
Setelah memutuskan untuk pensiun, Kendra membawa istrinya kembalibke kampung, untuk tinggal dirumah mertuanya. Rumah masa kecil sang istri, mereka akan menghabiskan masa tua disana dengan mengembangkan usaha yang telah mereka rintis dari nol, untuk bekal hari tua mereka.
Saat ini Kiano dan Zavira, Kirana dan Fachri, serta Kanyah dan Nathan akan pamit pulang.
"Ummi sering-sering telpon kita ya," ucap Zavira memeluk mertuanya.
"Iya sayang," ucap Ummu Hummairah membalas pelukan menantu perempuannya.
Kendra masih memeluk ketiga buah hatinya, terutama Kanayah.
"Nanti kita kesini lahi Dadd, ayo jangan sedih." ucap Kiano menghibur saudara dan Daddy nya.
Hummairah mendekati Kiano, kemudian memeluknya.
Kini Kiano sudah tidak bisa lagi membendung kesedihannya, dan akhirnya menangis dalam pelukan Ummi nya.
"Maafkan Kiano Mi, Kiano belum bisa bahagiain Ummi. Kiano banyak salah sama Ummi, dan Kiano juga belum bisa jadi anak yang baik untuk Ummi dan Daddy." Kiano menagis dalam pelukan Ummi nya.
Hummairah juga tidak kuasa menahan air matanya saat memeluk putra sulung kesayangannya, si sulunh yang selalu menemaninya sejak dari dalam kandungan baru kali ini ia akan berpisah dengannya.
Kiano adalah satu-satu nya yang menjadi saksi apa yang Ummi nya rasakan.
"Ki, jaga istri dan anak-anak kamu. Bahagiain mereka, dengan begitu kamu telah bahagiain Ummi," ucap Ummi Hummairah memeluk kembali putranya.
"Untuk Fachri dan Nathan, kami cuma bisa berpesan jagalah putri kami. Sayangi dia seperti kami menyayanginya." ucap Kendra memberi pesan kepada kedua menantunya.
"Kami berjanji Dadd, kami akan menyayangi dan mencintainya serta menjaganya hingga akhir hidup kami." ucap Fachri dan Nathan bersamaan.
Setelah berpamitan mereka pun segera meninggalkan kediaman mendiang Kakeknya yang kini di diami oleh kedua orang tuanya.
Kanayah masih menangis tersedu, ia memang terbiasa berpisah dengan kedua orang tuanya selama masih bersekolah, ia juga berpisah karena harus masuk asrama.
Tapi kali ini ia merasa sangat sedih, Nathan mendekati istrinya kemudian memeluknya. Mengecup puncak kepala Kanayah dengan sayang.
......
Kiano tiba dirumah, Fachri menganggkat Kirana yang tertidur ke kamarnya. Sedangkan Nathan memilih kembali ke apartemennya atas permintaan istrinya.
"Lu yakin mau langsung pulang Nay, gak mau nginap disini dulu?" tanya Kiano.
"Gak... gua mau pulang aja," Kanayah segera masuk ke mobil Nathan.
__ADS_1
Kiano menatap Nathan dan Nathan menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.
"Gue titip adik gue, gue yakin saat ini dia pasti sedih," ucap Kiano menepuk pundak Nathan
"Pasti! Gue pamit ya, kasian Nay pasti capek, salam buat Fachri." ucap Nathan berjalan masuk kemobil.
Mobil Nathan dan Kanayah pun meninggalkan kediaman Kiano, menuju rumah orang tua Nathan.
.....
Nathan tiba di kediaman orang tuanya, Nathan menggendong Kanayah yang telah tertidur pulas. Kesedihan membuat Kanayah nyenyak.
"Kamu udah pulang sayang?" tanya Mama Nathan, wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan trendi itu segera menutup mulutnya saat melihat mata menantu kesayangannya sembab.
"Dia kenapa Nath?" tanya Mama.
"Nanti Nathan ceritain Ma, sekarang Nathan mau bawa Nay ke kamar." tutur Nathan sembari membawa istrinya naik ke kamarnya.
Nathan meletakan istrinya diatas tempat tidur dengan hati-hati, Nathan melepas jilbab yang dikenakan Kanayah. Mengganti bajunya dengan piyama tidur, kemudian menyelimuti istrinya. Setelah selesai, Nathan turun kebawah menemui kedua orang tuanya.
"Apa yang terjadi Nath, kenapa Nay sedih sampai seperti itu," Mama Nathan mendekati putranya.
"Ummi dan Daddy memutuskan untuk tinggal dikampung halaman Ummi Ma, dirumah peninggalan Kakek Kanayah, Ayahnya Ummi." tutur Nathan.
"Kanayah itu sangat dekat dengan keduanya, terutama Daddy." kenang Nathan.
"Kamu tenang saja, mulai besok Nay tidak akan merasa kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya. Kami akan selalu ada untuknya mulai saat ini." ucap Papa.
"Terima kasih Pa, Ma." ucap Nathan sembari memeluk keduanya.
"Sekarang istirahatlah, kamu pasti capek." tutur Mama.
Nathan menganggukan kepalanya, kemudian naikbke atas. Nathan masuk kedalam kamar, setelah mandi, ia pun segera naik ketempat tidur dan berbaring disisi sang istri. Nathan memeluk Kanayah dengan erat dan mengecup keningnya.
......
Pagi yanga baru dengan suasana baru, Kendra diam menatap lurus kedepan. Pemandangan sawah luas terbentang, udara pagi begitu segar. Hummairah datang dengan membawa sarapan untuk sang suami.
"Mas," panggil Hummairah dengan nampan berisi sarapan.
Kendra menoleh dan tersenyum kepada sang istri.
__ADS_1
Hummairah meletakan nampan di meja balai-balai samping rumahnya.
"Sayang, sarapan apa kita apa kita pagi ini?" tanya Kendra tersenyum pada istrinya.
"Seperti biasa, nasi goreng sayuran." jawab Hummairah sembari menyajikannya untuk sang suami kedalam piringnya.
Kendra tersenyum dan langsung menikmati masakan istrinya.
Kendra lebih banyak menghabiskan waktu di tambak dan memantau ternaknya. Hummairah sendiri membantu para Ibu disana dalam mengolah hasil ternak, ia juga membuka les menjahit untuk para remaja putri dan Ibu rumah tangga disana.
.....
Sedangkan dikota, ketiga anaknya telah sukses semua.
Kiano berhasil mengembangkan perusahaan keluarga, hingga kembali membuka cabang hampir diseluruh penjuru dunia.
Kirana sukses dengan bisnis hotelnya, ia juga kembali membangun beberapa hotel baik di dalam maupun luar negeri. Meskipun ia tidak terjun langsung mengurusnya, tapi ia mempercayakan semuanya pada Alif yang mengurus semuanya. Kirana lebih tertarik pada bisnis kuliner milik Papa mertuanya.
Kanayah juga telah memiliki beberapa butik dan pabrik garmen, ia juga meneruskan bisnis milik Ummi nya.
Kehidupan cinta Hummairah dan Kendra akhirnya berakhir dengan bahagia. Pernikahan karena perjodohan, semula tidak mau menerima hingga harus terpisah saat mulai merasa adanya cinta.
Kendra hanya tingga menikmati dan menghabiskan masa tuanya di kampung halaman bersama sang istri tercinta. Anak-anak dan cucu nya sesekali datang untuk menjenguk mereka, kadang jika rindu melanda, mereka lah yang berkunjung menjenguk putra-putri, menantu, serta cucunya.
Hummairah dan Kendra akan digilir oleh ketiga buah hatinya untuk menginap dirumah mereka.
Hummairah dan Kendra hanya meminta selalu dilimpahkan kebahagian untuk keluarga mereka, agar mereka selalu bersama dalam suka maupun duka.
TAMAT.
Jutaan terima kasih Author ucapkan untuk semua readers, dan pembaca setia CEO DINGIN DAN GADIS SHOLEHA,
untuk selanjutnya aku kan kasih extra part jika aku tidak sibuk dan ha pe lagi senggang dan tidak di pakai oleh anak belajar daring.😂😂
Mohon maaf jika ada kata yang kurang pantas dalam tulisanku, mungkin juga ada kata-kataku yang menyinggung readers semua dalam menjawab komennan, sekali lagi aku minta maaf, aku hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.
Terus kasi dukungan di karya ku yang lain dan yang selanjutnya, udah aku rancang cuma belum sempat aku promosikan. Mungkin akan aku tulis disini, karena disinilah rumah ku sebenarnya.
Sekali lagi aku ucapka terima kasih sebanyak-banyaknya untuk kalian semu pecinta cerita Hummairah dan Kendra yang mengikuti cerita perjalanan cinta mereka.
SALAM SAYANG AUTHOR SELALU
__ADS_1
I LOVE U ALL❤️❤️❤️❤️❤️