CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
177. jangan lupa tinggalin jejak yaa...


__ADS_3

Setelah liburan selama dua minggu di Kairo, akhirnya Kiano beserta istri dan anaknya kembali kerumah. Hummairah tampak senang menyambut kedatangan cucu kesayangannya.


"Gimana keadaan panti Za, gak ada masalahkan?" tanya Hummairah.


"Alhamdulillah gak ada Mi, semenjak Ummi dan Daddy menjadi donatur tetap, anak-anak disana tidak kekurangan satu apa pun, dan mereka menitipkan ucapan beribu terima kasih untuk Ummi dan Daddy."


"Alhamdulillah... Ummi senang dengernya."


"Kirana mana Mi?" tanya Kiano.


"Katanya tadi sih ke rumahnya Fachri, Mama nya Fachri gak enak badan. Nanti malam rencananya Ummi dan Daddy mu mau kesana jengukin beliau."


"Kita ikut ya..." ucap Kiano.


"Kamu gak capek memangnya?"


"Ummi perginya pasti nungguin Daddy pulang kantor kan?" tanya Kiano.


"Iya, sekalian makan malam rencananya."


"Ya udah, kita bisa istirahat tidur dari sekarang."


"Terserah kalian aja deh." seru Hummairah kemudian menyuruh anak dan menantunya untuk istirahat.


.....


"Bagaimana ini Kak, nanti malam Ummi dan Daddy akan kesini untuk menjenguk Mama." ucap Kirana.


"Apa?"


"Ya Kak, kemarin Ummi negur Nana sebab Nana sering kesini. Jadi Nana bikin alasan kalau Mama lagi gak enak badan, jadi Nana nemenin Mama disini."


"Aduh bagaimana ini, kita harus cari cara agar Luna pergi selama makan malam berlangsung."


"Kakak yang bujukin dia, supaya dia mau. Karena sepertinya dia hanya dengar ucapan Kak Fachri deh." ucap Kirana tersenyum sembari memalingkan wajahnya.


"Masa sih?"


"Pasti Kak, coba aja."


Fachri tersadari saat melihat wajah Kirana yang merah karena menahan senyum.


"Oh... kamu ngeledek aku ya?"


"Gak kok, siapa juga..."


"Tuh muka kamu merah, pasti nahan ketawakan?"


"Masa sih... gak kok."


"Na, kok bisa ya hasil tes itu menyatakan kalau Andrew itu anak aku. Kan kita selalu berada disekeliling Luna, dan dia gak kemana-mana cuma dirumah aja."


"Itu dia yang harus kita cari tahu, jangan pikirin itu dulu. Sekarang pikirin bagaimana caranya agar Luna bisa keluar selama makan malam berlangsung."


"Aku coba ikutin saran kamu deh."


"Yang mana?"


"Yang ngebujuk dia."


"Caranya?"


"Nih..." Fachri menunjukan sebuah kartu sakti.


"Siapa yang gak ke goda sama benda ini "

__ADS_1


"Baiklah... selamat mencoba." ujar Kirana sambil terkekeh.


.....


Kendra dan keluarganya telah tiba di kediaman keluarga Fachri, Fachri dan kedua orang tuanya menyambut mereka dengan hangat.


Setelah bercengkrama sesaat, mereka pun dipersilahkan masuk dan langsung diajak menikmati makan malam.


"Gimana, berhasil?" bisik Kirana.


Fachri hanya menganggukan kepalanya.


"Masuk yuk!" ajak Fachri.


Setelah menikmati makan malam, mereka pun berbincang diruang keluarga.


"Jadi gimana Nyonya kalau setelah menikah nanti, Kirana akan saya ajak tinggal disini bersama kami?" ucap Mia Mama Fachri.


"Yang mana baiknya saja Nyonya, saya tidak keberatan jika Kirana harus ikut suaminya kemana pun." jawab Hummairah.


"Saya senang mendengarnya, anda kan tau sendiri saya tidak punya anak lagi selain Fachri. Jadi kalau ada Kirana, nanti saya akan ada temannya dirumah." ucap Mia penuh harap.


"Memang sudah seharusnya seorang istri ikut kemana pun suaminya, nanti jika sudah menjadi istri Fachri ya mau tidak mau Kirana harus ikut Fachri." sambung Kiano.


"Kita para orang tua hanya bisa mendoakan semoga mereka bisa langgeng dan bahagia selamanya." lanjut Oma Kirana.


"Aamiin..." jawab mereka serentak.


Mereka pun kembali larut kedalam obrolan mereka, Kendra dan Reza mengobrol masalah bisnis mereka. Mia, serta Hummairah dan mertuanya tampak serius membahas masalah pernikahan Kirana dan Fachri, dan para muda mudinya tampak berbincang dan sesekalo terdengar gelak tawa Fachri dan Kiano.


Saat mereka larut dalam obrolan masing-masing, tiba-tiba seseorang datang dan mengacaukan semuanya.


"Waah.... sedang ada tamu, sepertinya membahasa masalah serius. Aku boleh gabung kan?" Ucap Luna yang langsung meletakan barang belanjaannya, kemudian duduk disamping Fachri.


"Kenapa kalian diam? Ayo teruskan saja obrolannya, aku hanya akan jadi pendengar." lanjut Luna.


"Daddy, tadi aku dibeliin Mommy mainan. Baguskan?" ucap Andrew yang membuat semua keluarrga Kendra terkejut.


"Siapa wanita itu, dan kenapa anak ini memanggil Fachri dengan sebutan Daddy?" tanya Hummairah penasaran.


Mia dan Reza terdiam, mereka tidak bisa berkata apa pun, untuk menjelaskan saja mereka masih bingung untuk memulainya dari mana.


Fachri, berdiri menghampiri Kendra dan Hummairah.


"Om, saya bisa jelaskan semuanya." ucap Fachri.


"Iya, Fachri lebih baik kamu jelaskan pada mereka siapa aku. Biar mereka tau siapa aku, dan apa hubungannya antara kamu dan Andrew." sambung Luna menghampiri Fachri dan melingkarkan tangannya di pinggang Fachri.


Mata Kendra mengkilat merah saat melihatnya, ia mengepalkan tangannya.


"Lepas...." ucap Fachri menghindar.


"Om.... saya bisa jelaskan, tapi saya mohon agar Om mau mendengarkan saya." ucap Fachri yang mulai gemetar melihat Kendra yang menahan amarahnya.


"Mas, lebih baik kita dengarkan dulu penjelasan dari Fachri dan keluarganya." ucap Hummairah mencoba menenangkan suaminya.


"Sebaiknya kau memberikan penjelasan yang sebenarnya tanpa ada yang kau tutupi, aku akan mendengarakan." ucao Kendra.


Fachri menganggukaan kepalanya, ia pun mencoba untuk memulai bercerita.


"Om... dia adalah Luna, mantan kekasih saya." jelas Fachri. "Dan anak ini, adalah anak Fachri."


Duaarrrr...


Bagai suara petir menyambar, Kendra menatap tajam ke arah Fachri dan keluarganya.

__ADS_1


"Ada apa ini Pak Reza, apa anda bisa menjelaskannya kepada saya sebagai orang tua." tanya Kendra.


"Ini adalah kesalahan kami dalam mendidik putra kami Pak, saya sebagai seorang Ayah benar-benar telah gagal menjadi contoh untuk putra saya." ucap papa Fachri dengan wajah tertunduk malu.


"Maafkan kami Pak Kendra dan keluarga, kami juga tidak mengira hal ini akan terjadi. Tapi sungguh tidak ada niat dihati kami untuk membohongi, apa lagi menipu keluarga kalian. Kami juga syok saat tau kenyataan ini, kami juga memberikan piliha pada Kirana. Jika ia ingin mundur dan membatalkan semuany, maka kami akan menerima dengan lapang dada, meskipun berat karena saya amat menyanyangi putri anda. Sebab putri anda membawa banyak perubahan baik untuk putra kami. Jadi kami mohon untuk tidak membatalkan rencana pernikahan mereka." pinta Mia dengan wajah memelas kepada Kendra.


"Udahlah Tante, kalau mereka tidak mau melanjutkan hubungan ini juga tidak apa-apa. Aku yang akan menggantikan posisi nya menjadi nyonya muda di rumah ini, lagi pula aku telah memberikan kalian cucu kan. Lalu apa lagi yang kalian inginkan." sambung Luna.


"Diam kau.... aku tidak menyuruhmu untuk ikut campur, lebih baik kau pergi dari sini. Biarkan kami menyelesaikan urusan keluarga kami." ucap mama Fachri ketus.


"Tante aku juga bagian dari keluarga ini, aku sudah memiliki anak dengan Fachri. Seharusnya yang pergi itu mereka bukan aku, mereka gak punya hubungan apa pun dengan keluarga ini." sambung Luna.


"Cukup!!!" teriak Kendra. "Maaf Pak Reza sepertinya kita harus menunda, atau membatalkan rencana pernikahan anak-anak kita. Jika kalian bisa menyelesaikan masalah ini sebelum hari H, maka kita akan melanjutkan rencana mereka. Tapi jika sebaliknya, maaf saya terpaksa akan membuat keputusan untuk membatalkannya."


Semuanya terkejut mendengar keputusan Kendra, Fachri perlahan menghampiri Kendra.


"Om, Fachri mohon berikan kami waktu untuk menyelesaikan masalah ini."


"Saya akan memberikan kamu waktu, satu minggu sebelum hari H. Jika lewat masa itu, maaf saya terpaksa membatalkan rencana kalian." ucap Kendra tegas.


"Sayang kita pulang sekarang."


Hummairah pun segera mengajak keluarganya pulang, tapi sebelumnya ia menyempatkan diri untuk berpamitan pada Mia selaku tuan rumah.


"Mbak, kami undur diri dulu. Maaf jika suami saya sudah berbicara kasar sama keluarga kalian, saya akan mencoba berbicara lagi padanya, dan saya harap keluarga disini pun bisa secepatnya menyelesaikan masalah ini." Hummairah memeluk Mia hangat.


"Maafkan keluarga kami.. kami janji akan secepatnya menyelesaikan masalah ini, sebelum hari H nya Fachri dan Kirana." jawab Mia.


"Baiklah... kami sekeluarga pamit dulu, jangan lupa kami selalu menunggu kabar dari kalian."


Hummairah berjalan menghampiri suaminya.


Kiano menggendong putranya, sedangkan Zavira menuntun Oma nya. Kirana berdiri perlahan mendekati Mia.


Serta merta Mia memeluk Kirana, Mia sangat menyanyangi Kirana. Kirana lah yang berhasil merubah Fachri menjadi lebiha baik, Kirana juga bisa menarik Fachri dari dunia kelamnya dan berhasil melewati masa rehabilitasi. Dimana terasa begitu menyiksa, tapi bisa Fachri lewati meski harus bersusah payah.


"Sayang kamu percaya sama Fachri kan?" tanya Mia kepada calon menantunya.


Kirana tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Mama harap kamu bisa meyakinkan keluarga kamu." pinta Mia.


Reza tampak menganggukan kepalanya dan menyetujui ucapan istrinya.


Kirana hanya bisa tersenyum, ia belum bisa berucap satu kata pun. Ia pun melintasi didepan Fachri yang masih berdiri tidak bergeser sedikit pun.


"Nana pulang ya Kak, assalammu'alaikum." Kirana pun melangkah menyusul keluarganya.


"Aah... akhirnya pulang juga, sekarang aku mau istirahat." ucap Luna berlalu meninggalalkan Fachri dan kedua orang tuanya.


.....


"Sejak kapan kamu tau masalah ini Na?" tanya Kendra pada putrinya.


"Dari pertama wanita itu datang membawa putranya Dad." jawab Kirana tertunduk.


"Apa yang terjadi sayang, kamu bisa cerita sama kami. Ummi janji setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya, kita ini satu keluarga sudah sepantasnya saling membantu." tambah Hummairah.


Kirana pun mulai menceritakan siapa Luna dan apa hubungannya dengan Fachri dimasa lalu, tanpa ada yang ia sembunyikan lagi.


"Jadi Luna itu mantan pacar Fachri yang meninggalkannya begitu saja?" tanya Hummairah.


" Iya Ummi, dan pada saat itu Kak Fachri benar-benar putus asa. Daddy ingat saat Nana ikut turnamen yang Daddy dab Papa Ilham mendampingi Nana?" tanya Kirana.


Kendra menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Saat itu Kak Fachri baru memulai proses rehabilitas, lepas dari candu narkoba dan alkohol." kenang Kirana.


bersambung


__ADS_2