CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
54


__ADS_3

" Ummi kenapa kita menginap disini tidak mengajak Daddy ? " Ungkap Kiano.


Hummairah terdiam dan menatap putra semata wayangnya.


" Daddy masih sibuk, nanti juga Daddy sama sama kita lagi " Hummairah membesarkan hati putranya.


Tapi sampai kapan? Ditengah lamunannya, suara bel pintu menyadarkannya.


" Kamu lanjutkan makannya, Ummi akan lihat siapa yang datang " Hummairah bergerak menuju pintu dan membukanya.


" Masuklah Sakinah " Ucap Hummairah


" Maaf Nyonya, saya terlambat. " Ucap Sakinah menyesal. " Ini semua gara gara Nyonya Christien, Dia memberikan kamu tugas di pagi buta. " Ucap Sakinah kesal


Hummairah hanya tersenyum.


" Sudah tidak apa apa, ayo persiapkan perlengkapan Kiano dan kita berangkat. Tapi, apa kamu sudah sarapan ? Tanya Hummairah


Sakinah menggeleng. " Belum Nyonya, tugas dari Nyonya cristien sangat banyak. Ini pun saya melarikan diri dibantu sama kak Lusy. " Jelas Sakinah


" Ya sudah, pergilah sarapan terlebih dahulu. Setelah itu siapkan perlengkapannya. " Perintah Hummairah


" Baik Nyonya. " Sakinah bergegas .


Hummairah masuk ke kamarnya dan bersiap, tak lama kemudian Ia keluar.


Hummairah tampak anggun dan cantik dalam balutan busana syar'i nya.


Sakinah yang melihat wajah majikan perempuannya begitu takjub.


Sosok wanita yang bisa dikatakan sempurna, mengapa harus mengalami hal seperti ini.


" Sudah siap ? Tanya Hummairah membuyarkan lamunan Sakinah


" Sudah Nyonya, sudah. Den, Kiano juga sudah tampan. " Ucap Sakinah


" Ayo bersiap, kita tinggal menunggu mang Diman untuk menjemput kita. " Jelas Hummairah.


Sejam, dua jam, hampir tiga jam mereka menunggu sang supir, tapi tak kunjung datang.


" Ummi, kenapa mamang tidak datang ? " Tanya Kiano


" Sebentar sayang, "


" Nyonya, saya akan telpon Kak Lusy " Ucap Sakinah


Sakinah segera meraih ponselnya dan menekan nomor Lusy.


" Hallo kak, apa mang Diman sudah berangkat ? "


".... "


" Apa ???? Baiklah Kak. " Sakinah menutup telponnya. " Maaf Nyonya, mang Diman pergi mengantar Nyonya Cristien ke bandara pagi pagi sekali. " Jelas Sakinah


Hummairah tampak menahan kesalnya.


" Ya sudah, kita berangkat naik taxi online saja "


" Kenapa tidak menelpon Tuan Ilham saja Nyonya ? "


" Tidak.... Sakinah ingat, Dia hanya partner kerja. Saya tidak mau, kalau terlalu dekat dengannya. Saya tidak mau orang berpandangan buruk pada hubungan kami yang murni berteman. " Hummairah tak mau merepotkan Ilham.


Sakinah mengangguk tanda mengerti.


Hummairah segera menelpon taxi online, selang 30 menit taxi yang mereka pun datang, dan mereka bergegas berangkat ke kantor.


Di mansion keluarga, Tante Cristien baru pulang dari bandara. Ia menjemput seseorang.


" Selamat datang di rumah Viktor.... " Ucap Tante Cristien tersenyum.

__ADS_1


Semua pelayan terheran dan bertanya tanya.


" Siapa lagi yang di bawa Nyonya Cristien kerumah ini ? " Pelayan 1


" Aku jadi ingin bertanya, sebenarnya rumah ini masih milik keluarga Malik kan ? Tapi kenapa orang luar berkuasa di sini ? " Ucap pelayan 2


" Sudah... Sudah, kembali bekerja " Ucap Lusy


Mereka pun membubarkan diri.


Cristien memanggil semua pelayan keruang tengah.


" Dengar semua.... Ini adalah Tuan Viktor, Dia adalah putra ku, berarti dia juga Tuan kalian. Jadi kalian harus menuruti segala perintah nya. " Cristien menatap wajah pelayan satu persatu. " Apa kalian mengerti semua ? "


Semua pelayan menunduk dan serentak menjawab mengerti. Dan semua pelayan kembali ke tugasnya masing masing.


Hummairah terlambat tiba di kantornya, Ilham telah menunggunya sedari pagi.


" Maaf Nyonya, Tuan Ilham sudah menunggu anda dari tadi, dan sekarang berada di ruangan anda " Ucap sekretaris nya


Hummairah hanya mengangguk kan kepalanya dan segera bergegas menuju ruangannya.


" Assalamualaikum, " Ucap Hummairah membuka pintu


" Waalaikumsalam. Ra, kamu kemana aja ? "


" Maaf Kak, Mang Diman tidak datang menjemput hari ini. Jadi aku terpaksa pakai.jasa taxi online. "


" Mengapa kau tak menelpon ku ? "


" Maaf, aku tak mau merepotkan mu. "


" Hei... Kau adik ku, tak ada kata merepotkan untuk mu. "


" Mungkin antara kau dan aku itu tak merepotkan, tapi bagi yang melihat akan ada gunjingan. Kau tau status ku, dan tak akan ada


yang percaya dengan apa yang kita ucapkan dengan apa yang mereka lihat. "


" Bisa kita mulai ? " Tanya Hummairah


" Baiklah Nyonya "


Mereka pun memulai meeting nya


" Aku lelah Kak, " Ucap salah satu pelayan dengan wajah meringis.


" Sama Kak, aku juga. Kalau seperti ini aku mau resign aja deh, gak sanggup aku " Sambung pelayan lain.


Lusy kebingungan menghadapi keluhan teman temannya.


Tiba tiba ponsel Lusy berdering


" Hallo,... "


" .... "


Lusy segera menjauh dari kerumunan teman temannya, Ia sesekali melirik teman temannya. Lama Lusy berbicara di telponnya, kemudian Ia mematikan ponselnya dan menyimpannya kembali kedalam saku bajunya.


Kendra saat ini berada di sebuah club malam, Ia dalam kondisi mabuk. Beberapa wanita mencoba mendekati dan merayu nya


" Pergilah..... " Usir nya dan tak ada yang berani mendekatinya.


Hingga seseorang mendekati nya dan menepuk pundaknya


" Hei.... " Sapa orang itu


Kendra memicingkan matanya.


" Mau apa Lu kemaru ? "

__ADS_1


" Gua cuma mau liat gaya Lu di tinggal istri. " Orang itu tersenyum dan menggeleng.


" Puas Lu ketawain Gua, puas Lu buat Gua begini ? "


"Bukan Gua yang buat Lu jadi kayak begini, tapi diri Lu sendiri. "


" Apa maksud Lu ? "


" coba sedari awal Lu dengerin omongan istri Lu, pasti gak akan begini jadinya "


" Dia tidak pernah memberitahu Gua apa yang Dia rasakan "


" Seharusnya Lu lebih peka terhadap perilaku nya yang berubah tiba tiba. "


Kendra mengingat kembali, Hummairah memang berubah setelah kedatangan Tante Cristien dan Olivia. Ia lebih banyak diam dan mengurung diri di kamar Kiano, dan kemarin tiba tiba Ia memutuskan untuk memimpin Hotel. Dan puncaknya Ia memutuskan keluar dari rumah itu.


" Udah tau dimana letak kesalahan Lu ? "


Kendra menatap wajah Ilham


" Sebaiknya kau pulang, lihatlah apa yang terjadi di rumah itu. "


" Apa maksudmu ? Apa yang terjadi di rumah itu. "


" Pulanglah kau akan tau nanti saat kau tiba " Ilham beranjak dari duduk nya dan pergi meniggalkan Kendra sendiri di sana.


Praank....terdengar suara barang pecah


" Bodoh kamu, masa masak begitu saja tidak tau. Bagaimana waktu keluarga ini menerima kamu sebagai pembantu ? " Olivia membentak salah satu pelayan rumah. pelayan itu hanya bisa menangis.


Tiba tiba.. Seseorang datang dan bertanya


" Ada apa ini ? "


" Kendra, kamu udah pulang ? " Ucap Olivia menghampiri Kendra dan bergelayut manja di lengan Kendra. " Pelayan bodoh ini, aku minta bikinim sarapan. Apa yang aku minta, apa yang dia buat. "


" Tapi tadi Nona kan minta dibikin kan ini, maka nya saya.... " belum pelayan itu selesai menjelaskan


" Diam kamu pelayan bodoh.... Kendra aku mau sekarang juga kamu pecat dia "


pelayan itu tampak pucat.


" Jangan Tuan, saya minya maaf " pelayan itu telah menangis.


Mendengar keributan Mama dan yang lain juga datang ke ruang makan.


" Ada apa ini ? " Tanya Mama


" Itu Tante, pelayan ini kerjanya gak becus " Ucap Olivia manja


" Tidak Nyonya, saya telah dengan benar melakukan tugas saya. Tapi Nona Olivia sendiri yang.... "


" Diam kamu orang rendah, dasar tidak berpendidikan. Kalian itu hanya bisa jadi benalu untuk kami, lebih baik sekarang kamu pergi dari rumah ini. " Ucap Tante memutuskan.


" Jangan nyonya saya mohon " Pelayan itu memohon dengan bersimpuh sambil menangis.


" Tidak.... pergi kamu dari sini. Lusy, cepat bereskan barang barangnya dan usir dia dari sini.


Lusy terdiam menahan tangisnya,


" Apa kamu tidak mendengar perkataan ku Lusy, apa kau mau aku pecat juga. "


Ketika Lusy akan bergerak, seseorang meghentikan langkah nya.


" Tidak akan ada pelayan yang di pecat disini "


Semua menoleh ke arah suara itu.


Seseorang yang telah lama mereka rindukan kini hadir kembali.

__ADS_1


Lusy tersenyum sembari mengusap airmata nya.


Bersambung


__ADS_2