CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
143.


__ADS_3

Kendra telah kembali kerumah, dan seluruh keluarga ditambah satu anggota baru yakni Zavira sedang menikmati makan malam, di kediamannya.


"Oh ya Ki, besok jangan lupa jemput Adikmu Kanayah di bandara ya!" Kendra mengingatkan Kiano.


"Iya Daddy, lu ikut ya Na!" seru Kiano.


"Kamu ngajak Kirana apa gadis di sebelahnya?" goda Kendra.


"Daddy..." seru Kiano kesal dan malu.


Semuanya menutup mulut menahan tawa.


"Ketawa aja, puasin ketawa nya, terus ejek aja. Nanti Kiano kawinin Zavira baru tau." ancam Kiano.


"Aaah.... jangan, main kawin-kawin aja." celetuk Kirana.


"Jangan di ambil hati ya Vi, Kiano emang suka gitu." hibur Hummairah.


Zavira tersenyum manis. "Iya Ummi." Zavira lalu menundukan kepalanya.


"Kiano serius Mi." seru Kiano.


"Kiano udah, kasian Zavira nya jadi salah tingkah gara-gara kamu godain melulu." ujar Hummairah.


Zavira menundukan wajahnya.


"Sayang, saat liat Zavira, aku jadi ingat kamu." ucap Kendra.


"Aku kenapa Mas?" tanya Hummairah bingung.


"Kamu kan juga dulu gitu, jika di godain pasti diem, nundukin kepala, senyum. Ingat gak?" kenang Kendra.


Hummairah pun menunduk dan tersenyum.


"Tuh kan, sama!" ucap Kendra.


Zavira dan Hummairah pun sama-sama tersenyum.


"Jangan tersenyum seperti itu Vi, nanti aku bisa jatuh cinta beneran lho!" seru Kiano tiba-tiba.


Semua yang ada disana terkejut dengan pernyataan Kiano barusan. Hummairah dan kendra saling berpandangan, mereka tersenyum seakan mengingat seakan sesuatu.


"Sayang, kamu pikir apa yang aku pikirkan?" tanya Kendra.


Hummairah menganggukan kepalanya.


"Kamu juga ingat dengan kata-kata barusan kan?" lanjut Kendra.


"Iya, itu kata yang suka kamu bilang ke aku, setiap kita bertemu." Hummairah tersenyum menatap wajah suaminya.


"Waaah... Daddy dan Ummi mulai lagi bucin nya." gelak Kiano.


"Gak lagi bucin ini, kata-kata yang berusan kamu katakan adalah kata-kata Daddy naklukan hati Ummi kamu dulu." ujar Kendra."


"Masa sih?" Kiano tidak percaya.


"Iya, nanti deh cerita lebih lanjut." ucap Kendra mencium tangan istrinya.


"Oh ya Za, apa rencana kami setelah selesai kuliah nanti." tanya Kendra.


"Saya mungkin akan kembali ke panti dan akan mengajar disana." jawab Zavira terbata sebab ia belum begitu fasih berbahasa Indonesia. Ia kadang bertanya pada Kirana apa yang dikatakan oleh keluarga Kirana.


"Na, gimana kalau kita suruh dia tinggal disini dan mencari pekerjaan disini. Dari pada disana." tawar Kendra.


Zavira tampak bingung dengan ucapan Ayah dari sahabatnya, Ia pun menoleh pada Kirana dan meminta Kirana membantunya. Dengan senang hati Kirana mengartikan apa yang di ucapkan oleh keluarganya.


"Saya tidak punya alasan untuk tidak kembali kesana, kecuali saya telah menikah." jawab Zavira lembut.


"Nikah sama aku aja, mau gak?" tanya Kiano sembari menaik-naikan kedua alisnya.


"Nih anak kenapa sih, dari tadi kawin nikah melulu." ucap Ummi nya.


"Tau,,, gatel bangeta Mi, cariin istri kenapa Mi. Udah menahun juga jomblo nya." sambung Kirana.


"Eh... gue itu sebenarnya gak jomblo, gue gak mau aja pacaran, kan Ummi bilang gak boleh pacaran. Ya kan Ummi?" Kiano memcari pembelaan.


"Eleeeh.... udah patah hati dan dikecewain aja baru bilang begitu." sambar Daddy nya.


"Iya Dad, ditinggal kawin lagi hahahahaaa." lanjut Kirana sembari tertawa lebar.


"Ummi kedua Ayah dan anak ini negbully aku." rengek Kiano.


"Sudah cepat lanjutkan makan kalian, kasihan Zavira bingung tuh." ucap Hummairah.


Mereka pun tersenyum saat melihat wajah bingung Zavira. Makan malam pun dilanjutkan.


....


Diapartemen Kayla dan Kai Zhou, mereka sedang bertengkar hebat.


"Kai, aku cuma ingin menagih janji kamu. Kapan kamu akan menemui orang tua ku, dan kapan juga kamu meresmikan hubungan kita." tanya Kayla.


"Kay, sudah aku bilang belum sekarang. Aku sedang sibuk, lagi pula aku menunggu waktu yang tepat untuk menemui mereka."


"Tapi kapan Kai, kamu selalu bilang sibuk dan sebagai nya. Tapi sampai kapan, kita selalu seperti ini." Kayla mulai terisak.


Kai Zhou mendekatinya. "Bersabarlah sebentar lagi Kay, aku sedang membujuk Ibuku agar mau menerima kehadiran mu."


"Tapi sampai kapan kamu akan terus membujuknya Kai, kita sudah berpacaran lebih dari lima tahun. Dan kita juga sering melakukannya, aku takut kalau satua saat aku hamil dan kamu ninggalin aku Kai. Apa yang harus aku lakukan nanti." jatuh juga air mata Kayla.


"Kay, aku tidak mungkin meninggalkan kamu, aku sangat mencintai kamu. Aku akan pertanggung jawabkan semua kelakuan kamu." hibur Kai Zhou


Kayla menangis dalam pelukan Kai Zhou.


"Kai, aku tidak menuntut pesta yang megah Kai. Aku hanya ingin kita menikah secara sederhana, dan tinggal disini. Aku tidak mau rumah besar, cukup seperti ini asal hanya ada kamu dan aku." isak Kayla dalam pelukan Kai Zhou.


"Baiklah, aku akan kembali sekarang. Besok aku akan datang lagi, kamu jaga diri baik-baik ya. Jangan macam-macam." Kai Zhou memperingati Kayla.


Tinggallah Kayla setelah kepergian Kai Zhou, dan kembali Kayla meratapi diri dan nasibnya.

__ADS_1


Ia tidak menyangka perjalanan karirnya tidak semulus jalinan cintanya bersama Kai Zhou.


Ibu Kai Zhou tidak pernah menyukai Kayla, ia juga menetang keras hubungan mereka. Bukan hanya perbedaan adat dan budaya yang membuat Ibu Kai Zhou tidak menyetujui hubungan mereka, tapi karena keyakinan dan latar belakang juga jadi pemicu itu semua.


Kai Zhou dari keluarga terpandang dan memiliki latar belakang keluarga keturunan bangsawan. Sedangkan Kayla hanya dari keluarga biasa dan tidak memiliki apa-apa.


Kayla mengira dengan prestasi karir yang bagus ia bisa meraih apa yang ia inginkan, ternyata Kayla salah mengartikan semuanya.


....


Kiano berserta Kirana dan Zavira baru tiba dirumah dari menjemput Kanayah di bandara. Kanayah kini telah selesai dengan sekolah militernya, dan kembali merencanakan pendidikannya di inggris. Seperti biasanya ketiga Kakak Adik ini selalu saja bertengkar jika sedang berkumpul bersama.


Rumah terasa kembali ramai saat si bungsu pulang, ia selalu jadi bulan-bulan Kakak-Kakaknya. Kanayah bukan lagi gadis kecil yang dulu, kini badannya tegap dan berisi setelah mendapat pendidikan militer selama tiga tahun.


"Vi, anak Ummi yang paling bontot, nama nya Kanayah" Hummairah memperkenalkan Zavira kepada Kanyah.


Kanayah tersenyum saat mendapat uluran tangan dari Zavira.


"Na, ko waktu kenalan sama gue dia gak mau jabat tangan gue?" ulah usi Kiano kembali.


"Tangan lu bau." jawab Kirana singkat.


"Eh,,, tangan gue bersih, gue selalu cucu tangan dna selau bawa hand sanitizer kemana-mana. Jadi tangan gue selau steril tau." Kiano mengusap kasar wajah Adiknya.


"Oh... ini temennya Kak Nana, aku kira calon istrinya Kak Kiano." celetuk Kanayah.


"Nayah, lu emang Adik gue." seru Kiano memeluk Kanayah erat.


"Oh, jadi gue bukan Adek lu nih?" tanya Kirana pura-pura merajuk.


"Lu bisa jadi Adek gue lagi, kalau lu mau jodohin temen sama gue, heheheee..."


"Ih.. kok gitu, lha kalau Zavira nya mau, kalau gak, terima nasib ya." jawab Kirana.


"Makanya lu bantuin gue."


Setelahnya terjadi perdebatan panjang antara Kiano dan Kirana.


"Sudah cukup, kasihan Zavira bingung. Ayo kita minum teh dulu." ucap Hummairah yang datang membawa nampan berisi teh dan makanan kecil.


"Kita lagi bahas masalah Zavira Mi, bagaimana kalau Zavira jadi mantu Ummi. Kan Kiano selalu bilang pengen punya istri seperti Ummi, yang cantik, baik, sholeha lagi." ujar Kendra.


"Tapi Zavira nya mau gak jadi istri aku Dad?" tanya Kiano


"Lu serius Kak, naksir sama dia." tanya Kirana.


"Emang lu pernah liat gue maen-maen soal begian?" ujar Kiano.


"Waaah... akhirnya, gue kira lu gak bakal buka hati lu lagi setelah kejadian kemarin." ucap Kirana.


"Udah lama kali gue buka hati, cuma belum nemu yang cocok aja." timpal Kiano.


"Jadi gimana nih Ummi, sepertinya si Kiano udah ngebet banget pengen kawin." tanya Kendra pada istrinya.


"Ummi terserah pada Zavira nya, iya kalau dia mau, kalau gak kan kasihan Kiano nya Dad." jawab Hummairah.


"Kalau si Zavira nya mau juga kasihan Zavira nya ya Mi." lanjut Kendra.


"Ya kasihan aja, kok bisa dia dapat calon suami nyeleh dan menye-menye kayak kamu." timpal Kendra.


"Daddy, gini-gini Kiano ini anak Daddy. Jadi segala tingkah laku Kiano itu warisan dari Daddy, hahahaaaa...." Kiano tergelak.


"Iya bener Ki, Daddy kamu juga dulu gitu. Malah lebih parah, jadi gak heran kalau anaknya jadi kayak gini." Hummairah kembali menimpali.


"Sayang, kamu nyindir aku? Aku begini juga gara-gara kamu kan, kamu yang sudah bikin aku kayak gini. Ga bisa jauh dari kamu." Kendra mulai merayu istrinya.


"Daddy mulai ngebucin lagi." ucap Kirana.


"Daddy masih suka gitu Kak, Nayah kira Daddy udah berubah, secara Daddy kan udah tua." tanya Kanayah.


"Makin tua malah makin parah." jawab Kirana.


Zavira hanya tersenyum melihat keluarga ini, ia merasa beruntung memiliki teman seperti Kirana. Sejak Zavira ikut Kirana gadis itu merasa seperti memliki keluarga yang utuh, kedua orangtua Kirana pun sangat menerima kehadiran Zavira di tengah-tengah mereka.


...


Kirana dan Zavira sedang menyiapkan koper mereka, lusa mereka akan kembali ke Mesir dan menghadapi ujian.


Dibawah Kiano dan Kanyah sedang mengobrol bersama Ummi nya yang sedang melakukan hobby nya, yaitu menjahit baju.


Hummairah selalu membuat baju keluarga untuk mereka, jadi seandainya Kendra ada pertemuan kantor yang harus mengikut sertakan keluarga, maka baju itulah yang akan mereka pakai di pesta itu. Hummairah juga membuatkan satu untuk Zavira, seperti hal nya Kayla dulu.


Kendra baru saja pulang dari kantor, ia berjalan mendekati istrinya.


"Bikin baju pesta lagi?" tanya Kendra.


"Iya, besok ada peresmian di hotel kita yang baru. Aku ingin ajak Zavira, karena dia belum punya baju yang sama dengan kita, jadi buatin sekalian untuk dia." ujar Hummairah.


"Waah... Seperti ada yang mulai sayang nih!" goda Kendra.


"Lho aku emang selalu sayang sama siapa pun, termasuk Zavira."


"Kalau sama aku, kamu masih sayang kan?" tanya Kendra menggoda istrinya.


"Iya, masih." jawab Hummairah singkat.


"Kok singkat gitu jawabannya."


"Iya, aku sayang kamu, aku cinta kamu. Puas?" tanya Hummairah sambil beralu.


....


"Kamu udah siap sayang?" tanya Kendra pada istrinya.


"Sudah, ayo kita lihat anak-anak udah siap apa belum." mereka pun berjalan keluar kamar dan menunggu anak-anak ke bawah.


Kiano dan Kanayah telah berada dibawah.


"Kalian udah disini, dimana Kirana dan Zavira?" tanya Hummairah.

__ADS_1


"Masih di kamar Mi." jawab Kiano.


"Kami sudah Mi." ucap Kirana dari atas kemudian berjalan turun kebawah.


"Masya Allah, calon mantu Ummi cantik banget." goda Kanayah.


Zavira tertunduk malu.


"Sudah siap semuanya?" tanya Kendra, dan semua menganggukan kepalanya.


"Ayo kita berangkat." seru Kendra.


Tiba di tujuan, semua mata tertuju pada keluarga mereka. Kiano tampak menggandeng Ummi nya, sementara Kirana menggandeng Daddy nya, Kanayah dan Zavira berjalan beriringan dibelakang mereka.


Kendra membawa keluarganya menyapa para tamu undangan, ini adalah peresmian hotel mereka yang ke 5.


Hingga mereka bertemu dengan keluarga dar Fachri.


"Pak Reza, apa kabar." Kendra menyapa Papa Fachri, sedangkan Hummairah berpelukan dengan Mama Fachri yang juga turut hadir.


Mereka pun larut dalam obrolan mereka, begitu juga Kiano dan para gadis nya. Kiano memilih menemani ketiga gadis itu dari pada harus berkeliling menyapa para tamu.


Hingga seseorang menepuk pundaknya.


"Ki.." sapa orang itu.


Kiano menoleh dan terkejut melihat siapa yang menyapa nya.


"Fachri." Kiano pun memeluknya. "Apa kabar." tanya Kiano.


"Aku baik, kamu sendiri bagaimana?" tanya Fachri lagi.


"Seperti yang kamu lihat, aku selalu dalam keadaan baik." jawab Kiano.


Mata Fachri menatap sosok Kirana yang sedang duduk bersama Kanyah dan seorang gadis. Kiano yang tahu dimana tujuan mata Fachri.


"Kita gabung sama mereka yuk!" ajak Kiano.


Fachri menganggukan kepalanya, mereka pun berjalan mendekati meja Kirana dan menyapa mereka.


"Na, nih ada yang kangen sama lu." ucap Kendra menggoda Fachri.


"Apa sih." ucap Fachri malu.


"Udah ngaku aja, kalau lu kangen sama adek gue." ujar Kiano.


Fachri terdiam menatap wajah Kirana, yang dinilainya semakin cantik.


"Kalau yang itu punya gue." goda Kiano pada Zavira.


Zavira kembali tertunduk.


"Apa sih, gue bawa Zavira kesini untuk gue jodohin ke Kak Fachri, bukan buat lu." kini giliran Kirana yang ngebully Kiano.


"Serius Na, kamu bawa dia buat aku?" Fachri turut ikut dalam permainan Kirana.


"Serius Kak, ni kenalin deh. Namanya Zavira binti Ahmad, tuh ingat Kak nanti kalau ijab qabol gampang, gak gagu lagi." seru Kirana.


Wajah Kiano masam. "Aku bilangin Ummi lho, kalian gini sama aku." ujar Kiano.


Mereka pun tertawa, para orangtua mereka pun mendekati.


"Ada apa, apa yang kalian bahas?" tanya Kendra penasaran.


"Gak ada yang serius Dad, kami cuma lagi ngomongin jodohnya Zavira. Nana bakal jodohin Zavira sama Kak Fachri."


"Oh ya! serius, gimana-gimana Zavira nya mau gak kira-kira." Kendra juga ikutan duduk dan berada di pihak Kirana dan Fachri.


"Ummi, anakmu di aniaya ini. Belain dong." Kiano mencari perlindungan.


"Sudah gak mau ya, ini lagi ramai orang lho." Hummairah mulai buka suara. "Mas, acara peresmian akan segera dimulai. Ayo cepat."


"Na, ini Papa dan Mama Fachri, ayo salaman dulu." ucap Hummairah.


Kirana pun mencium tangan Mama Fachri, tapi dengan Papanya Fachri Kirana hanya menangkupkan tangannya.


Acara peresmian pun diselenggarakan, Kendra sebagai pimpinan pun membuka peresian hotel tersebut.


Saat semuanya hanyut dalam kebahagian, hadir juga keluarga Tuan Yan yang datang sedikit terlambat.


"Tuan Kendra." saap Tuan Yan dan istrinya.


"Tuan Yan, mari silahkan. Anda baru datang?" tanya Kendra menyambut tamunya.


"Ini istri dan anak saya." Tuan Yan memperkenalkan istri dan anaknya yang tidak lain adalah Kai Zhou.


Kendra pun berkenalan dan berbincang ramah.


"Dimana keluarga anda Tuan Kendra?" tanya Nyonya Yan.


"Ada, mereka sedang bersama teman-temannya. Sebentar saya akan memanggil mereka." Kendra pun sejenak meninggalkan keluarga Yan.


Tidak lama kemudian Kendra kembali membawa keluarganya.


"Nyonua Yan, ini istrinya dan ini anak-anak saya." Kendra pun mengenalkan mereka satu persatu. Tuan Yan tampak tidak nyaman saat melihat Kiano, tapi sebaliknya Nyonya Yan sangat menyukai Kirana.


"Dan ini adalah calon menantu kami." ucap Hummairah menarik Zavira ke hadapan mereka.


"Waah, sangat cantik. Semua wanita di keluarga anda cantik-cantik ya Tuan Kendra." puji Nyonya Yan.


"Oh ya Nyonya, dimana istri dari putra anda. Seingat saya dulu waktu di Amerika katanya putra anda akan bertunangan, pasti sudah menikah sekarang?" tanya Hummairah.


"Menantu dari mana Nyonya, saya tidak akan pernah menerima perempuan seperti itu. Asal usul gak jelas, dari kasta biasa hanya seorang karyawan rendahan. Kalau bukan karena rekomendasi dari suami saya mungkin dia seumur hidupnya hanya akan menjadi karyawan rendahan." Nyonya Yan tampak benar-benar tidak menyukai menatunya.


"Mama..." ucap Kai Zhou mencoba mengehentikan Mama nya.


"Diam kamu Kai, kamu juga mulai ikut-ikutan, sudah berani melawan dengan apa yang Mama ucapkan." Nyonya Yan mulai berang.


"Sudah Ma, cukup. Jangan dibahas lagi, ingat kita sedang berada dimana." ucap Tuan Yan.

__ADS_1


Hummairah hanya tersenyum, tapi Kiano terdiam mendengar ucapan Nyonya Yan.


Bersambung


__ADS_2