
Medinah kembali mendatangi penjara, dimana Rebeca di tahan. Kali ini Rebeca lebih menerima keberadaan Medinah dan Ilham, mereka tampak asyik berbincang, hingga waktu jenguk habis.
" Ma, Dinah sama Ilham pulang dulu ya, nanti kami kesini lagi " Pamit Medinah pada Rebeca.
" Iya sayang, hati hati ya "
Rebeca pun dibawa masuk kembali keruangan nya.
Medinah dan Ilham pun meninggalkan tempat itu dan kembali pulang kerumah.
Sesampainya dirumah, Ilham menjatuhkan dirinya di atas sofa empuk diruang tengah.
" Aku ambilin minum ya " Ucap Medinah berjalan menuju dapur.
Tak lama kemudian Medinah datang dan membawa sebotol air dingin, kemudian memberikan nya kepada Ilham.
" Terimakasih dear " Ilham meraih segelas air putih dingin, kemudian meneguknya hingga kandas taj tersisa.
Ilham memperhatikan wajah Medinah yang tampak kebingungan.
Ilham meletakan gelas nya diatas meja.
" Ada apa dear, apa ada masalah ?"
" Tidak, aku cuma berpikir bagaimana cara membuat Papa agar bisa memaafkan Mama Rebeca. "
Ilham terdiam sejenak dan tampak berpikir.
" Kamu yakin kalau Mama Rebeca udah berubah ? "
" Bie, aku tau siapa Mama Rebeca, dia itu sebenarnya baik hanya saja Papa tidak pernah memberikan nya sebuah kesempatan. "
" Darimana kamu tahu ? "
" Bie, Mama melakukan itu karena Papa tidak pernah peduli padanya, seandainya Papa bisa sedikit menerima keberadaan Mama dan menghargainya, Mama pasti tidak jadi seperti itu. "
Ilham terdiam mendengar penuturan sang istri.
" Bie, mungkin Mama bersalah dalam kecelakaan yang menyebabkan Mama Laura meninggal, tapi setelah kejadian itu Mama tampak menyesali perbuatannya. Ia sering mengunjungi makam Mama Laura tanpa sepengetahuan Papa "
Ilham tampak tertarik mendengar cerita istrinya.
" Jadi apa rencana mu ? " Tanya Ilham
" Aku ingin mematahkan kesalahpahaman antara Papa dan Mama, aku ingin menyatukan mereka, aku mau Papa menerima Mama dan melupakan semuanya. " Ujar Medinah
" Baiklah, lakukan apa yang menurutmu baik aku akan selalu mendukung kamu " Ilham mengusap kepala istrinya.
" Terimakasih " Medinah tersenyum
" Aku lapar, perjalanan tadi membuat perutku keroncongan, tapi sebelumnya aku mau mandi dulu, gerah "
" Aku akan menyuruh pelayan menyiapkan makanan, dan aku akan siapkan air mandi untuk mu, setelah itu baru aku menemani makan " Ujar Medinah beranjak dari duduknya.
Ilham pun berjalan menuju tangga, dan naik ke atas..
******
Rumah Ayah telah selesai di renovasi, Kendra membawa keluarga kecilnya kembali kerumah itu.
__ADS_1
Ayah tampak takjub melihat kondisi rumahnya sekarang. Ayah sempat terharu dengan sikap menantunya.
" Ayo, Yah kita masuk "
Ayah mengangguk dan berjalan mengikuti Kendra.
Sampai di depan pintu, Kendra menyerahkan kunci rumah itu pada Ayah.
" Ini Yah "
" Ini ? " Ayah bingung
" Kunci rumah ini " Jawab Kendra
" Tapi nak, ini "
" Rumah ini milik Ayah, dan harus Ayah yang membuka pintu rumah ini. "
Firman tersenyum sambil menepuk pundak menantunya dengan bangga.
Firman membuka pintu rumah. Sekali lagi Ia takjub dengan kondisi didalam rumah, sedikitpun tidak ada yang berubah. Hanya ada tambahan sedikit di bagian samping teras, Kendra membuat sebuah garasi.
Firman berjalan masuk kedalam, semua masih dalam keadaan sama seperti saat mereka meninggalkan rumah itu, untuk direnovasi.
Ruang tamu tertata rapi dengan sofa berukuran mini, perabot pun masih perabot lama.
Firman melanjutkan, Ia melihat sebuah pintu.
" Ini kamar Ayah, masih sama seperti sebelumnya kan Yah " Kendra menunjukan kamar utama.
Firman tersenyum menatap wajah Kendra.
" Lalu kamar kalian bagaimana ? " Tanya Firman pada menantunya.
" Masih tetap disana Yah, ditempat semula cuma mas Kendra menambahkan kamar mandi di dalamnya. " Jawab Hummairah
Firman tersenyum, Ia tau menantunya itu tidak terbiasa jika harus mandi di luar.
" Ayo Yah, kita kedalam " Ajak Kendra. " Sayang... " Kendra memanggil Hummairah.
" Aku nidurin Kirana dulu ya ke kamar, kasihan dia capek banget kayak nya " Hummairah segera masuk ke kamarnya.
Kendra memimpin Kiano dan menuntun mertuanya berjalan masuk ke rumah itu.
" Ini dapurnya Ya, maaf ini memang Kendra ubah. Tungku nya, Kendra alihkan di luar. Bisa di pakai jika di inginkan, dan di dapur kita gunakan kompor saja. Gak apa apa kan Yah ? "
" Tidak nak, tidak apa apa. " Firman kembali tersenyum
" Kalau Ayah kebertan bisa kita alihkan lagi " Ucap kenr
" Tidak nak, tidak apa apa. Ayah suka seperti ini. Dapur ini jadi tertata rapi, dan perabot masak juga jadi lebih bersih " Firman terkekeh
" Baiklah, ayo Yah Kendra tunjukan sesuatu " Kendra menuntun tangan mertuanya,
Hummairah menyusul dari belakang.
" Ini Yah, kamar mandi dan toilet nya. "
Kendra membuka pintu kamar mandi dan toilet yang berdampingan.
__ADS_1
Firman kembali tersenyum puas.
Setelah puas membawa mertuanya berkeliling rumah yang baru saja mereka renovasi, kini mereka duduk di teras belakang rumah.
" Yah, sini deh " Ajak Hummairah pada Ayahnya dan kembali menunjukan sesuatu.
" Ini Yah " Ucap Hummairah " Mas Kendra minta buatin ini sama tukangnya, untuk Ayah. "
Belakang rumah Kendra menyuruh tukang membuatkan sebuah kolam ikan, dan sebuah kandang untuk ternak ayam dan itik.
" Jadi Ayah gak perlu lagi pergi bekerja di tempat Paman, Ayah hanya mengurus ternak milik Ayah sendiri " Ungkap Hummairah.
" Tapi nak, mana mungkin Ayah bisa membeli pakan untuk ternak nya " Ucap Firman
" Untuk itu Ayah tidak perlu khawatir, Kendra sudah menyiapkan semuanya. " Sela Kendra.
" Mas Kendra sudah memesan pakan dari seseorang teman nya Yah, nanti mereka yang mengantarkan nya kemari. Ayah tinggal menelpon mereka jika pakan telah tersisa sedikit " Jelas Hummairah.
" Dan Kendra juga sudah mengutus seseorang yang akan membantu Ayah "
" Siapa nak ? " Tanya Firman
" Bilal Ya, anak nya bude Ayu " Jawab Hummairah
" Bilal anak nya Ayu, teman kamu mengajar anak anak dulu ? " Tanya Firman lagi.
" Iya Yah, tak ada lagi yang Ara bisa percaya disini selain Bilal "
Kendra tersenyum, dan berjalan mendekati istrinya.
" Sayang, kamu gak percaya sama aku ? Goda Kendra
" Apa si, aku lagi jelasin ke Ayah "
" Iya tapu jangan memujinya seperi itu juga. "
" Kamu cemburu mas ? "
" Gak si " Kendra malu mengakui
" Masa ? " Kondisi berbalik kini Hummairah yang menggoda Kendra.
Kendra terdiam sesaat, dan kemudian.
" Kamu ya, udah berani godain aku " Kendra mencubit hidung mungil milik istrinya.
Hummairah meringis dan memasang wajah cemberut.
Firman tersenyum melihat tingkah anak menantunya.
" Ayo Kiano, kita pergi dari sini. " Firman mengajak cucunya berjalan keluar dan meninggalkan suami istri itu yang sedang bercanda.
Firman berhenti di ruang tengah, Ia menatap photo almarhum sang istri dan berkata dalam hati.
Apa kamu melihat semaunya Sri, anak kita, putri yang kamu titipkan padaku. Kini telah dewasa dan memiliki keluarga yang bahagia, dia memiliki suami yang sangat mencintainya. Dan keluarga yang selalu mendukung serta melindunginya, apa kamu bahagia Sri. Aku sangat bahagia saat ini, seandainya aku dipanggil untuk menghadap sang Khalik, aku telah siap. Karena aku tidak takut lagi meninggalkan Hummairah sediri, karena akan ada orang yang akan selalu melindunginya.
Firman segera mengajak Kiano bermain untuk menghiburnya, agar Ia tak mengganggu Ummi dan Daddy nya.
*Bersambung
__ADS_1
Terus Vote dan Boom lima bintang yaa*