CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
111


__ADS_3

Setelah melakukan penyelidikan terhadap Rebeca, kini Samuel mulai percaya kalau Rebeca benar benar sudah berubah.


Ia pun segera meminta pendapat pada Zian, mengenai keputusannya untuk mengikuti permintaan Medinah.


"Paman, tidak ada salah nya Paman memberikan Tante Rebeca kesempatan kedua " Ujar Zian


"Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang membuat Medinah bahagia, aku akan mencoba untuk memberinya kesempatan "


Zian tersenyum mendengar keputusan Pamannya.


Samuel pergi menemui Rebeca di penjara, Ia duduk di ruang tunggu.


Tak berapa lama petugas pun membawa Rebeca keluar.


Rebeca tampak terkejut dengan kedatangan Samuel, Ia benar - benar tak menyangka kalau Samuel akan datang menemuinya.


Samuel menatap Rebeca, wanita itu masih kelihatan cantik meski kini tubuhnya sedikit kurus dan tak terurus.


Dengan langkah perlahan Rebeca menghampiri Samuel, suami yang Ia cintai meski Ia sama sekali tak pernah dihargai dan tak pernah di anggap.


"Apa kabar mu Becki ? " ucap Sam membuka suara


Mata Rebeca membulat, Ia tak percaya Samuel menyebut namanya.


Dan yang membuat Rebeca tercengang adalah nama panggilan yang Samuel gunakan adalah nama panggilannya pada saat mereka pacaran.


Samuel dulu memanggil Rebeca dengan panggilan Becki.


"A... Aku baik, kamu sendiri bagaimana " jawab Rebeca terbata.


Samuel tersenyum.


"Duduklah, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu "


Rebeca pun duduk di depan Samuel.


"A... Apa yang kau lakukan disini " tanya Rebeca terbata.


"Aku ingin menemui, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu. "


"Apa itu "


"Baiklah aku akan langsung pada intinya. Aku ingin bertanya padamu, kalau seandainya aku memberikan mu kesempatan apa kau akan berubah ? " tanya Samuel


Mata Rebeca membulat, Ia tak percaya dengan apa yang Ia dengar. Ia juga tidak percaya dengan apa yang Samuel katakan.


"Apa maksudmu " tanya Rebeca


"Ya seperti yang kau dengar, aku ingin memberikan mu kesempatan sekali lagi "


Rebeca menangis haru, Ia tak menyangka akan memdapat kesempatan ini. Ia tau ini pasti karena permintaan Medinah, Rebeca ingin segera memeluk putri sahabat nya yang kini menjadi putrinya.


Ia ingin menumpahkan segala cinta dan sayangnya untuk Medinah, Ia tau anak itu mewarisi hati sebaik Ibunya.


"Aku berjanji, aku akan berubah. Aku akan membuka lembaran baru, dan memulai kehidupan yang baru bersama kalian. " janji Rebeca.


Samuel tersenyum.


"Baiklah, sekarang kau bisa membereskan barang - barang mu, dan ikut pulang bersama ku " ujar Sam


"Apa ? Aku sudah boleh pulang ? "

__ADS_1


Samuel menganggukan kepalanya.


Tanpa diperintah lagi, Rebeca segera beranjak dari duduknya, untuk membereskan barangnya.


Sam dan Rebeca pun meninggalkan tempat itu, dan kembali kerumah mereka.


******


Kendra dan Hummairah telah tiba di Mansion Kakeknya.


Semuanya menyambut mereka dengan riang, terutama Kiano dan Kirana.


"Mama senang akhirnya kalian datang juga, Mama kangen banget sama cucu Mama " ujar Mama yang sedang menimang Kirana.


"Kalian harus menginap disini malam ini " perintah Kakek " Kakek sudah lama tidak mengobrol sama Pak Firman, ayo besan kita mengobrol diruang tengah. " ajak Kakek pada Ayah.


Kedua orang tua itupun meninggalkan mereka dan menuju ruang tengah.


"Pa, Ma, Nanny, sebenarnya kita kesini mau nitipin mereka. " Kendra membuka cerita.


"Maksud kalian ? " tanya Papa


"Kami akan menghadiri undangan makan malam, dalam rangka peresmian proyek terbaru Kendra Pa. Tapi kami bingung dengan anak anak Pa, tak mungkin kami meninggalkan mereka bersama Ayah. Jadi Hummairah punya ide, dan membawa mereka kemari. " jelas Kendra panjang lebar.


"Memang sebaiknya kalian kemari, bukan karena apa, kasihan jika Pak Firman harus menjaga kedua cucunya Ia pasti kerepotan. " jawab Nanny.


"Sudah sebaiknya kalian berangkat sekarang, nanti kemalaman. " ucap Papa.


Kendra dan Hummairah pun segera berangkat.


****


Hummairah tampak gugup, ini kali pertama Ia tampil di publik berasama Kendra.


Kendra menggenggam lembut jemari Hummairah.


"Ara gugup mas " Hummairah tampak cemas.


"Tenang sayang, aku ada disini menemanimu " Kendra menghiburnya.


Mereka pun masuk kedalam aula hotel tersebut.


Disana telah ramai yang hadir, beberapa ada yang langsung menghampiri Kendra.


Kendra pun segera memperkenalkan istrinya kepada rekan bisnis dan para koleganya.


Waktu menunjukkan sudah pukul dua belas malam, Kendra pun segera pamit pada teman temannya dan membawa Hummairah yang sudah kelelahan.


Mereka tiba di Mansion, Hummairah telah lelap dalan tidurnya. Kendra tersenyum melihat istrinya yang kelelahan, Hummairah sudah tak bisa lagi melawan rasa kantuk nya.


Kendra menggendong tubuh istrinya dan membawanya masuk kedalam kamar mereka.


Kendra meletakan istrinya diatas ranjang, Kendra masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai Kendra mengambil baju ganti di lemari istrinya dan mengganti pakaian sang istri dengan baju tidur.


"Tidur mu lelap sekali sayang, kamu sama sekali tidak merasa terganggu dengan semua ini. " Kendra terkekeh kemudian menarik selimut dan disisi Hummairah sembari memeluk tubuh sang istri kemudian mulai memejamkan mata.


*****


"Nyonya Rebeca pulang " ucap salah satu pelayan pada teman sesama pelayannya

__ADS_1


Salah satu pelayan pun segera memberitahu Medinah dan Ilham.


Tok... Tok... Tok


"Masuk " perintah Ilham


Ceklek


Pintu kamar terbuka


"Ada apa ? " tanya Ilham


"Maaf Tuan muda dan Nyonya muda, Tuan besar sudah membawa Nyonya Rebeca telah pulang "


Medinah langsung bergegas keluar kamarnya.


"Mama.... " panggil Medinah pada Rebeca


Medinah pun berlari menghampiri Rebeca. Rebeca dengan tangan terbuka membiarkan Medinah masuk kedalam pelukannya.


Mereka pun berpelukan, Ilham tersenyum dan menatap kearah mertuanya.


Samuel membalas senyuman Ilham.


"Ma, Dinah senang Mama sudah pulang " ucap Medinah


"Mama juga senang sayang, terimakasih sudah memberi Mama kesempatan untuk memperbaiki semua " ujar Rebeca yang kembali memeluk Medinah.


"Ma, semua orang pantas mendapatkan kesempatan kedua, termasuk Mama. Lupakan kejadian yang lalu Ma Pa, mari bersama -sama kita menjalani hari baru bersama. "


"Baik sayang Mama akan menjalani sisa hidup Mama hanya untuk kamu putri Mama "


"Ma, Mama lupa ? Mama masih punya putri selain Dinah, Jessica Ma. Jangan pernah lupakan dia, Dia juga putri Mama. " ucap Medinah


"Tentu sayang, Mama ingat itu "


"Pa, Papa tidak mau bergabung bersama kami ? " Tanya Medinah.


Samuel tampaka ragu melangkahkan kakinya untuk mendekati Medinah dan Rebeca.


Ilham mendekati Samuel dan menuntunnya mendekati Medinah.


Tampak suasana canggung menyelimuti wajah Samuel dan Rebeca.


"Pa, Ma Dinah mau keluarga kita menjadi keluarga yang utuh. Dinah mau Papa dan Mama berbaikan dan menjadi suami istri pada yang saling mencintai. "


Sam membeku, Ia melonggarkan pelukannya.


"Pa, Dinah meminta satu hal lagi pada Papa. Papa mau kan mengabulkan permintaan Dinah kali ini "


"Apa itu sayang " ucap Sam lembut pada putrinya


"Dinah mau Papa dan Mama berbaikan, Dinah mau punya Papa dan Mama seperti teman teman Medinah yang lain. "


Samuel tampak terdiam menatap wajah putrinya.


Rebeca juga membisu, Ia tak bisa berkata apa apa mendengar permintaan Medinah.


Akhirnya Sam menganggukan kepalanya tanda setuju dengan permintaan Medinah.


Medinah pun memeluk sang Ayah dengan erat

__ADS_1


__ADS_2