
Kendra mengantar Hummairah ke hotelnya, Hummairah juga membawa serta Kiano agar Ia tidak melewatkan masa masa bermain bersama anaknya. Ia juga membawa Sakinah sebagai asistennya, sekaligus orang yang Ia percaya untuk menjaga Kiano.
Mereka telah sampai di depan lobby hotel, Hummairah turun dari mobil.
" Daddy langsung ke kantor ya, udah kesiangan soalnya. " Ucap Kendra
" Iya, Daddy hati hati ya. " Hummairah mencium tangan suaminya.
Kendra segera masuk kembali kedalam mobil, dan meninggalkan pelantaran hotel.
Hummairah masuk kedalam dan di sapa oleh seluruh pegawai menyapa nya dengan ramah.
" Nyonya Hummairah, Tuan Ilham sudah menunggu anda di ruangan anda. " Ucap sekretaris Hummairah.
" Baiklah, saya akan menemuinya sekarang " Hummairah berjalan sembari memimpin tangan putranya menuju ruangan nya, di ikuti oleh sakinah yang membawa perlengkapan Kiano.
Hummairah membuka pintu ruangannya, Ia berjalan masuk mendekati tamu nya.
" Selamat pagi, dengan Bapak Ilham Syarif ? Saya Hummairah.... " Belum sampai selesai Hummairah memperkenalkan diri, tamu tersebut membalikkan badannya. Hummairah membulatkan matanya
" Hai.... Masih ingat aku ? " Sapa orang itu sembari tersenyum
" Kak Ilham ? "
" Iya, "
" Jadi tamu yang Kakek bilang akan menemui aku itu kamu ? "
" Iya, Ra "
" Kok bisa ? "
" Ya bisa lah. Udah jangan di bahas lagi, kamu apa kabar ? "
" Aku baik Kak, Kakak sendiri gimana kabarnya ? "
" Seperti yang kamu lihat, aku masih disini berdiri di hadapan kamu. Dan aku masih tampan seperti dulu ! " Ujarnya menggoda Hummairah
Hummairah memuncungkan bibirnya, dan tersenyum.
" Oh ya, bagaimana kabar Ayah ? Dan dimana Ayah sekarang ? "
" Ayah alhamdulillah baik, dan Ayah masih di kampung. Ayah masih belum mau di ajak tinggal di kota "
" Heemmm.... Nanti kapan kapan kalau ada waktu aku akan menemuinya "
" Iya, Ayah pasti senang. Kan sudah lama sekali ya, terakhir.... " Hummairah mengingat.
" Iya, setelah malam aku pamit sama Ayah dan sampai sekarang aku tidak pernah ketemu Ayah dan kamu " kenang Ilham
" Sudah lama ya Kak, sekitar.... "
" 2 tahun, 4 bulan, 3 minggu, 2 hari, 7 jam, 48 menit, 9 detik... " ujar Ilham
" Kau mengolok ku lagi Kak " Kesal Hummairah.
" Jangan marah, dari dulu sampai sekarang masih suka ngambek ya. "
" Kamu juga, lama tidak bertemu masih suka membuat aku kesal "
" Oke, baiklah tuan putri. Kau tidak mempersilahkan pangeran mu ini duduk ? " Ilham menatap Hummairah dengan tampang memelas.
Hummairah menghela nafas kesal. Kemudian tersenyum dengan terpaksa
" Kau boleh duduk pangeran. "
" Baiklah, jadi kita akan langsung membahas kerja sama kita. " Ujar Ilham yang duduk dan memulai membicarakan pekerjaan.
Mereka pun larut dalam obrolan membahas tentang pekerjaan.
Sementara di kantor Kendra, Olivia datang mengunjungi nya. Ia melewati lobby kantor dan berhenti di depan receptionis
" Permisi, selamat siang ada yang bisa saya bantu Nona ? "Sapa Receptionis ramah
__ADS_1
" Siang, aku ingin bertemu dengan Kendra "
" Apa anda sudah bikin janji Nona ? "
" Tak perlu, bilang pada Kendra, Nona Olivia ingin bertemu sekarang. "
" Maaf Nona, anda harus bikin janji dulu kalau ingin bertemu Tuan Kendra. "
" Kamu kok gak percaya si, kamu bilang aja sama Kendra kalau aku calon tunangannya datang ingin menemuinya. "
Receptionis itu tercengang,mendengar pengakuan wanita yang ada dihadapan mereka.
Olivia memarahi dan menghina kedua receptionis itu, kedua receptionis itu hanya bisa diam.
Mendengar keributan di bawah, Ifan segera melapor ke bos nya.
" Tuan, dibawah Nona Olivia datang dan membuat keributan. " Lapor Ifan@
Kendra segera berlari keluar dari ruangannya menuju lobby kantor.
Kendra melihat bagaimana Olivia marah pada kedua receptionis itu.
Kendra berjalan mendekati mereka. Kedua receptionis itu melihat Kendra mendekat hanya bisa tertunduk.
" Ada apa ini ? " Tanya kendra
Olivia terdiam, mendengar suara Kendra. Ia segera membalikkan badannya.
" Kendra.... Kedua karyawan kamu ini ngelarang aku bertemu dengan mu. " Ucap Olivia manja kepada Kendra " Pecat saja mereka, kerja mereka tidak becus. "
Kedua receptionis itu hanya bisa diam dan ketakutan.
" Maafkan kami Tuan, kami hanya menjalankan peraturan kantor. " Receptionis 1 "
" Seseorang harus punya janji jika ingin bertemu dengan anda. " Sambung Receptionis 2
Kendra terdiam
" Kamu gak pecat mereka Kendra ? " Tanya Olivia
" Sudahlah Olivia, mereka hanya menjalankan tugas mereka. Dan kau sedang apa disini ? "
" Aku bosan dirumah, aku kesini mau ajak kau makan siang diluar "
" Tapi aku udah janji sama Hummairah untuk makan siang dengannya hari ini. "
Wajah Olivia cemberut. " Kamu batalkan saja, bilang kamu ada meeting di kantor. "
" Tidak bisa, aku sudah janji. Dan aku sudah lama tidak makan siang bersama anak dan istriku. Atau kalau kamu mau, kau bisa ikut bersama kami. Bagaimana ? "
Dengan malas Olivia menganggukkan kepalanya. Sebenarnya Ia ingin makan siang berdua dengan Kendra hari ini.
Kendra menghubungi Hummairah untuk bersiap siap, karena sebentar lagi ia akan menjemputnya.
Kendra tiba di hotel, dan Hummairah telah menunggunya di pelantaran hotel.
Kendra tersenyum melihat anak dan istrinya, Ia turun menghampiri Hummairah.
Hummairah mencium tangannya dan seperti biasa Kendra selalu mencium puncak kepala istrinya. Pemandangan itu membuat darah Olivia mendidih, Olivia memalingkan pandangannya ketempat lain.
Hummairah terkejut melihat Olivia berada di dalam suaminya.
" Daddy dia.... ? "
" Olivia tadi ke kantor ngajakin aku makan siang, aku ingat udah janji sama kamu. Jadi yaa.... aku ajak aja sekalian. Gak pa pa kan ? "
" Bukankah ini makan siang keluarga ya ? Kenapa orang luar harus ikut ? "
" Dia bukan orang luar sayang, dis sudah ku anggap seperti adik ku. "
" Oh ya aku lupa, kamu punya adik. " Jawab Hummairah sekenanya
" Ayo bisa kita pergi sekarang ? "
__ADS_1
" Sebentar... Sakinah kamu ikut juga " Perintah Hummairah kepada asisten nya.
" Sayang, ini makan siang keluarga lho. Kenapa ngajak orang lain lagi ? "
" Sakinah sudah ku anggap seperti adik ku, jadi dia bukan orang lain. "
Kendra membelalakan matanya, Ia tak menyangka ucapannya barusan di balik oleh Hummairah
Hummairah berjalan masuk ke mobil.
" Bisa kamu keluar ? " Pinta Hummairah dengan sopan kepada Olivia
" Kenapa ? Aku sudah enak duduk disini. " Jawab Olivia
" Ini tempat duduk saya, kamu pindah kebelakang bersama Sakinah. "
" Aku tidak mau, Kendra aku gak pa pa kan duduk di samping kamu ? " Pinta Olivia manja
" Gak pa pa, sayang kamu bisa duduk di nelakang bersama Sakinah. Lagi pula kakinya Olivia kan baru sembuh dari cidera kemarin. " Pinta Kendra kepada Hummairah
" Baiklah, Sakinah bawa Kiano turun dari mobil. Kita makan siang di restoran hotel saja. " Hummairah berjalan meninggalkan mobil Kendra.
Kendra segera mengejarnya.
" Sayang, kamu kenapa ? "
" Gak, aku gak kenapa kenapa. Kamu mau makan siang kan ? Ya udah pergi aja, aku dan Kiano akan makan di hotel saja. " Ucap Hummairah berlalu.
" Kamu kenapa Ra ? Aneh banget si ? "
" Sudahlah Mas, ini tempat umum. Aku gak mau kamu jadi pusat perhatian. "
Hummairah melangkah meninggalkan Kendra yang kebingungan. Dalam setiap langkah nya, Ia menahan tangisnya.
Tiba di ruangannya,
" Nyonya tidak apa apa ? " Tanya Sakinah
" Tidak, saya tidak apa apa Sakinah. Kamu pesan makanan sekarang untuk kamu dan Kiano, saya mau ke toilet sebentar. "
Sakinah mengangguk dan Hummairah masuk ke toilet, Sakinah hanya bisa menatap sedih wajah majikannya.
" Kasian Nyonya, "
Di restoran Kendra masih memikirkan Hummairah, mengapa Ia jadi seperti itu.
Olivia terus saja berbicara, tapi tak ada satu pun yang Kendra tanggapi.
" Kendra... Kendra... " Tegur Olivia membuyarkan lamunan Kendra.
" Iya, ada apa ? "
" Kamu kenapa si, aku dari tadi ngomong gak kamu tanggapin sedikit pun. " Kesal Olivia
" Kamu ngomong apa ? "
" Tuh kan, kamu gak dengerin aku. Kesel deh jadi nya " Rajuk Olivia.
Ketika mereka berbincang seseorang menepuk pundak Kendra.
" Kendra.... "
Siapa hayoo yang nepuk pundak Kendra ??
Pantengin terus yaaa
jangan lupa like dan komen di setiap episode nya.
kasi aku boom lima bintang
LOVE U ALL
bersambung
__ADS_1