " Kendra berjalan menuju mobil, tiba tiba Kendra berbalik badan dan mendekat kepada Hummairah.
Tiba tiba Kendra meraih tubuh istrinya kemudian meraup bibir istrinya, Hummairah yang terkejut tak bisa berbuat apa apa selain mengikuti.
Pagutan itupun lepas, napas mereka masih terengah engah, Hummairah menepuk lengan kekar suaminya.
" Jangan lakukan itu lagi disini "
" Baiklah Nyonya, " Kendra pun berangkat ke kantor.
Beberpa pasang mata memperhatikan kelakuan Kendra dan istrinya.
" Aku yakin Kendra sudah menyesali perbuatan nya " Ucap Kakek tersenyum.
*Bersambung
jangan lupa tinggain jejak ya
VOTE, like, dan boom bintang nya
Terimakasih
__ADS_1
**I LOVE U ALL***