CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA

CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA
136. jangan lupa tinggalin jejak yaa... I LOVE U ALL


__ADS_3

Pertandingan Kirana masuk babak terakhir, Kirana berhadapan dengan lawan yang seimbang. Beberapa kali Kirana hampir tumbang, tapi setelah mendapat semangat dari kedua Ayahnya dan Fachri Akhirnya Kirana dapat berhasil memenangkan pertandingan itu.


Sorak sorai menggema saat Kirana berhasip menjatuhkan lawannya, Kendra segera berlari turun mnghampiri putri kebanggannya dan langsung memeluk dan menciumnya.


"Ham, anak gue menang Ham..." teriak Kendra.


"Selamat ya Na." ucap Ilham tersenyum.


"Makasih Pa." jawab Kirana.


"Selamat juga ya Na." seru Fachri.


"Makasih Kak."


Kendra dan Ilham tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Terdengar panggilan untuk para peserta yang menang kompetisi untuk berkumpul di tengah podium.


"Dad Kirana kesana dulu ya, gabung sama yang lain." Kirana kembali ke tengah untuk naik ke podium dan menerima medali dan piala.


"Papa nya Kirana ya? pantesan aja anaknya cantik dan hebat, Papa nya aja tampan." celetuk salah seorang wali murid.


Ilham dan Fachri tersenyum menutup mulut mereka.


"Kita pergi dari sini." ajak Kendra menarik lengan Ilham dan Fachri untuk pergi dari tempat itu.


Mereka pun memilih menunggu Kirana di dalam mobil.


......


Kiano masih berada di Jepang, dan siap berangkat kembali ke Amerika.


Kiano duduk sambil menatap layar ponselnya, ia mengusap photo yang menjadi layar depan ponselnya.


"Kenapa harus jadi begini Kay, seharusnya kita saling mengerti disaat begini. Kamu berubah Kay, kamu yang berubah." ucap Kiano dalam hati. Kiano memejamkan matanya dan mengehela napas panjang. Saat Kiano mendengar panggilan penerbangan, ia pun bergegas. Tapi tiba-tiba seorang gadis menabraknya.


Bruuk...


Ponsel Kiano jatuh terinjak oleh gadis itu, dan pecah.


"Sorry.... sorry, aku gak sengaja." ucap gadis itu.


Mata Kiano menatap tajam ke arah gadis itu, kemudian memungut serpiha ponselnya. Gadis itu menatap Kiano dengan rasa bersalah, ia mendekati Kiano dan mencoba meminta maaf.


"Tuan maafkan saya, tadi saya terburu-buru." ucap gadis itu.


Kiano berlalu tanpa menghiraukan ucapan gadis itu.


"Tuan, berikan kartu nama mu. Nanti aku akan menghubungi mu, dan mengganti ponsel mu yang rusak." gadis itu terus berteriak kepada Kiano, tapi pemuda itu tidak menoleh sedikitpun kearah nya.


"Aku akan menaklukkan mu, jika tidak nama ku bukan Zee Yan Z." gumam gadis itu.


Kiano sampai di apartemennya, ia meletakkan ranselnya kemudian masuk ke kamar mandi. Keluar dari kamar mandi Kiano mendekati laptop nya, ia menyalin semua isi di dalam memeri ponselnya kedalam laptop nya.


Kiano pun mengirim email kepada Adiknya dan menceritakan perihal dirinya dan Kayla. Selama ini memang Kirana lah yang selalu menjadi tong sampah bagi Kiano, semua masalah yang terjadi pada Kiano dan Kayla, Kirana pasti mengetahuinya. Entah mengapa Kiano suka berbagi cerita pada Adiknya yang satu ini, memang jika di bandingkan Kiano, Kirana lebih dewasa pemikirannya dan lebih tenang.


Setelah selesai Kiano pun menutup laptop nya dan pergi tidur, sebab ia besok akan ke kampus.


Keesokan harinya, Kiano berangkat ke kampus, sampai di kampus kedua teman baiknya Tristan dan Dion telah menunggunya di depan gerbang. Kiano tersenyum melihat keduanya.


"Weisss... ini dia yang baru pulang dari Jepang menemui kekasih hati, tampak wajahnya berseri-seri." goda Tristan.


"Berseri-seri apa nya, biasa aja gue." jawab Kiano yang tidak mau banyak yang tahu masalahnya selain Kirana.


"Masa sih... gue liat muka lu bete' No, kenapa? Gak biasanya." ujar Dion.

__ADS_1


"Gak pa-pa, oh ya dimana Fachri?" tanya Kiano.


"Dia lagi pulang ke Indonesia, ada sodaranya yang lagi kawinan. Nah dia di suruh pulang sama keluarganya, sekalian deh.." Tristan menggantung ucapannya.


"Sekalian apa?" tanya Kiano bingung.


"Sekalian ngapelin adek lu si Kirana." jawab Dion tertawa dan ikuti oleh Tristan.


Kiano tersenyum dan menggelengkan kepalanya, ia tidak pernah melarang Kirana dekat dengan siapa pun termasuk Fachri. Tapi Kiano tidak menyangka kalau Fachri bisa berhasil menarik perhatian Kirana, sebab Adiknya yang satu ini selalu tertutup untuk hal dirinya sendiri.


.....


Kembali ke tanah air, Kendra bersiap akan pergi ke Jepang untuk urusan bisnis. Hummairah sedang membantunya bersiap.


"Sayang akan bagus dan menyenangkan jika kamu bisa ikut." ucap Kendra.


"Gak bisa Mas, anak-anak nanti gimana?" jawab Hummairah yang masih melipat pakaian untuk suaminya bawa.


"Mereka udah pada besar sayang, lagi pula ada Papa dan Mama nya disini. Mereka akan menurut pada Medinah dan Ilham."


"Sudah aku tidak mau berdebat lagi. Ini sudah siap, ayo kita kebawah." belum sampai selangkah Hummairah berjalan Kendra menarik tangannya dan mengurungnya dalam kungkungannya. Kendra tersenyum menggigit bibir bawahnya sendiri.


"Mau apa?" tanya Hummairah dengan wajah datar.


"Mau kamu, hehehee." Kendra melepas jilbab istrinya, kemudian melahap bibir merahnya.


Kendra memperdalam ciumannya dan menuruni leher menggigit meninggalkan bekas merah disana. Kendra tidak bisa mengontrol dirinya jika berada di dekat istrinya, kalau bukan Hummairah memperingatkan nya, mungkin ia akan ketinggalan pesawat dan batal ke Jepang.


"Sudah Mas, ini sudah siang." ucap Hummairah dengan napas tersengal-sengal.


Kendra menjatuhkan dirinya diatas tubuh Hummairah, menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Hummairah. Kembali mengecup leher dan membuat tanda merah kembali disana.


"Aku akan merindukan mu sayang." ucap Kendra parau.


"Mas, cuma seminggu. Dan kita masih bisa telponan kan?" Hummairah menghibur suaminya.


Hummairah menangkup wajah Kendra. "Cepat pulang, aku akan menunggu mu dan....." Hummairah tersenyum ia sengaja menggantung ucapannya.


Kendra tersenyum ia tahu isyarat yang diberikan oleh istrinya. "Janji?" Kendra mengaitkan jari kelingkingnya pada Hummairah.


Hummairah mengangguk dan mencium bibir Kendra dengan inisiatif nya sendiri.


Kendra membalas dengan memainkan lidahnya kedalam mulut Hummairah. Perlahan Hummairah melepas pagutannya dan tersenyum.


"Sudah sayag, aku bisa hilang kontrol kalau begini." Kendra bangun dan merapikan kemeja dan dasinya.


Hummairah mengenakan jilbabnya kembali, meraih koper milik Kendra dan menyeretnya keluat dari kamar.


Dibawah Kirana dan Kanayah sudah menunggu Ummi dan Daddy nya.


"Lama amat si Mi, berapa banyak barang yang Daddy bawa?" gerutu Kanayah.


Hummairah tersenyum, putri bungsunya ini tidak seperti kedua Kakaknya. Ia tidak sabaran dan sedikit manja pada Kendra, ia kerap merasa cemburu jika Daddy nya lebih perhatian kepada Ummu nya. Maka dari itu terkadang ia jadi bahan olok-olokan kedua saudaranya.


Setelah kepergian Kendra, keesokan harinya Medinah datang bersama si kembar kerumah nya.


"Me, ayo masuk." ucap Hummairah.


Medinah datang dengan wajah sedih, Medinah segera menyuruh si kembar untuk masuk kedalam dan bermain.


Hummairah melihat keadaannya langsung mengajaknya untuk duduk.


"Ada apa Me?" tanya Hummairah.


"Kemaren keponakan suaminya Nanny datang kerumah kami, dan meminta Ilham menyerahkan semua aset yang masih Nanny miliki kepada mereka." tutur Medinah.

__ADS_1


"Tapi bukannya kemarin Ilham dan Nanny telah memberikan hak mereka, berupa aset perusahaan yang ada disana?" tanya Hummairah.


"Perusahaan itu sudah bangkrut Ra, dan mereka menginginkan perusahaan Nanny yang lain, yang mereka bilang juga milik mendiang suami Nanny."


"Sekarang Kak Ilham adad dimana?" tanya Hummairah.


"Sekarang Ilham sedang pergi menemui pengacar untuk membahas masalah ini."


"Apa Nanny dan juga Kakek tau masalah ini?"


"Belum, kami memutuskan untuk tidak memberitahu mereka sekarang. Kamu tau Ra kesehatan mereka kurang bagus saat ini, terutama Kakek."


"Aku mengerti Me, sekarang lebih baik kita menunggu Kak Ilham kembali dari kantor notaris."


"Ra, Ilham pasti akan butuh bantuan dari Kendra. Aku tidak tau lagi harus minta tolong sama siapa lagi Ra." Medinah mulai menitikan air matanya.


"Kami tidak punya niatan untuk menguasai harta Nanny Ra, kami hanya di berikan kepercayaan untuk mengolahnya. Tidak pernah sedikitpun terbesit dihati kami untuk meguasai dan memilikinya." Medinah berucap lirih.


"Sabar Me, Kendra pasti akan membantu. Tapi saat ini Kendra sedang berada di jepang."


"Aku mengerti Ra, aku lega disaat begini aku dan Ilham masih punya tempat untuk bersandar." ucap Medinah lirih.


......


Dikampus Kiano, Dion, Tristan menyambut kepulangan Fachri dari Indonesia. Seperti biasa mereka selalu menunggu di depan gerbang kampus.


Fachri turun dari mobilnya, ia sudah memasang senyum manisnya saat melihat teman-temannya sudah menunggunya.


Fachri pun berjalan menghampiri mereka.


"Selamat datang adek Fachri, bagaimana perjalanannya." ujar Tristan.


"Perjalanan apaan dulu ni, perjalanan dari ulang alik Amerika - Indonesi, atau perjalan cinta antara Indonesia dan Amerika." goda Dion.


"Kalian ngomong apa?" tanya Fachri bingung.


"Udah jangan pura-pura kami semua udah tau, dan Kiano juga udah merestui kok." tutur Tristan.


"Apa sih?" tanya Fachri tertawa.


"Udah lu gak usah tutupi lagi, lu suka sama Kirana Adiknya Kiano kan?" sambung Dion.


Fachri terdiam, ia menatap wajah Kiano yang masih datar tanpa ekspresi.


"Masuk yuk." ajak Kiano tiba-tiba. Ia pun berjalan masuk kedalam kampus, Fachri merasa ada sesuatu yang terjadi antara Kiano dan Kayla.


Tapi Fachri tidak berani untuk bertanya saat ini.


"Hey, Tuan sombong." ucap seseorang menyebut Kiano.


Kiano menoleh ke sumber suara. Mata Kiano membulat saat melihat siapa yang sedang berdiri dibelakang mereka.


Berambung.


Hai... hai... hai..


Aku Icha Mawik jangan lupa untuk baca karya kedua ku ya judulnya


MENGEJAR CINTA SANG ASISTEN.


jangan lupa untuk teris tinggalkan jejak like dan komen di tiap epsd ny, vote dan Boom lima bintang rate..


Terimakasih...


salam sayang dari author

__ADS_1


I LOVE U ALL


__ADS_2