
"Begini Nyonya Kendra, apa tidak sebaiknya hubungan kerjasama kita ini, kita jadikan ikatan yang lebih dekat lagi?" ucap Nyonya Yan disela obrolannya.
"Maksudnya?" tanya Hummairah bingung.
"Ya, dengan menyatukan dua keluarga dalam satu ikatan." jawab Nyonya Yan.
"Saya tidak mengerti, menyatukan dua keluarga dalam satu ikatan." Hummairah mulai curiga.
"Ya, dengan menikahkan Kai Zhou dan Kirana putri anda Nyonya." jawab Nyonya Yan tanpa beban.
Jedeeerrr.....
Mata Hummairah membulat dan menatap tajam ke arah Nyonya Yan yang tersenyum.
Hummairah meletakan perlengkapan makannya.
"Maaf Nyonya Yan, bukan saya menolak niat baik anda, tapi untuk masalah menikahkan anak saya dan putra anda, saya rasa saya harus membicarakan masalah ini dulu pada anak saya." Hummairah mulai tidak bisa menahan kesalnya.
"Tenang saja Nyonya, saya yakin Kirana pasti setuju. Kai Zhou itu anaknya pintar, berbakat dalam dunia bisnis, dan yang terpenting dia putra kebanggan saya." ucap Nyonya Yan membanggakan putranya.
"Sekali lagi maaf Nyonya, kurang setuju. Lagi pula yang saya tau, bukankah Kai Zhou sudah punya pacar, dan kemarin sudah mengumumkan pertunangan." Hummairah kembali mengingatkan kepada lawan bicaranya.
"Saya sudah bilang, gadis itu bukan siapa-siapa bagi Kai, dia hanya tergila-gila pada Kai. Dan anda harus tau, Kai itu memang selalu jadi idola para gadis. Meskipun Kai bertunangan dengan gadis miskin itu, tapi Kirana putri andalah yang akan kami akui sebagai menantu keluarga kami."
Braaak....
Hummairah menggebrak meja, membuat pengunjung lain menoleh kearah mereka.
Kendra dan Tuan Yan dibuat terperangah.
"Maaf Nyonya, sekali lagi saya minta maaf. Saya tidak akan pernah menerima perjodohan ini, banyak perbedaan antara keluarga anda dan keluarga saya. Salah satu nya keyakinan."
"Tenang Nyonya Kendra, soal itu tinggal kita tanya anak-anaknya mereka mau nya gimana. Mau salah satu ikut, atau tetap pada keyakinan masing-masing. Bereskan." ujar Nyonya Yan sambil tersenyum.
"Saya menolak, dan saya tidak akan pernah mau menerima perjodohan ini kalau sampai putri saya harus membuang keyakinannya, apa lagi harus mengabut keyakinan masing-masing. Ayo Mas kita pulang, sepertinya sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan." Hummairah berjalan mendahului.
"Maaf Tuan dna Nyonya Yan, sepertinya sampai disini kerja sama kita, terimakasih. Permisi."Kendra pun segera menyusul istrinya.
Kendra memerintahkan supir untuk langsung kembali kerumah.
Tiba diruma, Hummairah langsung berjalan masuk menuju kamarnya, tanpa menyapa ketiga anaknya yang masih duduk diruang keluarga.
"Ummi kenapa Dadd?" tanya Kiano yang melihat Daddy nya berjalan mengejar Ummi nya.
"Jangan di ganggu dulu, Ummi lagi ada masalah. Daddy ke kamar dulu ya." Kendra menepuk pundak putranya.
Kiano menganggukan kepalanya mengerti.
"Masuk tidur yuk!" ajak Kiano pada kedua adiknya.
........
Nyonya Yan mengamuk, ia merasa begitu marah karena penolakan langsung dari Hummairah.
"Aku tidak terima, dia berani menolak ku." teriak Nyonya Yan histeris.
Praank....
Suara guci antik terlempar dan jatuh menyentuh lantai dan hancur berderai.
"Sudahlah.... kita hentikan saja rencana perjodohan ini, Nyonya Kendra tidak akan pernah menyetujui rencana ini. Lagi pula ia akan selalu mengingatkan kita bahwa Kai Zhou sudah bertunangan dengan Kayla." seru Tuan Yan.
Mata Nyonya Yan berkilat marah, saat suaminya menyebut nama Kayla.
"Semua gara-gara gadis miskin itu, aku akan kembali ke Jepang secepatnya. Aku akan segera menyuruh Kai Zhou untuk membuangnya jauh dari keluarga kita.
Nyonya Yan segera memesan tiket pesawat dengan penerbangan pagi, agat cepat sampai di Jepang.
......
Hummairah telah berada di dapur rumahnya, untuk menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya.
"Ummi...." Kanayah memeluk Ummi nya.
Hummairah tersenyum. "Ayo duduk makan sarapannya."
Kanayah segera duduk di kursinya, tidak lama kemudian menyusul Kirana dan Zavira yang ikut duduk.
"Daddy sama Kak Kiano kok belum turun?" Kanayah bertanya pada Kakak perempuannya.
"Mana gue tau." jawab Kirana singkat.
"Sudah, jaluan saja duluan yang sarapan." ucap Hummairah.
"Pasti Kak Kiano lagi bahas masalah kemaren sama Daddy, gue penasaran kira-kira apa reaksi dai Daddy saat Kak Kiano mengutarakan keinginannya." ucap Kirana dalam hati.
.....
"Daddy, Kiano mohon." rengek Kiano pada Daddy nya.
"Tapi masalahnya gak semudah itu Ki, kita harus menemui keluarganya untuk meminta persetujuan, dan kita juga harus meminta persetujuan dari Ummi kamu." ujar Kendra.
"Ayolah Dad, pujuk Ummi ya." Kiano masih merengek.
Kiano meminta Daddy untuk berbicara pada Ummi nya agar segera melamarkan Zavira untuknya, ia sudah tidak bisa menahan kekesalannya saat Kirana sang Adik selalu bilang disana telah banyak yang mengincar Zavira, untuk menjadikannya istri salah satu dari mereka.
__ADS_1
Kiano begitu cemas saat ia tahu akan hal itu, ia pun sesegera mungkin berbicara pada Daddy nya.
Kendra mengehela napas panjang, mendengar rengekan putranya.
"Ki, kamu yakin pengen nikah sekarang?" tanya Kendra lagi.
"Iya, Dad Kiano yakin kali ini. Kiano gak mau didahului orang lagi seperti sebelumnya, dan Kiano juga yakin kalau Zavira lah yang akan menjadi pendamping Kiano." jawab Kiano mantap.
"Tapi Ki, ini bukan perkara mudah lho. Secara Zavira itu WNA, yatim piatu. Jadi urusan nya bakalan lama dan rumit." ucap Kendra lagi.
"Justru karena lama, makanya Kiano minta dari sekarang."
Kendra kembali menghela napas.
"Dad plis, Daddy bantuin ya." rengek Kiano lagi.
"Baiklah, nanti Daddy akan coba bicarakan ini sama Ummi. Sekarang kita turun untuk sarapan dulu, Daddy udah laper bangte nih." ujar Kendra menepuk perutnya.
"Tapi jangan lama Daddy, keburu Kirana dan Zavira nya pulang." ucap Kiano.
"Mereka pulang juga gak apa-apa kan, kita bisa menyusul nanti. Jadi, wali dari Zavira tidak kaget saat melihat kita datang nantinya." jawab Kendra.
"Tapi kan kita mesti bicarakan ini dulu sama Kirana, biar Kirana yang menyampaikan ke Zavira tentang rencana kita."
"Lho, kenapa tidak kamu saja yang langsung menyampaikannya ke Zavira?" tanya Kiano.
"Susah Daddy."
"Susah, bagaimana?"
"Ya, Zavira itu belum begitu fasih bahasa Indonesia nya Daddy." ucap Kiano mengeluh.
"Kamu kan bisa pake bahasa Inggris."
"Sama, itu juga dia belum begitu fasih. Dia hanya paham satu bahasa, yaitu Arab. Bahasanya dia, dan itu cuma Kirana yang paham." jawab Kiano lemas.
"Siapa bilang cuma Kirana, Ummi kamu juga bisa!" ucap Kendra bangga.
"Masa sih Dad? Ummi bisa, bahasa Arab?"
"Kamu gak percaya? yang ngajarin Kirana pertama kali siapa kalau bukan Ummi kamu. Makanya Kirana langsung bisa beradaptasi dengan orang-orang disana, sebab dia sudah menguasai dasarnya."
Kiano terdiam, ia pun kembali mengingat. Dulu Ummi nya memang pernah mengajarkan mereka beberapa kata dalam bahasa Arab, tapi Kiano yang bandel tidak terlalu memperhatikan dengan baik. Tapi sebaliknya, Kirana lah yang paling menampakan minatnya.
.......
Kayla baru saja keluar dari kantor, dan memutuskan untuk segera pulang ke apartemennya, sebab ia merasa tidak nyaman badan. Sedari pagi ia merasa lemas, dan malas, sebenarnya ia malas untuk masuk kerja hari ini, tapi karena akan ada meeting penting, terpakasa Kayla berangkat juga.
Kayla mampir ke apotek yang tidak jauh dari apartemennya, ia sebenarnya ingin membeli obat pereda sakit hingga ia melihat sepasang kekasih yang sedang membeli alat tes kehamilan. Kayla tersenyum melihat pasangan muda itu, mereka begitu bahagia. Si pria itu tampak begitu menyanyangi kekasihnya.
Setelah mendapat apa yang ia inginkan, Kayla pun melangkah pergi. Tapi baru beberapa langkah saja, ia menghentikan langkahnya, dan memutarkan langkahnya kembali mendekati apoteker nya.
"Hemm... saya ingin membeli alat tes kehamilan." (bahasa Jepang)"
Apoteker itu pun segera mengambilkan beberapa buah dan memberikannya pada Kayla.
"Terimakasih." ucap Kayla.
Kayla pun melangkah secepat mungkin, dna keluar dari tempat itu.
Sesampainya Kayla di apartemennya, ia segera masuk kedalam kamar mandi dna membersihkan diri.
Selesai mandi Kayla segera makan malam, ia ingin segera minum obat dan beristirahat malam ini. Saat Kayla mengambil bungkusan yang berisi obat, mata Kayla tertuju pada alat tes kehamilan. Kayla iseng dan mengambil satu dan kembali kekamar mandi kemudian mencobanya.
Kayla menunggu beberapa saat, sesaat kemudian Kayla meraih benda pipih teru dan melihat hasilnya.
Mata Kayla terbelalak saat melihat hasinya, garis biru berhasil terpampang jelas disana.
Keringat dingin mulai membanjiri tubuh Kayla, ia masih belum yakin dengan hasil ini. Kayla segera memakai pakaiannya dan berjalan menuju keluar.
Kayla melangkahkan kakinya menuju sebuah klinik yang tidak jauh dari apartemennya.
Kayla segera mendaftar, kebetulan disana sedang tidak ramai orang, jadi Kayla bisa langsung masuk dan menamui Dokter nya.
Setelah beberapa menit melakukan pemeriksaan.
"Bagaimana Dokter?" (bahasa Jepang) tanya Kayla.
"Selamat Nyonya anda sedang mengandung, dan usia kandungan anda saat ini baru menginjak lima minggu. Jadi anda harus hati-hati, menjaganya. Biasanya dalam kondisi ini kandungan masih rentan." jelas Dokter muda itu panjang lebar dalam bahasa Jepang.
Mata Kayla membulat dan mulutnya menganga, ia tidak tahu apakah ia harus senang menyambut kehadiran anak ini, atau harus bersedih.
Dengan langkah gontai Kayla kembali ke apartemennya. Kayla menjatuhkan tubuhnya diatas kasur, ia merasa begitu lelah hingga kakinya tidak mampu lagi menopang barat tubuhnya.
Sejenak ia berpikir akan memberitahukan berita ini pada Kai Zhou, tapi ia urungkan. Sebab Kai Zhou baru saja pulang dari luar negeri, Kayla pun memutuskan besok saat dikantor, ia akan memberitahu Kai Zhou.
Sekarang Kayla memilih untuk tidur dan mengistirahatkan tubuhnya, mengenang akan keberadaan janin buah cintanya bersama Kai Zhou selama mereka bersama.
Perlahan Kayla mengelus perutnya lembut, dan tersenyum, hingga tanpa terasa mata Kayla pun terpejam dan mulai masuk ke alam mimpi.
.....
"Mi, bisa kita bicara sebentar." ajak Kiano.
Hummairah mengangguk dan mengikuti putranya.
__ADS_1
Mereka pun masuk keruang kerja Kendra, disana Kendra telah menunggu.
"Ada apa ini?" tanya Hummairah mulai curiga.
"Duduk dulu Mi." ajak Kiano.
"Iya sayang, duduk dulu sini dekat aku ya!" pujuk Kendra.
Hummairah pun mengikuti arahan sang suami.
"Kamu yang bicara apa Daddy nih?" tanya Kendra pada putranya.
"Daddy aja deh." jawab Kiano cepat.
"Baiklah." ucap Kendra.
"Ada apa ini?" tanya Hummairah semakin curiga.
"Begini sayang, Kiano pengen bilang sesuatu sama kamu. Silahkan Ki, bilang sama Ummi." ucap Kendra.
Mata Kiano membulat saat mendengar penuturan Daddy nya.
"Daddy.... katanya Daddy yang ngomong sama Ummi, sekarang kok malah nyuruh Kiano sih?" gerutu Kiano kesal.
"Ini sebenarnya ada apa sih?" tanya Hummairah lagi.
"Ini Mi Kiano bilang minta di kawinin sama Zavira." ucap Kendra cepat.
Hummairah terkejut menatap suaminya. "Kamu bilang apa tadi Mas? Kiano mau nikah sama Zavira."
"Ya gitu sayang, dia gak berani bilang sama kamu langsung, makanya dia minta bantuan aku untuk ngomong." terang Kendra.
"Kamu serius Ki?" tanya Hummairah.
Kiano menganggukan kepalanya.
"Apa kamu udah bilang ke Zavira nya kalau kamu suka dia?" Hummairah bertanya lagun
"Sering Mi, tapi dia hanya senyum." jawab Kiano sedih.
"Dan apa dia juga suka sama kamu?" tanya Hummairah lagi.
"Dia gak pernah bilang Mi, itu yang membuat Kiano ragu kemarin. Tapi sekarang gak lagi Mi, sepertinya Zavira mulai bisa menerima kehadiran Kiano, buktinya kemarin dia udah mau ngobrol saat ada Kiano disana. Sebelumnya kalau dia lagi ngobrol sama Kirana Kiano dateng, tuh anak kabur Mi kayak liat setan..." ujar Kiano.
"Jadi kamu udah yakin nih?" tanya Hummairah lagi.
"Yakin Mi." jawab Kiano mantap.
"Sudah bisa ngelupain Kayla sepenuhnya?" sambung Kendra.
"Itu sih udah lama Dad." jawab Kiano lirih.
"Baiklah, nanti Ummi sendiri yang akan ngomong ke Zavira." Hummairah bergerak keluar ruangan dan berjalan menuju kamar Kirana.
Dikamarnya Kirana dan Zavira seperti biasanya, jika ada waktu senggang mereka selalu melakukan sambung ayat dan murotal bersama.
Tok.... Tok.... Tok....
"Assalamualaikum." ucap Hummairah sedikit membuka pintu.
"Waalaikumsalam." jawab Kirana dan Zavira serentak.
"Boleh Ummi masuk?" tanya Hummairah meminta ijin.
"Ayo Mi masuk." ajak Kirana.
Hummairah pun berjalan masuk dan duduk di samping Zavira.
"Ada yang mau Ummi omongin sama kamu Za." ucap Hummairah memulai cerita.
"Ada apa Mi?" tanya Zavira terbata.
"Ummi ada sesuatu yang ingin Ummi sampaikan sama kami Za." Hummairah menggenggam tangan Zavira.
"Ummi mau ngomong apa sih?" tanya Kirana penasaran.
"Ummi mau melamar Zavira untuk Kakak kamu Kiano Na." ucap Hummairah.
Kirana tersenyum. "Bagaimana Vi, kamu setujukan?" tanya Kirana pada Zavira.
"Za, Ummi ngerti kamu pasti kaget dengan semua ini. Tapi, kamu tenang saja, Ummi akan kasi kamu waktu untuk berpikir." hibur Hummairah. Ia tahu Zavira saat ini sedang bingung.
"Ummi keluar dulu ya, kamu pikirkan baik-baik ya Za. Soalnya ini permintaan dari Kiano sendiri, bukan Ummi dan Daddy yang memaksakan keinginan. Kami memang ingin Kiano punya pendamping yang baik, dan semua kriteria yang kami inginkan ada di kamu." Hummairah pun berjalan keluar kamar.
Hummairah berjalan menuruni tangga dan menghampiri Kiano yang sedang menonton televisi.
Melihat Ummi nya turun dari atas, Kiano segera mendekati Ummi nya.
"Gimana Mi?" tanya Kiano penasaran.
"Zavira masih meminta waktu untuk berpikir." ucap Hummairah dan duduk di samping putranya.
"Berapa lama Mi." tanya Kiano lemas.
"Ummi gak tau sayang, kamu yang sabar aja ya. Ummi yakin kalau Zavira memang jodoh kamu, kalian pasti bertemu kok." ucap Hummairah menghibur putranya.
__ADS_1
Kiano terdiam setelah mendengar penjelasan Ummi nya.
Bersambung