
" Vans, boleh aku meminta sesuatu padamu ? " Pinta Hummairah kepada Vans
" Apa yang kau inginkan ? Kalau aku mampu, aku pasti akan segera mengabulkan nya. "
" Aku ingin mandi "
" Hanya itu ? "
" Aku perlu baju ganti, aku juga perlu mukenah untuk sholat, dan.... " Hummairah menahan ucapannya.
" Apa lagi ? "
" Beberapa pakaian dalam. " Hummairah menundukkan wajahnya karena malu, sebab yang di hadapannya ini bukanlah suaminya.
" Baiklah. " Vans berjalan menuju keluar " Tetap disini, dan mencoba kabur lagi " Vans memberi peringatan.
Seba beberapa kali Hummairah berusaha kabur tapi selalu gagal.
Di kantor, Kendra tampak tak fokus dengan pekerjaannya. Ia terlihat sesekali melamun, beruntung Ifan selalu sigap menghendle semua.
" Anda tidak apa apa Tuan ? " Tanya Ifan
Menghela nafas panjang " Aku hanya memikirkan istri dan calon anak ku Fan, berada dimana mereka sekarang. " Kembali menghela nafas " Apa mereka baik baik saja, aku ingin segera menemukannya Fan. Tak akan aku lepaskan, siapapun yang terlibat dalam kejadian ini. " Kendra mengepalkan tangannya.
Disebuah pusat perbelanjaan, Vans masuk ke sebuah toko pakaian muslim. Ia memilih beberapa potong pakaian beserta jilbabnya.
" Pemisi Nona, bisa bantu saya ? "
" Ya, ada yang anda perlukan Tuan ? "
" Saya ingin membeli mukenah "
" Mari ikut saya Tuan " Pegawai toko itu membawa Vans berjalan agak kedalam, dan disana tergantung bermacam model, ukuran dan motif mukenah.
" Anda mau yang seperti apa ? "
" Aku mau mewah, tapi tetap terlihat simpel. "
Pegawai itu mengerti, Ia lalu mengambil beberapa contoh untuk di pilih Vans.
Pilihan Vans jatuh pada warna hijau tua.
" Maaf Nona, bisa anda membantu saya sekali lagi ? " Pinta Vans
" Ya Tuan, ada yang anda butuhkan lagi ? "
" Aku... Ingin beberpa pakain dalam wanita. "
" Untuk istri anda Tuan ? "
Vans hanya mengangguk
" Ya untuk istri ku. "
" Beruntung sekali istri anda, jarang jarang sekali ada suami yang mau membelikan pakaian dalam untuk istrinya.
Vans hanya tersenyum mendengar penuturan pegawai toko, Ia pun mengikuti pegawai toko itu masuk lagi kedalam menuju ke bagian pakaian dalam.
" Berapa ukuran istri anda "
__ADS_1
Vans memucat, Ia lupa dan bahkan tidak tau ukuran yang Hummairah pakai.
Vans lalu memperhatikan bentuk tubuh pegawai itu, ukuran tubuhnya sama seperti Hummairah, hanya lebih tinggi
" Aku baru ingat. Maaf, tubuhnya kurang lebih seperti anda, cuma istri ku agak pendek. "
Pegawai itu tersenyum ramah, kemudian mengambil 6 pasang, kemudian memasukkan kedalam tas belanja Vans.
Vans berjalan menuju kasir dan membayarnya, tapi tiba tiba seseorang menepuk pundaknya
" Vans "
Vans menoleh, matanya membulat melihat sosok di hadapannya.
" Ilham "
" Apa kabar mu ? Sudah lama kita tidak ketemu ? "
Vans masih terdiam, Ia tak tau harus berbicara apa.
" Ini Tuan belanjaan anda, semoga istri anda suka "Ucap pegawai toko
" Istri ? Vans kau sudah menikah ?
Vans kembali terdiam, Ia meraih paper bag yang pelayan toko itu ulurkan.
" Baiklah Ham, aku duluan ya. Istri ku sedang menunggu dirumah. " Vans berjalan cepat meninggalkan toko itu, dan Ilham yang terheran hanya bisa menatap punggung Vans.
Ilham pergi berkunjung ke kediaman Malik.
" Maaf Tuan, Tuan Ilham sudah datang " Ucap Lusy memberitahu
" Suruh Dia masuk, " Ucap Nanny
Semua menyambut kedatangan Putra angkat kesayangan Nanny tersebut, tapi Ilham tidak datang sendiri. Dibelakangnya tampak seorang gadis cantik.
Ilham memeluk Kakek dan yang lainnya. Kini giliran Nanny.
Ilham tersenyum kepada Nanny dan ingin memeluknya, tapi
" Mama, marah ya ? "
Nanny menarik kuping Ilham hingga pemuda itu meringis.
" Kamu ya... Pergi gak bilang, pulangnya juga tiba tiba. Mau bikin Mama jantungan ? "
" Maaf Ma, Ilham minta maaf. Ilham tau kalau Ilham bilang dan minta ijin ke Mama, Mama pasti gak akan ngijinin. " Ilham membela diri
" Sudahlah Nanny, yang penting Ilham pulang dengan selamat. " Ucap Mama Kendra
Tiba tiba Kendra dan Ayah datang dari arah dalam rumah.
" Ayah ? " Sapa Ilham pada sosok yang Ia kenali
" Nak Ilham, ya Allah... Apa kabar Nak ? " Tanya Ayah
" Alhamdulillah, Ilham baik Yah. Ayah sendiri sehat ? "
" Seperti yang kamu lihat Nak, Ayah sehat. "
__ADS_1
Ilham juga menyapa Kendra
" Apa kabar Ham, kemana saja kamu selama ini.." Sapa Kendra seperti tidak bersemangat.
" Aku baik, kamu sendiri bagaimana ? "
" Aku sehat. " Kendra berjalan meninggalkan Ilham yang berdiri di dekat Ayah.
Tak lama seorang malaikat kecil datang mendekati Ilham dan memeluk kakinya.
" Ucle " Sapa Kiano
Ilham langsung meraih Kiano dalam gendongan nya.
" Hallo tampan. Apa kamu merindukan kan ku ? "
Kiano mengangguk. " Uncle, itu siapa ? " Pertanyaan Kiano menyadarkan Ilham akan sesuatu.
" Oh ya, hampir lupa. Maaf. " Ilham berjalan mendekati gadis itu. " Aku perkenalkan, namanya Medinah. Dia temanku, aku mengenalnya saat aku berada di Maroko. "
Medinah berjalan mendekati keluarga, setelah berkenalan, merekamengobrol hangat. Hingga Ilham tersadar sesuatu, ada yang kurang disini.
" Tunggu... Dimana Hummairah ? " Tanya Ilham. Semua tiba tiba terdiam, Kendra yang saat ini berada tidak jauh dari mereka pun, mendekat.
" Ada apa ? Dimana Hummairah, sedari tadi aku lihat Dia tidak berada disini. Apa Dia sedang keluar ? "
" Hummairah tidak berada disini ? " Jawab Kendra
" Dimana Dia ? "
" Hummairah.. Sudah seminggu ini Hummairah di culik " Kendra masih berusaha tenang.
" Apa ? Tapi, siapa yang melakukannya ? "
" Itulah yang sedang kami cari tahu. "
" Kenapa kalian tak menelpon ku, aku akan meminta bantuan rekan rekan Interpol ku. " Ilham merogoh saku jas nya, kemudian mengeluarkan ponselnya. Ia berdiri dan berjalan menjauh, Ia tampak berbicara serius.
" Aku sudah berbicar pada temanku, dan meminta bantuan mereka. Dan mereka juga meminta photo Hummairah, untuk mereka sebar hingga pelosok negeri. " Ucap Ilham
Kendra mendekati Ilham. " Terimakasih "
" Untuk apa ? Ayolah, Kendra aku menganggap Hummairah seperti adikku, dan kau adalah keluarga ku. Aku tak mungkin diam saja melihat anggota keluarga ku mendapat musibah seperti ini. " Ilham memeluk Kendra, setidaknya itu yang Kendra butuhkan saat ini.
Dibalik dinding seseorang menguping pembicaraan keluarga, Ia segera beranjak keluar dari persembunyian nya dan masuk ke dalam kamar.
" Tante, anak angkat tak tau diri itu sudah kembali. " Lapor Olivia
" Apa ? "
" Ya tante, kita harus memperingatkan Vans agar dia berhati hati. Ilham itu orang yang cerdas. "
" Baiklah, kita harus segera memberitahukan berita ini pada Vans. "
" Aku tau Mom, kau tenang saja. Dan sial nya, aku bertemu dengannya kemarin. Beruntung aku bisa menghindar dari nya. "
" ..... "
" Tenang Mom,, jika memang tak ada jalan lain. Aku terpaksa membawa Hummairah jauh dsrri negeri ini. " Vans menutup telpon dari Ibunya.
__ADS_1
*Aku akan lihat seberapa pintar nya Kau, Aku akan membawa bidadari ku bersama ku. Tak kan ku biarkan siapapun merebut nya dari ku .
bersambung*