CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
107


__ADS_3

" Jadi dear, kapan kita akan melanjutkan perjalanan honeymoon kita ? " Tanya Ilham pada Medinah


" Tunggu sampai urusan disini selesai Bie "


" Urusan apa ? "


" Urusan untuk membuat Mama Rebeca dan Papa bersatu "


" Maksud kamu, kamu mau menyatukan mereka ? " Tanya Ilham


Medinah mengangguk.


" Memang bisa ? "


" Aku yakin pasti bisa "


" Yakin ? "


" Iya, kan ada kamu yang selalu bantuin aku " Medinah tersenyum lebar hingga deretan giginya yang rapi terlihat.


Ilham berjalan mendekati Medinah.


" Kamu masih berhutang sesuatu pada ku dear " Ilham menggigit gemas hidung mancung istrinya.


" Akh... Sakit " Ujar Medinah sambil memegang hidungnya.


Ilham terkekeh, kemudian naik keatas tempat tidur kemudian menarik Medinah dalam pelukannya.


" Kamu tau dear, aku bangga sekali punya istri seperti kamu. "


" Benarkah "


" Kamu itu wanita hebat, dan tangguh yang pernah aku kenal. Kamu itu pekerja keras, dan semangat kamu yang pantang menyerah, membuat aku begitu manghargai kamu. Dan ingin lebih sekat dengan mu. "


Medinah tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.


" Sejak aku kenal kamu, jujur aku langsung ingin menjadi teman yang paling dekat dengan mu. Yang selalu ada untuk mu. "


" Bie... Boleh aku bertanya sesuatu ? Tapi, aku mau kamu janji kamu gak akan marah "


Ilham tampak berpikir sejenak, kemudian mengangguk setuju.


" Baiklah, katakan "


" Bie, apa saat pertama kita bertemu kamu saat itu sedang patah hati ? "


Wajah Ilham seketika berubah, Ia menarik napas dalam dan menghembuskan nya.


" Bie, kamu udah janji gak akan marah " Medinah mengingatkan.


Ilham tersenyum, lantas mengecup bibir Medinah sekilas.


" Kamu mau aku jujur ? "


Medinah menganggukan kepala.


" Tapi, kamu harus berjanji setelah aku bercerita kamu jangan pernah mengungkitnya kembali. "


" Aku janji bie "


" Baiklah, aku akan cerita. "


Medinah pun mendengarkan pengakuan dari Ilham.


Ilham pun mulai bercerita awal perjalanan hidupnya, hingga Ia menyangkut hubungan nya bersama Hummairah.


" Aku menyukainya, tapi ternyata tidak hanya aku yang menyukainya. Banyak teman satu angkatan ku juga menyukainya.


Hummairah itu gadis yang ramah dan mudah bergaul, Ia juga mudah dekat dengan siapa pun, tapi tetap sebagai muslimah yang taat Ia selalu menjaga jarak dengan kami para pria. "


" Tiga bulan aku dan Hummairah dekat, aku juga sering main kerumah nya dan ngobrol bersama Ayahnya. Ia tidak mau di tinggal hanya berdua dengan ku, dan kami juga tidak pernah berjalan keluar. Kami selalu menghabiskan waktu di rumah "


Ilham menarik napas kembali, sembari memperhatikan ekspresi wajah Medinah yang terlihat penasaran.

__ADS_1


" Hingga akhirnya masa KKN kus selesai, dan aku harus kembali ke Surabaya. Tapi aku berjanji akan kembali menemuinya, dan menghadap Ayahnya. " Kenang Ilham


Medinah masih mendengarkan cerita Ilham dengan seksama.


" Tapi dua minggu setelah itu, aku kembali ke kampungnya untuk menemuinya, dan memberitahu nya bahwa aku akan datang bersama keluarga ku untuk menemui Ayahnya, tapi aku mendengar dari warga kampung bahwa Ia akan menikah dengan orang lain. Dan aku tak menyangka jika orang itu adalah Kendra, saat itu aku benar benar kecewa, dan memutuskan pulang ke Jerman untuk meneruskan bisnis Mama. "


" Dari sana aku sedikit demi sedikit menata hidup ku kembali, jujur sampai saat itu aku belum bisa melupakan nya. Aku terus mencari tahu berita nya, akhirnya aku tahu apa alasannya menikah. "


" Apa alasannya ? " Medinah masih mendengarkan.


Ilham tersenyum " Kita lanjut besok ya " Pinta Ilham.


" Tidak, aku masih mau mendengarkan cerita mu "


Ilham tersenyum dan mengecup kening Istrinya.


" Hummairah menikah dengan Kendra boleh dikatakan terpaksa "


" Siapa yang memaksa nya ? "


" Keadaan dear. Saat itu Ayahnya sakit dan harus segera di operasi, dan dia akhirnya menyetujui dan menandatangi surat perjanjian bohong yang di bikin Kakek dan Nanny. "


" Surat perjanjian bohong ? "


" Ya, Paman dan Bibinya membawa Hummairah pergi menemui Kakek, dan kau tahu Paman dan Bibinya lah yang merencanakan semua perjodohan itu. Mereka mengira bahwa Hummairah akan menikah dengan Kakek, jadi mereka menyerahkan Hummairah sebagai ganti hutang mereka. "


" Jahat sekali "


" Mereka dengan licik nya menghasut Hummairah untuk menyetujui semua itu, dengan Ayah yang sakit sebagai alasan.


Tapi apa kamu tahu, si polos Hummairah itu juga memberikan syarat kepada Kakek ? " Ujar Ilham terkekeh. "


" Hummairah memberikan syarat ? "


" Ya, dia meminta nanti kalau Ia menikah Ia akan membawa Ayahnya ikut bersama nya, Ia tak mau meninggalkan Ayahnya. Dan Kakek setuju, dan satu hal lagi yang apa bila aku bercerita kamu pasti akan tertawa "


" Benarkah, apa itu ? " Tanya Medinah penasaran


" Hummairah mengira Ia akan menikah dengan Kakek. " Ilham tersenyum


" Kakek dan Nanny tertawa, mereka merasa telah menemukan orang yang cocok untuk mendampingi Kendra. Pertama kali Kakek bertemu Hummairah, Kakek melihat penampilan nya yang santun, Kakek langsung jatuh hati pada gadis itu. Dan Kakek dan Nanny lah yang selalu ada di sisi Hummairah, dan membela nya. Bahkan saat pacar Kendra databg dari luar negeri, Hummairah masih bertahan tinggal serumah dengan mereka. "


" Apa ! Kendra membawa kekasih tinggal di satu atap yang sama bersama istrinya, apa yang Hummairah rasakan saat itu "


" Ia masih bertahan dalam keadaan itu, dan merahasiakan nya dari keluarga.Tapi, Kakek tahu apa yang telah terjadi dan akhirnya Kakek membawa Hummairah keluar dari rumah itu dan kembali tinggal di mansion. "/Ilham menarik napas dalam untuk melanjutkan, tapi saat Ia menoleh kearah Medinah, rupanya istrinya itu telah terlelap.


" Dear, kamu tidur ? Baiklah, aku juga akan tudur. Dan aku akan menagih nya besok. "


Ilham pun merebahkan dirinya disamping sang istri, mengecup sayang kening istrinya memeluk kemudian menarik selimut dan mulai memejamkan mata.


" Selamat malam dear, semoga mimpi indah " Ucap Ilham.


******


Kendra pulang untuk makan siang.


Ayah sedang menemani Kiano bermain di teras.


" Daddy pulang " Teriak Kiano senang.


Kendra tersenyum, lelah nya hilang seketika melihat senyum di bibir Kiano. Kendra yang baru saja pulang dari mengawas pekerja yang mengerjakan rumah mertuanya.


" Assalamualaikum " Ucap Kendra


" Waalaikumsalam " Jawab Ayah.


Kendra mencium tangan mertuanya, dan duduk di kursi teras bersama mertuanya.


" Hummairah dimana Yah ? "


" Ada dikamar, lagi nidurin Kirana "


Kendra tampak enggan masuk kedalam kamar, Ia masih kesal dengan sikap istrinya yang mudah saja dipengaruhi.

__ADS_1


" Masuklah nak, Hummairah sudah menunggu mu. Mungkin ada hal yang mesti kalian selesaikan " Ujar Ayah.


Kendra masih terdiam dan menatap lurus kedepan.


" Dalam rumah tangga masalah datang silih berganti, ada yang mudah ada juga yang sulit. Tergantung kita bagaimana menyikapi dan menyelesaikannya. Ayah tau ada kesalah pahaman yang terjadi diantara kalian, segera selesaikan masalah kalian. " Ayah menepuk pundak Kendra.


" Ayo kita masuk, seperti Hummairah sudah menyiapkan makan siang. " Ayah beranjak dari duduknya dan berjalan masuk sambil memimpin tangan Kiano, disusul Kendra dari belakang.


Hummairah tersenyum melihat tiga laki laki yang Ia sayangi masuk kedalam rumah.


" Sudah pulang mas, mau langsung makan atau mau mandi dulu ? " Tanya Hummairah pada suaminya.


" Aku mau mandi dulu "


" Baiklah, sebentar aku ambilkan handuk nya. "


Hummairah bergegas menuju kamar mengambil handuk


" Ini mas handuk nya "


Kendra meraih dan berjalan menuju kamar mandi.


Kendra keluar dari kamar mandi, Ia melihat Ayah sedang menemani Kiano dan Kirana di depan tivi.


Kendra masuk kedalam kamar, dan Hummairah sudah berada disana mempersiapkan baju untuk nya.


" Ini baju nya mas " Hummairah memberikan baju untuk Kendra.


Kendra meraih baju itu dari tangan istrinya


" Terimakasih " Ucap Kendra singkat.


" Mas.... Aki mau minta maaf, perihal kemarin " Hummairah memberanikan diri.


Kendra menoleh kearah istrinya.


" Aku tau aku salah, tidak seharusnya aku maksa kamu buat nurutin kemauan nya Bi Ratna untuk menemui Intan. "


Kendra masih terdiam mendengarkan.


" Setelah bicara sama Ayah tadi, akhirnya aku tau aku udah salah sama kamu. Jadi aku minta maaf yaa, aku janji gak akan bahas masalah Intan lagi sama kamu. " Ucap Hummairah menyesal.


Kendra tersenyum tipis, Ia segera mendekati istrinya. Ia mengelus pipi Hummairah dan menghadiahkan kecupan di kening Hummairah.


" Aku juga minta maaf, aku terlalu emosi menghadapi kamu. Maafin aku yaa " Pinta Kendra.


Hummairah tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Mereka pun berpelukan, Kendra sesekali mencium puncak kepala istrinya.


" Kita makan dulu mas, kasian Ayah pasti udah nungguin kita dari tadi " Ajak Hummairah


" Ayo "


Mereka pun keluar dari kamar dengan bergandengan tangan.


Ayah tersenyum melihat anak dan menantunya keluar dari kamar dengan wajah gembira.


" Akhirnya mereka bisa saling mengerti " Ucap Ayah perlahan.


*Bersambung


Visual Hummairah dan Kendra


semoga suka yaaa





__ADS_1


*


__ADS_2