
" Tante, kenapa ribut sekali ? " Tanya Olivia pada Cristien saat keluar dari kamarnya
" Apa kau tidak tahu ? " Jawab Vans " Kendra sudah pulang. "
" Apa benarkah ? " Senyum sumringah terpancar di wajah Olivia. " Baiklah, aku akan segera menemuinya. "
" Sebaiknya kau urungkan niat mu untuk menemuinya, " Jawab Vans lagi.
Olivia dan Cristien menoleh ke arah Vans.
" Kenapa ? " Tanya Olivia
" Karena Kendra datang bersama istri dan anaknya. " Vans masih menatap wajah kedua wanita yang ada di depannya.
" Apa ? " Maksudmu, dia datang bersama perempuan itu. Tapi, kapan dia ? " Olivia bingung.
" Kemarin pulang dari luar negeri Kendra tidak langsung ke rumah atau ke kantor, tapi dia langsung pulang ke apartement istrinya. Dan pagi ini, dia membawanya datang kemari. " Jelas Vans panjang lebar.
" Itu tidak mungkin. " Olivia mundur kebelakang.
" Itulah yang terjadi. Sebaiknya, sekarang kita turun dan bergabung bersama mereka. " Ajak Vans.
Hummairah sekarang berada di mansion Kakek nya. Anggota keluarga hari ini sarapan di taman belakang.
Hummairah membantu para pelayan menyiapkan semuanya. Ia berjalan mondar mandir.
" Apa sudah selesai ? " Ucap seseorang yang memeluknya dari belakang.
" Astagfiullah... Mas, hampir copot jantung ku. " Ucap Hummairah mengusap dadanya
" Kamu kira siapa heemmm.. ? " Ucap Kendra masih memeluk erat Hummairah.
" Bukan siapapun. " Hummairah melanjutkan masaknya. " Mas. " Hummairah mulai risih dengan tingkah Kendra. " Mas, udah deh. Nanti ada yang masuk bagaimana ? "
Kendra membalik tubuh istrinya. Ia menatap dan mengelus wajah Hummairah. Menangkup kemudian mencium lembut bibir istrinya.
Hummairah membulatkan matanya.
" Mas, apa apaan si ? Nanti pelayan atau yang lain lihat bagaimana ? " Ucap Hummairah dengan wajah yang bersemu merah.
" Tidak akan ada yang berani datang dan masuk kesini. " Ucap Kendra yang kembali memeluk Hummairah.
" Tunggu disana bersama yang lain, aku akan membawa ini kesana. " Mencoba lepas dari pelukan
" Tidak akan, aku akan menunggu hingga kamu selesai. " Ucap Kendra masih bertahan memeluk dari belakang.
Hummairah menghela nafas panjang.
Setelah selesai Hummairah bergegas menuju taman belakang. Kendra mengikutinya dari belakang.
" Ayo bawa kemari sayang, " Ucap Nanny kepada Hummairah yang sedang membawa nampan.
Olivia, dan Cristien datang dan mulai ikut bergabung.
" Ayo nak, duduk di samping suamimu. " Perintah Nanny.
Olivia yang mendengar itu mendengus kesal, Ia berharap Ia dapat duduk di samping Kendra seperti biasanya, dan melayani Kendra saat Hummairah tidak ada.
" Cristien, dimana Vans, " Tanya Mama "
__ADS_1
" Aku ada disini Tante. " Sahut Vans yang datang dari belakang taman.
" Duduklah bersama kami. " Ucap Mama.
" Hai, Kendra apa kabar mu ? " Sapa Vans
" Baik. " Ucap Kendra dingin dan kembali menoleh kearah Istrinya.
" Sakinah bawa Kiano tidur ke kamarnya, untuk tidur siang. " Perintah Kendra.
" Daddy, Kiano belumm mengantuk. " Jawab Kiano yang berada di pangkuan Opa nya.
" Sudah, biarkan saja. Nanti biar mama yang akan membawanya tidur. " Jawab Mama.
" Kendra kembali ke kamar ya semuanya, masih capek banget soalnya. " Kendra beranjak dari duduknya.
" Iya. Ra, bawa suamimu kekamar. Kiano biar kami yang urus, kalian istirahat saja. " Ucap Nanny.
Kendra dan Hummairah naik ke lantai atas, dan masuk ke kamar mereka.
Kendra mengunci pintunya, Hummairah melepas jilbabnya dan meletakkannya di tempat yang mudah terjangkau.
" Aku ke kamr mandi dulu " Kendra melepas kemeja dan masuk ke kamar mandi.
Hummairah memberikan baju ganti yang ringan untuk suaminya,
" Tidak perlu, aku akan pakai ini saja. " Ucap Kendra kepada istrinya.
" Tapi kan itu, nanti... "
" Gerah..... Enakan juga begini, anginnya tembus. " Ucap Kendra tersenyum genit
" Jangan yang tidak tidak yaa.... "
" Tergantung... " Jawab Kendra menggaruk kepalanya.
Kendra meraih tangan Hummairah dan mengajaknya untuk berbaring disampingnya.
Baru saja Kendra ingin merebahkan tubuh disamping istrinya, tiba tiba.
Tok.... Tok... Tok....
Hummairah dan Kendra saling berpandangan.
" Siapa ya ? "
" Buka dulu Mas, siapa tua penting " Hummairah beranjak dari pelukan Kendra dan menyambar jilbabnya.
Kendra berjalan menuju pintu dan membukanya.
Ceklek...
" Mau apa ? " Ucap Kendra dingin kepada Vans
" Aku ingin mengajak mu bersantai di taman depan, bagaimana ? " Ajak Vans
" Aku tak tertarik, kau ajak saja yang lain. " Kendra kembali menutup pintu.
" Sebentar saja, tidak akan lama. " Vans menahan pintu. Kendra memutar malas matanya. " Ayolah Kendra, kita sudah lama tidak bertemu. Kau bisa kapan saja menghabiskan waktu dengan istri mu. "Vans setengah memaksa.
__ADS_1
Kendra menatapnya tajam.
" Apa kau paham apa yang aku katakan, aku lelah, dan aku tidak tertarik. Aku ingin menghabiskan waktu ku dengan keluarga ku hari ini. Apa kau paham, kau cari saja orang lain untuk kau ajak bersantai. Lagi pula kau pasti akan lama berada disini, jadi kau bisa menggunakan waktu santai mu lebih banyak.
Braakkk....
Kendra membanting pintu. Hummairah yang berada di dalam ikut terperanjat, Ia segera menghampiri suaminya dan memberikan segelas air.
Kendra meminum air pemberian Hummairah hingga kandas, kemudian mengembalikan gelas kosong itu kepada Hummairah.
" Kenapa ? " Tanya Hummairah yang mengajak Kendra duduk di tepi tempat tidur, sambil mengusap wajah Kendra.
" Aku lelah, temani aku tidur ya ! " Ajak Kendra.
Hummairah mengangguk dan mulai naik ke atas tempat tidur.
Kendra membawa tubuh Hummairah kedalam pelukan nya, dengan tangan sebagai bantalan untuk kepala Hummairah. Mereka pun melanjutkan kegiatan mereka sebagi sepasang suami istri yang lama tak bertemu.
Vans masih berada di depan pintu kamar Kendra. Ia mengepalkan tangannya menahan amarah di dadanya. Ia tak bisa menerima kenyataan apa yang terjadi saat ini di dalam, Ia mengingat dengan penampilan Kendra saat membuka pintu hanya memakai boxer.
Wajah Vans semakin merah, ingin rasanya Vans mendobrak pintu kamar. Dan menghentikan kegiatan mereka, Ia meninggalkan kamar Kendra dan masuk ke kamarnya.
Didalam kamar Vans
Vans menatap dinding kamarnya, disana terpajang photo Hummairah yang tanpa sepengetahuan siapapun telah diambi Vans secara diam diam. Vans begitu terobsesi kepada Hummairah, Ia ingin memiliki Hummairah.
aku akan membawa mu pergi dari sini, tak kan ku biarkan Kendra memiliki mu. Kau hanya boleh jadi milik ku, hanya milik ku.
Vans mencium photo Hummairah yang disimpan Vans di meja nakas, kemudian memeluknya. Dan tertidur dengan tersenyum serasa Ia sedang memeluk Hummairah.
Hummairah terbangun dari tidurnya, Ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Ia bergerak perlahan, dan berjalan menuju kamar mandi.
Kendra tersadar ketika tangannya meraba disamping tempat tidurnya telah kosong. Ia mengerjipkan matanya, menatap sekeliling mencari sosok istrinya.
Sekilas Ia mendengar suara air dari kamar mandi, Ia pun tersenyum.
Kendra bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.
" Astagfiullah... Mas, kebiasaan. " Ucap Hummairah yang terkejut dengan kedatangan suaminya.
" Aku juga mau mandi, " Kendra lalu ikut berdiri di bawah keran air denga tubuh setengah polos. Sejak Kendra menikah dengan Hummairah, Ia tak pernah lagi mandi dalam keadaan polos. Begitu pula Hummairah yang selalu menggunakan kain untuk menutupi tubuhnya.
*Maaf telat up nya, aku udah up kemaren. tapi di tolak jadi aku mesti nulis ulang.
sebagai gantinya aku kasih visual nya
Vans dan Olivia.
**semoga suka yaaa***
tetap jangan lupa like, komen, VOTE, dan boom bintang lima
supaya author dan novelnya naik ranking.
I LOVE U ALL
__ADS_1