CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
48


__ADS_3

Alarm berbunyi, menyadarkan Hummairah dari lelap nya. Ia melihat jam menunjukkan pukul tiga pagi, Hummairah bergegas masuk ke kamar mandi. Tak lama kemudian Ia mendengar dering ponselnya, ternyata Kakek menelpon nya.


Hummairah segera menjawab telpon dari Kakek.


" Assalamualaikum Kek, "


" ... "


" Alhamdulillah baik Kek, Kakek sama Nanny sehat ? "


".... "


" Kendra masih tidur, "


" .... "


" Besok ? Iya, besok Ara usahakan untuk kesana. "


" .... "


" Baiklah, jaga kesehatan ya Kek, salam untuk Nanny. Assalamualaikum "


Hummairah menutup telponnya. Setelah menunaikan kewajibannya Hummairah turun kebawah.


Di dapur para pelayan telah bangun dan mulai sibuk dengan tugasnya masing masing, melihat Hummairah datang semua menunduk hormat dan memberi salam.


" Selamat pagi Nyonya " Sapa Lusy sang pelayan senior


" Pagi Lusy, "


" Ada yang bisa saya bantu Nyonya ? "


" Tidak, terimakasih. Saya hanya ingin bikin teh herbal untuk Mas Kendra. " Hummairah segera mengambil apa yang Ia perlukan dan meracik nya.


" Mau saya bikin kan sesuatu untuk sarapan Nyonya ? "


" Tidak perlu Lusy, hari ini Mas Kendra tidak ada permintaan. Tapi, tidak tau tuan muda yang satu nya " Hummairah tertawa


" Baiklah Nyonya, "


Setelah selesai Hummairah naik ke atas, Ia masuk ke kamarnya dan melihat sang suami masih bergelut dalam selimut nya.


Ia menghampiri suaminya.


" Mas, bangun " Hummairah menepuk nepuk lengan kekar suaminya.


Kendra menggeliatkan tubuhnya, dan mencoba untuk membuka matanya.


" Morning deat " Ucap Kendra kepada istrinya dan mengecup ringan tangan istrinya.


" Bangun, udah subuh. Kita subuh berjamaah yuk ! "


Kendra mengangguk dan segera beranjak dari tempat tidurnya bergegas menuju kamar mandi.


Tak berapa lama Kendra keluar dari kamar mandi Hummairah segera memberikan pakaian untuk sholat kepada suaminya.


Setelah itu mereka pun hsolat subuh berdua.


Terhadi keributan di bawah, Hummairah yang sedang mengobrol berdua di balkon kamar nya terkejut, dan mereka pun bergegas turun ke bawah.


Seperti biasanya Tante Ctistien membuat onar lagi di dapur.


" Ada apa ini ? " Tanya Kendra.

__ADS_1


Tiba tiba semua terdiam, terutama para pelayan.


" Kendra, bagus kamu ada disini. Pecat pelayan ini, dia kurang ajar sama tante. " Ucap Tante


" Jangan tuan, saya minta maaf " Jawab pelayan itu


" Kamu kenapa Sakinah ? " Tanya Hummairah lembut


" Pelayanan bodoh ini, udah berani melawan tante. Tante cuma minta buatkan sarapan untuk Olivia, dan diantar ke kamarnya.


" Jelas Tante


" Olivia kenapa tidak turun untuk sarapan ? " Tanya Kendra


" Olivia jatuh di dalam kamar mandi, kaki nya terkilir. " Jawab Tante


" Apa ?? " Kendra berlari menuju kekamar Olivia, meninggalkan Hummairah di dapur bersama pelayan.


Kembali Hummairah menarik nafasnya, dan menyusuk Kendra ke kamar Olivia


Sampai di kamar Olivia, Hummairah melihat Kendra duduk di samping Olivia dan merangkul bahu Olivia.


Hummairah mengalihkan pandangan nya ke lain. Sedangkan Tante tersenyum sinis, Ia berhasil membuat Hummairah melihat kedekatan antara Kendra dan Olivia.


" Kendra, kamu jangan kemana mana ya, temanin aku. Aku gak bisa bergerak nii ! " Ucap Olivia manja pada Kendra


" Iya, aku gak akan kemana mana. Kamu udah sarapan ? Aku suruh pelayan bikinin yaa, kamu mau apa ? " Tanya Kendra


" Aku mau pancake, tapi kau bantu aku makan yaa.... Kamu suapain aku ? "


" Iya, nanti aku suruh pelayan untuk buatin kamu pancake. Sayang, tolong bilang sama Lusy minta dia bikinin pancake untuk Olivia ya "


Tanpa menjawab Hummairah pergi meninggalkan kamar itu.


Di meja makan Hummairah menyuapi anaknya makan, dan masih terus diam tanpa sepatah kata.


Mama melihat gelagat aneh menantu nya akhirnya bertanya.


" Kamu gak pa pa Ra ? "


" Maksud Mama ? "


" Kenapa kamu lebih banyak diam akhir akhir ini ? "


" Ara tidak apa apa Ma, Ara cuma.... " Hummairah tak melanjutkan ucapannya ketika melihat Kendra yang datang sambil memapah tubuh Olivia. Olivia tampak bergelayut manja pada Kendra, sedangkan Kendra hanya tersenyum dengan ulah manja Olivia.


sedangkan tante Christien tersenyum puas.


Kiano telah menyelesaikan sarapannya, Hummairah segera membersihkan mulut anaknya.


Melihat Kendra membuka kursi untuk Olivia, langsung saja Hummairah bangkit dari duduknya dan memimpin tangan Kiano dan pergi dari sana.


" Kamu mau kemana Ra ? Kamu kan belum sarapan sayang " Tanya Mama


" Ara tidak lapar Ma, " Jawab Hummairah menahan marahnya.


Mama semakin sedih melihat keadaan Hummairah, Ia tak bisa menolong menantunya sendiri. Ia terlalu takut pada Tante Christien.


Di dalam kamar Hummairah menumpahkan segala rasa yang ada, Hummairah menangis hingga tertidur. Hummairah tidak turun atau pun keluar dari kamar Kiano. Para pelayan diperintahkan oleh Lusy untuk melayani Majikan nya.


Sore hari setelah memandikan Kiano, Hummairah kembali ke kamarnya dengan membawa Kiano.


Tak lama kemudian Kendra masuk kedalam kamar.

__ADS_1


" Sayang... " Kendra tersenyum dan ingin mencium istrinya. Hummairah mengelak, dna segera menghindar.


Kendra tak menghiraukan sikap Hummairah, Ia masih menganggapnya biasa saja.


Setelah sholat Isya, Hummairah beranjak naik ke atas ranjang dan tidur dengan memeluk Kiano. Dan lagi lagi Kendra menghiraukan sikap Hummairah.


Esok pagi Hummairah telah siap pagi pagi sekali, dan sekarang sedang mengemasi perlengkapan Kiano.


Hari ini Hummairah akan pergi hotel untuk menemui rekan bisnis yang di utus Kakek. Tak lama kemudian, Hummairah turun dan memakan sarapannya tanpa menghiraukan orang sekelilingnya, yang heran dengan penampilannya. Akhirnya Kendra menegurnya.


" Kamu pagi pagi udah rapi sayanga, kamu mau keman ? " Tanya Kendra


" Mau kehotel, " Jawab Hummairah singkat


" Hotel mana ? " Tanya Kendra heran


" Hotel ARKIANDRA " Jawab Hummairah masih singkat.


" Ngapain ? " Tanya Kendra heran


" Nemuin rekan bisnis yang Kakek kirim untuk bantuin aku di hotel, karena mulai sekarang aku akan menyibukkan diri di hotel. Aku bosan di rumah. " Terang Hummairah


" Tapi bagaimana dengan Kiano ? Aku gak mau lho gara gara kamu kerja Kiano jadi kurang kasih sayang, dan jarang ketemu kamu lagi. "


" Kamu tenag aja, Kiano aku bawa, dan aku pun membawa Sakinah untuk menemani Kiano kalau aku lagi sibuk " Jelas Hummairah


" Rekan bisnis, memang kamu paham tentang bisnis ? " Tanya Tante mencibir


" Hotel Arkiandra ? Aku tau, itu hotel yang baru di bangun oleh Kakek kan ? " Ucap Olivia " Kendra aku mau dong, kerja disana. Jadi manager yaa " Pujuk Olivia pada Kendra


" Kalau kamu mau kerja disana, kamu harus berbicara langsung sama pemiliknya " Jelas Kendra tersenyu bangga pada istrinya


" Siapa ? "Tanya Tante


" Siapa lagi kalau bukan Hummairah " Jawab Kendra


" APA ??? " Jawab Olivia tante tak percaya


Hummairah tersenyum, dan menyelesaikan makan nya.


" Sayang perginya bareng aku yaa !! " Ajak Kendra.


Hummairah mengangguk kan kepalanya, dan membututi Kendra yang telah menggendong Kiano.


Mobil mereka segera meninggalkan halaman mansion keluarga, dan menuju Hotel.


" Tante aku tidak percaya, kalau gadis kampung itu telah dipercaya Kakek untuk mengelolah hotel itu. " Ucap Olivia


" Iya, tante juga heran. Bagaimana mungkin gadis kampung itu bisa jadi kesayangan Tuan Malik. " Tuturv Tante


*bersambung


hayoooo...siapa kira kira rekan bisnis Hummairah ???


Penasaran ?? Pantengin terus yaaa


Seperti biasa


*kasi like


kasi vote


tinggalin komen setiap novel ok

__ADS_1


I LOVE U ALL**


__ADS_2