
Zian masih berada di kantor, tak lama kemudian Ia menerima pesan dari orang suruhan nya.
Ia mengernyitkan dahi nya, Ia membaca dengan seksama isi pesan tersebut.
Dan akhirnya Zian pun mengerti. Ia segera menemui Samuel untuk meminta keterangan dan mencocokan dengan laporan yang Ia terima.
Tiba mansion Samuel.
" Bilang pada Paman, aku ingin menemuinya " Ucap Zian pada pelayan rumah.
Pelayan itu mengangguk dan segera memberitahu Tuan nya.
Tak lama kemudian Samuel pun tiba, Ia nampak tersenyum melihat kedatangan Zian.
" Paman aku.... " Kata kata Zian tepotong karena kehadiran Rebeca dan putrinya.
" Hai Zian, lama tidak bertemu. Apa yang kau lakukan kemari malam malam begini ? " Tanya Rebeca.
" Aku..... " Kembali terpotong, karena sekarang giliran Samuel yang angkat bicara.
" Ia datang kemari untuk urusan pekerjaan, tidak ada urusan nya denganmu. "
Rebeca terdiam, kemudian " Bukan nya kau tak pernah membawa pulang pekerjaan sayang " Ucap Rebecca.
" Ini masalah bisnis yang baru saja dirintis Zian. " Samuel mulai jengah dengan pertanyaan Rebeca. " Ayo Zian, ikut aku keruang kerja. " Ajak Samuel.
Zian pun menurut dan mengikuti Samuel masuk ke ruang kerjanya.
Rebeca mengepalkan tangan nya.
Ia curiga Samuel dan Zian menyembunyikan sesuatu.
" Mama kenapa ? " Tanya Jessica.
" Mama curiga ada sesuatu yang Zian dan Papa mu sembunyikan. "
" Tapi, apa Mama tidak dengar tadi. Papa bilang mereka akan mengurus bisnis yang baru milik Zian. "
" Kenapa kau bodoh sekali Jessi. Itu hanya alasan mereka untuk tidak memberitahukan nya pada kita. "
" Tapi, Ma.... "
" Sudahlah cukup dengan pertanyaan mu Jessi, Mama akan cari tahu sendiri. "
Pergi meninggalkan Jessica yang kebingungan
Didalam ruang kerja.
" Kau ada menemukan sesuatu ? Tanya Samuel
" Paman, menurut laporan dari anak buah ku, nomor itu memang pernah digunakan melakukan panggilan dan mengirim pesan. Tapi hanya beberapa kali, setelah itu nomor itu tidak digunakan lagi. " Jelas Zian
Samuel tampak murung " Sepertinya orang ini sangat cerdik Paman, tapi Paman tidaka usah khawatir aku masih menyuruh anak buah ku menyelidiki nya.
" Paman percaya padamu Zian, sekarang hanya kamu yang Paman percaya. "
" Baiklah, kalau begitu aku pamit pulang. Anak dan istri ku pasti sudah tertidur, karena menunggu ku.
" Pulanglah, hati hati dijalan. " Ucap Samuel pada keponakan nya.
Zian pun keluar dari ruangan dan berjalan keluar.
Samuel masih berada diruang kerja nya.
Ia merenung, mengingat kembali kejadian 20 tahun yang lalu. Mengapa baru sekarang Ia mengungkapnya, mengap tidak dari dulu.
Maafkan Papa Dinah, seharusnya dari dulu Papa mengungkap semua ini, Tapi Papa tidak melakukannya, sebab Papa terlalu sayang kepadamu. Papa tidak mau sampai mereka menyakiti mu, karena hanya kamu yang Papa miliki di dunia ini. Papa tidak akan membiarkan satu orang pun menyakiti kamu.
Papa janji Dinah.
Ditempat lain, Rebeca mengejar Zian.
" Zian tunggu... " Teriak Rebeca.
Zian menghentikan langkahnya, dan berbalik badan.
" Ada apa Tante ? "
" Tante dengar tadi kanu dan Paman mu membahas bisnis baru, apa Tante boleh tahu ? "
Zian nampak berpikir sejenak " Ya, aku mencoba untuk berbisnis properti. Membangun usaha sendiri untuk jangka panjang, aku tidak mungkin kan bergantung kepada Paman seumur hidup ku. "
" Ya, kau benar. Tapi, bisakah kau mengajak seseorang untuk terlibat dalam usaha mu ? "
Zian mengernyitkan dahi, dan berpikir sejenak.
" Maksud Tante Jessica ? "
" Bukan... Ada salh satu sepupunya Jessica, keponakan mantan suami Tante. Dia butuh pekerjaan, dikantor Paman mu sedang tidak membutuhkan karyawan. Jadi apa salah nya kalau dia bisa ikut dengan mu. "
Zian berpikir sejenak.
Apa Tante punya rencana untuk memata matai ku ? Baiklah, aku akan ikuto permainan nya.
" Baiklah,Tante nanti aku kabari kalau aku sudah mempersiapkan semuanya. "
__ADS_1
" Oke, Tante tunggu "
" Kalau begitu aku pamit pulang dulu. "
" Baiklah, hati hati. Kirim salam untuk anak dan istri mu. "
" Baiklah, nanti akan aku sampaikan "
Zian berjalan kearah mobilnya, masuk kemudian meninggalkan mansion Samuel.
Zian menyunggingkan senyuman.
Ia tahu Rebeca sudah curiga.
*****
Hari ini hari yang ditunggu tunggu oleh Norman dan Olivia, hari ini adalah hari dimana mereka mengucap janji pernikahan.
Semua larut dalan kebahagian, mereka makan dan berpoto bersama. Kemudian mengirimkan nya kepada Hummairah.
" Mas lihat deh, Nanny kirim photo pernikahan Olivia dan Norman. " Ucap Hummairah
Kendra yang baru saja keluar dari kamar mandi segera menghampiri istrinya.
Kendra mengamati photo di ponsel istrinya, kemudian mengembalikannya.
Hummairah segera memberikan pakaian ganti yang telah Ia siap kan tadi.
Kendra tersenyum menerima nya, kemudian mencium pipi istrinya. Ia beranjak segera memakai pakaian nya.
Hummairah memasangkan dasi, dsn mereka pun turun untuk sarapan.
Kendra memakan sarapannya, sementara Hummairah menyusuo Kirana.
" Aku akan pulang terlambat hari ini " Ucap Kendra. " Kamu tidak apa apa kan ditinggal sendiri ? "
" Jangan khawatir, " Jawab Hummairah menenangkan suaminya.
" Setelah urusan selesai, aku pasti langsung pulang. "
" Iya, "
" Aku berangkat dulu " Kendra berdiri menggendong Kirana.
" Ayo, aku antar kedepan. " Ujar Hummairah sambil membawa jas dan tas suaminya.
" Kau hati hati dirumah ya, " Kendra memberikan Kirana pada Hummairah, dan meraih jas dan tas kantor nya.
Hummairah mencium tangan suaminya, dan Kendra mengecup kening istrinya. Dan tak lupa Kendra juga mencium pipi gembup putrinya.
*****
" Hallo "
"...... "
" Apa kabar mu ? " Ilham memberi kode kepada Medinah bahwa yang menelpon adalah Zian.
Medinah tersenyum, Ia kembali menyuapi Kiano es krim.
Ilham berjalan menjauh dari Medinah, berbicata denagn Zian.
" Katakan ada apa ? "
" Apa aku bisa meminta bantuan mu ? " Pinta Zian
" Katakan, kalau aku bisa bantu pasti aku bantu. "
" Aku ingin kau membantu ku melacak nomor, tapi nomor ini digunakan dua puluh tahun yang lalu. "
" Apa ini berhubungan dengan kematian Ibu Medinah ? "
" Kau benar, Paman Sam meminta ku menyelidiki nya. "
" Apa ? Benarkah, Paman ingin melakukan itu. Kenapa ? "
" Ada banyak hal yang tak bisa aku beritahu melalui telpon, tapi aku akan bercerita pada mu kalau sudah saat nya. " Ujar Zian
" Baiklah, aku akan mengirim alamat email ku padamu. Kau kirim kan lewat email saja "
" Baiklah, apa Medinah bersama mu ? "
" Ya, kami sedang membawa keponakan ku jalan jalan. "
" Kalian masih diluat negeri ? "
" Ya, kami akan seminggu lagi disini. "
" Baiklah selamat bersenang senang, berikan salam ku untuk Medinah. "
" Baiklah akan aku sampaikan. Sampai jumpa " Ilham menutup telponnya, dan kembali bergabung dengan Medinah dan Kiano.
" Apa yang Kak Zian katakan ? " Tanya Medinah.
" Dia mengirim salam pada mu "
__ADS_1
Medinah tersenyum " Kamu mau pesan sesuatu ? " Tanya Medinah
" Boleh, aku mau kopi "
" Makan "
" Wafel "
" Baiklah "
Medinah pun memanggil salah satu pelayan dan segera memesan pesanan Ilham.
*****
Jessica menerima laporan dari orang suruhan nya yang memata mtai Ilham.
Ia tampak kesal dengan apa yang dilihatnya, Ia mengapalkan tangannya.
" Kenapa.... Kenapa, kenapa Medinah selalu mendapatkan apa yang aku inginkan. "
Jessica membanting vas bunga di kamarnya.
Tak lama kemudian Rebeca masuk.
" Apa yang terjadi Jessi "
" Mama, aku benci Medinah. "
" Iya, Mama tahu. Mama juga membencinya, tapi apa ini Jessi ?"
" Medinah dan Ilham sedang liburan keluar negeri Mama, lihat ini " Jessica menunjukan photo Ilham dan Medinah yang sedang berpelukan dan tertawa bahagia.
" Kamu.... Dari maba kamu mendapatkan ini ? Apa kami menyuruh orang untuk memata matai mereka ? "
Jessica terdiam, selama ini Rebeca tidak tahu apa yamg Ia lakukan.
" Jessica, jawab Mama, kamu memata matai mereka ? "
" Aku terpaksa Ma, aku hanya ingin Ilham. Aku hanya ingin mereka memphoto Ilham, bukan photo mereka berdua. " Jessica menarij rambutnya dengan frustasi.
" Mama harus bantu Jessi untuk mendapatkan Ilham, Ma. Harus. "
" Iya, Mama akan bantu kamu. Tapi kamu harus tenang. "
" Tenang bahagia Ma, bulan depan mereka akan menikah. "
" Iya, kasih Mama waktu untuk memikirkan caranya. "
" Jangan terlalu lama berpikir Ma, kalau tidak aku sendiri yang akan menghancurkan pesta pernikahan mereka. "
*****
Ilham menerima email dari Zian, Ia membaca dengan seksama pesan dari Zian melalui email nya.
" Baiklah. " Jemari Ilham dengan cekatan menari nari diatas tombol laptopnya.
Tak lama kemudian, Ia berhasil mendapatkan pemilik nomor tersebut.
" Dapat !!! " Ucap nya. " Sekarang kau tak akan bisa mengelak lagi. "
Ceklek...
Suara pintu terbuka, Medinah berdiri di depan pintu.
" Boleh aku masuk ? " Tanya Medinah
Ilham tersenyum, dan mengulurkan tangan nya.
Medinah masuk dan menyambut uluran tangan Ilham yang menuntunnya untuk duduk diatas pengakuan nya.
Ilham mengelus pipi Medinah, membelai sayang rambut pirang panjang milik Medinah.
" Kamu belum tidur ? " Tanya Medinah
" Belum, aku ada sedikit pekerjaan. Kamu sendiri, kenapa belum tidur ? "
" Aku tak bisa tidur "
" Mau aku temani ? "
" Kami sudah selesai ? "
" Bisa dilanjut besok " Jawab Ilham santai dan kemudian berdiri.
Ia menuntun Medinah naik keranjang, membawa Medinah kedalam pelukannya.
Mengecup puncak kepala wanita yang dicintainya.
Kemudian memejamkan mata dan tertidur.
*Bersambung
segini dulu yaa..
jangan lupa vote dan boom bintang nya yaa....
__ADS_1
Terimakasih
**I LOVE U ALL***