CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
91


__ADS_3

Samuel tiba dirumah tepat tengah malam, Ia melihat Rebeca tertidur disofa. Tanpa menghiraukannya Samuel tetap melangkahkan kaki nya menuju ruang kerja. Rebeca tersadar saat suara pintu ruang kerja tertutup, dengan hati hati Rebeca masuk kedalam.


" Sam kita perlu bicara " Ucap Rebecca yang melihat Samuel sedang melepas jas dan dasi nya.


Tanpa mengubris kehadiran Rebeca, Samuel tetap melanjutkan aktifitas nya.


" Sam, kita perlu bicara " Kini suara Rebeca terdengar meninggi.


" Apa lagi yang ingin kau bicarakan ? " Samuel mendudukan dirinya di sofa.


" Ini tentang rencana pernikahan Medinah dan pemuda itu "


" Apa lagi yang kau inginkan ? "


" Aku ingin kau membatalkan nya "


Samuel mengernyitkan dahi nya, sambil menggelengkan kepala dan tersenyum sinis.


" Apa maksudmu ? "


" Aku tak yakin dengan pemuda itu, aku rasa pemuda itu hanya akan memanfaatkan Medinah. "


Samuel tertawa lepas " Kau tahu, apa yang baru saja kau ucapkan itu. Jessica juga pernah mengatakan nya pada ku, sama persis. Sebenarnya apa yang kalian rencana kan kali ini. "


Rebeca terdiam, Ia tak menyangka bahwa Jessica telah mendahului nya berbicara pada Samuel.


Dengan terbata Ia berusaha menjawab.


" Ya, begitulah. Syukurlah Jessi telah menjelaskan nya pada mu, aku mau kau mendengarkan perkataan ku. "


" Untuk apa aku harus mendengarkan perkataan mu. Sudahlah, biarkan Medinah menikah dengan pemuda itu "


" Tapi Sam.... "


Kalimat Rebeca terpotong.


" Sudah cukup, biarkan Medinah meraih kebahagiaan nya kali ini. Setidak nya kau berikan Ia sedikit kebahagiaan itu. "


" Tapi Sam, aku bisa mencarikan Medinah pemuda yang layak dari pilihan nya sekarang. "


"Dan pemuda itu, akan kau nikahkan dengan Jessica begitu ? "


Mata Rebeca membulat. Ia tak menyangka Samuel tahu apa yang ada dipikiran nya.


" Mengapa, kau kaget ? Aku juga tahu, bahwa Jessica juga mengirim orang untuk memata matai Ilham dan Medinah. "


Sekali lagi Rebeca terkejut mendengar penuturan Samuel, Ia tidak mengira ternyata Samuel juga tahu soal ini.


" Aku juga tahu, kalau kau adalah orang yang mengirim pesan pada Laura saat itu "


Bak petir ditengah malam, Rebeca kini benar benar taj mengira.


" Apa maksudmu Sam " Suara Rebeca terdengar gugup.


" Ya, aku sudah mengetahui semuanya. Aku sedang mengumpulkan bukti, jika kau berani menggagalkan pernikahan Medinah dan Ilham. Sebaiknya kau dan putri mu bersia siap dengan apa yang akan aku lakukan, terlebih Ilham. Ia dan keluarganya akan senantiasa melindungi Medinah. Kalau aku jadi kau, aku tak akan melakukan apa pun. Aku hanya akan menunggu hukuman ku dimasa lalu. " Samuel beranjak dari duduknya dan berlalu pergi meninggalkan Rebeca sendiri di ruangan itu.


*****


" Waah, kenapa Bibi masak banyaj sekali ? " Tanya Hummairah.


" Nyonya muda tidak tahu ? " Tanya pelayan 1


Hummairah menggeleng.


" Tuan besar sepuh kan sudah pulang "


Mata Hummairah berbinar dan tersenyum.


" Benarkah ? "


" Iya Nyonya "


Hummairah berjalan setelah berlari menuju kamar Kiano putranya, saat Ia membuka pintu kamar Kiano, Ia tak melihat putra nya dikamar itu.


Hummairah bingung, Ia segera kembali turun. Tapi saat melewati depan kamarnya, pintu terbuka dan Kendra keluar dari kamarnya.


Kendra melihat wajah istrinya bingung pun segera menghampiri.


" Sayang, kamu kenapa ? "


Hummairah segera tersadar dari lamunan nya.


" Itu mas, bibi bilang kalau Kakek dan yang lainnya sudah pulang. Tapi kok aku gak lihat Kiano di kamarnya. "


" Iya, mereka udah pulang. Tapi Kiano bobo' nya dikamar Opa dan Oma nya. "


" Benarkah ? "


" Iya, benar "

__ADS_1


" Kita bangunin yuk ! "


" Jangan sayang, kamu tahu gak " Hummairah menggeleng. " Mereka tiba tadi malam pukul dua, jadi mungkin mereka masih mengantuk. "


Hummairah menganggukan kepalanya.


" Tapi aku kangen banget lho sama Kiano. "


" Iya, aku juga. Tapi biar kan mereka istirahat dulu, nanti kalau lapar mereka bakalan keluar. " Kendra menggandeng tangan istrinya dan membawanya duduk ke meja makan.


" Ayo kita sarapan dulu. " Ajak Kendra


Hummairah hanya menurut, tapi matanya tak lepas menatap pintu kamar mertuanya.


Ilham terbangun saat suara ponselnya berdering, dengan setengah nyawa yang masih terkumpul Ia berusaha untuk bangun dan mengankat telpon.


Ia meraba ponselnya yang berada diatas meja nakas disamping tempat tidurnya.


" Hallo... " Suara khas bangun tidur.


" ..... "


Ilham langsung terduduk diatas tempat tidur.


" Baiklah, aku akan mengirimkan secepat nya pada mu. "


Ilham memutuskan sambungan dan beranjak menuju kamar mandi.


Hummairah masih menunggu di depan meja makan, sambil bermain bersama Kirana. Kendra telah sedari tadi berangkat ke kantor.


Ilham keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi, Hummairah menatapnya malas.


Ilham mendekati dan duduk disana untuk sarapan.


" Kamu kenapa Ra, kok kayak orang nunggu seseorang gitu ? "


" Lagi nungguin Kiano bangun "


" Ya bangunin sana " Sambil melahap sarapannya.


" Kiano gak tidur di kamarnya Kak "


" Lalu tidur dimana ? "


" Tuh.... " Hummairah menunjuk kearah kamar mertuanya.


Hummairah mengangguk.


" Tungguin aja, ntar kalau mereka lapar bakalan bangun " Ilham pun beranjak dan meninggalkan Hummairah sendiri.


Tak lama kemudian Medinah pun keluar dari kamarnya dan lansung menuju meja makan. Hummairah tersenyum melihat Medinah datang.


" Me, sini " Panggil Hummairah


Medinah tersenyum dan segera menghampirinya.


" Ra, kamu lihat Ilham ? " Tanya Medinah


" Kak Ilham udah berangkat ke kantor tadi "


" Oh... " Mulai menyantap sarapan nya.


" Oh ya, bagaimana perjalanan kalian ? "


" Lancar dan menyenangkan "


" Me, apa kamu punya phota wedding nya Sakinah dan Olivia ? "


" Ada " Medinah mengeluarkan ponselnya dan membuka galeri kemudian memberikan ponsel tersebut kepada Hummairah.


" Waaah, Sakinah cantik yaaa... Sampai pangling aku "


" Iya, aku juga gak nyangka Sakinah yang sehari hari nay berpenampilan biasa, pada saat di make up aura cantik nya terpancar. " Cerita Medinah.


" Olivia juga cantik "


" Olivia emang dasar cantik, jadi diapain juga pasti cantik " Mereka pun tertawa bersama.


Tak lama kemudian satu persatu orang bangun, kemudian yang Hummairah tunggu tunggu pun akhirnya keluar dari kamarnya.


" Ummi..... " Teriak Kiano


Hummairah pun membuka tangan nya lebar ,agar putranya memeluknya.


" Sayang Ummi, Ummi kangen banget sama kamu " Hummairah menghujani Kiano dengan ciuman.


" Kamu makan Ummi yang suapin yaa.. "


Kiano menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Makan pagi untuk mereka yang baru bangun tidur, tapi menjadi makan siang untuk Hummairah.


*****


Ilham tiba di kantor, dan langsung menuju ruang meeting.


Selesai meeting Ilham menemui Kendra.


" Apa kau sibuk Ken ? " Tanya Ilham yang memunculkan kepalanya di balik pintu.


Kendra tersenyum, " Masuklah " Ajak Kendra.


" Kamu urus ini ya Fan, pesankan aku dan Ilham makan siang dan jangan ganggu aku sampai selesai waktu makan siang. " Perintah Kendra


" Baik Tuan " Ifan pun undur diri.


Ilham masuk dan duduk di sofa.


" Apa ada masalah ? " Tanya Kendra


" Sedikit "


" Keluarga Medinah ? "


" Ya... "


" Kenapa kau tak dapat restu ? "


" Bukan.... Ternyata keluarganya begitu rumit. "


" Maksud mu rumit ? "


Ilham pun bercerita pada Kendra semua perihal keluarga Medinah, Kendra tampak mendengar dengan seksama.


" Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang ? " Tanya Kendra


" Aku masih menyelidiki Ibu dan saudara tiri nya, kau tau saudara tiri nya itu mengirim mata mata untuk mengintai kami. "


" Maksud mu mata mata mengintai ?"


" Ya, bisa di bilang Ia terlalu iri pada Medinah. Dan Ia harus memiliki apa yang Medinah miliki saat ini, termasuk aku "


" Apa, benarkah ? Bearti sama dengan si Intan dong ? "


" Maksud mu Intan siapa ? "


" Sepupu nya Hummairah, aku juga dulu begitu. Intan tak pernah suka melihat kebahagiaan yang dimiliki Hummairah, bahkan Ia sempat menculik Kiano. "


" Benarkah, sampai senekat itu ? "


" Ya, ternyata Intan begitu terobsesi padaku. " Ucap Kendra bangga


Ilham melempar bantal sofa pada Kendra, Kendra tertawa puas.


" Jadi apa yang terjadi pada Intan ? "


" Saat ini Ia sedang berada di salah satu panti rehap untuk orang yang memiliki gangguan jiwa. "


Kembali Ilham melempar bantal pada Kendra.


" bilang aja rumah sakit jiwa "


Kendra terkekeh, Ia puas mengerjai saudara angkat nya ini.


" Oh ya Ham, kau kan tau kalau kalian di mata matai. Mengapa tidak melepor polisi ? "


" Aku merasa tidak terlalu membahayakan jiwa Medinah, jadi aku biarkan saja. Tapi jiak sudah menyangkut bahaya untuk Medinah aku tak akan tinggal diam "


Kendra tersenyum mendengar penuturan saudaranya ini.


" Jadi sekarang, apa orang suruhan nya itu masih mengikuti kalian sampai kemari ? "


" Sepertinya tidak, tapi kau tidak tahu mungkin suatu saat "


Makan siang mereka tiba, mereka akan melanjutkan obrolan mereka setelah makan siang.


******


Tanpa sepengetahuan Cristien, Jessica menyusul Ilham. Berbekal alamat yang Ia dapat dari Google, Ia nekat menyusul mereka.


Jessica menyewa sebuah apartment, Ia segera membereskan barang barang nya.


Ilham sayang aku datang, kamu tunggu aku yaa.....


Aku akan singkirkan penghalang untuk cinta kita.


Jessica tersenyum iblis.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2