
Semenjak kedatangan tante Christine dan keponakannya suasana rumah tak sedamai sebelumnya, banyak pelayan mengeluh dengan sikap mereka yang suka mengatur.
Seperti pagi ini lagi dan lagi mereka memarahi Lusy pelayan senior kepercayaan Kakek.
" Kamu ini bagaimana, masa cuma disuruh buatin sarapan untuk Olivia kamu gak mau " Omel Tante
" Maaf, nyonya tapi saya sedang membuatkan pesanan Nyonya Hummairah. " Jawab Lusy
" Kamu berani sama saya ? Kalau saya adukan kau sama Kendra, tamat riwayat kamu "
Tak lama kemudian Kendra dan Hummairah turun dari lantai atas, dan terheran melihat keributan.
" Ada apa ini ? "
" Kendra, bagus kau ada disini. Tante mau bilang sama kamu, pembantu kamu ini sudah kurang ajar sama tante " Adu Tante
" Tidak tuan, saya hanya menjalankan tugas saya seperti biasa " Jawan Lusy ketakutan
" Memangnya tante nyuruh Lusy apa ? Tanya Kendra
" Tante cuma nyuruh Dia bikinin sarapan untuk Olivia, Dia bilang gak mau. Kan kurang ajar namanya " Geram tante
" Benar Lusy ? " Tanya Kendra
" Tidak Tuan, pada saat nyonya Christine menyuruh saya, saya sedang mengerjakan tugas dari Nyonya Muda Tuan " Jawab Lusy menahan tangis
" Iya, Daddy tadi Ummi nyuruh Lusy bikinin roti bakar untuk Kiano. Sebab kemaren Dia minta itu." Jawab Hummairah
" Alasan saja kamu " Sela Tante
" Sudah jangan di bahas lagi, Lusy apa tugas dari Nyonya sudah selesai ? " Tanya Kendra
" Tinggal di bakar Tuan, sebenarnya sudah selesai. Tapi, Nyonya Christine datang dan langsung membuang rotinya. " Jelas Lusy
" Apa ? Kurang ajar kamu, berani kamu nuduh saya ! " Tante ingin melayangkan tamparan ke pipi Lusy, dengan sigap Hummairah menangkap tangan tante.
" Maaf Tante, tidak seharusnya tante berbuat sekasar itu pada Lusy. " Jawab Hummairah
" Kamu berani sama saya, Kendra apa kamu tidak memberitahu istri kamu, siapa tante "
Ditengah keributan Olivia muncul
" Ada apa si, pagi pagi udah ribu ? " Tanya Olivia
" Olivia sayang kamu sudah bangun ? "
" Bagaimana mau tidur, kalau ribut begini "
Mama pun yang penasaran dengan keributan turun dari kamarnya.
" Sudah jangan di bahas lagi, Lusy kembali kerjakan tugas kamu. Bikinkan roti bakar untuk Kiano. " Perintah Kendra.
Lusy pun bergegas ke dapur.
" Kendra kamu itu seharusnya memecat Dia, Dia sudah kurang ajar sama tante.." Ucap tante tak terima
__ADS_1
" Sudah lah Kak, lebih baik kita sarapan. Tidak baik mengomel pagi pagi " Ucap Mama
Dan mereka pun kembali ke meja makan.
Hummairah melayani suaminya, ketika akan duduk disamping Kendra. Tiba tiba Olivia merebut kursinya, Hummairah terkejut. Mama segera memperingatkan Olivia
" Oliv, itu tempatnya Hummairah. Kamu duduk disini, disamping tante. " Ucap Mama
" Gak mau tante, aku udah lama gak ketemu Kendra aku kangen jadi aku pengen deket dia terus. " Jawab Olivia manja
Hummairah menghela nafas panjang menahan, Mama memperhatikan wajah Hummairah yang tak senang.
Kendra menyelesaikan sarapannya dan bergegas ke kantor.
Hummairah mengantarnya hingga depan, kemudian mencium tangannya. Seperti biasa Kendra mengusap kepala dan mencium kening istrinya.
" Hati hatinya " Ucap Hummairah
" Siap Ummi, Ummi juga dirumah baik baik ya. Jangan mikirin yang lain, hanya boleh mikirin Daddy. " Goda Kendra kembali memeluk istrinya. Dan tertawa lepas
" Sudah... Nanti terlambat ke kantor, ada meeting kan ? "
Kendra melepas pelukanya, dan segera masuk ke mobil. Mobil kendra melaju meninggalkan mension keluarga.
Tanpa Hummairah sadari sedari tadi sepasang mata memperhatikan mereka dari balik tembok, dan orang itu tidak senang dengan kebahagiaan mereka.
Ketika Hummairah berjalan melewati ruang tengah Ia di cegat oleh tante dan Olivia.
" Baru jadi nyonya muda aja udah belagu, " Sindir tante
" Biasa tante, namanya juga orang kampung yang miskin yang baru merasakam hidup enak dan jadi menantu orang kaya. Begitu kelakuannya Sok bijak " Jawab Olivia
Hummairah menuju ke dapur menghampiri Lusy
" Lusy, sudah jadi roti nya ? "
" Sebentar lagi Nyonya "
" Ya sudah, saya ke atas dulu. Mau lihat Kiano udah bangun apa belum ? "
Lusy mengangguk dan tersenyum kepada Nyonya nya.
Pada saat Hummairah akan meninggalkan dapur, tante dan Olivia menghampiri nya.
" Eh, gadis kampung kamu jangan bangga dulu ya, dengan menjadi istrinya Kendra kamu jangan harap bisa masuk dalam keluarga kami. " Ucap tante
Hummairah masih tak mau meladeni omongan tante, Ia memilih pergi dari hadapannya.
" Heeh..... Orang kampung, kamu jangan kurang ajar sama tante ya, nanti aku adu kan kamu pada Kendra " Cerocos olivia
Mama yang mendengar Olivia berteriak lantang segera menghampiri.
" Ada teriak teriak Oliv ? " Tanya Mama
" Itu, tante si gadis kampung. Tante Christien lagi bicara dia kabur. "
__ADS_1
Hummairah terdiam dan mengernyitkan alisnya.
Mama melihat kearah Hummairah.
" Benar Ra ? "
" Ara gak ngerti apa yang di bicarakan tante Ma, jadi ya Ara jalan aja Ma " Jawab Hummairah mulai kesal
" Pandai sekali kamu berbohong ya, saya ini kakak dari mertua kamu tau. Berarti saya juga ibu mertua kamu , jadi tolong hargai saya. " Ucap Tante
" Maaf Tante, kalau tante mau di hargai orang, tante harus belajar menghargai orang lain " Jawab Hummairah berlalu meninggalkan mereka, menuju ke kamar putranya.
Hummairah masuk kedalam kamar Kiano dengan wajah kesal, Hummairah masih mencoba bersabar.
" Berikan aku kesabaran lagi dalam menghadapi mereka ya Allah, aku hanya manusia biasa yang punya batas kesabaran. " Ucap Hummairah.
Hummairah lebih banyak menghabiskan waktunya dikamar Kiano, makan siang pun Ia meminta Lusy mengantarnya di kamar.
Dan itu sudah terjadi selama berhari hari, Hummairah malas malas meladeni tante dan Olivia.
Pada akhirnya di suatu pagi, ketika sedang sarapan, Olivia berulah lagi. Ia bertingkah seolah olah menjadi istri Kendra.
Ia berani mengambil tugas yang biasanya dilaksanakan Hummairah yaitu melayani Kendra makan.
Hummairah hanya diam, dan lebih parahnya lagi Mama dan terutama Kendra hanya bisa tersenyum gembira tanpa menghiraukan perasaan Hummairah.
Setiap Hummairah mulai menunjukkan sikap tidak sukanya, Mama hanya bilang " kamu tidak marah kan Ra, Olivia itu sudah seperti adik untuk Kendra " selalu itu yang di ucapkan Mama. Tapi Mama dan Kendra tidak mengetahui bahwa Olivia berbuat itu ada maksud tertentu.
Suatu pagi yang cerah, hari itu Kendra tidak.ke kantor. Dan memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya.
Tiba tiba Olivia datang dan langsung duduk di tangan kursi tempat Kendra duduk dan merangkul leher Kendra dan begelayut manja.
" Kendra kita berenang yu !! Cuaca panas gini enak nya berenang " Ajak Olivia manja
Dan naas nya, Kendra mengiyakan ajakan nya.
Kendra menggendong Kiano membuka pakaiannya dan membawanya masuk ke kolam renang.
Olivia pun berenang menggunakan pakaian renang yang terbuka.
Mereka tertawa bahagia, tante dan Mama datang melihat Kendra berenang bersama Olivia dan Kiano.
Hummairah pergi meninggalkan tempat itu, Mama mengejarnya dan menahannya.
" Kamu mau kemana Ra ? "
" Ara mau ke kamar Ma " Hummairah menahan airmata nya
" Kamu marah Ra ? Oliv dan Kendra itu seperti kakak adik, jadi kamu jangan cemburu ya " Ucap Mama
" Kalau Mama sudah berkata demikian, Ara bisa apa Ma ! " Jawab Hummairah berlalu meninggalkan mertuanya dan masuk ke kamar.
doooor.....
hayo loh..pada tegang kaaaaan ?????
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak yaa...
kasi aku BOOOM BINTANG 5