
"Selamat ya Ki, kamu akan jadi Daddy lagi." ucap Medinah pada Kiano.
Medinah dan Ilham baru saja tiba dikediaman keluarga Kendra kemarin, Ilham mengunjungi Kendra dan Hummairah, setelah kemarin Ilham tidak bisa menghadiri pesta pernikahan Kirana dan Fachri dikarenakan harus merawat Kakek dan menemani Nanny terapi. Di usia senja Kakek dan Nanny mulai sering diserang flu dan batuk, serta sakit orang tua pada umumnya. Ilham dan Medinah memboyong keduanya untuk tinggal bersama mereka.
Kini rumah Kendra ramai dengan kedatangan keluarga besar Kendra, hanya Kirana dan Fachri yang belum tiba, sebab setelah menikah Kirana telah menetap dirumah Fachri.
"Kiano hebat ya, Zavira Kiano bikin hamil lagi." kekeh Kiano.
Semua hanya menggelengkan kepalanya.
"Itu menandakan kalau kamu udah tua." sambung Daddy Kendra.
"Daddy, Kiano belum tua. Kiano masih muda dan tampan, iya kan sayang?" ujar Kiano.
Zavira hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Aku merasa bersyukur, sebab sampai saat ini masih diberi kesempatan bisa melihat seluruh anak, cucu, cicit ku berkumpul semua. Sekarang kalau pun Tuhan menjemputku aku sudah siap, sebab aku sudah bahagia sekarang."
"Opa uyut tidak mau melihat anak Nana nanti?" sahut Kirana yang baru saja tiba.
"Assalammu'alaikum." ucap Fachri.
"Waalaikumsalam." jawab mereka serentak.
Kirana dan Fachri mendekati dan menyalami anggota keluarganya satu persatu, giliran Ilham dan si kembar Kirana hanya menangkupkan tangan. Ilham tersenyum melihat Kirana dan Fachri.
"Kend, putri ku sudah besar dan dewasa sekarang." ucap Ilham pada Kendra.
"Ya Ham, tuan putri rumah ini sudah jadi ratu di kastil pangerannya." lanjut Kendra.
Kirana tersenyum kemudian memeluk Daddynya.
"Daddy... Nana masih tuan putri rumah ini, dan Tuan putri untuk Papa Ilham dan Mama Medinah."
Kendra memeluk dan mencium kening putrinya.
Fachri tersenyum melihat manjanya sang istri saat ini.
"Dan Kiano tetap menjadi pengeran dirumah ini." ujar Kiano tersenyum.
"Iya kamu tetap pangeran kami." seru Nanny memeluk dan mencium Kiano.
.....
Beberapa hari kemudian, disaat seluruh keluarga Kendra sedang berkumpul dan bercanda diruang tengah. Kirana sedang menerima telpon dari mertuanya.
"Iya Ma, nanti sore Nana pulang. Mama jangan lupa makan ya, ingat Mama harus banyak istirahat. Nanti sore setelah Kak Fachri pulang kantor, Nana langsung pulang."
Kirana pun menutup teleponnya dan kembali bergabung dengan yang lain.
"Siapa Na?" tanya Nanny.
"Pasti mertuanya Nana, beliau sejak Kirana tinggal kesana, udah gak bisa jauh lagi dari menantunya." jawab Hummairah.
"Nanny senang kalau Kirana bisa dekat dengan mertuanya."
"Maaf Nyonya diluar ada tamu." ucap salah satu pelayan.
"Siapa?" tanya Hummairah.
"Maaf Nyonya, saya juga tidak kenal. Saya rasa ini pertama kalinya saya melihatnya datang."
"Baiklah, saya akan menemuinya." jawab Hummairah beranjak. "Bentar ya Nanny."
Nanny mengangguk, dan kembali mengobrol dengan yang lainnya.
Hummairah keluar menemui tamunya, Hummairah mengernyitkan dahi. Jujur Hummairah baru kali ini bertemu dengan mereka. Ia pun segera menghampiri dan menyapa mereka.
"Selamat siang." sapa Hummairah pada pasangan suami istri itu.
"Selamat siang Nyonya, perkenalkan nama saya Antonio Jhonson, dan ini istri saya Sofia." ucapnya memperkenalkan diri.
__ADS_1
"Hallo Tuan dan Nyonya Jhonson, saya Hummairah." sapa Hummairah.
"Saya sudah banyak mendengar cerita anda dari banyak orang diluar sana." ucap Nyonya Sofia.
"Oh ya... saya harap anda mendengar yang baik-baik tentang saya." canda Hummairah.
"Tentu saja Nyonya." merek pun tertawa dan melanjutjan obrolannya.
Hingga tiba-tiba Kendra dan Fachri pulang dari kantor.
"Assalammu'alaikum." ucap Kendra dan Fachri serentak.
"Waalaikumsalam, Mas udah pulang? Sebentar ya Tuan dan Nyonya." Hummairah beranjak dari duduknya, kemudian menyambut suaminya pulang. Hummairah mencium tangannya, dan Kendra mengecup kening istrinya.
Fachri mencium tangan mertuanya
"Lagi ada tamu?" tanya Kendra
"Iya, aku baru kenal mereka. Dan masih belum tau apa maksud mereka datang."
"Kirana mana Mi?" tanya Fachri
"Ada di dalam, lagi sama Oma Nanny." jawab Hummairah.
"Ayo kita masuk dan sapa tamu kita" ajak Kendra.
"Fachri langsung menemui Kirana deh." ujar Fachri yang langsung masuk ke dalam setelah menyapa sekilas tamu mertuanya.
"Selamat siang Tuan Kendra." sapa Tuan Antonio.
"Selamat siang." Kendra menatap tamunya.
"Anda masih ingat sama kami? Kami kemarin juga datang di pernikahan putri ke dua anda." ucap Antonio mengingatkan Kendra.
"Oh ya... anda Tuan Antonio Jhonson yang tinggal di Denmark kan?"
"Benar Tuan."
"Sayang, mereka yang kemarin hadir di acaranya Kirana." ucap Kendra.
"Benar Nyonya, itu saya. Saat itu kami datang bersama putra kami."
Hummairah dan Kendra menganggukan kepala dan tersenyum.
"Ummi, Daddy Nana pulang dulu ya!" ucao Kirana.
"Lho kalian mau pulang sekarang? Gak nunggu sore sekalian Na?" tanya Hummairah.
"Gak usah deh Mi, kasian Mama udah nungguin. Mama udah masak makana kesukaan Nana, untuk makan malam." ujar Nana tersenyum.
"Oh gitu, udah ada Mama sekarang Ummi dilupain." rajuk Hummairah.
"Ah Ummi, jangan gitu. Nana nanti dateng lagi. Ummi jangan ngambek ya?" Kirana memeluk dan mencium pipi Ummi nya.
"Oh ya sayang, sapa dulu tamu kita. Mereka kemaren juga dateng di pesta kalian lho." ucap Hummairah.
Kirana dan Fachri pun memberi salam pada mereka, disaat mereka asyik mengobrol, Kanayah pun tiba. Ia baru saja pulang dari ruko nya. Ia berencana membuka olshop sendiri setelah selesai kuliah nanti. Kuliah Kanayah tinggal beberapa bulan lagi.
"Assalammu'alaikum." ucap Kanayah.
"Walaaikumsalam." dijawab serentak.
"Waah... lagi ngumpul." Kanayah berjalan mendekati mereka.
"Sayang, kamu udah pulang?" tanya Hummairah.
"Iya Mi..." Kanayah menyalami Nyonya Sofia dan hanya menundukan kepala serta tersenyum kepada Tuan Antonio. Nyonya Sofia memeluk dan mencium Kanayah, semua orang dibuat terheran dengan apa yang ia lakukan.
"Maaf, saya teringat dengan anak perempuan saya. Kalau dia ada seumuran dengan Kirana." kenang Nyonya Sofia.
"Memangnya anak perempuan Nyonya kemana?" tanya Hummairah.
__ADS_1
"Sudah meninggal lima tahun yang lalu, saat akan melanjutkan pendidikannya. Ia mengalami kecelakaan mobil." jawab Nyonya Sofia lirih.
Semua terdiam, seolah merasakan kesedihan Nyonya Sofia. Hingga Kanayah buka suara.
"Tante jangan sedih lagi, Nay bisa kok jadi anak perempuan Tante."
"Benar Nay, kamu mau?"
Kanayah menganggukan kepalanya dan tersenyum.
Pasangan suami istri itu saling berpandangan dan tersenyum.
"Tuan Kendra dan Nyonya bisa kita bisa bicara, ada hal yang ingin kami sampaikan dan apa niat kami datang kemari.
Semua berpandangan dan mengangguk mengerti.
"Ya udah, kalau gitu Nana sama Kak Fachri pulang dulu ya. Assalammu'alaikum" pamit Kirana dan Fachri.
......
Kendra dan Hummairah membawa tamunya ke ruang kerjanya.
"Silahkan duduk." Kendra mempersilahkan tamunya.
Mereka pun duduk dan Tuan Antonio pun mulai mengutarakan niat mereka.
"Begini Tuan dan Nyonya, kami akan langsung saja ke intinya." Tuan Antonio tampak ragu dan kurang yakin, tapi sang istri seperti memaksanya.
Kendra dan Hummairah pun saling bertatapan, dan mengangkat bahu.
"Mohon maaf sebelumnya jika kami sudah lancang datang menemui anda dan istri, serta menganggu istirahat siang anda beruda." kembali pria yang umurnya hanya terpaut beberapa tahun diatas Kendra itu pun menoleh kearah istrinya.
Kendra dan Hummairah kembali bingung dengan ulah tamunya.
"Kami kesini.... ingin meminta... putri terkecil Tuan dan Nyonya, untuk jadi menantu kami." akhirnya kata-kata itu keluar dari mulut Tuan Antonio.
Kendra dan Hummairah dibuat terbelalak mendengar penuturan tamunya.
"Maksud anda, Kanayah?" tanya Hummairah menahan senyum.
"Iya Nyonya... mungkin ini terdengar lucu, tapi saya benar-benar menyukai Kanayah sejak saya melihatnya pertama kali di Prancis, saat ia mengikuti study tuor disana." kenang Nyonya Sofia.
Hummairah dan Kendra saling bertatapan.
"Maaf sebelumnya Tuan dan Nyonya, kami senang dengan kedatangan kalian kerumah kami. Tapi untuk masalah ini, kami tidak bisa memutuskannya sekarang. Kami harus bertanya langsung pada Kanayah putri kami dan minta persetujuannya." tutur Hummairah.
"Saya sangat berharap sekali bisa menjadikan Kanayah sebagai menantu kami."
"Maaf sebelumnya, masalah ini apa putra kalian tau masalah ini?" Kendra buka suara.
"Putra kami sudah mengetahuinya bahkan menyetujuinya." jawab Nyonya Sofia.
Kendra dan Hummairah mengernyitkan dahi heran.
"Kalau boleh tau... berapa usia putra anda Nyonya?" tanya Hummairah.
"Tiga puluh lima tahun Nyonya." jawabnya.
Sekali lagi Kendra dan Hummairah mengernyitkan dahinya, dan menahan senyum.
"Baiklah, nanti kami akan bicara pada Kanayah dan minta pendapatnya." ucap Hummairah.
"Kalau begitu kami permisi dulu Nyonya, Tuan. Maaf sudah menganggu waktu anda dan keluarga." tutur Tuan Antonio.
"Tidak apa-apa Tuan, kami senang anda mau berkunjung."
Hummairah memeluk Nyonya Sofia. "Saya akan berbicara pada Kanayah, doa kan saja dia mau menerima rencana ini."
"Terima kasih Nyonya, Tuan. Kalau begitu kami permisi." ucap Tuan Antonio pamit.
Kendra dan Hummairah mengantarnya ke depan pintu.
__ADS_1
bersambung...
kira-kira Kanayah mau gak yaa...