
" Kendra, bisa kita bicara sebentar... " Ucap Olivia kepada Kendra yang sedang berkumpul bersama keluarga.
" Ngomong aja. Ada apa ? " Jawab Kendra santai tapi tak beranjak dari duduk nya.
" Aku pengan ngomong empat mata. " Olivia setengah memaksa
" Disini saja, aku tak mau ada rahasia antara aku dan keluargaku, terutama istri ku. " Kendra melihat wajah istrinya.
" Aku mohon ini tidak akan lama, " Olivia memohon dengan wajah memelas. " Boleh ya Ra, sebentar saja. " Olivia meminta ijin pada Hummairah.
Kali ini aku memohon padamu, tapi lain kali kau lah yang akan memohon pada ku Hummairah. Olivia berkata dalam hati.
Hummairah menganggukkan kepala,
" Baiklah, tapi tidak lama. Karena aku akan pulang setelah ini. " Jawab Kendra yang berdiri daan berjalan mendahului Olivia.
Kendra terlihat bicara serius, sesekali Kendra terlihat mengerutkan keningnya. Dan terlihat membentak Olivia.
Hummairah sudah pulang ke apartement, Ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
" Assalamualaikum, " Ucap Kendra membuka pintu dan masuk ke dalam.
" Waalaikumsalam " Jawab Sakinah yang sedang membereskan rumah.
" Nyona dimana ? "
" Di kamar Tuan, sedang mandi. " Sakinah menjawab Tuanya
Kendra naik ke atas, dan masuk kedalam. Ia melepas jas, kemeja, dan juga celananya. Ia hanya meninggalkan boxernya yang melekat di tubuhnya. Kendra segera masuk ke kamar mandi, terlihat Hummairah sedang berendam di dalam bak.
Kendra masuk dan ikut berendam didalam bak. Merasa ada pergerakan, Hummairah membuka matanya.
" Mas, kapan masuknya ? "
" Barusan " Kendra melangkah masuk kedalam bak, dan duduk di belakang Hummairah. Ia langsung memeluk dan melingkarkan tangannya keperut istrinya.
Hummairah reflek karena terkejut.
" Tenanglah, aku hanya ingin seperti ini sebentar saja. Aku janji gak ngapa ngapin. " Kendra meletakkan kepalanya di pundak Hummairah, kemudian memejamkan matanya. Hummairah terdiam tetap pada posisinya.
" Apa ada masalah serius ? "
" Tidak.... " Kendra sesekali mengendus tengkuk istrinya dan mengecup nya.
" Kamu mandi dulu, kita bicara di kamar. Aku mau udahan, udah dingin. " Ucap Hummairah bergerak keluar dari bak.
Kendra tersenyum kemudian menuruti perkataan istrinya.
Setelah selesai makan malam, Kendra masuk ke kamarnya. Hummairah masih menemani Kiano bersama Sakinah.
" Sudah Nyonya, biar saya saja yang menidurkan Kiano " Ucap Sakinah
Hummairah mengangguk, dan beranjak dari kamar Kiano. Tak lupa Ia mencium dan mengelus kepala putranya.
Ia menuju ke dapur untuk membuatkan teh herbal untuk Kendra.
Hummairah masuk kedalam kamar, Ia melihat Kendra duduk di meja kerjanya. Hummairah segera melepas jilbabnya, dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur.
Hummairah menghampiri dengan secangkir teh di tangannya.
" Ini Mas, " Hummairah meletakkan cangkir teh disamping meja, kemudian Hummairah memijat tengkuk suaminya.
__ADS_1
Kendra tersenyum, kemudian menggenggam kedua tangan istrinya. Kendra menarik lembut tangan Hummairah ke samping dan membawanya ke hadapannya kemudian mendudukan istrinya kedalam pangkuan.
Hummairah melingkarkan tangannya di leher Kendra, dan tersenyum.
" Ada masalah ? " Tanya Hummairah
" Sedikit "
" Apa ? "
Kendra terdiam, Ia mengelus pipi istrinya, kemudian Ia mengecup keningnya.
" Apa, ini berkaitan dengan yang di bahas bersama Olivia ? "
Kendra mengangguk, dan kembali ngelus pipi istrinya.
" Apa yang terjadi ? " Hummairah bertanya kembali
" Dikantor sedang membutuhkan beberapa karyawan, Tante memintaku untuk membawa Vans dan Olivia bekerja disana. " Kendra menghela napasnya. " Tapi, aku masih ragu kepada mereka. "
" Ragu kenapa ? "
" Aku tak yakin, apakah keputusan ku ini benar atau tidak. "
" Kenapa tidak coba meminta pendapat Kakek dan Papa. "
" Aku sudah meminta pendapat mereka. Mereka menyerahkan semuanya padaku. Hanya Nanny yang menentang keputusan ku. " Kendra menghela napasnya, dan memijat tengkuk nya.
" Kita sholat dulu yuk, dinginkan pikiran dan berdoa meminta petunjuk. " Hummairah memimpin tangan suaminya, membawanya ke kamar mandi untuk berwudhu.
Mereka pun melaksanakan kewajiban mereka.
" Selamat pagi Tuan Kendra, ada Tuan Vans dan Nona Olivia. " Ucap Ifan memberitahu.
" Selamat pagi Kendra. " Ucap Olivia langsung masuk dan berlari menghampiri Kendra.
" Cukup, " Kendra menghentikan langkah Olivia. " Duduklah. " Perintah Kendra
Olivia mengepalkan tangan menahan kesalnya, sementara Vans menahan senyumnya.
Mereka pun duduk.
" Baiklah, sesuai janji ku. Aku memberi kalian pekerjaan sesuai dengan pendidikan dan pengalaman kalian. " Ucap Kendra
" Vans, kamu aku tempatkan di bagian pemasaran. Kamu bawa ini, temui yang bernama Pak Lukman, bilang ini perintah dari ku " Kendra menyerahkan berkas ke tangan Vans
Vans meraih berkasnya
" Olivia, kamu bawa ini kebagian receptionis. Temui yang bernama Chila, bilang ini dari ku. " Kendra memberikan berkas kepada Olivia
" Apa, receptionis ? Maksud kamu, aku bekerja disini sebagai receptionis ? " Tanya Olivia tak percaya
" Iya, ada masalah ? " Jawab Kendra
" Gak bisa dong Kendra, kamu kan tau sendiri. Aku maunya jadi sekretaris kamu, lagi pula kamu liat dong pendidikan aku. Masa aku cuma jadi receptionis si ? "Olivia tak terima
" Semua butuh proses Olivia, kita harus memulainya dari awal. Kau paham maksud ku ? "
" Tapi Kendra, ini gak bisa di terima. Bagaimana kalar seandainya ada salah satu tamu yang mengenal aku, aku kan bisa malu Kendra. Masa cantik dan elegan begini cuma jadi seorang receptionis si. Aku gak mau "
" Terserah, kalau kamu gak mau. Kamu boleh pulang sekarang. Kalau kamu bersedia, kamu ambil seragam kamu untuk dipakai besok. " Ucap Kendra cuek.
__ADS_1
Olivia menatap tajam ke arah Kendra, dengan wajah kesal Ia menerima berkas itu.
Kendra tersenyum.
Baiklah, kalian boleh keluar. Jangan lupa besaok kalian mulai bekerja. Dan Olivia kamu harus databg lebih pagi. " Kendra tetersenyum senang.
" Aku gak bisa terima Vans, masa jabatan ku hanya menjadi seorang receptionis. " Gerutu Olivia
" Sudahlah, terima semuanya anggap saja ini jalan kita untuk memuluskan rencana kita memisahkan Kendra dan Hummairah. " Ucap Vans setengah menghibur.
Sudah hampir satu minggu Vans dan Olivia bekerja perusahaan, Vans tampak cepat tanggap dalam bekerja. Dan Kendra suka dengan hasil kerja Vans, Kendra tau Vans memang cerdar. Sedari kecil Vans selalu menjadi kebanggaan kedua orang tuanya, terutama Tante Cristien. Yang begitu amat menyayangi Vans.
Sedangkan Olivia, Ia lebih sering meninggalkan meja receptionis dan menemui Kendra di ruangannya. Ia selalu mengadu dan mengeluh kepada Kendra, dan berusaha untuk membujuk Kendra agar mengangkatnya menjadi sekretaris pribadinya.
Dengan tegas dan penuh tekanan Kendra menolaknya, dan Kendra berusaha menghindari Olivia yang lebih sering keluar masuk ke ruangannya.
Sebuah mobil berhenti di depan lobby, security membuka pintu mobil tersenyum dan memberi hormat.
" Selamat siang Nyonya, dan Tuan Muda " Ucap security ramah.
" Selamat siang " Hummairah memimpin Kiano berjalan masuk, Hummairah tampak menenteng rantang.
Hummairah berjalan dengan tenang, dan senyum tak lepas dari wajahnya. Semua karyawan dan staf menyapa nya.
" Hummairah. "
Sapa seseorang yang membuat langkahnya terhenti.
"Ngapain kamu kesini ? Tanya Olivia tidak senang.
" Aku mau ketemu Kendra, tadi kami udah janjian untuk makan siang bersama. " Jelas Hummairah dengan senyumnya
" Kendra gak da, lagi keluar. Lagi pula Kendra udah janji mau makan siang dengan ku. " Olivia dengan bangganya.
" Oh ya, tapi Kendra nya udah janji sebelum berangkat ke kantor tadi. "
" Kamu di bilangin kok gak ngerti si, " Mulai terjadi keributan, membuat semua pengunjung hotel dan staf tertuju pada mereka. Olivia berteriak kepada Hummairah.
" Nyonya Hummairah, " Sapa seseorang, Dia adalah Chila penaggung atasan Olivia. " Maaf, Nyonya mau bertemu Tuan ? "
Hummairah mengangguk dan tersenyum.
" Baiklah, Alvin tolong bawa Nyonya ke ruangan Tuan. " Perintah Chila kepada salah satu staf nya.
Hummairah segera beranjak dari hadapan Olivia.
" Heii.. Hummairah kita belum selesai.... Sebuah tangan menarik tubuh Olivia kasar dan membawanya menjauh dari kerumunan.
" Hei, lepaskan tanganku. Kau pikir kau siapa seenaknya saja kau menarik tanganku. " Olivia
Chila pun melepas dan melempar tubuh Olivia ke dinding.
" Kau bertanya padaku siapa aku ? Aku Chila, penanggung jawab semua karyawan kecil seperti kamu. Dan aku adalah salah satu orang kepercayaan Tuan Kendra.
Dan kau tau apa yang telah kau lakukan itu salah, aku bisa saja langsung memecat mu tanpa memberitahu kepada Tuan Kendra. Karena semua karyawan kecil disini aku yang mengaturnya, jadi aku bebas melakukan apa pun yang aku mau kepada mu. "
Mata Olivia terbelalak Ia tak percaya wanita yabg ada di hadapannya ini benar benar berani.
" Kau tau, siapa yang kau hina tadi ? Dia adalah Nyonya kami, karena Dia kami bisa bekerja dengan gaji yang layak, disaat perusahaan dan tempat lain menolak kehadiran kami. Dia merengkuh kami yang hanya dapat pendidikan rendah, dengan mengandalkan kemapuan kami. "
*bersambung
__ADS_1
jangan lupa LIKE, *VOTE, KOMEN, dan BOOM LIMA BINTANG untuk mendukung author dan novel naik ranking.
I LOVE U ALL**