CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
55 jangan lupa VOTE untuk mendukung author naik ranking. ajak yang lain baca yaa


__ADS_3

" Hai... " Ucap Ilham menyapa


" Mau apa kamu kemari ? Dasr anak pungut " Ucap Tante.


Ilham mengepalkan tangannya menahan amarah di dadanya.


" Aku kemari hanya ada perlu sama Lusy. " Ilham kembali tersenyum. " Lusy, sekarang juga bereskan kamar Nanny dan Kakek. Karena beliau sudah ada di Indonesia. " Ucap Ilham tersenyum. Dan seketika semua pelayan bernafas lega. " Tapi, karena Kakek masih ada urusan maka, beliau memutuskan tidak kembali kemari untuk beberapa hari. Tapi.... Sebaiknya kalian bersiap. Aku permisi, Lusy jangan lupa tugas yang aku berikan padamu " Ilham kembali tersenyum.


" Baik Tuan. Ayo bantu aku membereskan kamar Tuan sepuh dan Nanny. " Ajak Lusy pada pelayan yang akan di usir tadi.


Ilham pergi meninggalkan rumah besar itu sambil tertawa melihat ekspresi wajah satu persatu penghuninya.


Ting... Tong....


" Kiano sayang, jangan kemana mana. Ummi mau buka pintu, mungkin itu aunty Sakinah. " Ucap Hummairah pada putranya.


Ceklek....


Pintu terbuka.


" Kakek, Nanny ? " Ucap Hummairah kaget


" Assalamualaikum.. " Ucap Kakek


" Waalaikumsalam, maaf ayo masuk " Hummairah mempersilahkan Kakek dan Nanny masuk, tak lupa Ia mencium tangan kedua orang yang di hormati nya itu.


" Duduklah , Ara akan bikinin minum ya, tunggu sebentar. " Hummairah berjalan masuk menuju dapur minimalis nya.


" Kamu udah rapi Ra, mau kemana ? " Tanya Nanny


" Ara akan ke kantor Nanny, tapi lagi nungguin Sakinah. "


" Kamu berangkat kesana pakai apa ? " Tanya Nanny lagi.


" Biasanya taxi online, biasa bus umum, kalo nggak Bus way. Hehehee " Ucap Hummairah sembari tertawa


" Kenapa Mang Diman tidak mengantar kalian ? "


" Mang Diman sibuk di rumah utama, jadi kasian juga kalau harus maksa Mang Diman. "


" Kamu disini sama siapa ? " Tanya Kakek tiba tiba


" Ara berdua sama Kiano Kek "


" Kendra tidak bersama kalian ? "


Hummairah spontan terdiam dan terhenti dari aktivitas nya, Nanny yang sedari tadi mengikuti Hummairah hingga ke dapur menatap wajah Hummairah sedih.


" Apa yanga terjadi sayang ?" Tanya Nanny memegang pundak Hummairah.


Sontak Hummairah menangis, dan Nanny langsung memeluk Hummairah, dan membawanya kedepan dan duduk bersama Kakek.


" Maafkan Ara Kakek,Nanny. Ara terpaksa keluar dari rumah. " Hummairah masih menangis dalam pelukan Nanny. " Mas Kendra tidak lagi peduli kepada kami, Dia lebih mementingkan mereka. " Masih dalam isak nya.


" Sudahlah, tenagkan diri mu. Sekarang ceritakan bagaimana awal mula semua ini terjadi. " Ucap Nanny.


Hummairah pun menceritakan semuanya dari awal, tanpa ada yang ditutupi dan di tambah. Kakek dan Nanny mendengar dengan seksama.


" Baiklah, aku mengerti sekarang. Memang lebih baik kamu keluar dari rumah itu, itu demi kebaikan Kiano. " Ucap Kakek.


" Eh, iya.... Ngomong ngomong dimana Kiano, sedari tadi kami disini tidak melihatnya. " Ucap Nanny

__ADS_1


" Ara lupa, Kiano ada dikamar nya " Hummairah menyeka airmata nya. " Sebentar Ara panggil kan. " Hummairah beranjak dari duduk nya menuju ke kamar utama.


Tak lama kemudian Hummairah membawa Kiano keluar.


" Hallo jagoan, " Ucap Nanny


" Hallo, " Balas Kiano sambil mencium tangan Oma cantiknya.


" Oh sayang... kamu pintar sekali. " Ucap Nanny mencium pipi gembul Kiano. " Kasi salam sama eyang uyut. " Perintah Nanny. Kiano pun beranjak mendekati Kakek meraih tangan Kakek dan mencium nya.


" Pintar sekali.... Eyang ada hadiah untuk kamu ? " Ucap Kakek


" Hadiah ? " Kiano mengulang ucapan eyang uyut nya.


Kakek meraih sebuah paper bag, dan memberikannya kepada Kiano.


Anak itu lantas membukanya.


Senyum terurai di wajah Kiano.


" Waaaah.... Adventure.... Terimakasih eyang. " Ucap Kiano berlari memeluk dan mencium Kakek.


Semua tertawa dengan kelakuan Kiano


Saat semua asyik bercanda terdengar suara seseorang memencet bel.


Ting.... Tung..


Hummairah beranjak membuka pintu.


" Kak Ilham, ayo masuk "


" Rame sekali. Ada tamu ? "


Ilham hanya tersenyum, dan ikut masuk kedalam bersama Hummairah


Kiano melihat Ilham datang langsung menghambur kedalam pelukan Ilham.


" Paman... " Ucap Kiano memeluk dan mencium Ilham.


" Hallo jagoan, apa kamu jadi anak baik hari ini ? "


" Tentu, aku makan sendiri, tidak ngompol lagi, tidak bandel. " Celoteh Kiano panjang lebar.


" Bagus kalau begitu. " Ilham masuk kedalam dan duduk di samping Kakek.


" Apa kabar kamu ? " Tanya Kakek


" Alhamdulillah , baik Kek. Kakek sendiri bagaimana ? "


" Seperti yang kamu lihat "


Kemudian Ilham beralih duduk didekat Nanny.


Nanny langsung menarik telinga ilham.


" Anak nakal, bikin cemas. Pulang ke sini tidak memberitahu, menelpon pun tidak. " Ucap Nanny mengomel


Ilham yang meringis segera menurunkan Kiano dari gendongan nya.


" Nanny, Ilham sibuk sekali waktu itu. "

__ADS_1


" Sibuk , atau kamu terlalu senang bertemu dengan Hummairah ? " Tanya Nanny blak blakan.


Pipi Ilham dan Hummairah tersenyum.


" Nanny, kami teman lama. Wajar kalau kami lupa waktu kalau sudah bercerita. " Ucap Ilham


" Iya, kami tau. Tapi setidaknya.... " Ucapan Nanny mengagantung karena di peluk oleh Ilham.


" Maaf Mama, " Ucap Ilham sendu. "


" Jangan heran Ra, Ilham selalu seperti ini kalau dirumah. " Ucap Kakek.


Ilham masuk kedalam kamar untuk bermain dengan Kiano.


" Ilham adalah anak dari orang kepercayaan suami dari Nanny, orang tua Ilham meninggalkan karena kecelakaan. Karena tidak memiliki keluarga lain, kami memutuskan untuk mengadopsi nya. Kami menganggapnya seperti anak kami, Dia tumbuh bersama Kendra. Tapi Kendra sedikit badung dikala itu, Dia selalu melindungi Kendra, Dia sangat menyayangi Kendra. " Kenang Kakek.


" Dan kamu Ra, kami sebenarnya sudah kenal kamu lewat Ilham. " Ucap Nanny


" Haaah.... Maksudnya ? "


" Maksudnya, dulu sewaktu Ilham pulang dari tugas KKN disalah satu desa. Dia pernah cerita bertemu dengan gadis yang wajahnya mirip dengan mendiang Ibunya, " Cerita Nanny


" Siapa Nanny ?" Hummairah mulai tertarik dengan cerita Nanny


" Ya, kamu. " Nanny menyentil hidung mungil Hummairah


" Maksudnya, wajah Ara mirip sama mendiang Ibunya Kak Ilham ? "


" Iya, cuma bedanya. Almarhum Ibunya Ilham tidak menggunakan jilbab. " Tambah Nanny


" Makanya, pertama kali kami melihat kamu kami yakin bahwa kamu lah yang pantas jadi bagian dari keluarga kami " Tambah Kakek


Mereka pun bercerita panjang lebar, hingga akhirnya.


" Apa ada sesuatu yang bisa dimakan ? " Ucap Kakek tiba tiba. Semua pun terdiam dan saling memandang.


" Kakek lapar sekali, ini sudah masuk jam makan siang "


" Aah,,, ya. Ara lupa Kek, sebentar Ara siapkan ya... " Hummairah berjalan ke dapur, memulai aktivitas memasaknya.


Sementara diluar Kakek dan Nanny berbicara serius dengan Ilham.


" Jadi bagaimana keadaan dirumah itu ? " Tanya Kakek


" Tante Cristien semakin menjadi Kek, Dia hampir memecat salah satu pelayan hanya karena hal sepele. "


" Hebat.... Dimana Kendra dan Mamanya ? "


" Mereka hanya diam Kek, tak bisa berbuat banyak. Ilham tidak tau Kek, kenapa Tante dan Kendra tidak berani melawan Tante Christie. "


" Biarkan mereka sepuasnya berkuasa, nanti aku akan langsung mengusirnya. "


" Sudah kamu tanya pada Hummairah apa penyebabnya, sampai Ia nekat pergi dari rumah itu ? " Tanya Nanny


" Penyebabnya adalah Olivia, Kendra lebih memilih mementingkan Olivia dari pada keluarga nya. Dan Ilham pernah memergoki Kendra dan Olivia sedang makan bersama di suatu restoran. "


Ilham menarik nafasnya.


" Ilham pernah bertanya pada Olivia, ada hubungan apa antara dirinya dan Kendra. Kakek tau apa jawabannya. Dia mengaku sebagai calon tunganm Kendra.


*Bersambung

__ADS_1


segini dulu yaa...


autor nya gak enak badan*....


__ADS_2