CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
124. jangan lupa vote, like, komen, dan boom bintang rate.


__ADS_3

Medinah dan Nanny pulang ke tanah air, mereka langsung pulang ke rumah Kendra dan Hummairah. Tampak rasa lelah dan kesal di wajah Nanny, Medinah mengantar mertua nya ke kamar untuk beristirahat.


Setelah memastikan Nanny beristirahat, Medinah pun keluar dari kamar dan turun ke bawah.


Dibawah seluruh anggota keluarga sudah memunggu Medinah untuk bercerita perihal disana. Medinah pun duduk di samping Hummairah, saat ini Ilham masih di luar kota mengurus proyek yang di berikan Kendra.


"Aap yang terjadi Me?" tanya Kakek membuka suara.


"Mereka masih menginginkan perusahaan itu Kek, mereka bersikukuh mengatakan bahwa perusahaan itu milik keluarga mereka." jawab Medinah.


"Tapi perusahaan itu dirintis Nanny saat ia masih bekerja di perusahaan Kakek, setahun setelah itu barulah mereka kenal, dan memutuskan untuk menikah." terang Kakek.


"Nanny juga mengatakan seperti itu Kek, tapi mereka tidak mau percaya. Mereka mengatakan nahwa Nanny saat menikah tidak memiliki apa pun." lanjut Medinah.


"Sudahlah masalah ini nanti kita bahas saat Nanny mulai tenang, sekarang lebih baik kamu juga istirahat Me." ucap Hummairah.


Medinah mengangguk dan segera berjalan menuju kamarnya, untuk beristirahat.


Hummairah turut prihatin dengan keadaan yang menimpa keluarga Nanny, ingin membantu tapi Hummairah tidak tahu bagaimana caranya.


Hummairah menghela napas panjang, kemudian berjalan ke dapur dan melanjutkan aktifitas nya.


Sore hari Ilham dan Kendra pulang bersama, Hummairah menyambut suaminya di depan pintu. Kendra dan Ilham duduk sejenak di ruang tamu bergabung bersama Kakek dan Ayah Hummairah, melepaskan jas dan melonggarkan dasi nya.


Hummairah datang membawakan mereka air, itu yang biasa Hummairah lakukan jika Kendra baru pulang dari kantornya.


"Apa, Nanny dan Medinah sudah pulang?" tanya Kendra.


"Sudah, mereka sedang istirahat dikamar karena kecapekan setelah perjalanan." terang Hummairah.


Mendengar itu Ilham beranjak dari duduknya dan segera naik ke atas menemui Nanny.


Dikamar Nanny masih terlelap, Ilham perlahan mendekati Nanny. Ilham menatap wajah wanita yang tak lagi muda itu.


Merasakan ada pergerakan di dekatnya, Nanny membuka matanya.


"Ham, kamu sudah pulang sayang?" tanya Nanny saat membuka mata.


"Iya Ma, Mama istirahat aja. Ilham keluar dulu ya." Ilham beranjak dari duduknya, tapi tertahan oleh Nanny yang memegang lengan nya.


"Ada apa Ma, Mama butuh sesuatu?" tanya Ilham yang kembali duduk disamping Nanny.


"Mereka masih mengaku bahwa perusahaan itu milik keluarga mereka Ham." ujar Nanny yang mulai menitikan air matanya.


Ilham memeluk Ibu yang telah membesarkannya itu, dengan penuh sayang.


"Ma, bagaimana kalau kita berikan saja semua itu pada mereka." usul Ilham.


Nanny bangun dari pelukan putra angkatnya itu, dan memandang lekat wajahnya.


"Apa maksudnya Ham?"


"Ma, lebih baik kita mengelah dan menyerahkan semuanya pada mereka."


"Tidak Ham, itu milik Mama bukan milik mereka. Lagi pula perusahaan itu Mama rintis sejak masih bekerja di perusahaan Kakek mu, dari perusahaan kecil hingga sekarang." Nanny berjalan menuju jendela kamar.


"Mereka Mama kasih kebijakan karena mengingat saudara mereka adalah bagian dari hidup Mama." kenang Nanny.


Ilham berjalan mendekati Nanny.


"Sudahlah Ma, jangan di bahas dulu. Mendingan Mama istirahat ya, nanti kita bicarakan lagi. Sekarang Ilham mau nemuin Medinah dulu, udah kangen sama dia." ujar Ilham yang langsung keluar dari kamar sesaat setelah membawa Nanny kembali beristirahat lagi.


***


Kayla berhenti di jalan, sebab motor yang bisa ia gunakan tiba-tiba saja mati. Hari ini sebenarnya Kayla malas untuk keluar rumah, tapi karena permintaan Mama nya yang mengharuskan nya untuk keluar rumah.


Mama menyuruhnya mengantarkan pesanan.


"Kamu kenap lagi sih, kok bisa-bisa nya kamu begini disaat begini." keluh Kayla.


Matahari telah tinggi dan sinarnya semakin terik, keringat Kayla sudah mengucur di dahinya.


"Ini semua gara-gara Kiano, kalau Mama gak maksa nyuruh nganterin pesanan dia, gue gak bakalan kepanasan gini." gerutu Kayla kesal.


Disaat Kayla yang kesal mendorong motornya, sebuah kendaraan umum berhenti di halte yang tidak jauh dari tempat Kayla mendorong motornya.


Tampak seorang pemuda turun dari bus tersebut dan menghampiri Kayla.


"Kay." sapa kiano.


Kayla melihat melirik sekilas, dan memutar bola matanya.


"Motor kamu kenapa Kay?" tanya Kiano.


"Menurut lu?" jawab Kayla malas meladeni Kiano. Bukan tanpa sebab Kayla malas berurusan dengan Kiano, setiap kali ia dan Kiano terlihat bersama setelahnya Kayla pasti mendapat masalah. Seperi yang terjadi kemarin, ia di labrak Sarah dan para pengagum Kiano.


"Boleh aku periksa motornya?" tanya Kiano.


Kayla berhenti dan terdiam sejenak, kemudian ia pun menganggukan kepalanya dan mengijinkan Kiano memeriksa motornya.


Setelah Kiano menepikan motor Kayla, Kiano pun mulai memeriksa satu persatu bagian dari motor Kayla.


Cukup lama Kiano bergelut dengan motor milik Kayla, gadis itu pun secara diam-diam memperhatikan Kiano. Ia tersenyum saat melihat wajah hitam


"Kira-kira Mama nya marah gak ya, saat ia melihat pakaian anaknya belepotan oli begini. Apa itu baju langsung di buang, secara kan mereka orang kaya. Mana mungkin mereka mau memakai pakaian yang udah buluk.


Kayla masih asyik dunia melamunnya,tanpa ia sadari Kiano telah selesai degan motornya, dan telah berada di depannya.


"Kay..... Kay, hallo." Kiano mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Kayla.


Kayla pun tersadar dari lamunannya.


"ngelamunin apa? Aku ya?" tanya Kiano.


Wajah Kayla kembali kesal.


"Udah selesai motornya?"


"Udah. Tuh kamu coba aja?" Kiano menunjuk ke arah motor.


Kayala yang kegirangan langsung mencoba menghidupkan motornya, Kayla tersenyum senang.


"Makasih ya." ucap Kayla sembari tersenyum manis.


"Sama-sama, tapi ucapan terimakasih saja gak cukup lho."


Wajah Kayla kembali kesal, ia tidak menyangka orang seperti Kiano akan membantu orang mengharapkan pamrih.


"Kamu mau apa?" tanya Kayla


"Karena hari sudah siang kamu harus teraktir aku makan siang." Kiano berujar sambil tertawa.


"Tapi, aku gak punya uang kalau mesti traktir kamu." Kayla bingung sebab memangia tidak membawa uang lebih dari untuk nya mengisi bensin.


"Bagaimana, kalau aku saja yang makan?" ucap Kiano.

__ADS_1


"Gue sendiri bagaimana?" tanya Kayla.


"Kamu liatin aku makan aja." Kiano tersenyum.


Kayla menahan kesalnya.


"Bagaimana? Kamu setuju?"


"Baiklah." jawab Kayla malas.


"Sini biar aku yang bawa motor?" ujar Kiano.


Saat Kiano ingin menghidupkan motor, Kiano melihat sesuatu yang tergantung di motor Kayla.


"Ini apa Kay?" tanya Kiano.


"Itu.... ya ampun gue lupa." ujar Kayla menepuk keningnya sendiri.


"Apa?" Kiano bingung.


"Itu kue pesanan orang yang harus gue antarkan, sekarang gimana ni. Orang itu pasti gak bakalan mau, sebab udah terlambat." Kayla panik.


"Tenang Kay." Kiano menenangkan Kayla yang panik. "Ini siapa yang pesan, dan dimana alamat nya?" tanya Kiano.


Kayla mengeluarkan secarik kertas dari saku sweaters nya dan memberikannya kepada Kiano.


Kinao meraih dan membaca isi kertas tersebut.


"Acara ultah Kay, dan udah mulai satu jam yang lalu. Kamu bawa ponsel?" tanya Kiano.


Kayla menggeleng.


"Kamu juga tidak punya nomer orang yang pesan ini?"


Kayla kembali menggeleng. "Bagaimana ini Ki, Mama pasti sedih orederan nya di batalin." Kayla menunduk sedih dan dusuk di pagar taman. Kiano berjalan perlahan mendekati kayla, dan duduk disamping Kayla.


"Ayo kita pergi kesana Kay, siap tau belum terlambat." ajak Kiano.


"Tapi ini udah siang sekali Ki, mereka pasti gak akan terima." jawab Kayla.


"Setidaknya kita coba dulu Kay, siapa tau masih rejeki. Ayo" Kiano mengulurkan tangannya.


Kayla pun setuju dan mereka berangkat nenuju rumah si pemesan.


Tapi malang bagi Kayla, orang itu sudah tidak mau lagi menerima pesanannya tadi.


Dengan wajah sedih Kayla kembali kepada Kiano yang menunggu nya diatas motor.


Melihat kedatangan Kayla yang murung, Kiano sudah bisa menebak bahwa mereka menolak pesanan.


"Kenapa?" tanya Kiano lembut.


Kayla menggeleng dan kemudian air matanya tak mampu lagi ia bendung, Kiano menarik Kayla dan merangkulnya. Kayla tersedu dalam dekapan kiano.


Setelah merasa tenang barulah Kiano melepaskan rangkulannya.


"Sudah tenang?" tanya kiano


Kayla menganggukan kepalanya.


"Boleh aku tau, ini isinya apa?" tanya Kiano


"Ini pie susu." jawab Kayla.


"Baiklah, aku akan membelinya. Kebetulan aku dan keluarga ku suka itu." ujar Kiano.


"Dirumah ku lagi pada kumpul, dan mereka semuanya suka ."


Kayla tidak lagi bisa berkata apa-apa lagi, selain mengikuti Kiano.


"Ayo kita kerumah ku, sampai disana aku akan membayarnya." Kiano menarik Kayla untuk naik ke atas motornya dan menuju rumah Kiano.


Tiba di kediamannya, Kiano mengajak Kayla masuk.


"Assalammu'alaikum." Kiano memberi salam.


"Waalaikumsalam." jawab semua dan menoleh ke arah sumber suara.


"Sayang baru pulang." sapa Hummairah pada putranya, kemudian mata Hummairah mendapati seseorang dibelakang Kiano.


"Sayang dia?" Hummairah mencari tahu.


"Kayla Ummi, yang ketemu pas di supermarket kemaren." kenang Kiano.


Hummairah pun teringat kembali, gadis yang dikejar Kiano kemarin.


"Masuk nak sini, kami lagi kumpul." Hummairah berjalan menghampiri Kayla yang masih berdiri dibelakang Kiano.


Mendapat anggukan kecil dari Kiano, Kayla pun maju mengikuti langkah Ibu dari Kiano.


Kiano pun mengikuti dari belakang.


Didalam seluruh anggota keluarga sedang berkumpul, Kayla sempat canggung sampai Kirana menghampiri nya dan mengajaknya mengobrol. Kiano telah hilang entah kemana Kayla pun sudah tidak memperdulikan kehadiran nya, sebab Kirana adalah pribadi yang ramah.


"Kayla sayang dimana rumah mu?" tanya Nanny.


"Dikomplex permata nyonya." jawab Kayla terbata.


"Jangan panggil nyonya, disini tidak ada nyonya. Yang ada Nanny, panggil Nanny."


Kayla mengangguk paham.


"Apa pekerjaan orang tua mu?" sambung Kakek.


"Papa saya seorang Tentara, tapi beberapa bulan lagi akan masuk masa pensiun." jawab Kayla.


"Waah, hebat ternyata anak seorang abdu negara." puji Kakek Firman.


"Sayang, ini Opa uyut Kakek dari Daddy nya Kiano, ini Nanny Nenek dari Daddy nya Kiano juga dan adik dari Opa. Nanny ini Kiano dan adik-adiknya manggilnya Oma uyut." Medinah memperkenalkan satu persatu anggota keluarga yang ada disana.


Kayla menganggukan kepalanya dan tersenyum.


"Ini Kakek Firman, Ayah dari Ummi nya Kiano." lanjut Medinah.


"Dan ini Mama Medinah dan di sebelahnya Papa Ilham, orang tua kedua bagi Kiano dan adik-adiknya." ucap Nanny.


Kayla tersenyum melihat keramahan keluarga Kiano. Kayla mengira orang kaya itu pasti angkuh dan sombong seperti kebanyakan, tapi tidak dengan keluarga ini. Kayla pun merasa nyaman berada di tengah-tengah mereka.


Tidak lama kemudian Kendra turun bersama Hummairah yang berjalan dibelakang nya.


Mereka pun duduk bergabung dengan yang lain.


"Kalau yang ini tuan dari rumah ini, ini Daddy nya Kiano." Nanny memperkenalkan Kendra.


"Siapa dia?" tanya Kendra bingung.

__ADS_1


"Temannya Kiano." jawab Ilham.


"Teman?" Kendra bertanya kembali.


"Teman." jawab Ilham menganggukan kepalanya penuh makna.


"Dimana anak nakal itu?" mata Kiano menyusuri sudut ruang keluarga.


"Palingan juga di kamarnya Daddy." jawab Kirana cepat.


"Nana panggil Kakak mu." perintah Kendra.


Kirana segera berlari menuju kamar Kiano.


Beberapa saat kemudian Kirana turun.


"Dimana Kakak mu Na?" tanya Ummi


"Lagi pake baju Mi baru selesai mandi." Kirana menghampiri Kayla.


"Kak Kay, bawa apa?"


Kayla bingung untuk menjawab, tapi disaat itu Kiano hadir dan menjelaskan semuanya.


"Itu pie susu Na." jawab Kiano cepat.


Semua menoleh k sumber suara.


"Kamu jualan ini sayang?" tanya Nanny.


"Iya Oma, tapi bukan Kay yang bikin. Kay hanya bantu menjualkan yang bikin Mama, Kay jual lewat online dan juga dititipin di toko-toko." Kayla menjelaskan.


"Dan ini, dagangan kamu gak habis?" sambung Medinah.


"Bukan, ini....." Kayla tidak bisa menjelaskannya hingga Kiano yang angkat bicara.


"Tadi ada yang pesan, tapi di cancel. Lantaran kita telat ngatarin nya." ujar Kiano.


"Kita?" tanya semuanya serentak kemudian menatap Kiano penuh tanya.


"Kiano ketemu Kayla dijalan, motornya mogok. Jadi Kiano bantuin dia, tapi saat motornya udah bener waktunya udah telat."


"Kalian udah coba datangin mereka nak?" tanya Medinah.


"Udah Ma, tapi mereka menolak gara-gara kita telat mengantarnya." lanjut Kiano.


"Sudah tidak apa-apa mungkin belum rejeki nya." ucap Hummairah.


"Makanya Kiano bawa kesini, disini semua orang kan pada suka pie susu." sambung Kiano lagi.


"Oh jadi ini untuk kita, ya udah nunggu apa lagi." ucap Kirana meraih kotak yang dipegang Kayla.


"Sebentar, ini siapa yang akan membayarnya?" tanya Kendra.


Semua serentak "Daddyyyyy."


Kendra hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mereka pun menikmati pie susu buatan Mama Kayla.


"Kamu pacarnya Kiano Kay?" tanya Kendra tiba-tiba.


Pertanyaan Kendra langsung membuat Kiano dan Kayla terbatuk, alhasil orang disekitar mereka panik.


"Minum dulu sayang" ujar mereka memberi minum kepada Kiano dan Kayla.


"Mas..." tegur Hummairah lembut.


"Aku kan cuma nanya sayang, apa yang salah?" tanya Kendra polos.


"Gak, kamu gak salah. Tapi pertanyaan nya itu lho." ucap Hummairah.


"Salah lagi." Kendra melanjutkan makan pie susu nya.


Kayla diajak untuk ikut makan malam, Kayla tidak bisa menolak sebab keluarga ini suka memaksa.


Selesai makan malam, semua berkumpul di ruang tivi. Sedangkan Kiano dan Kayla duduk di ruang tamu.


"Keluarga kanu asyik ya, ramah, baik semuanya deh." puji Kayla


"Kamu betah disini? Sering aja kesini, kamu bakalan tahu kegilaan mereka semuanya." ucap Kiano.


"Emang boleh?"


"Tentu aja, siapa yang larang."


"Makasih ya." ucap Kayla.


"Untuk?"


"Semuanya."


"Kamu senang?" tanya Kiano


Kayla menganggukan kepalanya tersenyum.


"Aku selalu berpikir kalau orang kaya itu sombong, sekarang pemikiran aku itu terpatahkan."


"Oh... jadi itu penyebab nya kamu selalu jutek sama aku ya?"


Kayla mengangguk. "Aku juga gak suka kamu." jawab Kayla.


"Kenapa?"


"Kamu itu penyebab aku dilabrak sama Sarah dan gank nya, apa lagi fans kamu." keluh Kayla.


"Sarah melabrak kamu? Kenapa?" Kiano penasaran.


"Kamu gak tau kalau dia suka sama kamu."


"Gak mau tau." jawab Kiano cuek.


Lama mereka terdiam hingga Kayla buka suara memecah kesunyian mereka.


"Aku mau pulang." ucap Kayla beranjak dari duduknya.


"Kamu mau kemana?"


"Pamit sama orang rumah."


Kiano mengejar Kayla dari belakang. "Aku anterin." tegas Kiano.


"Aku kan bawa motor."


"Kalau aku bilang aku yang antar ya aku." ucap Kiano penuh penekanan.


"Kok jadi marah sih?" Kayla menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Setelah Kayla pamit oada anggota keluarga, Kiano pun mengantarnya pulang dengan motornya.


Bersambung


__ADS_2